Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Usaha merayu Bian


__ADS_3

2 Minggu kemudian...


Hari ini Ara menyusul suaminya ke rumah sakit saat jam makan siang. Seperti biasa dia tidak mengabari suaminya dulu sebelum ke sana.


Di tangannya sudah ada kantong plastik berisi kotak makanan yang tadi dia masak di rumahnya.


" Nona ? " Bobi sontak bangkit dari duduknya saat melihat Ara yang melangkah semakin dekat ke ruangan bosnya.


" Nona Ara harus tahu, kalau Nona Qilla baru saja masuk ke dalam dan berniat merayu bos," pikir Bobi - sekertaris Bian


" Kenapa kamu sudah ada di sini ? Bukankah kamu bilang hari ini akan libur karena harus menjaga istrimu ? " tanya Ara seraya menyipitkan matanya memandang Bobi yang seperti sedang ingin menyampaikan sesuatu.


" Istri saya sudah sembuh ,makanya saya bisa bekerja. Nona, baru saja Nona Qilla masuk ke ruangan bos sambil membawa makanan , " sahut Bobi sambil menatap istri bosnya


"Apa ? Qilla sekarang ada di ruangan suamiku ? " tanya Ara dengan mata membulat


" Iya ,Nona." Balas Bobi menunduk


" Bukannya perusahaan Qilla dengan perusahaan Bian sudah tidak bekerja sama ? Lalu ngapain dia kemari ? '' tanya Ara terlihat bingung


" Kata Nona Qilla ,dia kemari ingin minta maaf dengan bos ,tapi bos tidak menghiraukan kedatangan Nona Qilla," jawab Bobi sambil menunduk.


" Dia pasti ingin merayu suamiku lagi," pikir Ara dengan wajah terlihat kesal.


Ara lalu menuju ke ruangan suaminya.


Di dalam ruangan , Bian sedang mengerjakan satu persatu pekerjaannya. Di depan meja kerjanya sudah ada Qilla yang datang sepuluh menit yang lalu untuk minta maaf sambil membawa makanan.


Hari ini, Qilla sengaja mengenakan kemeja yang bagian dadanya di biarkan terbuka dan rok span pendek yang tidak mampu menutupi sebagian kecil pahanya. Qilla memilih kemeja yang ukurannya lebih kecil dari biasanya. Menurutnya inilah kesempatan untuk menggoda Bian selagi Ara tidak ada.


" Apa masih ada hal yang lain ? " tanya Bian saat menyadari kalau Qilla masih belum beranjak dari ruangannya.


" Bian ,makanlah dulu. Aku sengaja menyiapkan makan siang untukmu," Qilla membuka kotak makanan yang di bawanya di depan meja Bian, meskipun Bian tidak mau memandangnya.


" Kamu tidak perlu repot-repot," kata Bian cuek dengan tatapan mata yang fokus kembali pada layar monitor. Sejujurnya Bian gerah dengan pakaian yang di kenakan oleh Qilla. Namun Bian yakin kalau Qilla jauh lebih tahu karena sudah dewasa.

__ADS_1


" Tidak seharusnya dia mengenakan pakaian seksi di depan pria yang sudah menikah," pikir Bian


" Aku tidak merasa repot. Aku hanya ingin minta maaf mengenai masalah kemarin," jawab Qilla


Namun Bian diam saja.


Qilla mulai jenuh karena Bian benar-benar membuatnya kesal karena tidak mau menyentuh makanan yang di bawanya.


" Bagaimana caranya menjebak Bian ? Bahkan pakaianku saja hanya di lirik sedikit,"pikir Qilla dengan kesal.


BRAK...


Setelah sampai di depan ruangan Bian ,Ara mendorong pintu dengan kuat hingga daun pintu menyentuh dinding yang menimbulkan suara cukup nyaring. Nafas Ara dalam seketika memburu melihat Bian dan Qilla berada dalam satu ruangan yang sama.


" Ara ? " Bian sontak bangkit berdiri, terkesiap melihat Ara berdiri di ambang pintu dengan raut wajah yang tegang. Melihat tatapan mata Ara yang tajam, firasat Bian sudah sangat buruk.


" Apakah Ara akan salah sangka padaku ? " ucap Bian di hatinya dengan cemas.


" Ah , ternyata ada Qilla di sini." Kata Ara sambil meremas kantong plastik yang berada di dalam cengkeramannya. Dia melirik Bian sekilas lalu beralih menatap Qilla


Hanya dengan melihat raut wajah Qilla saja Ara sudah bisa menebak pikiran licik dari Qilla.


Qilla menghela nafas pasrah, belum sempat beraksi tapi Ara sudah datang.


" Aku kesini ingin minta maaf mengenai masalah kemarin ," sahut Qilla. Dengan sengaja justru dia menaikkan sedikit roknya ke atas.


" Kalau aku tidak bisa menggoda Bian , maka aku akan membuat Ara marah dan salah paham pada suaminya," pikir Qilla sambil tersenyum licik


Ara berjalan menuju meja kebesaran Bian,dia lalu meraih gelas yang berisi air putih.


" Sayang, apakah kamu haus ? " celetuk Bian dengan tatapan melongo


Ara memandang Bian dengan tatapan sinis lalu mendekati Qilla. Dengan bibir yang terangkat sebelah, Ara lantas menyiramkan air itu pada Qilla hingga pakaian minim yang di kenakannya menjadi basah.


Menurut Ara pakaian yang di kenakan oleh Qilla lebih cocok untuk wanita malam.

__ADS_1


" Ara ? Apa yang kamu lakukan ? " gerutu Qilla sambil mengibaskan telapan tangannya pada roknya yang basah.


" Aku sengaja melakukannya karena sepertinya kamu kepanasan. Aku juga merasa kalau udara di ruangan ini sangat panas. Pantas saja kamu mengenakan pakaian seperti itu," sindir Ara sambil mengibas-ngibaskan telapak tangan di depan dada.


" Dari pada memarahi Bian, lebih baik aku memberi pelajaran pada Qilla lagi," ucap Ara di hatinya.


Bian langsung terbelalak lebar melihat kelakuan istrinya itu. Kali ini Bian tidak mau ikut campur , karena takut istrinya marah kepadanya.


"Kau..." Qilla menuding wajah Ara dengan perasaan kesal. Ini adalah kesekian kalinya Ara mempermalukannya.


" Sebaiknya kamu ganti pakaianmu, karena aku khawatir ada tamu yang datang kemari lalu melihat pakaianmu yang berantakan," kata Ara sambil tersenyum mengejek.


Qilla mendesis kesal,dengan hentakan telapak kakinya yang kuat wanita itu berjalan menuju pintu.


" Tunggu ," sergah Ara


Qilla yang sudah bersiap menarik knop pintu seketika menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.


Ara menutup kotak makanan yang di bawa oleh Ara lalu memberikannya pada Qilla


"Aku harap jangan terlalu perhatian pada seorang pria yang sudah memiliki istri kalau kamu masih memiliki harga diri," ucap Ara sambil tersenyum lebar meskipun di hatinya menyimpan amarah yang tidak terbendung.


" Mulai sekarang aku harus memperbaiki sikap agar tetap elegan tapi tegas." Pikir Ara


"Satu hal lagi,suamiku bukan pria hidung belang yang haus mata melihat wanita tidak mengenakan pakaian ," kata Ara


" Bian,aku harap kamu tidak menolaknya. Ini hanya makanan sebagai permintaan maafku," sahut Qilla tanpa meraih kotak makanan itu. Dan Qilla lalu keluar dari ruangan Bian.


Ara mendengus, betapa dia sangat muak dengan sikap Qilla


"Apa yang harus aku lakukan agar Qilla tidak mengganggu Bian lagi ? Kenapa dia tidak pernah kapok ? Haruskah aku melakukan sesuatu hal yang lebih keras lagi agar Qilla kapok ? " pikir Ara


Kini tinggallah Bian dan Ara yang berada di ruangan itu.


" Sayang ? " panggil Bian . Namun istrinya diam saja. Ara tidak menghiraukan panggilan suaminya.

__ADS_1


Ara hanya diam sambil memikirkan sikap Qilla yang sudah sangat keterlaluan.


__ADS_2