
Ara yang melihat pertengkaran mereka, langsung saja menghentikannya.
"Kak Arya, tolong hentikan. Mau sampai kapan kalian akan bertengkar? " tanya Ara ikut marah sambil menatap intens ke arah mereka berdua.
Sebenarnya Ara ikhlas membelikan Mama mertuanya makanan. Karena yang diminta juga tidak begitu mahal .
"Aku heran dengan keluarga ini,setiap hari selalu saja bertengkar. Tidak pernah aku lihat mereka damai. Orang tuaku dirumah saja tidak pernah aku lihat bertengkar, malahan aku selalu melihat mereka bercanda. Tapi disini hampir setiap hari ada pertengkaran" gumam Ara dalam hatinya sambil melamun.
Arya mengajak istrinya bicara tapi Ara masih saja melamun.
"Ra.. Ara " kata Arya sambil menepuk bahu istrinya.
" Maaf Kak ,aku malah bengong " ucap Ara sambil melihat kearah suaminya.
"Oh iya Ra,aku lupa memberitahumu, tadi aku nyari kamu karena Kak Aris mau izin pulang. Sebaiknya kamu antar Kak Aris sampai depan ya! " suruh Arya sambil membuka pintu .
"Oh iya,aku hampir lupa dengan Kak Aris " kata Ara sambil menepuk jidatnya sendiri .
Ara lalu berjalan keruang tamu untuk menemui Kakaknya
Aris sebenarnya mendengar pertengkaran mereka , karena suaranya cukup keras. Tetapi dia memilih diam saja,selagi mereka tidak menyakiti Ara.
"Kak ,maaf karena udah menunggu lama." ucap Ara sambil menatap Aris.
"Ya ,tidak apa-apa. Oh iya Ra, Kakak mau pulang sekarang ya! Sudah mau malam soalnya" terang Aris sambil bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Ya Kak, hati-hati dijalan! " sambil mengantar Kakaknya sampai didepan rumah.
"Ra,kalau nanti ditanya masalah vidio yang tersebar di sosial media kamu harus pintar bersandiwara. Hubungi Kakak kalau ada masalah" kata Aris berbisik sambil mengusap kepala Ara dengan lembut.
"Sip deh."sahut Ara sambil mengacungkan jempol dan tersenyum manis.
Mobil Aris lalu keluar dari halaman rumah Arya. Ara lalu masuk ke kamarnya karena ingin merapikan belanjaannya tadi. Tiba-tiba suaminya datang.
"Ra...lebih baik sekarang kamu mandi dulu ya! Belanjaannya biar aku saja yang merapikan " Arya bicara sambil duduk disamping istrinya.
"Tidak usah Kak,biar aku saja yang merapikan" ucap Ara sambil mengeluarkan belanjaannya tadi.
Tetapi Aris langsung mengambil belanjaannya itu dari tangan Ara.
" Mandilah dulu, tidak baik mandi malam-malam . Setelah selesai mandi kita makan malam "kata Arya menatap istrinya sambil merapikan belanjaan Ara.
Sesudah mandi Arya mengajak Ara makan malam. Mama mertuanya juga ikut makan malam. Ara yang melihat Mama mertuanya ikut makan malam dia langsung bersiap-siap untuk bersandiwara.
"Lho.. Mama kenapa keluar? Nanti kalau penyakit Mama tambah parah bagaimana? Apa Kak Arya tadi tidak membawakan makanan ke Mama? Padahal Ara sudah menyuruh Kak Arya untuk membawakan makanan " ucap Ara sambil melihat ke arah Mama mertuanya .
"Biarkan saja Mama makan disini, setelah selesai makan malam tidak ada yang boleh meninggalkan meja makan ini" Arya bicara dengan raut wajah tanpa ekspresi.
Ara yang mendengar ucapan suaminya langsung merasa takut. Dia takut suaminya tahu kalau itu adalah rencananya. Raut wajahnya langsung pucat pasi dan jantungnya berdebar-debar. Karena seumur hidupnya baru sekarang dia melakukan perbuatan seperti ini. Tetapi Ara berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Tetapi kalau aku hanya diam saja melihat Mama pura-pura sakit seperti itu, malah aku sendiri yang tidak tega dengan para warga yang datang memberi bantuan . Para warga disini sudah begitu baik, mereka sering kesini menjenguk Mama dan memberi sumbangan uang . Tetapi Mama malah pura-pura sakit . Aku melakukan ini demi orang-orang yang sudah ditipu oleh Mama ,dan aku sudah melakukan hal yang benar,jadi aku tidak boleh merasa takut." gumam Ara bicara di dalam hatinya.
__ADS_1
"Ra,makanlah yang banyak. Kamu kan lagi mengandung " Arya langsung mengambilkan lauk dan sayur untuk istrinya.
"Cukup Kak,itu terlalu banyak . Aku tidak bisa mengabiskan semuanya kalau terlalu banyak " Ara bicara sambil mengambil air minum.
Setelah selesai makan Arya langsung mulai bicara. Arya langsung menceritakan semua yang terjadi kepada istrinya. Ara yang mendengar cerita dari suaminya itu langsung memasang ekspresi wajah yang pura-pura kaget .
"Apa ? Jadi Mama selama ini pura-pura sakit begitu? Ara bertanya dengan mata terbelalak kaget sambil mengedipkan bola matanya beberapa kali agar sandiwaranya berjalan dengan mulus.
"Ya Ra, apa kamu tidak dapat melihat vidionya yang lagi tersebar di Facebook,Instagram dan Youtube ? " tanya Arya merasa penasaran dengan alis mata terangkat.
"Aku sudah lama tidak membuka akun sosial mediaku Kak. Dari dulu aku tidak begitu suka dengan sosial media "jawab Ara berbicara jujur.
Ara memang sudah lama tidak membuka akun sosial medianya. Dan tadi waktu di Cafe Ara melihat rekaman itu menggunakan ponsel lamanya yang sudah lama tidak dipakai dan juga menggunakan akun yang berbeda. Dan tadi waktu dipabrik ponsel itu sudah diberikan ke Aris untuk dijual.
Karena Ara sudah menduga kalau Arya pasti akan bertanya hal ini kepadanya,jadi dia sengaja tidak menggunakan ponselnya yang sering di pakai untuk membuka akun sosial medianya.
"Mama tidak percaya,pasti dia berbohong. Mana ada orang yang tidak suka membuka akun sosial media. Mama yakin pasti ini semua ulah dari istrimu sendiri. Pasti dia melakukan ini karena benci pada Mertuanya sendiri. Kalau istrimu terbukti melakukan semuanya maka kamu harus menceraikannya dan setelah anaknya lahir jangan izinkan dia bertemu dengan anaknya sendiri." Mama mertuanya bicara dengan dada naik turun dan telinganya juga memerah karena tidak bisa mengendalikan amarahnya.
"Mamamu benar Arya,ini pasti kerjaan istrimu. Karena yang ada dirumah ini selain Mamamu hanya istrimu. Karena ulah istrimu itu nama baik keluarga kita menjadi buruk. Semua menjauhi dan membicarakan Papa , mereka seperti jijik sama Papa . Dan ini semua ulah dari wanita ini" Papa Mertuanya bicara dengan raut wajah berapi-api.
Ara begitu marah mendengar semuanya.
" Padahal mereka belum memiliki bukti yang pasti ,tetapi mereka sudah langsung menuduh menantunya sendiri tanpa merenungkan dulu perbuatannya sendiri itu benar atau salah.Bahkan sampai berniat ingin memisahkan aku dengan cucunya sendiri. Apakah dia tidak merasa kasihan dengan cucunya sendiri ? Dulu mereka sendiri yang begitu memaksa agar anaknya segera menikah . Dengan alasan ingin cepat-cepat memiliki cucu,sekarang setelah aku hamil dan cucunya akan segera lahir dia malah ingin membuangku seperti sampah. Mereka sungguh keterlaluan sekali, semoga tuhan membalas perbuatan mereka. Mulai sekarang aku harus hati-hati kalau berada disini" gumam Ara di dalam hatinya sambil terus mendengarkan mereka berbicara
" Kalau begitu silahkan kalian mengecek ponselku . Ponselku ada dikamar ,diatas meja " Ara bicara dengan mulut terkatup ke dalam sebuah garis dengan garis menurun keras pada sudut.
__ADS_1
"Kalian jangan asal tuduh kalau tidak memiliki bukti" Aris berkacak pinggang sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Kalau begitu kamu tunggu disini " kata Mamanya dan langsung pergi meninggalkan meja makan itu