Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Sembuh


__ADS_3

Dirumah Arya..


Saat Arya dan Mika berteriak kepanasan, tiba-tiba ada yang datang ke rumahnya.


Tok...tok...tok pintu rumahnya di ketuk dari luar. Ibu Intan lalu menuju ke arah pintu dan membuka pintu tersebut.


"Mbak Intan, ini ada titipan dari Kakaknya mba. Tadi aku belanja ke tokonya ,terus dia nitip ini." sambil menyerahkan sebuah bungkusan. Dan Ibu Intan lalu menerima bungkusan itu.


Tante Selly lalu mendengar teriakan Arya dan Mika yang begitu keras.


"Mbak Intan,itu Arya sama istri barunya kenapa? " Tante Selly bertanya dengan sebuah alis terangkat dalam kecemasan.


Tante Selly sudah tahu kalau mereka sepasang suami istri , karena dia yang juga ikut menyaksikan pernikahan mereka. Tetapi Tante Selly tidak tahu kalau Ara tidak pernah tahu masalah pernikahan mereka. Arya memberitahu keluarganya yang lain, kalau Ara sendiri yang meminta dia menikah dengan Mika demi uang pengobatan Papanya.


Hanya para tetangga yang tidak tahu pernikahan mereka. Karena Ibu Intan mengatakan kepada para tetangga kalau Mika adalah keponakannya. Mereka memberi alasan yang berbeda  kepada para tetangga, dan keluarga dekatnya.


"Mereka terkena balsem." ucap Ibu Intan dan tidak mau menjelaskan dengan panjang.


"Kok bisa mbak? " tanya Tante Selly yang masih merasa kebingungan.


"Aku juga tidak tahu." kata Ibu Intan dan dia tidak mau mempersilahkan Tante Selly masuk,karena dia tidak menyukai Tante Selly.


"Coba suruh mereka memakai minyak goreng mbak, olesi di bagian yang terkena balsem." terang Tante Selly menjelaskan.


Sesekali Tante Selly ingin melihat ke dalam , tetapi Ibu Intan tidak mempersilahkan dia masuk ke dalam.


"Ya nanti aku akan bilang ke mereka. " jawab Ibu Intan ketus.


"Ya sudah mbak,kalau begitu aku permisi mau pulang ke rumah dulu." pamit Tante Selly


"Padahal aku penasaran apa yang terjadi di dalam ,tetapi Mbak Intan seperti tidak mengizinkan aku masuk kedalam. Setiap aku mau menengok ke  dalam ,dia langsung menghalangiku." gumam Tante Selly di hatinya.


Setelah kepergian Tante Selly ,Ibu Intan langsung masuk ke dalam menemui Arya dan Mika.

__ADS_1


"Arya ,Mika ,coba kalian pakai minyak goreng. Lalu olesi di bagian mana yang terasa panas,tapi jangan banyak-banyak memakai minyak goreng, soalnya harga minyak goreng sekarang ini sangatlah mahal."kata Ibu Intan ke pada Arya


Arya dan Mika yang mendengar itu, langsung ke dapur mengambil minyak goreng


"Kenapa Mama baru bilang sekarang sih? Padahal aku sudah kepanasan dari tadi."ucap Arya dengan kepala dan alis mengarah ke bawah,dan menunjukkan muka masam.


" Mama juga baru saja tahu dari Tante Selly."balas Ibu Intan.


"Apa Tante Selly tadi dapat melihatku ke dalam? " Tanya Arya dengan alis mata terangkat.


"Tidak dapat , tadinya dia seperti ingin masuk, tetapi Mama tidak mempersilahkan dia masuk. Setelah itu dia pulang."kata Mamanya dan langsung pergi ke kamarnya


"Mika ,lebih baik bersihkan kamarnya dan ganti juga sprainya dengan yang baru." kata Arya , dan langsung meninggalkan Mika.


Arya lalu mengambil CD di lemarinya,dan langsung memakainya.


2 menit kemudian ,dia merasakan gatal lagi .


Setelah selesai mengganti sprai, Mika juga ingin mengambil celana di dalam lemari. Akan tetapi, Arya langsung mencegahnya.


"Lebih baik jangan mengambil celana di lemari. Soalnya aku merasakan gatal lagi setelah memakai celana. Lebih baik di cuci dulu semuanya." ucap Arya dan langsung duduk.


"Kalau begitu kita tidur di kamar sebelah saja dulu." kata Mika menatap Arya.


Tiba-tiba Mamanya memanggil..


"Arya..Arya, cepatlah kemari ." Mamanya berteriak memanggil anaknya


Arya lalu berlari menemui Mamanya yang ada di kamarnya.


"Ada apa sih Ma berteriak seperti itu? " tanya Arya dengan rahang menjadi tegang dalam postur menggigit yang menekan bibir bawah ke depan dan membuat mulut melengkung ke bawah.


Dan Mika juga ikut menghampiri Mamanya .

__ADS_1


"Arya Papamu sudah bisa jalan,dia sudah sembuh,dan ini semua berkat Mika." kata Ibu Intan dengan raut wajah senang.


"Terima kasih ya Mika,kamu adalah menantu kami yang sangat baik. Kenapa tidak dari awal saja Arya menikah denganmu, sejak Arya menikah dengan Ara ,begitu banyak masalah yang muncul disini. Berbeda denganmu, kamu baru saja jadi menantu kami,tetapi sudah membawa kebahagian. Baru saja Arya menikah denganmu, tapi Papa sudah langsung bisa jalan." ungkap Papanya sambil tersenyum.


"Pa,kenapa Papa bicara seperti itu tentang Ara sih? Kalian yang selalu membuat masalah dengan Ara. "Arya bicara dengan alis mata pada saat yang sama tersimpul dan melengkung, membuat garis di dahi.


"Sudah..sudah ,tidak usah bertengkar. Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan untuk merayakan semuanya. Bagaimana menurut kalian ? " ucap Mika tersenyum


"Bagus itu idemu, kalau begitu besok kita pergi jalan-jalan . " balas Ibu Intan yang sudah sangat bersemangat sekali.


"Aku tidak setuju,aku harus ke restoran. Kasian Ara yang lagi hamil besar . " Arya bicara dengan ketus


"Yang penting Kakak harus ikut, masak mau bekerja terus. Kalau Kakak tidak ikut ,nanti aku akan beritahu Ara masalah pernikahan kita."ancam Mika sambil menatap Arya


"Baiklah ,aku akan ikut."kata Arya dengan suara yang keras dan marah. Sambil menjambak rambutnya sendiri,karena frustasi.


Besoknya..


Aris dan Ara masih tinggal di kontrakan yang Arya sewa. Jam 04:25 Aris sudah bangun,dia bangun pagi-pagi sekali karena ingin pergi ke pabrik mengambil berkas-berkas penting.


Aris menggoyangkan bahu Ara agar bangun.


"Ara, Kakak tinggal sebentar ya! Kakak mau ke pabrik sebentar . Nanti jam 06:25 Kakak langsung balik kesini,jadi tunggu saja Kakak ya! " Aris bicara berbisik di telinga Ara, karena gadis itu masih setengah sadar.


"Iya Kak,hati-hati dijalan" ucap Ara dengan mata yang masih terpejam.


"Lebih baik tidak usah ke restoran lagi, buat apa kamu ke sana. Dia saja tidak peduli denganmu.Kamu juga sepertinya sangat capek sekali. Aku tidak akan memaafkannya ,kalau sampai terjadi sesuatu denganmu."kata Aris dengan mata terbuka lebar dengan titik pupil yang tampak marah, dan buta oleh amarah.


"Iya Kak,aku juga akan menghubungi dia . Akan aku bilang ke padanya kalau aku tidak bisa lagi datang ke restoran. Oh iya Kak,tolong sebarkan rekaman CCTV saat Mika pertama kali bertemu dengan Mama mertua, saat mereka menikah, dan saat mereka terkena bubuk cabe. Biar semua orang tahu kebusukan mereka. Karena setelah itu aku akan ajukan gugatan cerai." terang Ara sambil menatap Kakaknya yang sudah berpakaian rapi.


"Iya , nanti Kakak akan mengurus semuanya. Lebih baik kamu tidur lagi, sepertinya kamu begitu kecapean ."ucap Aris yang melihat alis mata Ara yang begitu sayu.


Aris lalu mengecup kening Ara sebelum meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2