
Pov Mika
Akhir-akhir ini aku begitu kesal dengan suamiku,semenjak Ara memberikan surat panggilan sidang cerai ,dia jadi menjauhiku. Dia tidak mau lagi melayaniku,boro-boro mau melayaniku dia saja tidur di kamar sebelah.
Kalau dia terus menerus tidak mau melayaniku,aku disini yang jadinya rugi besar. Uangku sudah habis begitu banyak untuk biaya berobat Papanya. Di tambah lagi dia tidak mau melayaniku,aku jadi mengeluarkan uang untuk mencari seorang gigolo.
Kemarin aku berpikir ingin mencari kerja ,tapi aku bingung mau kerja dimana ,dan akhirnya aku memiliki sebuah rencana ingin merekam Mama mertua saat berhubungan intim bersama berondongnya.Dan nanti aku akan menjual vidio itu agar mendapatkan uang. Sudah 1 minggu aku menaruh kamera tersembunyi di kamar Mama mertua.Aku sangat yakin kalau setelah ini aku akan banyak memiliki uang dari hasil menjual vidio tersebut.
Siang ini Kak Arya pulang ke rumah menanyakan masalah usia kandunganku,jujur aku merasa bingung dan takut dengan pertanyaannya itu. Aku takut karena sebenarnya aku tidak hamil,aku berbohong agar Kak Arya bersama denganku dan selalu melayaniku. Mana mau aku hamil, itu hanya membuat tubuhku menjadi jelek saja.
Sebenarnya tadi ada sedikit perasaan senang saat Kak Arya pulang ke rumah siang ini ,karena kebetulan aku lagi pingin di layani olehnya. Aku berusaha menggodanya,akan tetapi dia tidak peduli denganku. Sumpah aku tidak suka dengan sifat Kak Arya akhir-akhir ini. Dia begitu dingin, seperti sebuah patung es. Apakah dia sebegitu mencintai Ara ? Padahal istrinya itu wajahnya saja yang cantik, tetapi kalau di ranjang dia tidak bisa memuaskan suaminya.
Saat Mama mertua menyuruhku untuk mengubungi para laki-laki yang sering kami bayar untuk memuaskan nafsu kami,jujur aku merasa sangat senang, karena kebetulan aku juga lagi pingin di puaskan.
Aku merasa sangat beruntung sekali memiliki mertua seperti Mamanya Kak Arya,karena sepertinya dia juga gila **** sama sepertiku. Sehari saja tidak melakukan hubungan seksual aku pasti begitu gelisah , mau ngapain pun rasanya jadi males ,dan bahkan mau tidur pun kadang tidak bisa.
"Ma , kok mereka lama sekali sih ? Biasanya mereka cepat sekali datang."ucapku kepada Mama mertua
"Sabar dong, mungkin mereka lagi terkena macet." balas Mama mertua
Pov Arya.
Aku merasa penasaran dengan orang yang mereka tunggu-tunggu. 30 menit kemudian aku mendengar ada suara orang yang datang. Aku bisa mendengar dengan jelas suara mereka, karena kamar yang sekarang aku tepati berada dekat dengan pintu utama .
"Lebih baik kita langsung saja pergi ke kamar." ucap Mama
__ADS_1
"Iya Ma,aku juga sudah tidak sabar" ucap Mika
Setelah itu aku mendengar langkah kakinya menuju ke kamar mereka masing-masing .
"Pasti mereka adalah tukang pijat langganan Mama, soalnya akhir-akhir ini Mama selalu mengeluh sakit punggung. Dan sepertinya Mika juga pingin ikut di pijat. "gumamku dihati.
Letak kamar yang sekarang aku tempati dengan kamar Mika hanya terhalang tembok saja .
Setelah itu aku memutuskan ingin tidur saja,aku mulai memejamkan mataku. Akan tetapi belum ada 5 menit aku memejamkan mata ,aku seperti mendengar ******* suara Mika dari kamar sebelah.
"Sebenarnya siapa sih yang tadi datang ? Kalau yang datang adalah tukang pijat ,kenapa suara Mika seperti itu ? Kok seperti sedang berhubungan intim. Tapi tidak mungkin kalau Mika berhubungan intim dengan laki-laki lain,soalnya tadi Mama juga sepertinya tahu siapa orang yang barusan datang "gumamku di hati
Aku memutuskan ingin tidur saja,akan tetapi aku malah mendengar suara laki-laki dari kamar sebelah .
Kemudian aku bangun dari tempat tidurku,dan ingin mengintip apa yang sedang mereka lakukan.
Aku membuka pintu itu begitu pelan agar tidak di dengar oleh mereka . Saat pintu itu sudah terbuka ,aku begitu terkejut melihat pemandangan yang ada di depan mataku. Wajahku langsung berapi-api melihat semuanya .Istriku berselingkuh dariku,dulu aku pernah melakukannya dibelakang Ara ,saat itu aku melakukannya karena Mama memfitnah Ara . Mama bilang Ara berselingkuh dan aku begitu mudah percaya omongan orang tuaku ,dan dari situ aku berhubungan dengan Mika hingga sekarang aku tidak bisa lepas darinya. Sekarang malah Mika sendiri yang berselingkuh di belakangku. Ya Tuhan,apa ini karma karena aku telah menyakiti Ara ? Kelopak mataku terasa memanas, tapi sebisa mungkin aku mencoba untuk bertahan. Kemudian aku mengambil ponselku dan merekam mereka. Tanpa aku sadari tanganku sudah mengepal dengan keras sembari menggertakan gigiku.
Setelah selesai merekam perbuatan mereka , aku langsung menghampiri mereka. Aku melihat wajah mereka yang begitu kaget dan takut . Laki-laki itu terburu-buru memakai bajunya.
Aku langsung menarik kerah baju laki-laki itu sambil memukul wajahnya tanpa henti hingga menciptakan tetesan darah yang mengalir di wajah laki-laki itu.
"Mati kau !! " ucapku sambil terus memukulnya.
"Kak Arya ,hentikan Kak " Mika bicara sambil menarik lengan tanganku,tapi aku tidak memperdulikannya.
__ADS_1
Aku terus memukul laki-laki itu.
"Tolong hentikan Pak,saya hanya dibayar oleh istri anda ." ucap laki-laki itu dengan tubuh gemetar.
Aku langsung berhenti memukulnya, dan membiarkan dia pergi. Setelah itu aku menatap tajam wajah Mika dengan penuh amarah yang sudah mencapai di ubun-ubun.
Dadaku naik turun,tanganku terasa sakit,akibat terlalu kuat memukul laki-laki itu. Kemudian aku menampar wajah Mika berkali-kali.
"Dasar wanita murahan, kamu saat ini sedang mengandung anakku ,tetapi kamu malah berhubungan dengan pria lain. Awas saja kalau anakku sampai keguguran karena ulahmu itu " aku menampar pipi kanan dan kirinya secara bergantian. Aku terus melakukan itu sampai dia kesakitan.
"Hentikan Kak,sakit Kak. Tolong hentikan Kak ! Aku tidak pernah mengandung anakmu " kata Mika keceplosan bicara.
Mataku membulat dan lebar karena terkejut mendengarnya.
"Apa kamu bilang ? kamu tidak hamil ?" tanyaku lagi dengan alis mata terangkat.
"Iya Kak,aku berbohong padamu karena aku ingin selalu bersama denganmu. Karena aku ingin di puaskan olehmu." Mika bicara sambil memegang pipinya.
Amarahku semakin menjadi-jadi , wajahku sudah memerah . Aku sudah seperti binatang buas yang siap menerkam mangsanya.
"Dasar wanita murahan. Malam itu aku setuju bersamamu lagi, karena kamu bilang lagi hamil anakku. Dan aku tidak bisa mendekati istriku karena kamu selalu mengancamku waktu itu. Rumah tanggaku hancur karena ulah wanita murahan sepertimu. Kamu wanita tidak punya hati."aku menarik rambut Mika kuat-kuat.
" Hentikan Kak,ampuni aku Kak " ucap Mika menangis
Tapi aku tidak peduli dengan air matanya itu.
__ADS_1
" Kerena ulahmu,istriku jadi menceraikanku. Rumah tanggaku hancur karena ulahmu. Malam itu saat di parkiran kamu berusaha merayuku , tetapi aku tetap menolakmu. Dan tiba-tiba kamu mengatakan sedang mengandung anakku,hingga aku mau bersamamu lagi. Dasar pelakor" umpatku pada Mika sambil membuka ikat pinggangku.
Setelah itu aku mencambuk tubuh Mika berkali-kali . Dia berteriak kesakitan ,tapi aku tidak memperdulikannya.