Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Tidur Terpisah


__ADS_3

Didapur ,Arya sedang melihat Ara yg sedang mencuci piring.


"Ara ...kalau sudah selesai  mencuci piring duduk dulu disini ya...Ada yg mau aku bicarakan sama kamu " Arya bicara sambil duduk dikursi meja makan.


"Iya Kak ,sebentar lagi selesai kok"  Ara membersihkan tangannya lalu menuju ke arah meja makan .


"Duduklah disini "Arya menarikkan kursi yg ada didekatnya.


"Ada apa Kak...kok seperti serius sekali ?" Ara bertanya sama Arya sambil menatap wajah suaminya


"Kamu dapat  ngomong apa ke Tante Ami.. ? "tanya Arya sambil menatap istrinya


"Aku tidak dapat ngomong apa-apa sama dia.Aku hanya bertemu waktu berkenalan saat bersama Kak Arya saja. Itupun dia langsung pulang. Selanjutnya aku tidak bertemu dia lagi. Memangnya ada apa Kak? "  Setelah Arya bertanya begini ,Ara sudah punya pirasat  bahwa ada sesuatu yg buruk akan menimpanya


"Jangan berbohong Ra.." kata Arya marah


"Aku tidak berbohong Kak,memangnya ada apa sebenarnya? " Ara bertanya dengan raut wajah yg binggung


"Tante Ami  bilang kalau kamu dapat ngomong ke dia masalah kadomu yg hilang itu dan kamu katanya menuduh Mama yg mengambilnya, Apa benar yg dibilang Tante Ami" tanya Arya dengan nada marah


"Aku tidak dapat ngomong apa-apa  sama Tante Ami Kak  ,aku berani bersumpah "jawab Ara sedih


"Jangan berbohong Ra... kalau bukan kamu sendiri yg cerita duluan mana mungkin Tante Ami bisa tahu kalau kadomu hilang... "  Arya bicara dengan nada marah ke Ara


"Tapi aku bicara yg sebenarnya Kak " Ara bicara sambil menangis.


"Kalau bukan kamu sendiri yg cerita terus siapa lagi yg cerita... sedangkan Tante Ami tidak tinggal disini. Jadi tidak mungkin dia mengetahui sendiri "kata Arya marah 


"Tapi aku memang tidak melakukannya"


"Mulai sekarang jangan banyak bicara sama orang. Kalau kamu terlalu banyak bicara takutnya banyak sekali orang yg kamu fitnah. Menuduh orang itu harus mempunyai bukti  jangan asal ngomong saja "Arya marah karena lebih percaya omongan Tante Ami .


"Terserah mau bicara apa, yg penting Tuhan tahu kalau aku jujur " Ara bicara begitu dan langsung masuk kedalam kamarnya .


Didalam kamar Ara menangis .


"Kenapa Ibu dan Bapak begitu tega menyuruhku menikah dengan keluarga seperti ini.  Apa mereka begitu membenciku .." 


Saat makan malam Arya dan Mama mertuanya tidak memanggil


Ara untuk makan malam bersama.Hanya Papa mertua yg mengajaknya makan malam,itupun Ara tolak dengan alasan belum lapar dan akan makan nanti saja.

__ADS_1


Sampai larut malam Ara tidak makan dan Arya juga tidak menyuruhnya untuk makan. Dia begitu marah pada istrinya.


Sekarang Arya sedang duduk sendiri diteras rumah ,tapi tiba-tiba Mamanya mendekatinya.


"Arya..kamu lagi ada masalah dengan Ara ? " sambil duduk disamping Arya


"Iya Ma"


"Memangnya ada apa nak...katakan sama Mama..mungkin nanti Mama bisa bantu.." Mamanya pura-pura tidak  mengetahui masalahnya 


"Tadi Tante Ami kesini Ma,ketika Mama tidur"


"Terus ada apa dengan Tante Ami ? "


"Ara ngomong ke Tante Ami kalau kadonya hilang diambil sama Mama"


"Apa...? " Mamanya pura-pura kaget


"Tega banget istrimu nak ,masak mertuanya sendiri difitnah begitu" pura-pura sedih dan ingin menangis.


"Tidak usah dipikirkan Ma,aku sudah marahin dia"


"Pantesan tadi Mama lihat dia keluar dari kamar Mama.  Setelah itu Mama masuk kamar  dan melihat semuanya sudah berantakan ".


Didalam kamar Ara sedang menyiapkan bajunya yg akan dipakai untuk pergi bekerja. Besok dia akan mulai bekerja lagi.


Sudah jam 22:45 tetapi suaminya tidak masuk kekamar untuk tidur .


"Baru sehari  disini tapi sudah begitu banyak masalah yg muncul" pikir Ara


Karena airnya habis Ara lalu keluar untuk mengambil air didapur.


Saat didapur Ara melihat Mama mertuanya yg juga lagi mengambil air.


"Baru sehari nikah,tapi suaminya malah tidur dikamar sebelah. Makanya kalau jadi orang itu yg benar " sindir Mama mertuanya, tetapi Ara hanya diam saja karena males menanggapi mertuanya.


Saat keluar dari dapur dia di panggil oleh Arya. Dan disuruh duduk dikursi yg ada didepan dapurnya.


"Ada apa Kak ? " tanya Ara


"Aku ingin meminta cincin yg pernah aku kasih ke kamu ."

__ADS_1


"Untuk apa Kak? "tanya Ara bingung


"Aku mau menjualnya  ,karena Restoranku sedang ada masalah"


"Apa? Menjualnya " Ara begitu kaget mendengarnya .


1 buah cincin yg Arya beli untuk Ara saat pertama kali mengutarakan persaannya di pantai dan 1 buah cincin kawin .  Keduanya diambil oleh Arya .


"Ara.. apa kamu mempunyai uang atau perhiasaan.. kalau punya aku ingin meminjamnya "


"Aku tidak memiliki uang /perhiasan Kak" Ara berbohong


"Kamu itu pelit sekali sama suami sendiri ."kata Arya marah dan langsung meninggalkannya.


Ara lalu masuk kekamarnya.


Sebenarnya dia bisa saja memberikan uangnya tapi sifat suaminya hari ini sudah begitu keterlaluan . Apalagi Mama mertuanya yg terlihat dengan jelas tidak menyukainya.


"Lho.. kenapa dompetku bisa ada diatas meja padahal aku taruh didalam tas" Ara kebingungan sendiri.


Lalu Ara mengambil dompetnya dan membukanya. Betapa kagetnya dia karena uang didalam dompetnya tidak ada.


"Kemana uangku...perasaan didompetku ada uang 1 juta. Ini malah tinggal 2000 rupiah saja."  Ara begitu sedih menatap isi dompetnya yg telah hilang semua.


Ara lalu kekamar sebelah mencari suaminya yg tidur disana.


"Tok..tok.. tok ,Kak aku boleh masuk ? "tanya Ara yg mengetuk pintu kamar sebelah


"Masuklah , pintu tidak dikunci " kata Arya


Ara lalu masuk . Didalam dia melihat suaminya lagi tiduran sambil melihat ponselnya.


"Kak ada yg mau aku bicarakan denganmu "


"Mau bicara apa..katakan saja karena aku mau tidur " Arya bicara dengan nada yg masih marah


"Uang didompetku hilang  ,apa kakak dapat  mengambilnya.. "


" Kamu keterlaluan sekali,pertama menuduh Mama sekarang menuduhku . Mau kamu sebenarnya apa... "kata Arya marah.


"Aku cuma bertanya saja, kalau Kakak tidak dapat mengambil ya tidak usah marah begitu.Kalau bukan sama Kakak lalu aku harus bertanya sama siapa.. " Ara bicara sambil menunduk,air matanya seakan mau tumpah.

__ADS_1


Setelah itu dia balik kekamarnya. Sampai dikamarnya dia menangis .


__ADS_2