
Besoknya dirumah Arya...
Arya berada di kamarnya sambil menatap photo Ara
"Di dalam diamku ini, terdapat sebuah rindu yang tidak akan pernah bisa aku ungkapkan, dan tidak ada satu hari pun yang berlalu tanpa melihat foto dan senyumanmu. Rasa rindu akan semakin pahit , jika disaat aku terbangun ,aku tidak menemukan apapun mengenai dirimu. Dan kamu adalah salah satu orang yang selalu ada di dalam doaku, tema yang menjadi pembicaraan antara aku dan Tuhan. Apabila waktu bisa di putar kembali,maka aku tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu yang aku punya bersamamu."Arya bicara sendiri sambil menangis.
Tiba-tiba Mika memanggilnya sambil berteriak .
"Kak Arryyyaaaaaaaa ! " teriak Mika sambil menggedor -ngedor pintu kamarnya.
"Ugh,sial..sial...sial ! Kenapa dia selalu saja berteriak seperti itu sih ! "Arya bicara sendiri sambil menjambak rambutnya .
"Kalau dipikir -pikir hidupku selama ini kok ribet sekali sih ? Ada saja masalah yang datang. Sekarang mau cerai dengan Mika , ada saja yang tidak setuju. Sebenarnya apa sih yang dilihat oleh Papa ? sampai dia melarangku menceraikan Mika." gumam Arya di hatinya.
"Kak Aryaaaa , tolong buka Kak ! Aku takut sekali." ucap Mika sambil menggedor-gedor pintu kamar Arya.
Arya lalu bangkit dari tempat duduknya dan langsung membuka pintu kamarnya.
"Ada apa sih ? Kenapa kamu selalu berteriak seperti itu ? "Arya bertanya dengan alis mata terangkat.
"Kak Arya, tolong aku Kak ! Ada orang berpakaian serba hitam dan membawa pisau di halaman rumah . Wajahnya tidak terlihat karena dia memakai topeng. Aku mohon tolong usir orang itu Kak . " Mika menangis terisak-isak, dengan wajah pucat pasi ,dan tangan gemetar.
Arya lalu ke halaman rumahnya,tetapi tidak ada siapapun di sana.
"Mika ? Kamu ini sebenarnya kenapa sih ? Hampir setiap hari kamu bilang kayak gini ke aku,tetapi aku tidak pernah melihat siapapun. Sepertinya kamu sudah mulai gila . Lebih baik periksakan dirimu ke psikiater. "Arya kemudian meninggalkan Mika yang masih diam mematung.
"Aku tidak mungkin gila, aku benar-benar melihatnya." ucapnya menangis histeris dan menutup telinganya.
Ibu Intan kemudian menghampiri Arya yang lagi bersiap untuk pergi bekerja.
"Arya ? Sepertinya Mika sudah tidak waras lagi, setiap hari selalu seperti ini. Lebih baik kamu ceraikan saja dia atau bawa saja dia kerumah sakit jiwa. " Ibu Intan bicara sambil duduk disamping Arya.
"Aku sudah berniat menceraikannya, akan tetapi Papa melarangku dan marah-marah ke padaku. " sambil memakai sepatu kerja
"Nanti Mama akan coba bicara dengan Papamu."balas Ibu Intan dengan raut wajah yang tampak bingung.
Tubuh Ibu Intan semakin hari terlihat semakin kurus .
__ADS_1
"Ma ? Apa Mama sudah minum obat ? " Arya bertanya sambil menatap Mamanya.
"Mama tidak ingin minum obat lagi, melihatnya saja perut Mama ingin muntah."
"Mama sungguh keterlaluan sekali, aku selalu meninggalkan pekerjaanku untuk mengantar Mama cuci darah. Kadang pekerjaanku banyak sekali di restoran ,tapi tetap aku mengutamakan Mama. Aku menunggu Mama cuci darah selama 4 jam, dan kadang perasaanku tidak tenang karena takut kondisi Mama ngedrop lagi saat proses cuci darah berlangsung.Disini hanya aku yang selalu mengantar Mama kerumah sakit , dan mengingatkan Mama untuk minum obat. Bahkan suami Mama sendiri sama sekali tidak pernah melakukan itu. Walaupun begitu ,Mama tetap keras kepala. Kalau Mama tidak mau minum obat,maka sekalian saja tidak usah cuci darah. "Arya bicara dengan tatapan berapi-api.
Ibu Intan hanya diam saja,dia tidak berani menatap wajah Arya.
Arya langsung pergi meninggalkan Mamanya. Setelah sampai di restoran dia menghubungi Ara.
5 menit kemudian ..
📞 " Selamat pagi Kak Arya ! "
📞" Selamat pagi juga Ara,bagaimana kabarmu dan si kembar ? "
📞 " Kabar kami baik-baik saja. Lalu bagaimana dengan kabar Kakak ?"
📞 " Kabarku juga baik-baik saja. Oh iya Ra, aku menghubungimu karena ingin meminta nomer rekeningmu. Tolong kirimkan nomer rekeningmu ya ! "
📞" Memangnya untuk apa Kak ? " tanya Ara dari seberang telepon.
📞" Tidak usah Kak , lagian Kakak juga harus mengantar Mama cuci darah , pasti akan terus membutuhkan uang yang banyak. Lebih baik Kakak simpan saja " sahut Ara yang sebenarnya merasa kasihan dengan mantan suaminya itu.
📞 "Aku masih ada uang kok Ra , aku mohon tolong di terima ya ? " ucap Arya memohon.
📞 " Hmm.. baiklah kalau begitu, terimakasih ya Kak ! "
📞 "Sama-sama, dan maaf karena aku belum bisa melihat si kembar ke sana."
📞 " Iya Kak,aku mengerti kok, Kakak pasti sangat sibuk,apalagi harus mengantar Mama cuci darah." balas Ara
📞 " Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya ya Ra ? "
📞" Ya Kak! "
Setelah panggilan telepon itu berakhir , Arya tersenyum sendiri seperti orang yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta.
__ADS_1
"Walaupun hanya mendengar suaramu saja, tetapi hatiku sudah sangat bahagia. Aku akan terus mencintaimu,walau kita tidak bersama lagi." gumam Arya meneteskan air mata.
Di rumah Ara...
Ara dan keluarganya baru saja selesai makan malam. Sekarang mereka sedang duduk di ruang tamu . Aris terus saja menatap Ara, dia sudah tidak sabar mendengar jawab Ara . Karena terlalu sibuk mengurus si kembar, Ara lupa kalau malam ini dia harus nemberi jawaban untuk Aris.
Setelah bayinya tidur,Ara langsung pergi kekamarnya untuk tidur juga. Aris yang melihat kalau Ara pergi kekamarnya,dia langsung mengikuti gadis itu .
Sampai di kamar ,Ara langsung menuju ke tempat tidurnya . Ara menguap berkali-kali karena merasa sangat mengantuk dan capek sekali.
"Lho ? Kenapa dia malah langsung tidur? " Aris bicara di dalam hatinya dengan alis mengerut dalam fokus.
Dia mengacak -ngacak rambutnya sendiri karena merasa kesal.
Dia kemudian mendekati Ara.
"Ara ? Apa kamu sudah mau tidur ? " Aris bertanya dengan alis mata terangkat.
"Iya Kak,hari ini aku capek sekali. Kakak juga lebih baik sekarang tidur saja. Kan besok Kakak harus pergi ke kantor." balas Ara yang langsung menarik selimut.
Aris begitu kesal mendengar ucapan Ara.
"Apa kamu lupa tentang yang kemarin Ra ? " tanya Aris menatap gadis itu
"Memang kemarin kenapa Kak ? "
Aris lalu menceritakan kejadian yang kemarin .
"Bagaimana ? Apa kamu sudah ingat? " Aris bertanya sambil memeluk Ara dari belakang
Jantung Ara langsung berdetak begitu cepat ,dan wajahnya langsung bersemu merah.
Aris kemudian menatap mata Ara.
"Jawablah Ra, dan tolong jangan menolakku."ucap Aris yang sudah tidak sabar dengan jawaban Ara.
"Aku sudah memikirkan semuanya dari kemarin,dan aku bersedia menikah denganmu." jawab Ara dengan Wajah yang terlihat malu-malu.
__ADS_1
Kini terlihat senyum merekah dari bibir Aris. Dia begitu bahagia dengan jawaban Ara ,dan besok dia akan memberitahu kabar gembira ini kepada Om dan Tantenya.
"Terima kasih ya Ra ! Aku akan selalu mencintaimu " kata Aris sambil mengecup kening Ara.