
Hari ini Ara dan Bian akan kembali pulang. Mereka baru selesai membereskan semua barang-barangnya.
" Sayang , ayo kita sarapan dulu !" seru Bian
" Baiklah ," jawab Ara.
Setelah sampai di restoran , Bian langsung memesan makanan.
" Sayang , aku ke toilet sebentar ya ? Aku nitip ponselku , " ujar Bian sambil memberikan ponselnya pada istrinya.
" Ya, jangan lama-lama ! " ucap Ara.
Saat Bian masih di kamar mandi , tiba-tiba ponsel Bian berbunyi. Pandangan Ara langsung tertuju pada ponsel Bian yang ada di depannya. Ara lalu mengambil ponsel Bian dan membukanya.
" Qilla Wa ? " Gumam Ara sambil membuka Wa dari Qilla. Mendadak hati Ara panas melihat pesan Wa Qilla.
📱[ Selamat pagi Bi ,kalungnya cantik ,aku suka sekali.]
" DEG ! " Darah Ara langsung mendidih setelah membaca Wa Qilla. Pesan Wa yang di sertai fotonya memakai kalung, yang parahnya Qilla berpose hanya memakai bikini saja, dimana buah dadanya menyembul memperlihatkan belahannya.
" Ya Tuhan, apakah aku seorang istri yang di selingkuhi selama ini ? " pikir Ara sambil meneteskan air mata. "Diam menangis bukan solusinya, sekarang yang di perlukan adalah tindakan ! " pikir Ara lagi.
Dalam seketika badan Ara terasa tidak bertenaga membayangkan jika Bian selingkuh dengan Qilla.
" Apakah dia sering mengirimkan foto seperti ini pada suamiku ? "
" Jika Qilla terus merayu dengan segala cara,pasti suamiku tergoda. Ibarat kucing dikasih ikan, tentu tidak akan menolak,"
Batin Ara bertanya pada dirinya sendiri menduga-duga yang terjadi pada Bian dan Qilla. Tepatnya pikiran buruk terus menghantui pikirannya.
" Susah sekali menahan rasa amarah. Kesal teramat kesal menyelimuti hati. Untuk bicara saja rasanya sesak saking tidak bisa terima atas nama perselingkuhan. Namun aku tidak akan menunjukkan tangis di depan Bian. Aku tidak mau di pandang lemah meski rasa ini sangat sakit. Luka tidak berdarah lebih mematikan karena membunuh batin," pikir Ara
Ara menghela nafas panjang berusaha tenang. Dia tidak mau larut dalam rasa sedih dan kecewa, karena tidak akan menemukan jalan keluarnya. Dia berusaha mengendalikan dirinya sendiri agar bisa mendapatkan jalan keluar .
" Jangan sedih Ara,mungkin ini lebih baik dari pada kamu tahu belakangan. Jangan terpuruk karena kamu wanita yang kuat." Ara mensugesti dirinya sendiri agar kuat meski ini sangat sulit.
Ketika Bian telah kembali, mereka makan dalam diam. Berkali-kali Bian mengajak Ara bicara namun gadis itu membalasnya dengan nada dingin. Selesai makan mereka langsung balik ke kamarnya.
" Bian ? " panggil Ara
" Ya ? Tumben kamu memanggilku menggunakan nama saja ? Ada apa ? " tanya Bian sambil menatap istrinya
" Kalau ada wanita lain yang kamu suka, aku akan relakan kamu bersamanya," ucap Ara yang bicara dengan tenang meski sebenarnya hatinya menjerit karena terluka.
Bian langsung memalingkan pandangannya pada Ara. " Kamu ini bicara apa sih ,sayang ? " Bian bicara dengan alis bertautan seolah tidak mengerti dengan ucapan Ara.
__ADS_1
Ara menghela nafas besar. Berperang dengan emosi sangatlah sulit baginya.
" Qilla ," jawab Ara sambil mengepalkan tangan.
" Qilla lagi ? Apa tadi dia datang membuat masalah denganmu ? " tanya Bian sambil menatap istrinya
" Tidak," jawab Ara ketus
" Sayang, kamu sebenarnya kenapa ?" Bian bertanya seperti tidak bersalah.
" Sejak kapan kamu dan Qilla selingkuh ? " tanya Ara sambil menatap suaminya
" Tidak pernah ," sanggahnya dengan cepat
" Bohong ! " Ara bangkit dari duduk .
" Ya Tuhan,kamu ini kenapa sayang ?" Bian ikut bangkit dari duduknya.
" Jangan sok pura-pura tidak tahu. Aku sudah dapatkan bukti kalau kamu selingkuh dengan Qilla ! "
" A-apa ? "
" Ya, kamu membelikannya kalung kan ? Apakah setiap hari Qilla memgirimkan foto seksi padamu ? Selama ini aku tidak pernah melihat ponselmu karena aku percaya ! " kata Ara
" Tapi memang tidak ada apa-apa di ponselku ,sayang !" Bian masih menyangkalnya.
" Ini lihat ! " ucap Ara sambil menyodorkan ponselnya.
"Ada apa di sini ? " tanya Bian tidak mengerti.
Ara lalu memperlihatkan pesan Wa Qilla pada suaminya.
Bian fokus menatap ke arah ponselnya.
Lalu...
" Ya Tuhan," ucapnya.
" Sekarang kamu jelaskan semuanya, jika kamu benar selingkuh maka aku akan melepasmu tanpa ada drama pertengkaran .
Sebenarnya hati Ara sangat sakit, namun dia berusaha terlihat kuat. Dia tidak mau terlihat lemah meski sebenarnya ada sisi rapuh.
" Ini pasti salah paham," jawab Bian
" Kamu tetap tidak mau mengakuinya ?" tanya Ara marah
__ADS_1
" Ini tidak benar ,sayang." Bian memegang kedua pundak Ara, namun Ara segera menepisnya karena tidak sudi di sentuh oleh suaminya.
" Kalau kamu nencintainya ,kenapa kamu tidak menikah dengannya saja ? Apa kamu ingin mempermainkanku ? " Ara tetap menahan air matanya agar tidak berjatuhan.
" I-ini tidak benar, Qilla pasti sengaja melakukan ini,"ujar Bian dengan sedih
" Kalau seperti ini ,lebih baik kamu ceraikan aku." Kata Ara dengan emosi
" Ya Tuhan,aku tidak akan pernah me ceraikanmu, sayang ! Ini hanya salah paham! "
" Salah paham kamu bilang ? Lalu ini apa ? " sambil menunjuk ponselnya
" Kita telepon Qilla sekarang," ide Bian
" Jika Bian telepon Qilla untuk bertanya, pasti mereka sudah kompak menyanggahnya karena mereka pasti saling melindungi dengan berbagai alasan," pikir Ara
" Buat apa menghubunginya ? Kamu mau bilang kalau aku sudah membaca Wa mesra kalian ? "
" Aku benar-benar tidak selingkuh, sayang. Aku tidak tahu kenapa Qilla mengirim pesan Wa seperti ini padaku. Dan masalah kalung, aku tidak pernah membelikan dia kalung atau perhiasan yang lainnya. Ini pasti hanya salah paham." Ucap Bian dengan wajah terlihat sedih.
" Bagaimana aku bisa percaya begitu saja ? Bukti ini sudah memperlihatkan kalau merasa sangatlah mesra. Bahkan dia sangat berani memperlihatkan auratnya pada suamiku," pikir Ara
" Tolong , jangan diam saja ! Katakanlah sesuatu. Jujur,bahkan aku saja merasa malu melihat foto Qilla ,karena dia bukan istriku , " kata Bian sambil menggenggam jemari tangan Ara. Tapi Ara segera menjauhkan tangannya dari Bian karena dia belum percaya seratus persen dengan suaminya.
" Oke, kalau begitu aku akan menghubungi Qilla," ujar Bian
"Aku saja yang seorang perempuan malu melihat foto Qilla. Dia mirib wanita penggoda," pikir Ara
Bian memencet nomer Qilla untuk menghubunginya. Tentu dengan speaker phone biar Ara juga ikut mendengarnya.
📞" Hallo ,Bi ? " jawab Qilla dengan suara yang sok lembut.
Ara dan Bian masih diam saja.
📞" Bi, ada apa menghubungiku?" tanya Qilla lagi. Dan suaranya masih terdengar sangat lembut dan juga manja.
📞" Qilla ,kenapa kamu mengirim pesan Wa seperti itu padaku ? " tanya Bian dengan suara keras dan terdengar sangat marah
📞" Halo ...halo Bi ? Kok suaranya tidak jelas sih ? Kamu lagi dimana ,Bi ? "
📞" Halo Bi...halo," ucap Qilla dari seberang telepon
Qilla seperti pura-pura kurang jelas mendengar ucapan Bian. Dan itu membuat Ara semakin curiga.
" Jangan-jangan Qilla sengaja mengirimkan foto itu pada Bian agar suamiku tergoda ? Atau karena dia tahu aku membawa ponsel suamiku jadi dia sengaja mengirim foto itu agar kami bertengkar ?" pikir Ara
__ADS_1
Bian berusaha bicara dengan Qilla tapi teleponnya sudah terputus dan setelah itu Qilla tidak bisa di hubungi lagi.