Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Si kembar


__ADS_3

Mereka kemudian melihat anak Ara.


"Wah, cucunya Ibu Intan ganteng sekali. Kulitnya juga putih sekali." ucap Ibu Susi sambil menatap si kembar yang di gendong oleh Ara dan baby sisternya.


"Mirib sekali dengan Ara ya Bu ? "kata Ibu Yuyun


"Dia mirib dengan Arya,Arya waktu kecil juga ganteng seperti ini." balas Ibu Intan karena tidak suka kalau cucunya dibilang mirib dengan Ara.


Ara yang mendengar itu hanya diam saja. Dia tidak mempermasalahkan mau anaknya mirib Arya atau dirinya . Menurutnya itu hal yang wajar , karena dia dan Arya adalah orang tua dari si kembar.


Selesai melihat si kembar , semua Ibu-Ibu yang datang diberi amplop oleh Ibu Intan.


"Terimakasih ya Ibu Intan ,semoga selalu di lancarkan rejekinya." ucap mereka semua ,setelah itu mereka pulang ke rumahnya masing-masing.


Sedangkan di dapur...


"Mika ? kamu ngapain berpakaian seperti itu ? Mau menggoda pria lain ? " Arya bertanya sambil menatap Mika. Wajahnya merah padam dengan mata tajam dan berapi-api.


"Memang apa salahnya kalau berpakaian seperti ini ? Kakak juga pasti tergoda denganku kan? " kata Mika sambil menggoda Arya.


"Maaf ya,aku tidak tergoda lagi denganmu. Lebih baik cepat ganti bajumu itu dengan daster milik Mama ini. Kalau kamu tidak mau menggantinya ,maka aku akan menyirammu dengan air panas ini " ancam Arya sambil mengarahkan air yang baru mendidih ke Mika.


"Iya..iya ,aku akan memakai baju itu. Tapi singkirkan air itu dong ! " bentak Mika dengan wajah yang sangat kesal.


"Uuuuhhh sial...sial...sudah capek-capek berdandan ,tapi Kak Aris malah tidak ada. Disuruh make baju seperti ini lagi. Baju ini sudah seperti baju gembel saja." gerutu Mika dengan muka cemberut.


Di ruang tamu...


"Ara ? Kenapa kamu mesti bercerai dengan Arya sih ? Padahal Mama sangat sayang sekali lho sama Ara. Kamu menantu Mama yang sangat baik, berbeda dengan Mika. Mika itu sangat malas sekali,setiap di suruh selalu saja menolak. Piring kotor tidak pernah di cuci,dia juga habis makan tidak pernah mencuci piring. Pasti Arya yang mencuci setelah pulang dari bekerja. Baju Mama dan Papa saja sudah 2 minggu menumpuk karena Mika tidak mau mencucinya. Keadaan Mama juga seperti ini, setiap bekerja mudah sekali merasa lelah. Ara ? tolong cuciin baju Mama ya ? mumpung Aris belum datang. Kan dulu kamu yang sering mencuci baju Mama ." Ibu Intan bicara sambil menatap Ara.


Ara yang mendengar ucapan Ibu Intan langsung menghela nafas panjang.


"Maaf ya Ma, aku tidak mau mengerjakannya. Karena aku bukan menantu Mama lagi, kalau menantu Mama tidak mau mengerjakannya ya lebih baik cuciannya dibawa ke laundry saja. " Ara bicara sambil menyusui Radinka yang baru saja bangun.

__ADS_1


"Ara ? Apa kamu tidak mau rujuk dengan Arya ? Dia begitu mencintaimu, apalagi kalian sudah memiliki seorang anak. Mama sangat sedih melihat kalian bercerai." ucap Ibu Intan sambil pura-pura memasang raut wajah yang sangat sedih.


"Maaf ya Ma, kesalahan Kak Arya sudah terlalu banyak ,dan aku tidak bisa memaafkannya." Ara bicara tanpa memandang Ibu Intan.


Tiba-tiba ,ada yang memanggil Ibu Intan dari luar.


"Ibu Intan ...Ibu Intan , tolong keluar sebentar. " teriak tetangganya yang tadi disuruh kerumahnya.


"Kenapa kalian berteriak di depan rumahku ? Membuatku malu saja " ucap Ibu Intan dengan wajah kesal


"Ibu Intan ? Ibu bilang di amplop ini ada uang 500.000 ,tapi kenapa cuma ada 10.000 ? Ibu Intan mau membohongi kami ya ? " Ibu Yuyun bertanya dengan raut wajah yang tampak marah.


"Iya benar, Ibu mau membohongi kami ? Kalau Ibu tidak ingin memberi uang ,seharusnya tidak usah bicara seperti tadi. " Ibu Susi ikut bicara karena kesal.


"Aduhhh maaf ya Ibu-Ibu, sepertinya tadi aku salah bicara. Aku mau bilang 10.000 ,tapi malah bilang 500.000 . Sekali lagi maaf ya Ibu-Ibu. Walau itu 10.000 , tapi kan masih bisa di pakai untuk jajan." Ibu Intan meminta maaf sambil menyatukan kedua tangannya.


" Palingan Ibu Intan sengaja bicara seperti itu" ucap Ibu Yuyun


"Ya benar Bu, kalau begitu lebih baik kita pergi saja. Buang-buang waktu saja berada disini. Kalau besok-besok Ibu Intan mencari kita lagi ,mending tidak usah membuka pintu untuknya. Dia selalu saja membuat kita kesal" kata Ibu Susi dengan marah.


"Mama, kenapa sih Mama selalu membuat masalah ? Mama sudah sakit-sakittan harusnya tobat ,ini malah bikin masalah lagi. Ingat Ma,lagi 2 hari Mama harus kerumah sakit lagi." terang Arya yang ikut kesal karena perilaku Mamanya itu.


"Ngapain Mama ke rumah sakit lagi ? Mama kan sudah sembuh." Ibu Intan bertanya dengan alis terangkat.


"Mama ini bagaimana sih ? Mama kan menderita gagal ginjal ,jadi Mama harus melakukan cuci darah selama seumur hidup . Dalam seminggu ,Mama harus melakukan cuci darah 2 kali. Dan 2 kali saja Mama tidak cuci darah ,maka bersiap-siaplah untuk masuk Neraka. Mama kan selalu berbuat dosa,jadi sudah pasti kalau mati akan masuk Neraka."ucap Arya dan langsung meninggalkan Mamanya.


Mata Ibu Intan terbelalak lebar,dan mukanya begitu pucat karena syok mendengar ucapan Arya. Dia mengira kalau cuci darah itu dilakukan sekali saja,akan tetapi malah seumur hidup.Dia masuk kedalam dengan tubuh yang lesu.


"Ara ? Apa aku boleh menggendong si kembar ? " Arya bicara sambil menatap kedua anaknya.


"Boleh Kak, silahkan saja . Kakak mau menggendong siapa ? " tanya Ara menatap Arya


"Apa mereka tidak akan menangis kalau aku gendong ? Soalnya aku belum pernah menggendong mereka." ucap Arya menunduk

__ADS_1


"Tenang saja Kak, si kembar tidak pernah pilih-pilih. Sama siapapun dia mau di gendong,tadi saja digendong oleh Tante Jingga mereka mau,padahal baru bertemu. Sama Bu Nining juga begitu.Ini Kak di coba saja dulu. " jawab Ara sambil menyerahkan Radinka kepada Arya.


Belum ada 2 menit di gendong oleh Arya ,Radinka sudah menangis begitu keras. Bayi itu juga tidak mau diam digendongan Arya.


"Arya,kamu ini bagaimana sih ? Masak cuma menggendong bayi saja sampai menangis begitu. Sini berikan pada Mama " kata Ibu Intan sambil menatap cucunya yang menangis begitu keras.


Arya lalu memberikan anaknya kepada Mamanya. Akan tetapi, bayi itu malah semakin keras menangis.


Mika kemudian datang ingin membantu menenangkan Radinka ,akan tetapi dia tetap menangis begitu keras.


"Ara , coba kamu tenangkan Radinka dulu. Aku tidak tega melihatnya menangis seperti itu." ucap Arya menatap Radinka yang menangis begitu keras .


"Kalau begitu ,Mama ingin coba menggendong Radittya . Sepertinya dia tidak akan menangis " kata Ibu Intan sambil menatap Radittya yang berada di gendongan Bu Nining.


Akan tetapi Radittya juga menangis saat di gendong Ibu Intan. Bayi itu menangis begitu keras hingga suaranya terdengar hingga ke rumah tetangga.


2 menit kemudian Aris datang .


"Ara ? Kenapa si kembar menangis begitu keras ? " Aris bertanya sambil menatap si kembar.


"Aku juga tidak tahu Kak, tadi Kak Arya dan Mama ingin mengendongnya . Tetapi mereka malah menangis begitu keras." ucap Ara yang juga merasa bingung dengan anaknya yang tiba-tiba menangis seperti itu.


5 menit kemudian bayi itu sudah tidur di gendongan Ara dan Aris.


"Mama, Kak Arya kami mau permisi pulang dulu. Kalau kalian ingin melihat si kembar ,kalian bisa datang kerumah." Ara bicara sambil menatap Ibu Intan dan Arya.


"Iya Ra, hati-hati di jalan . " balas Arya menunduk.


Arya begitu sedih karena memikirkan anaknya yang menangis saat berada di gendongannya.


"Sepertinya si kembar membenciku" gumam Arya di hatinya.


Ara dan Aris kemudian meninggalkan rumah Ibu Intan.

__ADS_1


"Sepertinya Si kembar tidak mau di gendong sama Ayah dan Neneknya. Bayi saja tahu mana orang jahat dan orang baik" kata Ibu Nining sambil menggendong Radittya.


"Huss ..tidak boleh begitu Bu." jawab Ara.


__ADS_2