
Pagi harinya Ara dan Aris sudah selesai sarapan.
"Kak..aku ikut kerumah Ibu dan Bapak ya..Kebetulan aku mau mengambil sesuatu disana" ucap Ara sambil membersihkan piring kotor.
" Mengambil apa? " tanya Aris dengan alis mata terangkat.
"Mau mengambil kado pemberian Raka. Dia memberikan kado itu sehari sebelum mau menikah,lalu dia tidak mengizinkan aku membuka kadonya, dan baru sekarang dia memperbolehkan aku untuk membukanya" terang Ara tersenyum manis.
" Memang hadiahnya apaan sih.. mau membukanya saja banyak aturannya" kata Aris dengan raut wajah kesal.
" Oh iya aku lupa, kemarin dia menyuruh aku agar tidak memberitahu kepada siapapun masalah kado itu, tetapi aku malah memberi tahu kepada Kakak. Nanti Kakak tidak boleh melihat isinya ya..karena aku sudah berjanji kepada Raka "jawab Ara sambil menepuk jidatnya sendiri
Aris yg mendengar itu mukanya langsung masam dan rahangnya menjadi tegang karena begitu kesal .
" Yang penting Kakak mau melihatnya juga,dan kamu tidak boleh melarang Kakak " ucap Aris sambil berkacak pinggang.
Wajah Kakaknya sangat menakutkan kalau lagi marah, Ara memilih diam saja dan tidak menjawab.
"Ara.. kamu sudah selesai bersiap-siap?" tanya Aris yang sudah tidak sabar ingin melihat kado itu.
"Sudah Kak,ayo kita berangkat sekarang"ajak Ara yg sudah naik ke mobilnya.
~~
Setengah jam kemudian mereka telah sampai dirumah Ibu dan Bapaknya. Mereka langsung masuk karena mengira Ibu dan Bapaknya pergi ketoko.
"Ibu...Bapak .. kalian tidak ketoko? tanya Ara dengan alis mata terangkat.
Orang tuanya langsung memeluknya.
"Kalian kenapa? Wajah kalian seperti sedih sekali . Apa kalian tidak suka bertemu denganku? "tanya Ara menatap orang tuanya dengan alis mengerut
Tiba-tiba Ibunya menangis ,dan raut wajah Bapaknya juga sangat sedih.
"Ibu ..Bapak...sebenarnya ada apa ?"
tanya Ara bertambah bingung
"Ara..tolong maafkan kami, gara-gara kami hidupmu menjadi menderita. Tidak ada orang tua yang bahagia melihat putrinya hidup menderita dirumah mertuanya. Kami memaksamu menikah dengan Arya karena kami ingin hidupmu bahagia,tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Kami juga begitu egois kepadamu, kami sama sekali tidak mau mendengarkan ucapanmu waktu itu" kata Bapaknya menjelaskan dengan raut wajah sedih
__ADS_1
" Lupakan saja Pak, lagian semua sudah terjadi" balas Ara
"Apa kamu sudah sarapan? " tanya Ibunya menatap putrinya
" Sudah Bu,"
"Lebih baik istirahat dulu ya..nanti siang Ibu akan memasak yang enak untukmu"ucap Ibunya sambil mengusap kepala Ara.
"Ya Bu,kalau begitu aku pergi kekamar dulu" kata Ara dan langsung menuju kekamarnya diikuti oleh Aris
Sampai dikamar ,Ara langsung mencari kado pemberian Raka .
"Dimana kado itu" pikir Ara ,karena dia lupa menaruhnya disebelah mana
Aris yang melihat kalau Ara begitu lama berpikir merasa tidak sabar.
"Ara..kamu sebaiknya duduk saja, biarkan Kakak saja yang mencarinya " tawar Aris yang langsung mencari kado itu dilemari baju Ara.
Setelah lemari itu dibuka mata Aris langsung tertuju pada sebuah kotak kado yang ukurannya 40x30x20cm dan diikat dengan pita warna merah. Dia langsung mengambilnya.
"Ara ..apa ini kado pemberian Raka? " tanya Aris sambil memperlihatkan kado itu ke Ara.
"Benar Kak, ayo kita buka " ucap Ara tersenyum.
Setelah kado itu dibuka mereka begitu kaget dengan isinya. Mata Ara dan Aris membulat penuh dan mulut mereka mengkerut melihat isi kado itu. Didalam kotak kado itu terdapat 2 set perhiasan seharga 4 miliar.
Dikotak itu juga terdapat sebuah pesan singkat yang ditulis oleh Raka .
" Ara, kalau nanti kamu mengalami kesulitan masalah keuangan maka jualah perhiasan ini. Aku ikhlas memberikan ini,jadi tolong diterima. Kalau kamu menolaknya maka hidupku rasanya tidak akan tenang" isi dari pesan tersebut.
" Ara lebih baik kembalikan barang ini dan kalau kamu ingin perhiasan seperti ini, maka nanti Kakak akan membelikannya yang lebih bagus dan yang lebih mahal dari pada perhiasan ini. Kalau kamu menerimanya maka nanti dia akan mengira kalau kamu menyukainya" terang Aris yang sudah terbakar api cemburu.
" Ya nanti aku akan kembalikan" kata Ara sambil melihat perhiasan itu.
Aris yang melihat itu merasa kesal dan marah.Alis matanya pada saat yang sama tersimpul dan melengkung membuat garis didahi.
" Ara..apa kamu mencintainya ? " tanya Aris dengan sendu
__ADS_1
Ara yang lagi asik menatap perhiasan pemberian Raka langsung mendongakkan kepalanya menatap Aris yang berdiri didepannya.
" Aku tidak mencintainya" ucap Ara sambil memandang wajah Aris .
Aris kemudian duduk disamping Ara ,dia menggenggam tangan Ara lalu menciumnya dengan begitu lembut.
Ara yang melihat semuanya matanya membulat begitu lebar dan mulutnya sedikit terbuka. Matanya tidak berkedip sama sekali. Jantungnya tiba-tiba berdegup dengan cepat dan perasaannya jadi tidak menentu.
"Ara ,aku sangat mencintaimu" kata-kata itu keluar dari bibir Aris begitu saja.
" Maaf Kak! Aku tidak bisa membalas perasaan Kakak,karena aku sudah memiliki seorang suami " balas Ara menatap wajah Aris
"Buat apa kamu setia kepada orang yang tidak pernah peduli denganmu? Bahkan dia saja belum tentu setia denganmu. Kalau anakmu sudah lahir, maka Kakak sendiri yang akan membantumu agar mendapatkan hak asuh anakmu itu. Setelah itu menikahlah dengan Kakak. Ara coba tatap wajah Kakak,kamu mencintai Kakak juga kan? " tanya Aris begitu memelas sambil menangkup kedua pipi Ara.
Jarak mereka begitu dekat bahkan kulit mereka saling menempel dan mereka saling menatap begitu lama. Bibir Ara hendak terbuka,dia ingin bicara tetapi suaranya belum keluar Aris sudah terlebih dahulu menyerang bibirnya secara agresif.Lidahnya memaksa menerobos masuk kedalam mulutnya, Ara akhirnya membuka mulutnya. Ara tidak sanggup lagi menahan lidah Aris yang bergerilya sesuka hati didalam mulutnya.
Aris menekan kepala Ara agar tidak beranjak dari serangan bibirnya yang agresif. Rasanya dia tidak sanggup lagi merasakan gelora hasrat yang semakin di ubun-ubun.
Dikamar Ara yang sudah dikunci dari dalam oleh Aris, Aris terus menyerbu bibir Ara. Merasakan sensasi manis bibirnya yang sangat menggoda. Pria mana yang akan bertahan jika disuguhkan dengan wanita cantik seperti Ara. Semua yang ada ditubuhnya sangat dia sukai tanpa terkecuali.
Dada Ara naik turun,nafasnya mulai tersengal-sengal. Oksigen begitu sulit masuk kedalam paru-parunya karena Aris menciumnya tanpa memberikan jeda.
Mata Aris lantas terbuka,ketika merasakan nafas Ara yang sudah tersengal-sengal.
Ara langsung mendorong Aris.
" Kak ,kita tidak boleh melakukan ini. Lebih baik mulai sekarang kita menjaga jarak saja" kata Ara menatap Kakaknya. Dia merasa takut kalau nanti terjadi hal yang tidak dia inginkan lagi.
" Maaf Ra,aku tidak bisa menahannya. Aku sangat mencintaimu. Tolong jangan menjauh dariku,aku janji tidak akan melakukannya lagi" Aris menangis sambil berlutut .
" Baiklah kalau begitu. Aku memaafkan Kakak ,asal jangan seperti itu lagi" ucap Ara sambil membersihkan air mata Aris dengan tisu.
Aris langsung memeluknya.
"Setelah anakmu lahir ,Kakak akan membantumu agar kamu mendapatkan hak asuh si kembar" balas Aris sambil mengusap rambut Ara
" Iya Kak terimakasih" kata Ara tersenyum
"Lebih baik kita kembalikan kado pemberian Raka ya.. takutnya dia memiliki tujuan yang jahat kepadamu " bujuk Aris dengan bicara yang lembut.
__ADS_1
"Iya Kak, aku juga tidak berniat menerimanya" terang Ara sambil merapikan kado itu
Ara lalu menghubungi Raka, dan mengajaknya ketemuan.