
Setelah sampai dirumah Arya ,Aris memutuskan untuk mampir sebentar. Aris membantu Ara membawakan barang belanjaan Ara.
" Ini mau ditaruh dimana Ra? " tanya Aris sambil menenteng barang belanjaan milik Ara.
"Taruh di kamar saja Kak" jawab Ara sambil mengantar Aris ke kamarnya.
Setelah itu Ara menyuruh Kakaknya untuk duduk,sedangkan dia pergi kedapur membuat minuman.
Arya sekarang lagi memasak di dapur. Karena ulah Mamanya dia jadi diejek sama semua teman-temannya ,dan dia juga harus mengganti uang para warga, karena Mamanya pura-pura sakit .
Dia begitu marah dengan orang tuanya, padahal dia selalu memberikan uang setiap bulan, tetapi belum ada sebulan uang itu sudah habis .
"Heran aku sama mereka,di bawa kemana sebenarnya uangnya. Setiap bulan aku selalu ngasi uang. Papa juga selalu menjual sayur , keperluan rumah seperti membayar listrik dan air yang membayar juga aku sendiri. Keperluan memasak yang membeli juga Ara. Tetapi masih juga melakukan pekerjaan menipu orang dengan pura-pura sakit. Kalau seperti ini restoranku bisa bangkrut ,karena orang-orang jadi tidak mau makan kesana. Tadi saja saat aku keluar untuk membeli minyak goreng , semua orang menatapku dengan tatapan benci, seperti aku seorang pembunuh saja. Padahal yang melakukannya adalah orang tuaku ,tetapi malah aku yang harus menanggung semuanya. " gumam Arya sambil memasak.
"Kak Arya..kenapa Kakak dirumah? Bukannya harusnya direstoran ya? " tanya Ara yang berpura-pura tidak mengetahui apa yang telah terjadi.
"Aku tidak jadi bekerja karena tadi ada urasan yang harus diselesaikan , kemungkinan entar malam aku akan lembur " kata Arya menatap istrinya sambil mengernyitkan dahinya.
"Memang ada urusan apa Kak ? " tanya Ara sambil membuat minuman.
"Nanti aku ceritain . Oh iya ,kamu buat minuman untuk siapa?" Arya bertanya sambil menatap wajah istrinya.
" Untuk Kak Aris,memangnya kenapa? " Ara bertanya dengan alis mata terangkat.
"Oh! Aku kira Kak Aris sudah pulang. " Arya lalu mengikuti istrinya dari belakang karena dia juga ingin menemui Aris.
__ADS_1
Dari jauh Arya dapat melihat Aris yang lagi melihat ponselnya.
"Kak Aris ,silahkan diminum dulu" kata Ara yang sudah meletakan jus jeruk dimeja.
Arya lalu duduk disamping Aris .
" Kak Aris,terimakasih karena Kakak selama ini sudah mau menemani Ara. Aku merasa tidak enak karena selama ini Kakak selalu membantu dan menemani Ara" ucap Arya sambil menatap Aris.
"Santai saja,aku melakukan semuanya karena aku menyayangi Ara" Aris bicara sambil mengambil minuman yang ada dimeja.
Ara yang mendengar ucapan Aris wajahnya langsung memerah, sedangkan Arya sendiri mengira kalau perasaan Aris ke Ara cuma sekedar perasaan antara Adik dan Kakak.
Karena terlalu sibuk mengurusi Mika,Orang Tuanya ,dan Restorannya. Arya jadi melupakan istrinya sendiri.
"Kak, aku permisi dulu ya !" kata Ara dan langsung meninggalan mereka merdua yang lagi mengobrol .
" Ma,ini jagung bakarnya." ucap Ara sambil berjalan kearah Mama mertuanya yang habis menangis.
Tetapi Mama mertuanya hanya diam saja,dia tidak membalas ucapan Ara sama sekali. Dia langsung meletakan jagung bakar tersebut dimeja yang ada disamping tempat tidurnya. Saat dia akan keluar dari kamar itu,mertuanya tiba-tiba bicara.
"Kenapa lama sekali ? Pergi pagi datangnya sore, memangnya belanja keperluan bayi harus selama itu? Atau jangan-jangan kamu mau menghindar dari tugas rumah ini " kata Mama Mertuanya sambil berkacak pinggang.
Mama mertuanya bicara dengan dada naik turun, dia melampiaskan kekesalannya tadi kepada menantunya sendiri.
" Maaf Ma, aku pulang sore karena disuruh oleh Kak Arya.Katanya disini ada sedikit masalah,dan aku sendiri tidak tahu masalah apa yang terjadi, karena saat aku mau bertanya Kak Aris memutuskan sambungan teleponnya begitu saja . Memangnya apa yang terjadi Ma? " tanya Ara pura-pura tidak tahu apa yang telah terjadi.
__ADS_1
Mertuanya yang mendengar itu darahnya seperti mendidih.
" Kamu jangan bersikap seperti orang bodoh di depanku,pasti kamu sudah mengetahui apa yang telah terjadi disini. Pasti kamu yang menyebarkan vidio itu kan? Kamu melakukan ini pasti karena membenciku. " tuduh Mama mertuanya dengan amarah yang meledak-ledak.
"Maksud Mama apa? Aku tidak mengerti,tolong jelaskan ke padaku apa yang telah terjadi. Karena aku benar-benar tidak mengerti. " Ara berpura-pura kaget dengan pertanyaan Mama mertuanya.
Tiba-tiba Arya masuk kedalam.
" Ara.. ternyata kamu disini,aku cari kemana-mana ternyata malah dikamar Mama. Kamu ngapain disini Ra? " tanya Arya dengan alis mata terangkat.
"Aku mau ngasi jagung bakarnya ke Mama Kak,tadi Mama minta dibelikan jagung bakar soalnya" terang Ara menjelaskan sambil menatap suaminya.
" Mama menyuruh kamu untuk membelikan dia jagung bakar,terus apakah dia memberikan uang ke kamu? " tanya Arya yang masih fokus menatap istrinya
" Tidak Kak,selama ini kalau Mama menyuruhku membeli sesuatu juga selalu tidak memberi uang . Memangnya kenapa Kak? " Ara bertanya dengan alis mengerut dalan fokus. Dia benar-benar bingung dengan pertanyaan suaminya itu.
"Ma, aku kan sudah bilang ke Mama berkali-kali. Kalau Mama menyuruh Ara untuk membeli sesuatu , tolong beri dia uang. Karena aku tidak pernah memberikan dia uang selama ini. Selama ini aku selalu bicara seperti itu ke Mama tetapi kenapa Mama malah tidak memperdulikan ucapanku sama sekali ." Arya bicara dengan alis mata pada saat yang sama tersimpul dan melengkung membuat garis di dahi. Dia begitu marah dengan Mamanya.
" Mama cuma menyuruhnya membelikan jagung bakar saja, kan harganya tidak seberapa. Masak cuma karena itu kamu marah-marah sama Mama. Semenjak kamu menikah dengan Ara,kamu selalu marah-marah dengan Mama . Apa kamu tidak ingat kalau Mama ini adalah orang yang telah melahirkanmu, surgamu itu ada di kaki Mama . " ucap Mamanya dengan kepala dan alis mengarah kebawah sambil menunjukan muka masam.
"Walaupun itu sedikit,harusnya Mama mikir dulu sebelum menyuruhnya. Menantu Mama sekarang sudah tidak bekerja,sedangkan anak Mama tidak pernah memberikan uang sama sekali" Arya bicara dengan amarah menggebu. Dia bicara seperti itu karena merasa bersalah dengan Ara karena selama ini dia tidak pernah memberi nafkah. Dan ini semua karena Mamanya yang dulu selalu menghasut dirinya agar dia tidak memberikan nafkah ke Ara. Dan nafkah Ara selalu diambil sama Mamanya, dengan alasan Ara pasti banyak memiliki uang karena bekerja.
Di saat Ara tidak bekerja dan dia ingin memberi nafkah ke istrinya,restorannya malah bermasalah.
Bahkan dia sendiri kadang bingung mencari uang untuk membeli bensin mobilnya.
__ADS_1
Karena uangnya habis diberikan ke orang tuanya dan untuk Mika. Kalau dia tidak memberikan Mika uang maka wanita itu pasti akan mengancamnya lagi.
Sebenarnya dia sudah tidak tahan dengan Mika tetapi wanita itu selalu mengancam dirinya. Dan itu membuat dirinya menjadi stres .