
1 bulan kemudian...
Ara dan bayinya sudah pulang dari rumah sakit . Sekarang Ara tinggal di rumah orang tuanya. Awalnya orang tuanya ingin membelikan Ara dan bayinya sebuah rumah ,agar Arya tidak mengganggu kehidupan Ara , akan tetapi Ara tidak setuju. Dia tidak mau menghindar dari Arya.Kalau Arya datang ingin melihat bayinya ,maka dia akan mengizinkan ,karena walau bagaimanapun Arya adalah Ayah kandung dari si kembar.
Pagi-pagi sekali Ara sudah menuju ke dapur. Dia ingin membantu Ibunya memasak.
"Ara ? Kenapa bangun jam segini ? " Ibunya bertanya karena terkejut melihat putrinya yang bangun jam 05:25.
"Aku ingin membantu Ibu memasak." Ara bicara sambil membuka kulkas.
"Tidak usah nak,kamu kan baru keluar dari rumah sakit. Lebih baik temani saja si kembar di dalam ." Ibunya berusaha menyuruh Ara agar masuk ke kamarnya.
"Kan masih ada Kak Aris di sana yang menemani si kembar ." ucap Ara yang tetap membantu Ibunya.
"Oh iya Ra, si kembar sepertinya suka sama Aris .Kalau si kembar menangis dan Aris yang menggendongnya ,pasti si kembar langsung diam." Ibunya bicara sambil memotong bawang merah.
"Mungkin karena Kak Aris yang dia lihat saat pertama kali dia lahir Bu." balas Ara sambil mengambil sayur di kulkas.
Jam 06:00 Ara kembali ke kamarnya , karena mendengar si kembar menangis. Dia langsung menyusui si kembar . Aris selalu menemani Ara menjaga si kembar ,dia tidak pernah meninggalkan Ara. Anak pertama Ara bernama Radinka dan anaknya yang kedua bernama Raditya.
Jam 06:50 mereka sarapan bersama. Selesai sarapan Ara dan Aris menjemur si kembar .
Jam 08:00 Ara memandikan si kembar di bantu oleh Aris dan Ibunya.
"Oh iya Pak,si kembar mirib sekali ya dengan Ara. "ucap Ibunya sambil menggendong Radinka.
"Ya ,Ibu memang benar. Dan semenjak ada si kembar ,rumah ini jadi begitu ramai."kata Bapaknya sambil tersenyum melihat cucunya .
"Aris ? Apa kamu tidak pergi bekerja ? " tanya Bapaknya Ara sambil menatap Aris.
"Kerja kok Om,tapi berangkat jam 09:00." Aris bicara sambil menggendong Raditya.
__ADS_1
Di rumah Arya..
Semenjak kejadian waktu itu Mika hanya diam saja,dia jadi takut dengan Arya,tetapi hasrat seksualnya masih tinggi. Kalau Mika ingin berhubungan dengan seseorang maka dia akan melakukannya di rumah almarhum orang tuanya.Berkali-kali Arya mengusir Mika ,akan tetapi Mika tidak mau pergi. Dia tetap berada di rumah Arya ,walau Arya selalu bicara kasar kepadanya.
"Kenapa kamu masih tetap berada di sini ? Bukannya aku sudah menyuruhmu untuk pergi dari sini. Sudah aku bilang kepadamu,kalau kita akan bercerai jadi mending cepat pergi dari sini." ucap Arya dengan suara yang keras.
"Sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkanmu,"kata Mika dan langsung meninggalkan Arya yang lagi mencuci mobil.
"Aku tidak akan mau pergi dari rumah ini ,sebelum dia mengembalikan uang yang selama ini di pakai oleh orang tuanya"gumam Mika di hatinya.
5 menit kemudian Ibu Intan datang mencari Arya.
Arya yang lagi mencuci mobilnya begitu kaget dengan kedatangan Mamanya.
"Mama ? Buat apa lagi Mama kemari ?Lebih baik Mama pergi dari sini,karena aku tidak mau melihat wajah Mama lagi. Aku sudah menganggap Mamaku telah mati." Arya bicara dengan ketus.
"Arya tolong maafkan Mama nak,Mama memang salah.Tolong jangan benci Mama."Ibu Intan menangis terisak-isak .
Tiba-tiba Ibu Intan muntah-muntah,dan sesak nafas. Mika yang kebetulan mau membuang sampah langsung menghampiri Ibu Intan.
"Mama, Mama kenapa ? Kok wajah Mama sekarang hitam sekali ? Mama juga sekarang terlihat sangat kurus. Wajah,tangan dan Kaki Mama kenapa bisa bengkak begini ? Ayo duduk disini ." balas Mika melontarkan begitu banyak pertanyaan sambil mengambilkan tempat duduk untuk Ibu Intan.
"Terimakasih ya Mika,Mama juga tidak tahu kenapa bisa begini.Akhir-akhir ini Mama selalu merasa tidak enak badan, punggung sakit dan bahkan Mama sekarang tidak pernah ada nafsu makan sama sekali." Ibu Intan bicara sambil menghapus air matanya.
Mika kemudian menatap suaminya.
"Kak Arya , masak Kakak begitu tega dengan Mama .Sejahat-jahatnya aku,tapi aku tidak pernah bicara kasar dengan Ibuku sendiri. Apa Kakak tidak melihat kalau Mama sekarang terlihat sangat kurus seperti orang sakit ? Kak___," belum selesai Mika bicara ,tiba-tiba Ibu Intan jatuh pingsan.
Arya dan Mika begitu kaget melihat Ibu Intan jatuh pingsan.
Arya langsung membawa Mamanya masuk ke dalam. Mereka sudah berkali-kali membangunkan Mamanya, tetapi dia tidak bangun-bangun juga.
__ADS_1
"Lebih baik kita bawa saja Mama ke rumah sakit Kak. Soalnya Mama sudah lumayan lama pingsan ." Mika berusaha membangunkan Mama mertuanya. Berbagai cara dia sudah coba ,tetapi Mama mertuanya tidak sadar juga.
"Ya kamu benar, kalau begitu ayo kita bawa Mama kerumah sakit." Arya mengajak Mika
Wajah Arya terlihat begitu khawatir karena Mamanya tidak sadar juga. Dia merasa menyesal karena tadi sudah bicara kasar kepada Mamanya.
Arya langsung mengangkat tubuh Mamanya, dan membawanya ke mobil. Mika juga mengikuti suaminya.
"Mika cepat hubungi Om Andi ,bilang kepadanya kalau Mama pingsan " Arya menyuruh Mika sambil menyerahkan ponsel miliknya kepada istrinya.
Mika mengambil ponsel itu , dan langsung menghubungi saudara Mama mertuanya.
Mika berkali-kali menghubungi nomer Om Andi,tetapi Om Andi tidak mengangkat telepon darinya.
"Kak ,aku sudah memghubungi nomer Om Andi berkali-kali ,tetapi tidak di angkat juga." Mika bicara sambil melihat ke arah suaminya.
"Sepertinya dia sengaja tidak mengangkat teleponnya. Lebih baik WA saja dia, kalau kita tidak memberi kabar pasti dia akan marah. Aku tahu betul sifatnya" ucap Arya
Mika kemudian mengirim pesan Wa kepada Om Andi.
[ Om , ini aku Mika .Aku mau memberi kabar kalau Mama tadi jatuh pingsan. Sekarang aku dan Kak Arya sedang membawa Mama menuju ke rumah sakit Family Pratama. ]
3 menit kemudian pesan WA itu di balas oleh Om Andi.
[ Pasti kalian yang membuat adikku sampai jatuh pingsan. Awas saja kalau sampai terjadi sesuatu dengan adikku, aku akan memberi pelajaran pada kalian semua.]
Mata Mika terbelalak lebar,karena terkejut melihat balasan pesan tersebut.
"Beruntung sekali Mama memiliki saudara yang sangat menyayanginya." gumam Mika di hatinya.
[ Kami tidak melakukan apapun Om. Baru sampai dirumah dia langsung muntah-muntah dan kemudian dia pingsan.]
__ADS_1
Selesai membalas pesan WA itu,Mika kemudian mengembalikan ponsel milik Arya.