
Saat Ibunya Ara keluar dari kamarnya sendiri ,dia melihat Aris lagi duduk sendiri diruang tamu .
"Aris kamu sudah mandi nak ? "tanya Tantenya
"Sudah Tante.Oh iya Tante ,tolong panggilkan Arya dong.. Dari tadi Aris sudah memanggilnya namun tidak kunjung membuka pintu " kata Aris berbohong.
Aris bicara bohong karena dia tidak ingin ada masalah.
"Kok tiba-tiba memanggil nak Arya ..Apakah ada hal yg penting ?" tanya Tantenya.
"Aku cuma mau menyuruh Arya membawakan baju untuk Aranika yg lagi mandi tan" kata Aris
"Memangnya Ara mandi dimana...kenapa mesti dibawakan baju segala ? " tanya Tantenya bingung
"Dia lagi mandi dikamarku Tan, Tadi Ara kebelet ingin kencing . Belum sempat buka celana tetapi keburu keluar air kencingnya. Jadi dia kencing dicelana dan malu keluar. Lalu Ara menyuruhku untuk mengambilkan baju dikamarnya" kata Aris menjelaskan
Tantenya yg mendengar itu tersenyum.
"Tadi Tante yg menyuruh Ara agar kesana. Soalnya kamar mandi dikamar Tante dipakai Om dan yg ada dikamar Ara digunakan oleh Arya. Sedangkan yg diluar rusak , jadi Tante yg menyuruh Ara agar ke kamar Aris" jawab Tantenya menjelaskan.
Sedangkan Aris yg mendengar itu akhirnya merasa lega karena ternyata Tantenya sendiri yg menyuruh Ara ke kamarnya.
"Oh begitu,pantes dia langsung lari kekamarku " balas Aris
"Kalau begitu biar Tante yg memanggil nak Arya " kata Tantenya dan langsung menuju ke kamar Arya.
Sampai didepan kamar ,Tantenya lalu mengetuk pintu kamar itu. Tidak menunggu lama Arya lalu membuka pintu kamarnya.
"Lho Ibu , Ada apa Bu! " kata Arya
"Apa nak Arya lagi sibuk " tanya Ibu mertuanya
"Tidak kok Bu,Apa Ibu perlu bantuanku ? Tanya Arya
"Ibu hanya mau minta tolong sama nak Arya untuk mengambilkan baju Ara yg ada dilemarinya" kata Ibu mertuanya
"Memangnya Ara sekarang ada dimana Bu" tanya Arya merasa bingung.
"Ara lagi mandi dikamar Kakaknya, dia lupa membawa baju jadi Tante yg disuruh mengambil ke kamarnya " kata Ibu mertuanya menjelaskan.
"Oh begitu . Kalau begitu aku akan mengambilkan bajunya dulu" balas Arya
Tapi tiba-tiba Ibu mertuanya dipanggil oleh Bapak mertuanya.
" Nak Arya.. sekalian saja bawakan bajunya ke kamar Aris ya .."kata Ibu mertuanya
"Iya Bu " balas Arya
__ADS_1
Didalam kamar Arya begitu kesal karena disuruh mengambilkan baju untuk istrinya.
"Kenapa malah aku yg disuruh mengambilkan baju untuk Ara, harusnya seorang istri yg menyiapkan baju untuk suaminya "kata Arya berpikir sendiri.
Baru saja membuka pintu lemarinya dan dia belum dapat menyentuh baju istrinya sama sekali tetapi dia menutup kembali pintu lemari itu.
Dia ingin ke kamar Aris untuk mencari Ara,tetapi diruang tamu dia melihat Aris yg lagi duduk sambil melihat ponselnya.
Arya lalu menghampiri Aris. Usia Arya dan Aris hanya berbeda 1 tahun saja.
"Kak Aris .. apa Kakak lagi sibuk? " tanya Arya
"Aku tidak sibuk, memangnya kenapa ?"
"Tolong ambilkan Ara baju dong Kak.. aku bingung mau mengambilkan Ara baju yg mana " kata Arya menatap Aris
" Jadi Ara belum diambilkan baju ? " tanya Aris
"Belum Kak, aku bingung mau mengambilkan baju yg mana " kata Arya
Aris lalu masuk kekamar Ara dan Arya.
Dia langsung menuju ke lemari baju milik Ara. Aris mengambilkan 1 buah dress panjang tanpa lengan dan dia juga tidak lupa mengambil 1 set pakaian dalam .
Aris lalu membawa pakaian itu kekamarnya.
Saat Aris tiba dikamarnya dia langsung mengetuk pintu kamar mandinya.
"Ara...kamu sudah selesai mandi dek ? " tanya Aris sambil mengetuk pintu
"Kenapa Kakak lama sekali datang, tolong ambilkan aku baju Kak! Aku sudah dari tadi selesai mandi " kata Ara dari dalam kamar mandi
"Maaf dek, ini Kakak sudah ambilkan bajunya"
Ara lalu membuka pintu kamar mandinya sedikit lalu mengulurkan tangannya untuk mengambil baju itu.
"Apa Kakak yg mengambilkan semua ini ? " tanya Ara
"Iya dek, semua itu Kakak yg ngambil di kamarmu . Memangnya kenapa dek? " tanya Aris penasaran
"Tapi aku merasa malu sama Kakak karena Kakak mengambilkan pakaian dalamku juga. Apa tadi Kakak tidak malu mengambilkan pakaian dalam untukku..pasti tadi dilihat Kak Arya dan pasti dia berpikir macam-macam tentang kita"kata Ara
"Aku tidak malu mengambilkan pakaian dalam untukmu. Itu baru mengambilkan ,bahkan kalau kamu mau menyuruhku membeli pakaian dalam wanita juga aku tidak akan malu"
"Wah Kakak memang laki-laki idaman para wanita "
"Harusnya kamu menikah dengan orang seperti Kakak " kata Aris
__ADS_1
"Tapi susah mencari laki-laki yg sifatnya seperti Kakak"
"Kalau disini ada orang yg sifatnya seperti itu mengapa harus mencari yg jauh "
"Orang yg Kakak maksud itu sebenarnya siapa ? " tanya Ara bingung
"Kakak sendiri "
"Kita itu bersaudara Kak,tidak boleh menikah sesama saudara. Dan mending buang jauh-jauh perasaan Kakak itu"
"Kita ini cuma saudara sepupu Ara "
Ara yg sudah selesai memakai baju dan sudah didepan kamar mandi langsung diam mematung.
Aris yg sudah menyadari perasaannya lalu menghampiri Ara dan memeluknya.
"Kakak mencintaimu, andai Kakak tahu kamu dijodohkan pasti Kakak akan datang untuk menggagalkannya" kata Aris menangis
"Apa waktu itu Kakak tidak tahu kalau aku dijodohkan ? " tanya Ara
"Tidak sama sekali , kamu juga tidak memberitahu Kakak waktu itu " kata Aris cemberut
"Maaf Kak ,waktu itu Ara sangat sedih sekali ditambah lagi Raka tiba-tiba datang menyatakan cinta "
"Raka siapa? " tanya Aris bingung
" Raka teman ku waktu SMP, yg waktu itu selalu ngikutin aku kemana-mana"
"Oh yg itu, Kakak tidak menyukai si Raka itu . Katanya cinta tapi malah membiarkanmu menikah begitu saja. Harusnya dia menggagalkan pernikahanmu . Tapi dia malah diam saja"
"Mungkin dia tidak berani "
"Oh iya Ra aku juga tidak menyukai sifat suamimu "
"Memang kenapa dengan Kak Arya? Apa Kak Arya telah berbuat sesuatu sama Kakak ? Tanya Ara
"Tidak ada,Kakak cuma tidak menyukai sifatnya "
"Memangnya kenapa dengan sifat Kak Arya? "
"Kita tadi lagi sibuk bersih-bersih, dia malah dikamar saja . Istrinya tidak ada dikamar harusnya dia keluar mencari kamu. Tapi dia malah cuek dan hanya diam saja dikamar. Tadi juga Tante menyuruh Arya mengambilkan baju untukmu. Tapi dia malah nyari Kakak dan menyuruh Kakak mengambilkan baju untukmu . Dengan alasan kalau dia tidak tahu harus mengambilkamu baju yg mana. Coba kamu pikir cuma mengambilkan baju istrinya saja tidak bisa "
"Mungkin memang seperti itu sifatnya . Walau bagaimanapun dia tetap suami Ara " kata Ara
"Ya sudah,sebaiknya kita keluar untuk makan malan .Dan sekalian kamu panggil suamimu untuk makan malam"
" Ya Kak"
__ADS_1
Mereka lalu keluar. Aris menuju meja makan sedangkan Ara kekamarnya untuk mengajak suaminya makan malam.