Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Teror


__ADS_3

1 bulan kemudian...


Mika lagi mandi sambil bernyanyi.Hari ini dia begitu senang, karena nanti sore dia akan mendapatkan uang banyak dari hasil menjual vidio mesum Mama mertuanya .


Baru saja keluar dari kamar mandi, tiba-tiba Mika mendengar bel rumahnya berbunyi berkali-kali.


" Ting tong ting tong..." suara bel rumahnya berbunyi berkali-kali. Dan itu sangat mengganggunya.


Hari ini Arya lagi kerumah sakit mengantar Mamanya melakukan cuci darah,jadi Mika sendirian dirumah.


"Tunggu sebentar ," teriak Mika sambil menuju ke pintu utama. Tubuhnya hanya tertutup oleh handuk saja , karena dia tidak sempat untuk memakai baju.


Mika kemudian membuka pintu rumahnya, setelah dibuka dia melihat seorang kurir lagi berdiri sambil menatap Mika begitu lama.


"Ada apa Pak ? Kenapa menatapku seperti itu ? " Mika bertanya dengan alis mata terangkat.


"Tidak kenapa-kenapa kok Mbak ." jawab kurir itu dengan wajah malu-malu.


"Tidak usah malu-malu Pak, pasti aku sangat seksi ya ?  "  tanya Mika sambil menggoda kurir itu.


"Kurir ini lumayan juga." gumam Mika dihatinya.


"Saya kesini membawa paket atas nama Nona Mika . Apa Nona Mika ada mbak ?" tanya kurir itu sambil menatap Mika .


"Aku sendiri yang bernama Mika. Sepertinya kamu salah alamat , soalnya aku tidak pernah membeli barang apapun."kata Mika sambil menatap ke arah barang yang di bawa kurir itu.


"Tapi ini beneran paket untuk Mbak kok, coba saja lihat alamatnya."sambil memperlihatkan alamat yang tertulis di paket tersebut.


"Iya kamu memang benar, " Mika bicara sambil mengambil paket itu.


Paket itu dibungkus dengan kardus berukuran 18 x 8 x 7,dan disana terlihat kalau pengirimnya adalah TA .


"Siapa itu TA ? " Mika berpikir sendiri karena merasa bingung.

__ADS_1


"Pak ? Apa paket ini sudah dibayar ? "  tanya Mika penasaran


"Kalau belum di bayar ,maka aku tidak akan mau menerima paket ini." pikir Mika


"Sudah Mbak,tinggal di terima saja " balas kurir itu yang masih menatap Mika dari bawah ke atas.


"Apa kamu tidak ingin mencicipi tubuhku ?  Nanti kamu malah nyesel sendiri lho"bisik Mika sambil membuka sedikit handuknya.


"Maaf Mbak,tapi aku takut di marahi oleh suami Mbak." balas kurir itu menunduk. Sebenarnya burung yang ada di dalam ****** ******** sudah dari tadi berdiri tegak ,akan tetapi dia takut dipukul oleh suami Mika.


"Tenang saja ,suamiku tidak ada dirumah" bisik Mika ,dan setelah itu dia menarik baju kurir itu dan mengajaknya ke ruang kamarnya.


1 jam kemudian mereka telah selesai bercumbu .


"Untung ada yang melayaniku." pikir Mika sambil tersenyum bahagia.


Dia kemudian mengambil paket tadi.


"Sebenarnya isinya apa ya ? Dan siapa itu TA ? Perasaan aku tidak memiliki teman dengan nama TA." pikir Mika sambil duduk di ruang tamu menatap paket itu.


Mika lalu membuka paket itu dengan pelan-pelan ,setelah paket itu terbuka mata Mika terbelalak lebar karena kaget melihat isinya.


"Aarrrghh.." Mika berteriak histeris sambil melempar kotak paket itu. Sedangkan Mika langsung naik ke atas sofa.


Dia duduk di atas sofa sambil memeluk kedua lututnya. Raut wajahnya terlihat pucat pasi, dan jantungnya juga berdebar-debar karena begitu ketakutan.


Mika berteriak karena di dalam paket itu berisi sebuah ular yang sudah mati dan di penuhi dengan darah. Di sana juga terdapat sebuah surat.


Setelah memastikan kalau ular itu benar-benar sudah mati,dengan langkah yang begitu pelan ,dia langsung mengambil surat itu dan membacanya.


📄[ Walaupun ular ini sangat berbisa ,tapi aku masih bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri. Sekarang aku ingin membunuhmu seperti ular ini ,dan aku yakin kalau aku bisa melakukannya .]


Tangan Mika gemetar membaca surat itu. Dia merobek -robek surat tersebut.

__ADS_1


"Kurang ajar , siapa yang berani melakukan ini kepadaku ?"matanya terbuka lebar dengan titik pupil yang tampak marah,dan buta oleh amarah.


30 menit kemudian ,Mika mendengar seperti ada yang pecah dari kamarnya.


Dia langsung lari menuju ke arah kamarnya. Mika melihat kaca jendelanya sudah pecah dilempari sebuah batu yang ukuran batunya kira-kira segenggam tangan. Dan di kaca meja riasnya juga terdapat sebuah tulisan yang di tulis menggunakan lipstik warna merah.


"[AKU AKAN MEMBUNUHMU ] "


Tulisan itu membuat Mika semakin ketakutan.


Mika kemudian berlari keluar ingin mencari orang yang melempar batu itu, tetapi dia tidak menemukan siapapun di luar.


"Kenapa orang itu cepat sekali perginya ? Sebenarnya siapa yang melakukan ini? Tapi sepertinya dia ini orang gila,karena mana ada orang waras yang ingin membunuh manusia.Dia juga tahu rumah dan kamarku. Sepertinya orang ini tahu banyak tentangku."Mika bicara dengan wajah yang semakin ketakutan.


10 menit kemudian Arya dan Ibu Intan datang dari rumah sakit. Dia begitu kaget melihat ular yang dipenuhi dengan darah itu.


"Mikaaaaa....mikaaaaaa ,Arya berteriak memanggil istrinya.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi disini ? Kenapa bisa ada ular mati ? " wajah Ibu Intan terlihat takut dan gemetar. Dari dulu dia paling benci dengan ular.


"Lebih baik Mama duduk ,aku mau mencari Mika dulu" jawab Arya dan langsung meninggalkan Mamanya.


Sedangkan di kamar ,Mika lagi menghapus tulisan yang ada di kaca meja riasnya.


"Mikaaaa, sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa ada ular mati di ruang tamu ? Dan ini juga, kenapa kaca jendelanya bisa pecah begini?" Arya bicara dengan wajah merah padam ,dan dengan dada naik turun.


" Aku tidak tahu Kak, aku juga merasa takut sekali." ucap Mika dengan wajah yang terlihat pucat.


Dia lalu menceritakan kejadian tadi dari awal, tapi dia tidak menceritakan kalau dia sempat membawa masuk seorang laki-laki. Kalau suaminya tahu maka dia pasti akan dipukul seperti waktu itu.


"Itu pasti musuhmu, kamu kan selama ini selalu menggoda laki-laki. Mungkin salah satu dari laki-laki itu ada yang sudah memiliki istri. Dan mungkin istrinya tidak terima kalau suaminya berselingkuh denganmu. Jadi dia ingin balas dendam denganmu. Sama seperti saat kamu merebutku dari Ara. Makanya tobat, jangan kebanyakan mikirin diri sendiri. Sekarang kamu akan terus di teror oleh orang itu. Lebih baik sekarang kamu berhati-hati. Salah dikit kamu bisa dibunuh oleh orang itu." Arya menakut-nakuti Mika hingga gadis itu diam seperti patung memikirkan perkataan suaminya.


Arya masih benci dengan istrinya, dan bahkan sampai sekarang dia tidak pernah mau tidur satu ranjang dengan gadis itu.

__ADS_1


Arya juga berkali-kali ingin menceraikan Mika ,akan tetapi Papanya selalu melarangnya. Dan bahkan Papanya selalu membela Mika.


__ADS_2