Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Nongkrong diWC


__ADS_3

Sudah 50 menit Ara selesai membuat minuman untuk Ibu Harum ,dan bahkan minuman Ibu Harum sudah mau habis, tetapi Mama mertuanya tidak keluar-keluar juga .


"Ara..kenapa Bu Intan lama sekali didalam ? "tanya Ibu Harum dengan alis mata terangkat.


"Kalau begitu tunggu sebentar Bu ya..aku akan ke kamar Mama dulu" ucap Ara yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung menuju ke kamar Mertuanya


Sampai didepan kamar mertuanya Ara langsung saja masuk karena begitu kesal dengan Mama mertuanya.


" Masuk saja deh! Kalau pintunya diketuk juga tidak bakalan dijawab " gerutu Ara yang langsung mencari Mama mertuanya dikamarnya ,tetapi dia tidak melihat Mertuanya disana.


"Lho..kemana Mama? Perasaan dari tadi aku tidak melihat Mama keluar. Apa dia masih di dalam kamar mandi? Tapi masak iya dia di kamar mandi selama itu." pikir Ara dihatinya.


"Ma..Mama, apa Mama masih di dalam kamar mandi ? " tanya Ara dengan alis terangkat dalam kecemasan .


"Jangan-jangan Mama terpeleset lalu meninggal lagi" gumam Ara bicara di dalam hatinya dan raut wajahnya terlihat begitu khawatir.


" Ma...Mama " teriak Ara begitu panik sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi tersebut.


Sedangkan Mama mertuanya yang takut berhadapan dengan Ibu Harum lebih  memilih nongkrong di WC duduk sambil main hp. Saat Ara memanggilnya, dia begitu terganggu  saat mendengar menantunya itu berteriak memanggil namanya berkali-kali sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi tersebut.


" Berisik sekali sih menantuku ini, lama-kelamaan bisa rusak pintu kamar mandi ini." gumam Ibu Intan di hatinya.


Karena tidak kuat mendengar pintu yang berkali-kali digedor ,dia lalu membalas ucapan  menantunya.


"Ara jangan berisik,kamu kira ini dihutan. Bicara sampai berteriak begitu,seperti tidak pernah sekolah saja"  teriak Mama mertuanya yang begitu kesal dengan menantunya itu.  Rahangnya menjadi tegang dalam postur menggigit yang menekan bibir bawah ke depan dan membuat mulut melengkung ke bawah.


Ara yang mendengar suara Mama mertuanya langsung merasa lega,karena ternyata Mama mertuanya tidak meninggal seperti yang dia bayangkan.

__ADS_1


"Ma..Mama ngapain sih lama sekali didalam ? Masak BAB selama itu,apa jangan-jangan Mama ketiduran ya didalam " ucap Ara dengan alis mata terangkat,salah satu mungkin terangkat lebih tinggi untuk penekanan.


" Lebih baik kamu pergi dari kamar Mama,dan suruh juga Ibu Harum pulang karena Mama masih lama disini karena Mama masih BAB " terang Mama mertuanya berbohong.


Ara yang mendengar ucapan Mama mertuanya matanya membulat dan lebar.


" Jangan-jangan Mama mertua takut bertemu dengan Ibu Harum ,dan dia pura-pura BAB. Wah , keterlaluan sekali mertuaku ini " gumam Ara bicara dihatinya.


"Mama sengaja diam di dalam kamar mandi karena takut bertemu Ibu Harum kan ? Kalau Mama memang tidak pernah bicara seperti itu ,lalu buat apa Mama bersembunyi di dalam kamar mandi,pake alasan BAB segala lagi." ucap Ara dari luar sambil berkacak pinggang


" Jangan asal bicara kamu, Mama tidak pernah takut bertemu dengan Ibu Harum " kata Ibu Intan yang tidak terima dirinya dibilang takut dengan Ibu Harum.


"Sebaiknya aku keluar untuk menemui si Harum tersebut . Dia juga tidak memiliki sebuah bukti apapun kalau aku dapat bicara seperti itu . Si Harum itu memang kurang ajar, tidak bisa menjaga rahasia." gumam Ibu Intan di hatinya.


"Ma..cepatlah keluar,kasihan Ibu Harum menunggu lama " teriak Ara begitu marah.


" Kalau begitu ayo kita temui Ibu Harum,agar masalahnya cepat selesai " balas Ara dan langsung keluar dari kamar Mama mertuanya di ikuti oleh Mama mertuanya yang ada dibelakangnya.


Setelah sampai diruang tamu.


"Maaf ya Bu ,sudah menunggu begitu lama " ucap Ara merasa tidak enak dengan Ibu Harum.


" Iya tidak apa-apa nak Ara,mungkin mertuamu tidak berani berhadapan dengan Ibu "sindir Ibu Harum ke mertua Ara. Ibu Harum tadi sudah mendengar Ara yang berteriak memanggil mertuanya di dalam kamar mandi.


" Jaga ucapanmu itu kalau bertamu di rumah orang,aku tidak pernah takut denganmu" kata Ibu Intan yang tidak terima dengan perkataam Ibu Harum.


"Kalau tidak takut,lalu buat apa lama sekali keluar dari kamarmu? Dasar tukang gosip " cibir Ibu Harum dengan pandangan mata menuduh dari bawah sebuah kerutan.

__ADS_1


" Siapa yang kamu bilang bergosip ?Kamu mau bilang kalau aku ini suka bergosip begitu ? Hati-hati ya kalau kamu bicara, aku bisa saja melaporkanmu karena kamu menuduhku bergosip tanpa ada bukti apapun" jawab Ibu Intan yang sudah seperti seekor singa yang sedang marah


"Silahkan laporkan ,aku tidak takut denganmu.Kamu itu mertua tidak punya perasaan ,menantu sendiri di jelek-jelekkan."balas Ibu Harum yang ikut marah dengan alis mata rendah mendekati mata dan tersimpul jelas, yang membuat lebih banyak kerutan.


"Aku tidak pernah menjelek-jelekkan menantuku sendiri , aku juga tidak pernah keluar dari rumah ini untuk bergosip. Setiap hari aku selalu berada dirumah " kata Ibu Intan berbohong sambil meletakkan salah satu tangannya di pinggang sedangkan salah satu tangannya lagi menampar wajah Ibu Harum.


Ibu Harum yang tidak terima wajahnya ditampar langsung mendekati Ibu Intan dan ikut menampar wajah Ibu Intan hingga dua kali.


Mereka saling beradu mulut dan tarik -menarik rambut. Tidak ada yang mau mengalah sedikitpun.


Ara yang dari tadi berteriak menyuruh mereka berhenti ucapannya tidak dihiraukan oleh mereka berdua.


Sedangkan Arya sore ini pulang kerumah karena ingin menemani istrinya makan malam . Karena sudah beberap hari ini orang tuanya tidak mengajaknya bicara dan bahkan setiap mereka memasak selalu membuat masakan hanya untuk mereka berdua saja. Jadi dia menyempatkan diri untuk pulang kerumah .


Ara dan yang lainnya tidak mendengar ada suara mobil masuk kerumahnya. Arya yang mendengar ada suara orang ribut-ribut dari dalam dia langsung mencemaskan keadaan istrinya. Dia langsung berlari masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Ara yang berusaha memisahkan Ibu Harum dan Mama mertuanya tiba-tiba dia terdorong kebelakang, tetapi beruntung suaminya yang menangkap tubuhnya . Kalau tidak ada suaminya mungkin dia sudah jatuh.


Mata Ara langsung membulat dan lebar melihat suaminya yang menangkap tubuhnya .


"Kak Arya .. kenapa Kakak ada dirumah ? " tanya Ara dengan alis mata terangkat dalam kecemasan.


"Ara ,berhati-hatilah. Kalau kamu terjatuh bagaimana? " tanya Arya marah. Alis matanya rendah mendakati mata dan tersimpul jelas,yang membuat lebih banyak kerutan.


"Maaf Kak,aku hanya ingin memisahkan mereka "ucap Ara menatap suaminya.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Mama dan Ibu Harum seperti itu? " tanya Arya dengan alis mengerut dalam fokus.

__ADS_1


Ara lalu menceritakan semuanya kepada suaminya .


__ADS_2