Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Periksa Kandungan


__ADS_3

Setelah sampai dirumah sakit ,Aris lalu memarkirkan mobilnya.


" Ara ayo turun ,"ajak Aris sembari melepaskan sabuk pengaman yg masih melingkar ditubuhnya


"Iya Kak" kata Ara sambil mengikuti Kakaknya .


Mereka kemudian mengantri diruang tunggu poli kandungan. Setelah gilirannya tiba ,Aris juga menemani Ara masuk kedalam ruangan dokter.


Hari ini Ara akan melakukan USG yg kedua.Layar USG menampilkan gambar organ bayi didalam kandungan. Mesin USG juga merekam suara detak jantung bayi yg dikandung oleh Ara. Suara itu sukses membuat Aris dan Ara terharu. Ara juga beberapa kali terlihat mengusap air matanya.


"Untuk sementara jangan dulu berhubungan intim dengan istrinya ya Pak..Karena ini sudah memasuki


trimester terakhir.Si kembar biasanya datang lebih awal dan hubungan seksual dapat menyebabkan si kembar dilahirkan prematur " kata dokter itu kepada Aris.


Ara yg melihat itu merasa tidak enak dengan Kakaknya. Dia langsung menjawab ucapan dokter itu.


" Iya dok,saya juga sudah lama tidak berhubungan dengan suami saya karena suami saya merasa takut menyentuh saya saat sedang mengandung " ucap Ara malu-malu.


Dokter itu tersenyum mendengarnya.


"Saat istri hamil boleh kok berhubungan intim,bapak tidak perlu takut. Kalau istri bapak tidak hamil bayi kembar, sebenarnya masih boleh berhubungan intim saat trimester terakhir , tapi karena istri bapak hamil bayi kembar jadi kami melarang untuk berhubungan dulu karena bayi kembar beresiko lahir lebih awal" ucap dokter itu tersenyum.


" Iya dok" jawab Aris sambil menganggukkan kepalanya


Dokter itu mengira kalau Aris adalah suami Ara. Karena selama ini Aris yg selalu menemani Ara memeriksa kandungannya.


Setelah selesai mereka langsung menuju ketempat parkir. Mereka berdua hanya diam tanpa berbicara apapun. Aris memikirkan bayi Ara sedangkan Ara memikirkan saat nanti menjelang melahirkan. Mereka sudah berada didalam mobil, tetapi Aris belum menghidupkan mesin mobilnya.

__ADS_1


"Pantas saja Ara begitu rela menderita disana,pasti dia tidak mau berpisah dari anaknya. Mana ada seorang ibu yg mau berpisah dengan anaknya sendiri. Karena dia yg mengandung anak itu dan dia juga yg akan merasakan sakit saat nanti melahirkan. Aku saja yg mendengar detak jantungnya si kembar rasanya tidak rela jauh dari bayi itu " gumam Aris didalam hatinya sambil meneteskan air matanya .Dia seperti memiliki ikatan batin dengan bayi itu.


Aris lalu menoleh ke arah Aranika yg lagi melamun.


"Ara,kita sekarang nyari tempat makan dulu ya..ini sudah sangat siang" kata Aris sambil memasang sabuk pengamam ketubuhnya.


Ara yg melamun tidak mendengarkan ajakan Aris. Aris terus memanggil Ara tetapi tetap saja tidak direspon oleh Ara.


Tak kunjung mendapatkan respon apalagi jawaban dari Adiknya,Aris menggeser sedikit tubuhnya lalu mencondongkan tubuhnya lebih dekat pada Ara.


Kedua mata Ara terbelalak lebar melihat jarak dirinya dengan Aris yang sangat dekat. Bahkan tubuh mereka sudah menempel


" Apa yg Kakak lakukan? " tanya Ara sembari mendorong kepala Aris agar menjauh darinya.


" Kamu ini kenapa? Aku hanya ingin membantumu memasang sabuk pengaman. Kamu lagi memikirkan apa..dari tadi aku panggil tidak merespon sama sekali" ungkap Aris sembari menggelengkan kepalanya pelan.


"Maaf Kak, aku lagi memikirkan saat nanti menjelang persalinan Kak" ucap Ara dengan raut wajah pucat pasi dan menundukkan kepalanya.


" Memangnya kenapa saat nanti menjelang persalinan? Apa kamu memikirkan biaya persalinannya?" Aris mengira kalau Ara diam karena memikirkan biaya persalinannya. Karena selama ini Arya tidak pernah memberi nafkah ,bahkan dia tidak pernah berpikir dari mana istrinya mendapatkan uang selama ini. Aris selama ini selalu mendampingi Ara, dan selalu mengirimkan uang ke Ara.


" Aku tidak memikirkan itu Kak" ungkap Ara dengan jujur . Ara tidak memikirkan biaya persalinan ,karena selama ini dia selalu menyisihkan sedikit demi sedikit uang yang tiap bulan Aris kirimkan kepadanya.


" Lalu kamu lagi memikirkan apa ? " tanya Aris merasa penasaran dengan alis mata terangkat.


" Aku takut melahirkan Kak, soalnya kata temanku melahirkan itu sangatlah sakit sekali. Aku juga dulu pernah menemani Tante Rina melahirkan ,dia sampai berteriak karena tidak kuat menahan rasa sakit" kata Ara dengan raut wajah sedih . Mulutnya melengkung kebawah


Aris yg mendengar ucapan Ara itu merasa kasihan dengan adiknya.

__ADS_1


" Kenapa Arya begitu tega menyakiti orang yg dia cintai..begitu banyak rasa sakit yg dia rasakan semenjak menikah dengan Arya dan sekarang dia juga akan merasakan rasa sakit melahirkan seorang anak.Mudah-mudahan tuhan membalas orang - orang yg begitu tega menyakiti Ara " gumam Aris dihatinya.


Dia lalu menghibur adiknya .


" Kamu harus kuat, kamu harus bisa menghadapi rasa sakit itu demi si kembar. Orang lain saja bisa melewatinya ,masak kamu belum melakukannya sudah merasa ketakutan. Tunjukan kalau kamu juga bisa melakukannya. Andaikan aku bisa,ingin aku menanggung rasa sakit yg kamu rasakan. Tapi kamu tenang saja ,aku akan selalu mendampingimu saat nanti akan melahirkan"ungkap Aris sambil memeluk adiknya .


" Terima kasih Kak ,selama ini Kakak selalu saja membantuku. Aku jadi merasa tidak enak dengan Kakak. Padahal Kakak itu bukan suamiku tetapi semua tanggung jawab yang semestinya dilakukan oleh suamiku malah Kak Aris sendiri yg melakukan" ucap Ara memandang wajah Kakaknya.


" Tidak apa-apa. Kakak juga merasa senang karena bisa membantumu. Sebaiknya kita sekarang nyari makan dulu ya...setelah itu baru kita membeli kamera CCTV" kata Aris sambil mengusap kepala Ara.


" Ya Kak,aku juga sudah lapar"balas Ara tersenyum.


Mereka lalu pergi mencari tempat makan,setelah selesai makan mereka membeli kamera CCTV.


" Ara..kita harus memasang kamera CCTVnya hari ini. Mumpung mertuamu dan Arya tidak dirumah" kata Aris


"Kakak benar, kita harus memasangnya hari ini. Hanya hari ini waktu yg pas untuk memasang kamera CCTV ini " jawab Ara sambil mengikuti Kakaknya menuju keparkiran.


" Ara ,kita mampir kepabrik Kakak dulu ya..nanti kamu tidur diruangan kerja Kakak. Kebetulan disana ada ruangan kecil khusus untuk tidur" kata Aris sambil menoleh ke arah Ara


" Ya Kak, aku juga pingin lihat pabrik Kakak seperti apa. Soalnya aku belum pernah ikut kepabrik" ungkap Ara dengan ekspresi wajah penasaran.


" Nanti kamu bisa melihatnya dengan puas ,tapi kamu harus hati-hati saat berada disana ya.. karena kamu lagi hamil" ucap Aris tersenyum.


Aris memiliki 4 pabrik beras yg sangat besar, memiliki 1 hotel dan memiliki sawah seluas 10 hektar. Itu semua warisan peninggalan almarhum orang tuanya. Walaupun dia memiliki semuanya tetapi dia tidak pernah memamerkan kekayaannya. Bahkan kemarin-kemarin dia lebih memilih bekerja diperusahaan orang lain dari pada diperusahaannya sendiri . Itu semua dengan alasan untuk mencari pengalaman kerja. Makanya dia tidak tahu waktu Ara dijodohkan, karena waktu itu dia ingin mencoba mencari pengalaman kerja ke luar negeri. Tetapi sekarang dia mau fokus mengurus usaha almarhum orang tuanya,agar bisa sambil menjaga Ara. Keluarga Arya saja tidak tahu kalau Aris memiliki usaha sendiri.


Dia selalu menyalahkan dirinya sendiri atas apa yg Aranika alami sekarang.

__ADS_1


" Coba kalau aku tidak keluar negeri pasti aku bisa menggagalkan pernikahan Ara" gumam Aris dalam hatinya.


__ADS_2