Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Merasakan sakit


__ADS_3

Di rumah Arya , semua sudah bersiap-siap akan pergi jalan-jalan.


Sedangkan di kontrakan,Ara masih tidur. Dari kemarin ,dia begitu kecapean sekali.


Dia kemudian menghubungi nomer Arya,tetapi tidak di angkat . Bahkan dia menghubungi hingga berkali-kali tetapi tidak di angkat juga.


20 menit kemudian..


" Drrrrttt...Drrrrttt " suara getaran ponsel Ara sedari tadi berbunyi.


"Hallo Kak! " kata Ara


"Halo Ara ,ada apa menghubungiku ? " tanya Arya dari seberang telepon.


"Aku cuma mau bilang kalau aku tidak bisa ke restoran lagi, aku begitu capek sekali." ucap Ara menjelaskan.


" Tapi aku masih sibuk, aku mohon untuk hari ini saja Ra, aku janji kalau besok aku sendiri yang ke restoran" balas Arya dan langsung mematikan sambungan teleponnya begitu saja tanpa mendengarkan ucapan Ara sedikitpun.


"Dia itu pria yang sangat menyebalkan sekali . Padahal aku belum selesai bicara ,tetapi teleponnya sudah di matikan begitu saja. "gerutu Ara dengan amarah yang sudah di ubun-ubun.


"Terserah dia mau ke restoran atau tidak yang penting aku juga tidak akan pergi ke sana. Enak banget dong dia, aku yang hamil di suruh bekerja ,sedangkan dia dengan istri barunya yang menikmati hasilnya " gerutu Ara lagi dengan raut wajah yang masih marah.


Setelah itu dia tidur lagi, karena ini masih jam 05:00.


30 menit kemudian, Ara merasakan perutnya teramat sakit. Dia ingin bangun , akan tetapi dia tidak tahan dengan rasa sakitnya.


"Aduh,perutku sakit sekali ! Apa aku akan melahirkan ? Tapi usia kandunganku baru 7 bulan,tidak mungkin akan melahirkan sekarang. Lebih baik aku menghubungi seseorang agar ada yang mengantar ke rumah sakit. Kak Aris pasti baru sampai di pabrik . Jarak pabrik Kak Aris lumayan jauh, cuma rumah Kak Arya saja yang dekat dengan kontrakan ini. Lebih baik aku coba menghubungi dia,siapa tahu dia peduli dengan anak yang ada di dalam kandunganku."pikir Ara dihatinya.


Dia lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Arya.


Tidak begitu lama Arya langsung mengangkat panggilan telepon darinya.


"Ada apa lagi Ra? Aku sekarang lagi sibuk banget." kata Arya dari sebrang telepon.


"Kak Arya,tolong antarkan aku ke rumah sakit. Perutku sakit sekali,soalnya Kak Aris baru saja pergi ke pabrik. " ucap Ara

__ADS_1


"Aku lagi sibuk Ra, lagian waktu perkiraan kelahirannya kan masih jauh. Palingan usia kandunganmu masih 6 bulan. Perutmu terlihat besar sekali karena mengandung anak kembar. Istirahat saja sebentar paling sudah hilang sakitnya, nanti jangan lupa ke restoran ya! Karena aku benar-benar tidak bisa datang ke restoran." Arya langsung mematikan sambungan teleponnya lagi ,tanpa mendengarkan Ara bicara.


"Dia keterlaluan sekali, laki-laki tidak bertanggung jawab. Usia kandungan istrinya saja dia tidak tahu.Padahal aku bilang perutku sangat sakit, tapi dia tetap tidak peduli sedikitpun. Dengan anaknya saja dia tidak peduli,apalagi denganku. Apa dia tidak takut terjadi sesuatu dengan darah dagingnya? Kalau dia ada rasa peduli dengan anaknya ,aku bilang perutku sakit pasti dia sudah langsung khawatir. Tapi ini tidak ada rasa khawatir sedikitpun. Mereka semua keterlaluan sekali , begitu tega menyakiti wanita yang sedang hamil. Akan aku sumpahin agar hidup mereka tidak akan bahagia selama mereka terus menyakitiku dan selama mereka tidak menyadari kesalahannya sendiri. Semoga Tuhan membalas perbuatan mereka."Ara bicara menangis sambil menahan rasa sakit.


Dia kemudian menghubungi nomer Aris. Tanpa menunggu lama Aris langsung mengangkat panggilan telepon dari Ara.


"Hallo Ara ? Ada apa ? " tanya Aris dengan perasaan khawatir.


Saat Aris meninggalkan Ara,tidak tahu kenapa dia seperti tidak ingin meninggalkan Ara. Dia merasa tidak tenang meninggalkan gadis itu , walaupun hanya sebentar saja. Apalagi wajah Ara seperti begitu kelelahan. Di jalan dia merasa tidak tenang.


Dia lantas memutarbalikkan mobilnya dan menancap gas sekencang-kencangnya . Dia sudah tidak memperdulikan berkas-berkas penting itu lagi.


"Kak perutku sakit banget , apa Kakak bisa kesini"kata Ara dari sebrang telepon


Aris yang mendengar ucapan Ara matanya langsung terbelalak lebar.


Mendadak dia langsung panik,dia takut terjadi sesuatu dengan Ara, karena gadis itu sedang sendiri di kontrakan.


"Ara ,sabarlah dulu. Tunggulah Kakak sebentar. 30 menit lagi Kakak pasti sampai di sana." ucap Aris dan langsung mengakhiri panggilan telepon itu.


Tubuhnya gemetar dan bercampur dengan rasa panik yang semakin tidak menentu .Dia begitu khawatir dengan Ara.


"Bodoh ..bodoh...bodoh,harusnya aku tidak meninggalkan Ara sendiri . Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Ara, maka aku tidak akan memaafkan diriku sendiri."Aris memaki-maki dirinya sendiri.


Ara yang menunggu kedatangan Aris sampai ketiduran menahan rasa sakit.


Sedangkan Arya begitu bahagia jalan-jalan dengan keluarganya.


"Kak, ayo kita berphoto di situ. Pemandangannya yang di situ begitu indah." ucap Mika sambil menarik tangan Arya.


Dan Arya langsung mengikuti Mika


"Peluk dong Kak, biar mesra seperti yang lain."kata Mika begitu manja.


Arya langsung memeluk Mika dari belakang.

__ADS_1


Mereka pergi berlibur ke Pantai.


"Kak, kita menginap di hotel selama 2 hari ya ! Anggap saja kita lagi honeymoon. Mama dan Papa juga sudah setuju." ucap Mika sambil memeluk Arya dengan begitu manja.


"Tapi aku sudah janji sama Ara kalau besok akan ke restoran. " jawab Arya menjelaskan.


"Kalau begitu bilang saja sama dia kalau besok Kakak tidak bisa ke restoran. Kalau Kakak tidak mau menuruti keinginanku ini,maka aku akan memberitahu masalah pernikahan kita kepadanya."ancam Mika yang langsung mengambil ponselnya.


" Baiklah, aku akan menuruti ke inginanmu itu. Tapi jangan pernah memberitahu istriku masalah pernikahan kita. Aku janji akan selalu memuaskanmu ." Arya bicara dengan sebuah wajah masam vertikal


Mika langsung tersenyum lebar mendengar hal itu.


30 menit kemudian di kontrakan.


Aris langsung berlari menuju ke kamar Ara. Setelah sampai dia langsung membuka pintu kamar itu menggunakan kunci cadangan yang dia bawa.


"Ara...bagaimana keadaanmu ? Ayo kita ke rumah sakit " tanya Aris dengan wajah panik


Ara mengerjapkan matanya berkali-kali.


"Kakak ? Apa Kakak sudah lama datang ? " tanya Ara menatap Aris


"Aku baru saja sampai, ayo kita ke rumah sakit. Biar Kakak gendong ya ! " kata Aris yang sudah bersiap -siap ingin menggendong Ara,tapi tiba-tiba Ara menghentikannya.


"Tunggu Kak, "sambil memegang perutnya.


"Ada apa lagi ? " tanya Aris dengan alis mengerut dalam fokus.


"Perutku sudah tidak sakit lagi Kak,tapi kok celanaku seperti basah . "Ara lalu bangun dibantu Aris.


"Coba kamu periksa ke kamar mandi dulu. Mungkin saja tadi kamu tidak sadar kencing di celana."kata Aris menjelaskan


" Ya Kak,aku ke kamar mandi dulu." balas Ara dan Aris menunggu di depan kamar mandi.


" Pintunya tidak usah di kunci, nanti perutnya sakit lagi." ucap Aris dari luar Kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2