
1 minggu kemudian dirumah Mertuanya.
"Kenapa Mama Mertua tidak sembuh juga sih.. mau sampai kapan sih aku harus mencuci pakaiannya .. rasanya tubuhku pegal semua" gerutu Ara. Kepala dan alisnya mengarah kebawah dengan menunjukan muka masam.
Ara mencuci pakaian mertuanya sedangkan Arya lagi memasak didapur.
"Sayang..apa sudah selesai? Kalau sudah biar aku saja yang menjemurnya,kamu mandi saja dulu" ucap Arya sambil melihat istrinya
"Biar aku saja yang menjemurnya, Kakak juga kan harus pergi kerestoran " balas Ara merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa kok,lagian tidak akan ada yang memecatku " kata Arya mendekati istrinya dan langsung mengambil ember yang berisi cucian.
"Baiklah kalau begitu," Ara lalu pergi kekamar mandi.
Setelah selesai mandi mereka lalu sarapan bersama .
"Pa...Mama sebenarnya sakit apa? Kenapa lama sekali sembuhnya? Aku kasihan kepada istriku yang lagi hamil, dia mengerjakan semuanya sendiri dan mengurus Mama juga"ucap Arya yang sudah selesai sarapan
Papanya yang mendengar pertanyaan Arya langsung saja marah.
"Kamu ini keterlaluan sekali, kamu menginginkan Mamamu sembuh hanya ingin dia mengerjakan semua pekerjaan dirumah ini? Dia itu Mamamu bukan pembantu " Papanya bicara dengan nada yang tinggi. Matanya terbuka lebar dengan titik pupil yang tampak marah.
"Memangnya siapa yang bilang Mama pembantu? Hanya Papa sendiri yang tadi bilang seperti itu .Aku tidak menyuruh Mama mengerjakan semuanya, aku hanya berharap Mama sembuh agar ada yang membantu Ara ,karena dia lagi hamil" terang Arya sambil menatap istrinya
"Ara itu masih muda dan pasti masih kuat mengerjakan semuanya . Sedangkan Mamamu sudah tua ,sudah sakit-sakitan juga . Jadi biarkan saja dulu Ara yang mengerjakannya" Papanya bicara sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Sudah Kak,biarkan saja . Tidak baik bertengkar dengar orang tua " balas Ara sambil menumpuk piring sisa makanan tadi dan akan dibawa kedapur untuk dicuci.
"Sayang ,sini biar aku yang mencucinya . Kamu istirahat saja" kata Arya dan langsung mengambil piring yang dibawa istrinya.
Ara lalu pergi kekamarnya . Setelah Arya selesai mencuci piring dia juga menyusul istrinya kekamar.
"Sayang,aku mau kerestoran dulu ya..apa kamu mau ikut?" tanya Arya sambil mengecup kening istrinya.
__ADS_1
"Tidak Kak,aku dirumah saja " ucap Ara tersenyum
Arya lalu pergi kerestoran. Sedangkan Ara hari ini akan pergi mengecek pembangunan butiknya.
"Ma,Ara mau keluar sebentar ya ..mau belanja kesupermarket "ucap Ara melihat mertuanya yang lagi tidur sambil memainkan ponselnya.
"Nanti kalau pulang tolong belikan Mama buah jeruk ya.." kata Mama mertuanya yang tetap fokus keponselnya tanpa melihat ke arah Ara.
"Iya Ma" balas Ara dan langsung menutup pintu kamar mertuanya.
Ara lalu pergi dengan naik taksi. Sekitar 10 menit dia akhirnya sampai dilokasi .
Dari jauh sahabatnya itu melihat kedatangan Ara dan langsung menghampiri gadis itu.
"Ara..kenapa tidak bilang mau kesini? " tanya Bayu menghampiri gadis itu.
"Maaf aku lupa menghubungimu" jawab Ara cengar-cengir .
Bayu adalah sahabat Ara dari kecil. Bayu terlahir dari keluarga tidak mampu, dulu keluarganya setiap hari hanya jadi pemulung. Baru sekitar 1 bulan yang lalu kedua orang tuanya meninggal karena ditabrak oleh sebuah truk .
Bayu dari dulu selalu menganggap Ara sebagai dewi penolongnya. Itu karena Ara selalu menolongnya dari kecil. Dulu saat Bayu masih Sekolah ,jarak dari sekolah ke rumahnya sangatlah jauh. Dan Ara saat itu selalu memberikan dia tumpangan ,uang jajan, dan dia juga selalu memberikan pakaian bekas milik keluarganya yang masih lumayan bagus kepadanya. Pernah Bayu merasa kesulitan membayar uang SPP di Sekolahnya ,dia waktu itu menangis sepanjang hari karena takut dikeluarkan dari Sekolah. Lalu Ara membongkar celengannya dan setelah itu1 uangnya diberikan kepada Bayu.
Semenjak itu Bayu merasa berhutang budi kepada Ara. Sampai sekarang dia juga belum bisa membalas kebaikan gadis itu. Bayu baru saja di PHK karena perusahaannya pailit dan sekarang Ara membantunya lagi. Disaat dia bingung mencari pekerjaan ,gadis itu datang memberinya pekerjaan untuk mengurus butiknya. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan selalu bekerja dengan sangat baik.
Dari dulu, setiap Ara ada masalah pasti dia selalu curhat dengannya ,dan Bayu merasa kasihan pada gadis itu. Menurutnya gadis sebaik Ara tidak pantas menderita.
"Bay..Kapan kira-kira pembangunannya ini bisa selesai?" Ara bertanya dengan alis mata terangkat.
" Kira-kira lagi 2 minggu semuanya selesai kok"jawab Bayu tersenyum.
Mereka berbincang-bincang lumayan lama .
" Bay.. sepertinya aku harus pulang sekarang . Kalau terlalu lama takutnya mertuaku marah-marah,soalnya tadi aku bilang kepadanya mau pergi kesupermarket" terang Ara .
__ADS_1
"Kalau begitu tunggulah sebentar ,aku akan pergi mencari taksi" kata Bayu dan langsung pergi kepinggir jalan untuk mencari taksi.
Setelah mendapatkan taksi,dia langsung menghampiri Ara.
"Ara.. taksinya sudah menunggu didepan" ucap Bayu sambil melihat gadis itu.
" Baiklah ,kalau begitu aku pulang dulu ya.. " kata Ara dan langsung bangkit dari tempat duduknya.
" Hati-hati ya Ra,kalau ada masalah hubungi saja aku" ucap Bayu merasa khawatir karena Ara sedang hamil .
"Iya Bay,terimakasih" Ara bicara sambil tersenyum.
Sebelum pulang kerumah Ara mampir ke supermarket .
Setelah sampai dirumah dia langsung kekamar mertuanya untuk memberikan buah jeruknya.
"Ma..ini buah jeruknya ,aku taruh disini ya .." kata Ara dan langsung meletakkan dimejanya.
"Taruh saja disana " ucap Mama mertuanya yang lagi makan roti
Ara lalu keluar dari kamar mertuanya.
"Katanya sakit,tapi semua makanannya habis semua. Bahkan dari tadi makan terus. Sebenarnya sakit apa sih dia? Aku jadi penasaran dengan hasil rekaman CCTV yang aku pasang." gumam Ara dan langsung pergi ke kamarnya untuk mengecek rekaman CCTV.
Ketika Ara membuka rekaman itu,dia langsung terbelalak kaget. Dia menatap rekaman CCTV di hadapannya itu sambil mengedipkan bola matanya beberapa kali.
Disana terekam sangat jelas kalau Mama mertuanya tidak sakit. Direkaman itu dia bicara dengan suaminya kalau dia pura-pura sakit karena tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah dan agar banyak mendapat uang dari orang-orang yang datang menjenguknya.Disana juga terekam jelas kalau Mama mertuanya sering masuk ke kamar Ara dan memeriksa semua barang milik Ara. Saat tadi pagi Ara dan Arya bersih-bersih ,dia juga mengintip dari ruang tamu. Bahkan kemarin saat Ara keluar dengan Aris . Mama mertuanya olahraga di ruang tamu.
Ara begitu marah melihat semuanya . Mulutnya terkatup kedalam sebuah garis dengan garis menurun keras pada sudut.
"Dia ini sangat jahat dan seperti tidak memiliki hati . Sepertinya aku harus memberinya pelajaran besok ,agar semua tetangga dekat sini mengetahui kebusukan hatinya" gumam Ara tersenyum jahat.
Setelah itu dia langsung tidur siang .
__ADS_1