
Ara lalu menghampiri Aris
"Siapa yg menghubungimu? " tanya Aris menatap Ara
" Raka Kak , dia menghubungiku karena ingin mengajakku ketemuan sebentar. Katanya ada hal penting yg ingin dia sampaikan padaku"
" Apa selama ini kamu sering bertemu dengannya? tanya Aris merasa cemburu sambil mengerucutkan bibirnya.
"Aku sudah lama tidak bertemu dengannya.Bahkan aku saja baru mengetahui nomer ponselnya sekarang ini"
" Kakak tidak suka kamu berhubungan dengan laki-kaki pengecut seperti dia" kata Aris menatap intens mata Ara.
" Ara merasa grogi ditatap seperti itu. Dia langsung memanglingkan wajahnya. Alis dan mulutnya menunjukan kebingungan.
Aris sangat cemburu melihat Ara bersama laki-laki lain . Dia selalu menangis kalau jauh dari Ara. Saat jauh darinya ,Aris sering membayangkan Ara bermesraan dengan suaminya. Kadang membayangkan hal itu saja membuat dadanya rasanya sangat sakit . Kemarin Aris tahu kalau Arya tidak pulang kerumahnya dan dia juga tahu kalau Arya tidur dirumah Mika . Dia sengaja menyewa seseorang dan menyuruhnya memata-matai Arya . Saat mendengar kalau Arya tidur dirumah Mika ,hatinya sangat senang. Tetapi dia tidak berniat untuk ikut campur,dia akan membiarkan semuanya berjalan dulu. Karena dia juga masih memikirkan cara agar hak asuh anak Ara tidak jatuh pada Arya.
" Ara , tolong jangan dekat dengan dia ! Kakak tidak suka padanya. Katanya dia cinta sama kamu, tetapi dia malah membiarkan kamu menikah dengan pria lain .Kalau Kakak diposisinya pasti Kakak sudah menggagalkan acara itu bagaimanapun caranya . Coba kalau Kakak mengetahui kamu akan menikah dengan Arya ,pasti Kakak akan menggagalkannya . Kalau dia benar mencintaimu harusnya dia bisa sedikit memperjuangkan cintanya itu walaupun hasilnya gagal"
" Kakak memang benar,tapi izinkan aku bertemu dengannya untuk yg terakhir kalinya dan aku janji kalau setelah itu aku tidak akan berhubungan lagi dengannya " kata Ara dengan wajah serius.
"Baiklah ,Kakak izinkan kamu bertemu dengannya. Tetapi Kakak akan ikut. Nanti Kakak akan menunggumu dimeja lain"
" Kenapa tidak ikut gabung saja ? " tanya Ara dengan ekspresi wajah bingung.
" Kami tidak saling kenal. Dulu Kakak mengetahui dia karena kamu sendiri yg sering curhat sama Kakak. Raka juga sepertinya tidak mengetahui Kakak. Kakak juga males ikut bergabung dengannya "jawab Aris sambil mengambil remot tv.
Tiba-tiba Ara merebut remot tvnya dari tangan Aris
" Jangan menonton tv Kak !" kata Ara dengan cepat merebut remot tv itu dari tangan Aris.
Aris langsung kaget ,karena tiba-tiba remot tvnya direbut oleh Ara
__ADS_1
" Kamu bikin Kakak jantungan saja, memangnya kenapa kalau Kakak menonton tv ? " tanya Aris dengan mata terbuka lebar
"Nanti mertuaku marah Kak "kata Ara merasa tidak enak dengan Kakaknya
"Marah kenapa ? "tanya Aris bingung
Ara lalu memberikan rekaman yg kemarin dia rekam kepada Kakaknya.
Aris langsung tertawa terbahak-bahak. Sebenarnya dia marah ,tetapi dia tertawa karena menurutnya sikap keluarga Arya sangatlah lucu. Apalagi kalau Aris melihat ukuran TV milik keluarga Arya. Hanya melihat ukuran TVnya saja Aris sudah tertawa . Keluarga Arya masih menggunakan TV tahun 1980an dan bentuknya juga sangatlah kecil.
" Kenapa Kakak malah tertawa? " tanya Ara merasa bingung melihat sikap Aris
" Ara ,kamu tahu tidak ini tv tahun berapa ? " tanya Aris bertanya balik sambil tersenyum tipis
"Aku tidak tahu Kak, sebelumnya aku tidak pernah menonton tv . Jadi aku tidak tahu ini tv tahun berapaan" jawab Ara merasa heran dengan sikap Kakaknya yg tadinya marah dan sekarang malah tertawa.
" Ini tv tahun 1980an Ra. Dan ini TV yg bentuknya paling kecil tahun itu. Kakak saja belum lahir waktu itu. Tetapi Tv ini sangat panjang umur sekali berada disini. Kakak juga tahu dari Om dan Tante " kata Aris tertawa
" Pantas saja awet ,kan mereka tidak pernah menonton tv "
" Mereka itu pelit sekali ya Ra, kamu lihat saja barang-barang mertuamu . Semuanya barang lama. Dan ada juga yg tidak layak dipakai tetapi masih dipakai sama mereka" jawab Aris sambil melihat barang disekitar rumah itu.
" Kakak benar, tempat tidur mertuaku juga sudah tidak layak dipakai. Sudah kotor sekali dan ada yg sobek . Tetapi masih dipakai. Pernah Kak Aris mau membelikannya kasur tetapi mereka marah-marah. Katanya buang-buang uang saja. Hanya tempat tidur dikamar Kak Arya saja yg kasurnya bagus "
"Apa disini ada AC nya Ra ? " tanya Aris celingak -celinguk.
"Tidak ada Kak, hanya ada kipas saja dan itupun hanya ada dikamar Kak Aris saja"
" Pantesan dari tadi panas sekali, mereka sungguh pelit sekali . Padahal Arya memiliki Restoran yg sangat besar" kata Aris yg sudah banjir keringat.
Aris dari tadi sudah kepanasan dan apalagi sekarang lagi musim panas.
__ADS_1
"Kalau begitu Ara ganti baju dulu ya Kak. Soalnya Raka sudah mengirim lokasinya kepadaku" kata Ara dan langsung pergi kekamarnya
" Iya Ra"
Didalam kamar Ara begitu kesulitan menutup ritsleting bajunya yg bagian belakang.Aris yg tidak tahan berada diruangan itu langsung mengetuk pintu kamar Ara.
"Ara ,apa kamu masih lama didalam? tanya Aris sambil mengetuk pintu.
"Iya Kak,aku lagi kesulitan menutup ritsleting bajuku " kata Ara dari dalam kamarnya
"Kalau begitu biar Kakak yg bantu, Kakak boleh masuk Ra ? " tanya Aris dari balik pintu
Ara lalu membuka pintu Kamarnya. Setelah itu ,Aris kemudian membantu Ara menutup ritsleting bajunya. Saat Aris menutup ritsleting baju Ara,tiba-tiba mata Aris tertuju kesalah satu sandal milik Ara yg diberikan oleh Raka. Aris lalu mengambil sandal itu dengan ekspresi bingung.
"Ara..kenapa sandal ini bisa ada disini ?" tanya Aris dengan ekspresi wajah yg sangat bingung sambil menggosok dahinya.
" Itu sandal pemberian Raka,aku kan pernah cerita ke Kakak dan itulah sandal yg menyelamatkan aku"kata Ara tersenyum.
Aris malah ikut tersenyum mendengar itu.
"Apa kamu tidak ingat saat kamu baru mendapatkan pekerjaan ,kita pernah jalan-jalan didekat tempat kamu membuat foto prewedding. Saat itu aku ingin membelikan sebuah sandal ke kamu. Tapi kamu malah menolak dengan alasan kalau sandalnya sangat cocok jika dipakai saat menikah . Dan coba kamu lihat sandal ini, bukannya sandal ini sama persis dengan sandal waktu itu..apa kamu tidak mengingatnya? "
" Kakak memang benar, sandalnya memang sama persis. Tapi kenapa bisa kebetulan sekali ya Kak? " tanya Ara sambil meletakan jari tangannya dibawah dagu.
" Kakak juga tidak tahu, tapi mudah-mudahan saja kalau itu semua bertanda baik" kata Aris sambil mengusap kepala Ara.
"Aku sudah selesai Kak"jawab Ara melihat Kakaknya
" Ya sudah ,kalau begitu kita berangkat sekarang. Oh iya Ra, nanti jangan terlalu lama mengobrol dengan Raka ya.. karena setelah itu kamu harus periksa kandungan" jawab Aris
"Iya Kak ,tenang saja "sambil tersenyum lebar
__ADS_1
Mereka lalu pergi ke lokasi yg di kirimkan oleh Raka.