
Setelah selesai mandi mereka lalu makan bersama.Ketika selesai makan tiba-tiba ada yg memencet bel rumahnya .
" Sepertinya ada tamu Ra" kata Aris sambil melihat ke arah pintu
Ara lalu pergi untuk membuka pintu.
"Oh Tante Selly ,ayo mari masuk!" ucap Ara sambil mempersilahkan Tante Selly duduk.
" Ara.. tadinya Tante kesini mau menemani kamu sampai Arya datang. Tante merasa takut kalau nanti terjadi sesuatu sama kamu. Soalnya perutmu sudah sangat besar sekali , seperti akan mau melahirkan. Tapi Tante lihat sepertinya sudah ada yg menemanimu." jawab Tante Selly sambil melirik Aris yg lagi mengerjakan sesuatu dilaptopnya.
"Dia Kakak sepupuku Tante,Kak Arya meminta Kakakku untuk menemaniku malam ini ,karena dia tidak bisa pulang sebab pekerjaannya masih sangat banyak ,kemarin juga dia tidak pulang"terang Ara
"Oh .. dia Kakakmu,tapi Arya kok tega banget sama istrinya. Padahal istrinya lagi hamil,kalau kerjaannya banyak kan masih bisa dibawa pulang. Orang yang tidak ingat dengan istri nanti rejeki malah tambah susah. Tadi siang Tante juga dapat kesini,tetapi kamu tidak ada" jawab Tante Selly sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan sebelah tangannya.
" Tadi siang aku ke Restoran Kak Arya,setelah itu aku periksa kandungan"ucap Ara yg juga sudah banjir keringat karena kepanasan.
" Apa Arya yg mengantarkanmu periksa kandungan ? " tanya Tante Selly merasa penasaran dengan alis mata terangkat.
"Tidak,aku diantar oleh Kakakku. Aku permisi sebentar ya Tante" kata Ara dan langsung pergi kedapur untuk membuat minunan.
Setelah selesai dia langsung membawa minuman dan cemilan itu keruang tamu.
"Tante ,silahkan diminum dulu " ucap Ara dan pergi memberikan minuman ke Kakaknya juga.
" Terimakasih . Oh iya Ra, kamu yang kuat ya disini. Kalau mertua berbuat jahat dilawan saja" Tante Selly bicara seperti itu karena pernah berada diposisi Ara. Walaupun tidak separah dengan keadaan Ara sekarang. Menurutnya keadaan Ara lebih buruk dari keadaan yang dia alami dulu.
Aris dan Ara yg mendengar ucapan Tante Selly langsung terdiam.
" Kenapa Tante bicara seperti itu?" tanya Ara merasa penasaran dengan alis mata terangkat dan mata menjadi fokus menatap kearah Tante Selly.
Tante Selly lalu menceritakan semua yg dia alami kepada Ara. Aris dan Ara merasa kaget mendengar semuanya. Tetapi Ara hanya mendengarkan saja apa yg Tante Selly katakan ,dia tidak berniat menceritakan masalah rumah tangganya kepada orang lain. Karena dia tidak mengetahui sifat-sifat orang disini.
"Apa kamu pernah mengalami apa yg pernah Tante alami dulu? "tanya Tante Selly pura-pura tidak tahu. Padahal dia sudah tahu semua yg terjadi pada Ara karena rumahnya bersebelahan, jadi dia sering mengitip.
" Tidak Tante,aku tidak pernah mengalami semuanya" kata Ara berbohong dan Tante Selly tahu kalau Ara bicara berbohong.
__ADS_1
Tante Selly bisa memaklumi kenapa Ara berbohong.
" Ra.. Tante pulang dulu ya.. Tante tidak kuat berada disini ,disini panas sekali"ucap Tante Selly yg masih mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya.
"Iya Tante,terimakasih karena Tante sudah datang kesini" balas Ara tersenyum
" Ya sama-sama. Kalau ada masalah, kamu bisa mencari Tante atau menghubungi nomer Tante"kata Tante Selly tersenyum
"Ya Tante "
Setelah itu Tante Selly pergi dari rumah Arya. Ara yg melihat Kakaknya lagi sibuk langsung duduk disamping Kakaknya.
" Kak Aris .. Apa kerjaan Kakak masih banyak ? " tanya Ara menatap wajah Kakaknya begitu lama.
"Jangan ditatap terus ,nanti kamu malah jatuh cinta sama Kakak" ucap Aris sambil melihat laptopnya.
"Maksud Kakak apa ? " tanya Ara dengan rona wajah memerah.
Aris lalu mengulangi kata-katanya tadi.
" Siapa juga yang menatap wajah Kakak,dari tadi aku hanya menatap laptop Kakak kok" jawab Ara berbohong dan langsung memalingkan wajahnya.
"Tidak usah berbohong, Kakak sudah melihatnya sendiri kamu menatap wajah Kakak begitu lama . Bahkan sampai tidak berkedip sama sekali" ucap Aris tersenyum simpul.
Ara langsung mengalihkan pandangannya,menyembunyikan pipinya yang blushing.
" Kalau pekerjaan Kakak sudah selesai , Kakak bisa tidur dikamarku agar tidak kepanasan" kata Ara mengalihkan pembicaraan .
Aris yang lagi menyelesaikan pekerjaannya terkejut mendengar ucapan Ara.Mulutnya langsung mengkerut sambil menatap gadis itu.
" Aku tidur disini saja, kalau suamimu tahu kamu bisa mendapatkan masalah nantinya"terang Aris
" Tapi suamiku sendiri yg menyuruhnya Kak, soalnya hanya dikamar Kak Arya saja yg ada kipasnya. Kalau Kakak terlalu memaksakan diri tidur dikamar lain nanti Kakak malah jatuh sakit" ujar Ara dan langsung meninggalkan Aris yg masih melanjutkan pekerjaannya.
Dikamar Ara tidak langsung tidur, dia membuka laptopnya juga . Akhir-akhir ini dia merencanakan ingin membuka butik. Dia juga sudah meminta tolong kepada teman dekatnya untuk mencarikan lokasi yg cocok. Dia ingin menjadi penjual grosir pakaian branded. Dia masih memiliki uang tabungan dari hasil bekerjanya dulu,dan dari hasil menjual semua perhiasannya. Dia ingin memiliki usaha sendiri agar tidak terus-menerus bergantung dengan Kakaknya.
__ADS_1
Setelah selesai dia langsung merebahkan tubuhnya dikasur. Ara juga membuat pembatas dengan guling ditengahnya. Dia melakukan itu karena merasa takut kalau nanti malah terjadi sesuatu yg tidak di inginkan.
Diruang tamu Aris masih diam saja disana ,padahal pekerjaannya telah selesai.
" Apa dia gila, masak membiarkan istrinya tidur dengan laki-laki lain. Walaupun aku hanya Kakaknya tetapi itu hanya Kakak sepupu. Padahal selama ini aku sudah berusaha menahan nafsuku karena menghargai kalau dia masih memiliki seorang suami,tetapi tuhan malah memberiku cobaan yang lebih besar. Berada dalam satu ruangan dengan orang yg kita cintai sangatlah sulit" gumam Aris dihatinya.
Aris lalu masuk kekamar. Disana dia melihat Ara yg masih memainkan ponselnya.
" Rasanya seperti pengantin baru saja " gumam Aris dihatinya.
Dia memilih untuk tidur dibawah ,karena dia takut tidak bisa menahan nafsunya.
Ara yang menyadari kalau Aris tidur dibawah langsung bangun menghampiri Kakaknya.
"Kak,kenapa malah tidur dibawah? Nanti punggung Kakak bisa sakit. Tidurlah diatas " kata Ara begitu memaksa Aris.
" Tidak apa-apa ,Kakak akan tidur disini saja"balas Aris
" Kak aku mohon,aku tidak mau Kakak sakit karena aku"ucap Ara lagi
" Baiklah kalau begitu " kata Aris lalu bangun dan berbaring ditempat tidurnya
Sudah jam 24:00 ,tapi Aris dan Ara tidak bisa tidur sama sekali.
" Ara..kenapa kamu tidak tidur? " tanya Aris menatap Ara
" Aku tidak bisa tidur Kak,kalau Kakak sendiri kenapa tidak tidur? " tanya Ara bertanya balik.
" Kakak juga tidak bisa tidur. Oh iya Ra, bisa tidak guling pembatas ini disingkirkan? Tenang saja Kakak tidak akan melakukan apapun,Kakak hanya ingin memelukmu saja" ucap Aris sambil menatap wajah Ara.
Ara lalu menyingkirkan guling pembatas itu.
" Selamat malam,semoga tidurmu nyenyak malam ini" Aris mengecup kening Ara dengan lembut.
Keduanya tidur dibawah selimut yang sama dengan posisi Aris yang memeluk pinggang Ara dari belakang.
__ADS_1
Ara berusaha memejamkan mata, meskipun dadanya terus berdebar-debar tidak karuan.