
Pov Arya
Saat Mama memberi tahu kalau Ara akan melahirkan karena air ketubannya merembes ,aku langsung syok karena tidak percaya.
"Bagaimana itu bisa terjadi Ma? " kataku pada Mamaku dengan alis mata terangkat.
"Kata Aris kalau Ara seperti itu karena kelelahan. Lebih baik kalau kamu tidak usah kesana. Kalau kamu kesana,pasti mereka akan menyalahkanmu karena kamu menyuruh istrimu bekerja saat dia sedang hamil besar. " Mamaku bicara sambil menatapku
"Tapi aku memang salah Ma,karena begitu tega membiarkan istriku bekerja. Dan ini semua juga gara-gara kalian yang mengajakku liburan ,sedangkan istriku sedang hamil besar."ucapkuĀ sambil menyalahkan mereka.
" Terus sekarang mau Kakak apa? Apa Kakak akan menemui istri Kakak itu ? Istri Kakak sekarang ini pasti membutuhkan biaya begitu banyak, dan memangnya Kakak punya uang untuk membayar biaya persalinan istri Kakak itu? Apalagi anak Kakak lahir prematur ,dan pasti membutuhkan uang begitu banyak."balas Mika sambil duduk di sampingku.
"Arya , yang di katakan oleh Mika itu benar , biayanya pasti begitu besar. Dan lebih baik kamu tidak usah kesana. Setelah anak itu pulang baru temui Ara ,dan bila perlu kamu rebut hak asuh anak itu dari Ara."kata Mama dengan raut wajah kesal.
Mereka memang benar,aku tidak memiliki uang untuk biaya persalinan Ara. Dan pasti biayanya sangatlah besar.
"Buat apa merebut hak asuh anak itu dari Ara ?Aku akan membesarkan anak itu bersama dengan Ara."ucapku pada Mama
"Tapi Papa tidak menyukai Ara. Setiap ada dia selalu ada masalah dirumah kita."jawab Papa dengam alis mata rendah mendekati mata,dan tersimpul jelas yang membuat lebih banyak kerutan.
"Tapi aku mencintai dia,"aku bicara dengan raut wajah yang ikut marah.
Setelah pulang dari jalan-jalan , aku memutuskan akan pergi ke restoran. Dan Papa juga sudah pergi ke kebun. Aku memakai kemejaku dengan terburu-buru, tapi tiba-tiba aku mendengar suara teriakan Papa berteriak di luar
Aku dan Mika yang mendengar teriakan Papa langsung keluar .
__ADS_1
"Ada apa Pa? Bukannya Papa pergi ke kebun? Kenapa malah cepat sekali pulangnya ? "Aku bertanya dengan alis mata terangkat
" Sayuran Papamu di serang tikus tadi malam, semua sayuran kita rusak. Papamu gagal panen Arya" kata Mama dengan raut wajah begitu syok
"Sekarang Papa rugi 25 juta Arya" Papa terduduk lesu di sofa sambil meremas rambutnya dengan kuat.
"Kok tumben diserang tikus Pa? Biasanya tidak pernah seperti ini. Apa sayur milik tetangga juga seperti itu? " tanyaku lagi sambil fokus menatap Papa.
"Kebun milik tetangga tidak ada yang diserang tikus sama sekali.Hanya kebun Papa saja yang diserang oleh tikus, Papa juga merasa heran kenapa bisa seperti itu. Sekarang Papa bingung bagaimana caranya menanam sayur lagi, sedangkan modal tidak ada." Papa bicara dengan raut wajah terlihat frustasi. Mulutnya cemberut namun tegangan dikonsentrasikan dalam alis karena otak berusaha keras mencari solusi.
"Nanti aku akan coba minta tolong dengan Kakakku,siapa tahu Kakakku bisa membantu" ucap Mamaku sambil menatap Papa.
5 menit kemudian ...
" Kak Arya ," teriak Mika dari dalam kamar. Aku ,Papa ,dan Mama begitu kaget mendengar suara teriakan Mika.
"Mika, kamu ini kenapa sih malah ikut-ikutan berteriak seperti itu." Aku bicara dengan raut wajah marah, dan dengan nada yang tinggi.
"Kak aku lihat di FB lagi tersebar vidio pernikahan kita ."Mika bicara sambil memperlihatkan vidio yang lagi tersebar di FB .
"Bagaimana ini semua bisa terjadi ? Ini masalah yang sangat gawat. Kalau Ara dan keluarganya tahu masalah ini ,dia pasti akan minta cerai dariku."
aku bicara dengan dada naik turun.
"Bagus dong, lebih baik kamu cerai dari Ara. Istrimu itu penampilannya saja seperti orang kaya ,tapi nikah dengan kamu saja tidak membawa apapun, hanya membawa pakaian saja ke rumah ini. Berbeda dengan Mika ,dia kesini membawa begitu banyak uang dan perhiasan. Apalagi Kakaknya ,dia setiap hari hanya menemani istrimu saja,tidak pernah bekerja. Pasti semua keperluannya Aris ditanggung oleh orang tuanya Ara." Mama bicara dengan alis mata rendah mendekati mata,dan tersimpul jelas,yang membuat lebih banyak kerutan .
__ADS_1
"Sampai kapanpun aku tidak akan mau bercerai dari Ara. Hanya dia yang aku cintai."aku bicara dengan amarah memuncak hingga ke ubun-ubun.
Aku duduk lesu dan tanpa ada semangat.
" Kenapa begitu sulit untuk bersama dengan orang yang aku cintai. Padahal dia sudah menjadi istriku ,tetapi begitu banyak masalah yang datang dan menjauhkan kami. Bahkan semenjak Ara hamil ,aku tidak pernah tidur bersama dengannya. Setiap ada kesempatan ingin bersamanya,pasti ada saja yang menghalangi." Aku bicara di dalam hati sambil memasang wajah yang begitu kesal.
Kemudian aku menatap Mika dengan wajah yang merah padam.
"Ini semua pasti kerjaanmu, pasti kamu sengaja merekam semuanya agar aku dan Ara bercerai." aku menatap Mika dengan amarah bagaikan nyala api yang menyala berkobar-kobar.
"Kakak pikir aku wanita gila,mana mungkin aku mempermalukan diriku sendiri. Bahkan sekarang aku sendiri merasa malu untuk keluar rumah."Mika bicara denganku sambil memasang muka masam
Di rumah sakit...
Orang tua Ara lagi pergi membeli makanan,dan anak Ara di jaga oleh sepupu Ara yang kebetulan lagi datang menjenguknya.
Saat ini Aris lagi membatu Ara mandi,setelah itu dia membantu Ara menggunakan pembalut nifas.
Sebenarnya Ara merasa malu dan sangat menolak,tetapi Aris begitu memaksa.
Ketika Ara sudah selesai mandi,orang tuanya datang membawa makanan. Ara tidak menyukai makanan yang ada dirumah sakit ini,jadi orang tuanya membelikan makanan di luar untuk Ara dan untuk yang lainnya.
"Ra ,rekamannya sudah tersebar di FB tadi pagi. Dan masalah surat gugatan cerainya ,besok pengacara Kakak yang akan memberikannya kepada Arya. Dari semua bukti-bukti yang kamu kumpulkan selama ini ,hak asuh si kembar 100% akan jatuh kepadamu." ucap Aris sambil mengambilkan air minum untuk Ara.
"Bagaimana kalau Kak Arya tidak setuju bercerai denganku dan tidak mau menanda tangani surat cerainya ? " Ara bertanya dengan alis mata terangkat.
__ADS_1
" Itu tidak penting Ra, tidak masalah kalau dia tidak mau tanda tangan. Asal alasan cerainya memenuhi ketentuan yang diatur dalam undang-undang perkawinan. Dan kata hakim,kalau kamu itu sudah sangat memenuhi ketentuan undang-undang. Dan mungkin Papanya Arya akan terancam di penjara ,karena telah menipu Om dan Tante. Ini semua berkat kerja kerasmu yang begitu sabar menahan rasa sakit demi mendapatkan hak asuh si kembar. Mungkin orang lain menganggapmu bodoh, karena waktu itu kamu hanya diam saja saat Arya dan keluarganya menyakitimu. Tapi menurut Kakak kamu itu hebat. Kamu diam karena mencari bukti demi di kembar." Aris bicara sambil mengambilkan Ara air minum.
"Terima kasih Kak,ini semua juga berkat bantuan Kakak."ucap Ara tersenyum.