Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Kontrakan


__ADS_3

Halaman kontrakan itu lumayan luas. Di halaman itu ada sebuah bangku kecil, sahabatnya menunggu di bangku tersebut.


Arya langsung menghampiri sahabatnya itu .


" Ben.." ucap Arya sambil menepuk bahu sahabatnya dari belakang.


"Hey bro..ayo silahkan duduk." kata Beni kepada Arya.


" Terima kasih ya Ben. Oh iya perkenalkan ini istriku namanya Aranika " kata Arya sambil merangkul pundak istrinya.


"Aranika Kak ," balas Ara sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan sahabat suaminya.


"Wah! Istrimu cantik sekali ,kamu memang pinter memilih seorang istri " ucap Beni tersenyum


Sedangkan Ara merasa malu mendengarnya.


"Istrimu juga cantik, oh iya waktu ini kenapa tidak datang ke acara pernikahanku ?" tanya Arya dengan alis mata terangkat


"Hmm,waktu itu aku tidak bisa datang karena istriku kecelakaan . Maaf ya bro ! " Beni bicara dengan raut wajah yang sendu.


Arya yang mendengar hal itu begitu terkejut ,matanya membulat lebar dan mulutnya sedikit terbuka.


" Lalu bagaimana keadaannya sekarang? " tanya Arya dengan alis mata terangkat.


"Hmm,dia sekarang baik-baik saja. Hanya saja, karena kecelakaan yang menimpanya waktu itu , istriku jadi tidak bisa melihat . Dia mengalami kebutaan total di mata sebelah kirinya.Aku sudah membawanya berobat ke rumah sakit manapun ,namun hasilnya tetap sama. Setiap hari dia hanya dirumah saja dengan wajah yang murung,dan tidak pernah mau keluar dari rumah "tutur Beni bicara dengan air mata bisu.


"Hah? Memang bagaimana kejadiannya sampai dia kecelakaan ? Arya bertanya dengan raut wajah penasaran.


"Dia kecelakaan saat menyelamatkan anjing peliharaannya ,tetapi malah dia yang ditabrak oleh mobil tersebut" Beni bicara menunduk dengan raut wajah yang sedih


" Sabar ya Ben, mudah-mudahan istrimu bisa melihat lagi " Arya bicara sambil merangkul pundak sahabatnya


"Kak, aku punya seorang sepupu yang menjadi Dokter Mata. Namanya Dr.Bima,dia lulus dari University of Leicester medical school ,united kingdom. Dia sekarang memperoleh gelar master of medicine dari National University of Singapore . Kemarin ada teman sekantorku yang mengalami kebutaan yang mirib dengan istri Kakak, dan sekarang dia sudah bisa melihat dengan normal . "Ara menerangkan sambil memberikan kartu nama milik sepupunya.


Beni lalu memperhatikan kartu nama tersebut.


"Sekarang dia tugas di Singapura? " tanya Beni sambil memperhatikan kartu nama tersebut.


" Iya Kak, tapi dia ke Indonesia sebulan 2 kali . Coba dulu di bawa kesana Kak, siapa tahu cocok. " kata Ara menjelaskan.

__ADS_1


"Sejujurnya aku memang berencana ingin mencari sepupumu ini . Kemarin teman kantorku juga menawarkan hal yang sama denganmu." jawab Beni tersenyum.


" Kalau begitu coba dibawa kesana saja Ben, siapa tahu setelah dibawa kesana dia bisa melihat lagi" balas Arya


" Iya bro , nanti aku akan membawanya kesana. Oh iya ,ini kunci kamar kalian dan semoga kalian betah disini. " sambil memberi sembuah kunci kamar ke Arya.


"Terima kasih iya Ben " jawab Arya sambil memeluk sahabatnya. Dan Beni membalas pelukan Arya dengan senyuman.


"Ara,Arya ,kalau begitu aku permisi dulu ya! Beni berpamitan sambil tersenyum.


Setelah kepergian Beni, Arya lalu mengajak istrinya menuju ke kamar nomer 20.


"Ayo Ra " kata Arya sambil memegang tangan Ara.


Tidak begitu lama mereka telah sampai di kamar nomer 20. Arya memasukkan kunci itu dan ceklek! Suara itu, berarti kuncinya sudah terbuka. Dengan cepat Arya membuka pintu itu.


"Oh iya Ra,kamu masuk dulu ya! Aku mau pergi mengambil barang-barang kita yang ada di mobil " ucap Arya dan langsung meninggalkan istrinya .


Sekitar 10 menit ,Arya sudah selesai membawa semua barang-barangnya dan membersihkan kamar itu.


Karena begitu capek ,dia lalu merebahkan tubuhnya untuk sebentar.


Tiba-tiba dering ponsel Arya berbunyi keras diiringi dengan getaran pada nakas mengalihkan pikiran Arya dan Ara.Buru-buru dia mengulurkan tangan untuk meraihnya. Saat melihat kalau yang menghubungi adalah orang tuanya ,dia lalu menaruh kembali ponselnya.


" Hmm,Mama yang menghubungi,dan aku begitu malas bicara dengannya . Oh iya Ra , setelah ini aku harus lembur di restoran ,nanti kamu disini ditemani oleh Kak Aris tidak apa-apa kan? Tadi aku juga sudah menghubungi Kak Aris. Soalnya tadi aku meninggalkan pekerjaanku begitu saja, karena niatnya ingin menemani kamu makan malam saja , tetapi malah terjadi hal seperti ini " terang Arya


"Ya kak ,aku tidak apa-apa kok " kata Ara tersenyum tipis.


"Kalau begitu aku mau mandi dulu " Arya langsung menuju ke kamar mandi .


Setelah Arya selesai mandi ,dia lalu menyuruh istrinya untuk mandi .


Sekitar 9 menit Ara akhirnya selesai .


"Drrrtt....suara getaran ponsel milik Ara membuat Ara dan Arya terkejut. Ara lalu mengambil ponselnya yang terletak di atas meja. Ara melihat layar ponselnya,disana dia melihat kalau Aris menghubunginya.


"Hallo Kak,ada apa menghubungiku ? " tanya Ara dengan suara intensitas lirih.


"Ara,sekarang aku sudah ada didepan,kamarmu nomer berapa ? " tanya Aris dengan langkah kaki yang terus bergerak kesana kemari.

__ADS_1


Saat mendengar cerita Arya tadi,Aris begitu mencemaskan Ara. Bahkan Om dan Tantenya juga begitu mencemaskan putri mereka, sampai dia disuruh cepat-cepat menemui Ara.


Ara tidak langsung menjawab pertanyaan Kakaknya. Dia memberi tahu suaminya dahulu.


" Kak, tunggu saja dulu disana sebentar. Kebetulan sekarang Kak Arya akan berangkat bekerja " kata Ara dan langsung menutup sambungan telepon itu.


"Ara, aku berangkat dulu ya! " sambil mengecup kening istrinya


" Iya Kak,hati-hati di jalan ." balas Ara tersenyum.


Arya lalu keluar dari kamar itu.


3 menit kemudian...


Tok...tok...tok...pintu kamar Ara berbunyi.


"Ara, ini Kakak ." suara Aris terdengar dari balik pintu.


Ara lalu membuka pintu kamarnya.


"Ayo masuk Kak." kata Ara mempersilahkan Kakaknya masuk ke dalam.


Aris lalu masuk kedalam, setelah sampai di dalam Aris mengamati semua ruangan itu.


"Apa kamu tidak masalah tinggal disini? Ruangannya tidak terlalu besar ." ucap Aris yang masih mengamati ruangan itu.


" Tidak masalah kok Kak" balas Ara tersenyum.


" Padahal Kakak sudah meminta suamimu agar tinggal di rumah Om dan Tante ,tetapi dia tidak mau. Alasannya karena tidak enak " Aris bicara sambil mengamati wajah Ara.


" Tapi disini juga enak kok,aku juga merasa malu menumpang di rumah Ibu dan Bapak"jawab Ara dan langsung bangkit dari tempat duduknya . Dia lalu menuju ke dapur untuk membuat minuman untuk Kakaknya.


Setelah selesai Ara meletakkan kedua minumam beserta bakinya di atas sebuah meja kecil.


"Ara, memangnya apa yang terjadi ? Kenapa Arya sampai memutuskan pergi dari rumahnya sendiri? " Aris bertanya dengan alis mata terangkat. Walaupun Arya sudah menjelaskan,tetapi dia ingin mendengar penjelasan dari adiknya juga.


Ara lalu menceritakan semuanya.


"Hah? Mertuamu itu sungguh keterlaluan sekali . Bahkan anak sendiri saja di jelek-jelekkan,apalagi orang lain. Kasihan juga Arya memiliki orang tua seperti mereka. Tapi kamu hebat sekali,berani melawan mertuamu itu " kata Aris tersenyum bangga dengan adiknya sambil mengambil minuman yang ada dimeja.

__ADS_1


"Aku melawannya karena sudah tidak tahan dengan sifatnya Kak" terang Ara yang ikut mengambil minunan.


Mereka terus mengobrol,hingga mereka tidak sadar kalau sudah larut malam.


__ADS_2