Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Jerawat


__ADS_3

Besoknya..


Hari ini Aris mengajaknya ke acara ulang tahun sahabatnya. Ara mematut dirinya di depan cermin.


"Wajahku kenapa jadi kusam dan berjerawat ? " gumam Ara.


Semenjak hamil dan mengurus si kembar dia memang enggan melakukan perawatan.


Terlalu berpikir masa bodoh dengan penampilannya.


"Bagaimana kalau nanti aku terlihat jelek ? " Ara mulai resah,seandainya tidak bisa di tutupi maka lebih baik dirinya tidak usah pergi.


Aris mengamati raut wajah Ara yang tampak masam dari pantulan cermin. Wajahnya terlihat tidak ceria, seperti menyimpan rasa tidak nyaman.


"Ada apa sayang , sayang ? " tanya Aris sambil memegang kedua pundak Ara dengan telapak tangannya yang masih basah,karena baru saja keluar dari kamar mandi.


"Lihatlah wajahku terlihat kusam dan berjerawat. Bagaimana kalau nanti aku terlihat jelek ? " ungkap Ara sambil mengerucutkan bibirnya.


"Menurutku wajahmu itu terlihat begitu cantik ,walaupun tidak pernah memakai make up. Hanya satu jerawat tidak akan membuatmu terlihat jelek, dan itu juga hanya masalah kecil." Aris mencoba menenangkan perasaan Ara yang berlebihan hanya karena satu jerawat yang tumbuh di dagu.


Ara melirik Aris sambil mendengus. Bagi pria, mungkin hanya masalah kecil . Namun baginya,kepercayaan dirinya jadi hilang.


"Mudah sekali Kakak berbicara kalau ini hanya satu jerawat ."gerutu Ara dengan wajah cemberut.


"Sayang,aku bersumpah tidak ada yang berubah di wajahmu. Kamu masih sama seperti sebelumnya," terang Aris dengan sungguh-sungguh.


"Lebih baik Kakak pergi sendiri saja." ucap Ara kesal.


"Yang pasti kita akan pergi berdua, nanti aku yang akan mengatasi masalahmu itu " balas Aris menatap Ara.


~~


Tidak sampai setengah jam , ada seorang perias datang ke rumahnya.


Ara sampai melongo,dan tidak bisa berkata-kata dengan ide Aris yang mendatangkan seorang perias ke rumahnya.


Aris hanya duduk di ruang tamu bersama si kembar.


Tidak menunggu begitu lama Ara akhirnya selesai di rias,dan perias yang membantunya juga sudah pergi meninggalkan rumahnya.

__ADS_1


"Kak , aku sudah selesai." kata Ara dengan wajah berbinar. Bibirnya merah merona menyebabkan kesan sedikit dewasa di wajahnya,meskipun tidak mengurangi kecantikannya.


"Aris yang masih duduk di sofa sampai tidak mengedipkan matanya melihat sang kekasih yang luar biasa cantik. Sebenarnya hari-hari biasa juga cantik, hanya saja malam ini memang sedikit berbeda.


Dia memakai sebuah gaun berwarna merah dengan rok yang berbentuk duyung pada bagian bawahnya. Rambutnya yang di gulung dengan beberapa helai rambut bagian depan yang dibiarkan tergerai semakin menambah kesan manis wajahnya. Benar-benar membuatnya semakin terpesona. Bagi orang lain mungkin terlihat biasa , tapi di mata Aris dia bagaikan bidadari yang turun dari langit.


"Kak Aris , kenapa Kakak malah diam saja ? " tanya Ara dengan alis mata terangkat.


"Ah, tidak apa-apa . Kamu sangat cantik malam ini," puji Aris setelah tersadar dari rasa terpesonanya.


"Jadi malam-malam lainnya aku tidak cantik ? " tanya Ara,seketika bibirnya langsung cemberut.


Aris bangkit dari tempat duduknya, dan setelah itu dia melangkah mendekati Ara. Berdiri di depannya dengan jarak yang cukup dekat.


"Bukan begitu,sebelumnya kamu juga sudah sangat cantik. Tapi malam ini kamu terlihat seperti orang yang berbeda. Aku jadi tidak ingin pergi ke acara temanku.


Hati Ara merekah bagaikan bunga yang mekar di musim semi. Hati wanita mana yang tidak melambung tinggi meski sekedar mendapatkan pujian kecil.


"Kok tiba-tiba tidak ingin pergi ?memangnya kenapa ? " Ara bertanya dengan raut wajah yang tampak bingung.


"Aku hanya ingin kalau aku saja yang memandangmu seorang. Aku tidak rela pria lain melihatmu," sahut Aris sambil mengulurkan tangannya membelai wajah Ara.


"Untuk apa aku berdandan seperti ini, kalau hanya Kakak saja yang melihatnya ? Aku juga ingin di lihat oleh orang lain." tutur Ara .


Aris menghela nafas pelan, dia merasa menyesal sudah memanggil perias ke rumahnya.


"Ara ? Jangan macam-macam disana , dan jangan melirik pria lain." tegur Aris sambil menatap Ara.


Belum saja berangkat,tapi Aris sudah begitu takut kalau Ara akan menarik perhatian semua orang. Terlebih lagi pakaian yang di kenakannya sangat menunjang penampilannya.


Ara mencubit kedua pipi Aris dengan tawa renyah. Gemas sendiri melihat ekspresi Aris.


"Baiklah,mana mungkin aku berani macam-macam,"kata Ara tersenyum


Aris menarik tengkuk Ara semakin dekat dengan wajahnya. Warna bibirnya yang merah,dan aroma vanilla yang keluar pada tubuhnya begitu menggodanya.


"Kak Aris,apa yang akan Kakak lakukan ?" Ara menahan dada bidang Aris sebelum bibir mereka bersatu.


" Aku ingin menciummu," sahut Aris dengan jujur.

__ADS_1


" Jangan mendekat,Kakak bisa merusak riasanku." Ara mendorong dada Aris lebih kuat lagi hingga pria itu menjauh.


"Ara ? " pinta Aris dengan wajah memelas.


"Dasar mesum! Cepatlah bersiap-siap, karena aku sudah menyiapkan pakaian untuk Kakak" kata Ara dan dia langsung menghampiri si kembar.


"Wah , anak Ibu cantik sekali ! ucap Ibunya menghampiri mereka.


"Terima kasih Bu ! Tapi aku takut si kembar menangis . " jawab Ara sambil duduk di sofa .


"Kan sudah ada kami yang menjaga. Kalian bersenang-senanglah dulu." balas Ibu dan Bapaknya.


"Baiklah kalau begitu, dan kalau si kembar menangis hubungi saja kami." kata Ara menatap kedua orang tuanya.


"Si kembar tidak akan menangis ,karena jam segini adalah waktu tidurnya.Oh iya, kapan kalian berencana akan menikah ? Lebih cepat itu lebih baik." Bapaknya bicara sambil menatap Ara dan Aris.


"Kami rencananya akan menikah lagi 2 bulan Om. Menurut Om bagaimana ? " Aris bertanya sambil memakai kemeja.


" Kami setuju saja apapun keputusan kalian,yang penting kalian bahagia." balas Bapaknya yang merasa bahagia kalau mereka menikah.


7 menit kemudian...


"Om ,Tante kami akan pergi sekarang. Kami akan segera pulang kalau acaranya sudah selesai." ucap Aris.


"Wah ,kalian sangat serasi . Hati-hati di jalan ya ! " kata orang tuanya


Mereka tersenyum malu-malu mendengar ucapan Ibu dan Bapaknya.


Di rumah Ibu Intan..


Arya juga sedang bersiap-siap akan pergi ke acara ulang tahun sepupunya. Kebetulan teman Aris adalah sepupunya Arya. Dia pergi ke acara itu seorang diri, dia tidak mau mengajak Mika,karena dia sudah tidak menganggap Mika sebagai istrinya lagi, dan dia juga sudah mengajukan surat gugatan cerai di pengadilan agama. Apalagi kondisi Mika sekarang ini seperti orang yang tidak waras.


Dia tidak peduli dengan Papanya yang nanti marah-marah dengannya. Menurutnya yang menjalani pernikahan ini adalah dirinya,jadi buat apa mendengarkan Papanya.


"Kak Arya, aku ikut ya ? " Mika menghampiri Arya ,dia juga sudah bersiap-siap.


"Aku mau pergi sendiri, dari pada kamu ikut denganku ,lebih baik kamu pergi ke psikiater. Aku bosan mendengarmu setiap hari berteriak seperti orang gila. Atau kamu memang sudah menjadi gila ? " Arya mengejek Mika . Sedangkan Mika hanya diam saja.


"Arya ? Kenapa kamu bicara seperti itu dengan istrimu ? Kamu selalu membuatnya sedih." Papanya langsung marah kepada Arya.

__ADS_1


"Belain saja terus menantu kesayangan Papa. " Arya langsung meninggalkan Mika dan Papanya dengan perasaan yang sangat kesal.


__ADS_2