
Keluarga Ara langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Ara dan Bian. Setelah sampai mereka langsung menunju ke ruangan yang di beritahu oleh Arya.
Dari jauh mereka melihat Arya yang lagi memandang jenazah yang akan di pindahkan ke ruang jenazah.
Dalam seketika tubuh mereka langsung lemas.Mereka langsung menangis sambil berjalan ke arah Arya.
" Arya , ini jenazah siapa ? " teriak Aris sambil menangis .
"I_ini jenazah sopir pribadi Bian , " jawab Arya
Keluarga Ara yang mendengar itu akhirnya bisa sedikit bernafas lega.
Saat kejadian , mobil Arya berada tidak jauh dengan mobil Bian. Jadi dia tahu bagaimana kronologi kecelakaan itu.
" Lalu bagaimana keadaan Ara dan Bian ? " tanya Bapak Ara dengan wajah yang penasaran.
"Keadaan Ara dan Pak Bian sangat kritis dan sekarang mereka ada di ruang ICU." Jawab Arya menunduk , dan wajahnya juga terlihat sedih.
Mereka lalu melihat Ara dari depan pintu ICU.
"Arya ? Kenapa Ara dan Bian di tempatkan di ruangan yang sama ? " tanya Aris
"Itu permintaan sahabatnya Pak Bian sendiri. "Ucap Arya
"Ara,bangun nak ! Kami begitu menyesal karena sudah menyakiti hatimu. " Kata Bapaknya meneteskan air mata.
Tiba-tiba ada 12 orang pemulung masuk ingin menemui Ara. Sapam di rumah sakit itu sudah mengusir pemulung itu namun mereka tidak mau pergi. Dokter Virza yang melihat hal itu terpaksa mengizinkan mereka masuk.
" Tolong ,jangan membuat keributan disini ! Kalau kalian membuat keributan maka kami akan mengusir kalian dari sini," ujar Dokter Virza pada mereka
__ADS_1
" Iya Pak," sahut mereka
Mereka lalu berdiri di depan pintu ruang ICU sambil menangis.
" Kenapa kalian berdiri di ruangan putri kami ? " tanya Bapak Ara sambil menatap mereka
" Kami ingin menjenguk non Ara Pak, kami begitu sedih melihat keadaan non Ara." Ucap salah satu pemulung itu
" Apa kalian mengenal putri kami ? " tanya Bapak Ara merasa penasaran
" Siapa yang tidak mengenal dia Pak, dia itu seperti dewi penolong bagi kami. Berkat dia kami bisa makan dan menyekolahkan anak-anak kami. Kami setiap hari bekerja sebagai seorang pemulung. Nyari uang 2 .000 rupiah bagi kami itu sangatlah sulit. Walaupun kami mengumpulkan barang bekas sampai seharian ,tapi tetap saja kami kadang tidak makan. Mencari pekerjaan yang lain juga sangatlah sulit, apalagi kami bukan orang yang berpendidikan. Sekarang ini orang yang pernah duduk di bangku Sekolah saja sangat sulit mencari pekerjaan , apalagi kami yang tidak pernah belajar di Sekolah. Saat kami memungut sampah di depan butik non Ara , dia bahkan ikut membantu kami memungut barang bekas . Biasanya setiap kami bertemu dengan orang kaya ,mereka pasti merasa jijik pada kami . Tapi saat kami bertemu dengan non Ara , dia tidak pernah merasa jijik pada kami. Dan saat dia tahu berapa penghasilan kami dari memungut sampah, dia langsung meneteskan air matanya karena merasa kasihan kepada kami. Setelah itu dia mencarikan kami seorang guru yang pintar membuat kerajinan tangan dari barang bekas . Guru itu lalu mengajarkan kami cara membuat kerajinan tangan dari barang bekas agar bisa di jual lagi. Non Ara juga membantu kami menjual kerajinan tangan itu. Semenjak itu kehidupan kami jadi berubah. Biasanya kami jarang makan ,tapi sekarang kami setiap hari bisa makan ,dan menyekolahkan anak-anak kami. Kalau dia tidak ada bagaimana dengan nasib kami. " Tutur pemulung itu sambil menangis
Keluarga Ara begitu terkejut mendengar cerita dari pemulung itu. Mereka tidak menyangka kalau Ara selama ini sudah menyelamatkan hidup banyak orang.
" Non Ara , bangunlah non," ucap seorang pemulung sambil menangis. Mereka menangis melihat Ara yang terbaring lemah.
" Iya non, kami tidak kuat melihat non Ara seperti ini. " Kata salah satu pemulung yang lain
Dari pagi hingga sore terus -menerus ada orang yang menjenguk Ara.
Malam harinya ada 2 orang ibu-ibu dari Panti Asuhan ,dan 1 orang Ibu dari Panti Jompo datang menjenguk Ara dan Bian.
" Selamat malam Pak, Bu , kami datang ingin menjenguk non Ara dan Pak Bian." Terang mereka
" Silahkan Bu, " ucap Ibu Ara dengan wajah begitu sedih.
" Non Ara, Pak Bian, bangunlah ! Anak-anak di panti asuhan langsung menangis saat mendengar kalau kalian kecelakaan. Jangan terlalu lama tidur, kasihan bayi kalian ." Kata Ibu Rita sambil menangis.
Ibu Nining juga dari kemarin terus menangis melihat anak dan menantunya dalam keadaan kritis . Sedangkan di Villa si kembar di jaga oleh calon istrinya Arya , dan sepupunya Ara. Bayi itu terus menerus menangis merindukan Ibunya.
__ADS_1
Sepupu Ara langsung menghubungi Aris.
📞"Kak Aris , si kembar menangis terus. Kita bingung harus melakukan apalagi agar mereka diam." Ucap sepupunya
📞" Kalau begitu coba bawa mereka kemari, siapa tahu Ara bisa bangun saat mendengar suara tangisan si kembar, " jawab Aris
📞" Baik Kak, kalau begitu kami akan kesana sekarang juga." Balasnya
Tidak begitu lama si kembar sudah sampai di rumah sakit.
" Kenapa bayi ini di bawa kemari ? Apa kalian tidak tahu ,kalau di larang membawa bayi kemari," ucap Dokter Virza sambil menatap mereka.
" Tolong izinkan bayi ini bertemu Ibunya sebentar saja, bayi ini terus menerus menangis dan tidak mau diam sama sekali ," ujar Aris
" Hmmm , bagaimana ya ? Jujur saya jadi bingung , karena ini adalah peraturan dari rumah sakit ini. Tapi saya akan memberi izin untuk malam ini saja ,dan besok kalian tidak boleh membawanya kemari lagi ." Kata Dokter Virza
" Baik Dok," jawab Aris
Aris dan Ibu Nining lalu membawa bayi itu masuk ke ruangan Ara. Saat bayi itu melihat wajah Ibunya , bati itu terus menangis. Suara tangisannya menggema di ruangan itu.
" Ara ,Bian , bangunlah ! Kasihan si kembar yang terus -menerus menangis karena merindukan kalian," ucap Aris sambil menatap Ara dan Bian secara bergantian.
Di alam bawah sadarnya , Ara bisa mendengar suara tangisan bayinya . Dia bisa merasakan kalau bayinya ada di dekatnya.
Sebenarnya Ara ingin membuka matanya ,dan menyadarkan dirinya, tapi dia begitu kesulitan sekali. Kelopak matanya terasa berat saat diangkat, dan anggota tubuhnya yang lain juga begitu sulit untuk di gerakkan.
" Ara ,bangunlah ! Si kembar sangat merindukanmu." Ucap Aris sambil mengusap lembut puncak kepala Ara.
Ara ingin sekali bangun dan memeluk bayinya itu. Namun dia begitu kesusahan sekali untuk bangun.
__ADS_1
"Bian ,Ara , bangunlah nak . Jangan terlalu lama tidur ! Kalian masih memiliki tanggung jawab terhadap si kembar," balas Ibu Nining sambil menangis.
Tiba-tiba Ibu Nining melihat jari tangan Bian yang mulai bergerak. Tanpa pikir panjang , Aris langsung menekan tombol untuk memanggil dokter agar segera datang ke ruangan itu.