
Setiap bertemu dengan Ara ,Aris tidak pernah lupa untuk mengelus perut Ara dan berbicara pada bayi yg ada didalam kandungan Ara. Bayi yg ada didalam kandungan Ara juga sekarang sudah mulai merespon setiap Aris mengajaknya berbicara.
Setelah sampai di depan rumah mertuanya Ara lalu berterima kasih kepada Aris
" Kak Aris,terima kasih ya atas semuanya . Kakak sudah repot-repot menyiapkan semuanya untukku ditambah dengan memberi kado segala" kata Ara menatap Kakaknya.
"Ya sama-sama" jawab Aris sambil mengusap kepala Ara
Aris kemudian menundukkan kepalanya ke arah perut Ara , lalu dia mengelus perut Ara dan bicara dengan bayi yg ada didalam kandungam Ara.
" Apa Kakak tidak bosan mengelus perutku ? " tanya Ara sambil memasang ekspresi wajah yg sangat heran .
Aris yg mendengar itu langsung mengangkat kepalanya dan memandang wajah Ara.
" Untuk apa merasa bosan... didalam perutmu ini ada malaikat kecil . Walaupun dia masih didalam kandungan ,tetapi dia bisa mendengar apapun yg sekarang kita bicarakan. Jadi kamu juga harus sering-sering mengajak bayimu berbicara" kata Aris menatap Ara.
"Aku hanya merasa heran saja. Karena suamiku sendiri tidak pernah mengelus perutku,tetapi Kakak hampir setiap hari mengelus perutku" jawab Ara sambil mengelus perutnya
"Mungkin suamimu sangat sibuk, jadi tidak sempat berpikir kesana. Apalagi sekarang Restorannya bermasalah dan karyawannya banyak yg diberhentikan. Kamu sekarang kan lagi hamil jadi jangan terlalu stres memikirkan hal seperti itu, kalau suamimu seperti itu dicuekin saja. Kalau kamu terlalu stres kan malah kasihan bayi yg ada didalam kandunganmu dan wajahmu juga nanti menjadi cepat tua kalau terlalu banyak berpikir. Sekarang saja sudah terlihat sangat tua " kata Aris mengerjai Ara sambil mencubit pipinya.
"Masak sih Kak...Kakak pasti cuma mengerjaiku kan ? " jawab Ara sambil bercermin menggunakan ponselnya
Aris yg melihat Ara bercermin langsung tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Ara yg melihat itu ekspresi wajahnya langsung berubah cemberut.
" Aku kedalam dulu ,terima kasih sudah mengantarku" balas Ara dengan ekspresi wajah cemberut .
Saat akan membuka pintu mobil tiba-tiba tangannya ditarik oleh Aris.
" Tunggu dulu Ra, Kamu marah sama Kakak ya? Kakak cuma bercanda kok . Jangan cemberut begitu dong. Coba lihat wajah Kakak " sambil menangkup wajah Ara dengan kedua tangannya.
Ara lalu menatap wajah Kakaknya.
__ADS_1
"Menurut Kakak wajahmu itu sangat cantik dan Imut. Bahkan di usiamu yg sekarang ini kamu masih terlihat seperti anak ABG"kata Aris sambil mengecup kening Ara dengan begitu lembut.
Sedangkan Ara yg mendengar pujian itu wajahnya tersipu malu dan hatinya langsung berbunga-bunga.
"Masuklah,kalau nanti ada masalah langsung hubungi Kakak"
" Iya Kak, terima kasih untuk hari ini " jawab Ara sambil membuka pintu mobil.
Setelah itu Ara langsung pergi kedapur untuk memasak . Selesai memasak dia pergi ke kamar Mama mertuanya.
" Ayo bangun dulu Ma ,ini sudah sore . Apa Mama mau mandi sekarang? Kalau Mama mau mandi sekarang ,nanti biar Ara siapkam air hangat " kata Ara sambil merapikan kamar mertuanya.
" Mama sudah mandi,tadi Tante Ami yg kesini membantu Mama mandi. Kamu sudah selesai memasak ? " tanya Mama mertuanya menatap Ara.
" Sudah Ma, baru saja selesai" jawab Ara
" Kalau begitu ambilkan Mama makanan, perut Mama sangat lapar " kata Mama mertuanya
Didapur Ara berbicara sendiri.
" Kenapa dia tidak sembuh juga... Apa obat yg diberikan oleh dokter tidak mempan untuknya" kata Ara berbicara sendiri sambil mengambil makanan.
Mama mertuanya memang berada dikamar saja,alasannya karena kepalanya masih sakit dan tidak kuat berjalan. Jadi suaminya dan Papa mertuanya hanya menyuruhnya istirahat saja.
Setelah selesai membawakan sarapan untuk Mama mertuanya ,dia lalu menyiapkan sarapan untuk Papa mertuanya juga .
Ketika semuanya sudah selesai Ara lalu pergi mandi. Saat sudah selesai mandi,Ara hanya diam saja dikamarnya dan itu membuatnya sangat bosan. Kemudian dia pergi ke ruang tamu untuk menonton tv.
" Selama ini aku tidak begitu suka menonton acara tv , karena dirumah Ibu selalu ada teman ngobrol . Mau pergi tidur tetapi mataku belum mengantuk. Dan ini juga baru jam 18:50. Mama dan Papa mertua juga sudah pergi kekamarnya untuk tidur. Lebih baik menonton tv saja dari pada bosan " kata Ara berpikir sendiri.
Dia lalu menonton tv diruang tamu. Saat sedang asik dengan acara tv ,tiba-tiba Papa mertuanya keluar dari kamarnya dan langsung mencabut kabel colokan TVnya.
__ADS_1
Ara nampak kaget,matanya membulat dengan sempurna dan mulutnya ternganga.
" Papa.. aku lagi asik menonton acara TV, tapi kenapa kabel colokannya malah dicabut ? " tanya Ara dengan ekspresi wajah yg begitu bingung .
" Ara ..ini sudah malam. Lebih baik tidur . Tidak usah menonton TV segala karena bayar tagihan listrik itu sangat mahal. Papa tidak ada uang untuk membayar listrik, jadi kamu tidak boleh menonton TV. Kalau kamu menonton TV nanti tagihan listriknya sangat mahal apa kamu mau tanggung jawab..sedangkan kamu sendiri sekarang lagi hamil dan tidak bisa bekerja" kata Papa mertuanya marah
" Tapi Kak Arya bilang kalau tagihan dirumah ini dia yg membayar " jawab Ara menatap mertuanya
" Mana pernah suamimu membayar tagihan dirumah ini "
" Terus untuk apa ada TV dirumah ini kalau tidak boleh menonton TV ? tanya Ara dengan raut wajah bingung.
" Biar tidak malu sama tetangga, kalau tetangga tahu disini tidak ada TV nanti kami diejek seperti dulu. Mereka pasti akan bilang begini ,padahal anaknya mempunyai restoran tetapi untuk membeli TV saja tidak bisa . Pasti mereka semua akan terus bicara seperti itu.Nanti kalau keluarga jauh Papa kesini berkunjung baru TVnya boleh dinyalakan dan kamu baru bisa menonton sepuasmu kalau mereka datang berkunjung kesini. Dan jangan lupa matikan lampunya juga" jawab Papa mertuanya dan langsung pergi kekamarnya.
Ara yg melihat itu hanya diam karena terkejut dengan semuanya.
" Mau menonton TV saja harus menunggu keluarga jauh yg datang. Dirumah Bapakku Kak Aris menonton TV sepuasnya tidak pernah dilarang. Bahkan Bapak dan Ibu juga kadang ikut menonton. Disini mau menonton TV saja harus menunggu keluarga jauhnya datang kemari. Mereka pelit sekali " kata Ara dengan ekspresi wajah kesal
Tiba-tiba Papa mertuanya berteriak.
"Ara ...cepat tidur dan matikan lampunya " kata Papa mertuanya berteriak dari dalam kamarnya.
" Iya Pa, sekarang aku matikan " jawab Ara dan langsung mematikan semua lampunya.
Dia langsung masuk kedalam kamarnya,karena dia sangat takut dengan kegelapan.
Saat tadi Papa mertuanya mencabut kabel colokan TVnya . Ara diam-diam merekam ucapan Papa mertuanya menggunakan ponselnya.
"Aku bingung ucapan siapa yg benar . Kata Kak Arya kalau semua tagihan di rumah ini dia yg membayar, tapi tadi Papa mertua bilang kalau Kak Arya tidak pernah membayar tagihan dirumah ini. Lebih baik aku tunjukan rekaman ini kepada Kak Arya nanti saat dia sudah pulang kerja" kata Ara
Dia lalu mengecek ulang rekaman tadi.
__ADS_1