
Dijalan menuju kerumah mertuanya, Arya mengalami sedikit kecelakaan . Arya memacu mobilnya dengan kecepatan yg tinggi lalu di tengah jalan yg sepi tiba-tiba ada seekor anjing yg mau lewat dan Arya hampir menabrak Anjing itu. Arya yg melihat ada Anjing yg mau lewat langsung banting setir kekanan hingga menabrak sebuah pohon besar. Kepalanya mengeluarkan banyak darah akibat benturan saat menabrak pohon tadi. Tapi Arya tetap melanjutkan perjalanannya menuju kerumah mertuanya .
Setelah sampai dirumah mertuanya dia langsung mengetuk pintu rumah itu . Dan tidak begitu lama Ibu mertuanya membuka pintu itu. Ibu mertuanya begitu kaget melihat Arya mengeluarkan banyak darah dikepalanya.
"Ibu .. aku mau bertemu dengan istriku, tolong izinkan aku menemuinya ! " Arya yg berkali-kali mau jatuh memohon dengan Ibu mertuanya
"Arya.. kepalamu terluka dan mengeluarkan banyak darah nak. Lebih baik diobati dulu lukanya biar tidak bertambah parah " kata Ibu mertuanya lalu memapah tubuh Arya dan mengajaknya masuk kedalam .
"Aris ..tolong bantu Tante " Ibu mertuanya berteriak memanggil Aris yg lagi mengobrol dengan Aranika dan Omnya
Aris yg mendengar panggilan Tantenya langsung menghampirinya. Ketika melihat Tantenya memapah Arya yg terluka dia langsung berlari untuk membantu Tantenya.
"Tante.. kenapa Arya terluka begitu.. kepalanya juga mengeluarkan banyak darah " Aris bertanya kepada Tantenya
" Tante juga tidak tahu Ris ,baru membuka pintu Tante sudah melihat Arya seperti ini" Tantenya merasa binggung
Aris membawa Arya yg sudah pingsan kekamar Aranika, sedangkan Aranika dan Om nya yg melihat itu juga begitu kaget.
"Kak Aris... kenapa dengan Kak Arya ? " tanya Ara begitu khawatir melihat Arya yg terluka begitu
"Aris ..kenapa dengan Arya ? " Om nya juga ikut bertanya
"Aku tidak tahu Om, tadi Tante mendengar ada yg mengetuk pintu . Setelah pintunya dibuka Arya sudah seperti ini "
"Lebih baik kita bawa Arya kerumah sakit saja " kata Omnya dengan khawatir
Tapi tiba-tiba Arya sudah membuka matanya dan langsung bangun.
"Pak .. tidak usah bawa saya kerumah sakit , saya tidak apa-apa. Saya kesini ingin meminta maaf ke Ara karena saya sudah menyakiti hatinya" Arya langsung berlutut dikaki istrinya.
__ADS_1
" Tapi kepalamu mengeluarkan banyak darah nak, kalau tidak dicek kerumah sakit takutnya ada luka dalam " mertuanya begitu cemas melihat keadaan Arya.
"Iya Kak,kita kerumah sakit dulu ya " Ara juga begitu cemas melihat suaminya
"Kalau aku lihat dari luka dikepalanya sepertinya Arya habis kecelakaan, sebaiknya kita segera bawa dia kerumah sakit , takutnya ada luka dalam" Aris lalu memapah tubuh Arya lagi dan membawanya kemobil.
Aris melihat bagian depan mobil Arya mengalami penyok ,dan kaca mobil depan pecah.
"Arya sepertinya habis menabrak sesuatu " mertuanya menunjuk ke mobil Arya
Mereka lalu membawa Arya kerumah sakit terdekat. Dalam perjalanan menuju kerumah sakit , tangan Arya selalu menggenggam tangan Aranika dengan erat.
Setelah sampai dirumah sakit, dokter langsung memeriksa keadaan Arya. Beruntung kata Dokter kalau Arya hanya mengalami luka ringan saja dan dia langsung diperbolehkan untuk pulang .
Mereka membawa Arya kerumahnya karena Arya menolak untuk diantar kerumah orangtuanya.
Saya sudah mengecewakan kalian. Saya sudah menyakiti Aranika, tolong berikan saya kesempatan . Saya merasa begitu bodoh karena langsung percaya dengan perkataan Mama. Mulai sekarang saya berjanji akan lebih percaya ke Aranika . Kalau Aranika tidak mau memaafkan saya karena tidak menyukai sifat orang tua saya,maka saya bersedia untuk keluar dari rumah itu "
"Kalau saya menyuruhmu untuk tinggal disini demi Aranika apa kamu bersedia.." Tanya Bapak mertuanya
"Ya, saya bersedia Pak" Arya berlutut dan berbicara yg jujur.
Semua yg mendengar itu langsung memaafkan Arya.
"Baiklah, sekarang bangunlah! Bapak akan memberimu 1 kesempatan . Tolong jangan sakiti lagi anak Bapak ! "
"Ya Pak,saya berjanji "
"Tinggal lah disini dulu untuk beberapa hari,agar Ara sedikit tenang dan agar orangtuamu menyadari kesalahannya. Bapak tidak bisa memaksamu untuk tinggal disini tapi kalau kamu mau tinggal disini ya silahkan saja . Pintu rumah Bapak selalu terbuka untuk kalian " sambil menatap Arya dan Ara
__ADS_1
"Ya Pak, saya akan tinggal disini untuk beberapa hari. Tapi kalau Ara ingin tinggal disini selamanya maka saya juga tidak akan melarangnya "
"Ya sudah , lebih baik kalian beristirahat. Ini sudah jam 02:25 " kata Mertuanya
"Ara.. ajak suami mu kekamar untuk istirahat " kata Aris karena dia juga sudah mengantuk
"Ya Kak" sambil berdiri
Aranika lalu mengajak suaminya kekamar.
" Kak ..lebih baik Kakak tidur,karena aku juga sangat mengantuk " Ara tidur memunggungi suaminya
Ara sebenarnya masih marah sama suaminya tapi dia berusaha untuk memaafkannya demi anak yg ada didalam kandungannya. Kalau dia bercerai dengan Arya maka kasihan nasib anaknya . Ara hanya memikirkan nasib anaknya untuk kedepannya.
Arya yg melihat kalau Ara memunggungi dirinya langsung mengerti kalau Ara masih marah dengannya. Arya langsung mendekati Aranika dan memeluk istrinya dari belakang .
"Ara.. tolong maafkan aku! Aku sudah salah sama kamu. Tadi aku begitu khawatir sama kamu karena tumben sudah malam tapi kamu belum pulang. Berkali-kali aku mondar-mandir didepan rumah karena khawatir denganmu. Sempat aku menyuruh sepupuku untuk mencarimu kesana karena kebetulan dia lewat sana tapi kata sepupuku kalau kamu tidak ada di tempat kerjamu. Aku lalu menghubungi nomermu tapi yg mengangkat Kak Aris. Aku yg tidak mengenal Kak Aris langsung percaya kalau kamu selingkuh. Maafkan aku Ara..aku mohon " Arya menangis sambil memeluk Aranika.
"Tapi aku sudah menelpon Kakak tapi tidak diangkat. Aku juga sudah mengirimi Kakak pesan tapi tidak dibalas"
"Tapi tidak ada pesan masuk bahan tidak ada panggilan masuk di ponselku" sambil menyerahkan ponselnya ke Aranika.
Aranika juga menyerahkan ponselnya ke Arya
"Jangan-jangan ini semua kerjaan Mama! Mama memang keterlaluan . Ara tolong maafkan aku .. aku sayang banget sama kamu. Aku sangat merindukanmu " sambil memeluk istrinya
"Iya Kak ,aku sudah memaafkan Kakak "
mereka lalu tidur saling berpelukan.
__ADS_1