Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Menculik Ibu Nining


__ADS_3

Besoknya ...


Hari ini Ara keluar dari rumah sakit.


"Sayang, aku ingin cepat-cepat sampai di Villa. Aku rasanya kangen banget dengan si kembar. " Ucap Ara yang langsung masuk ke dalam mobil.


" Aku juga kangen banget dengan mereka," balas Bian langsung yang menghidupkan mobilnya.


" Pasti Ibu sangat kerepotan mengurus si kembar sendirian. Tapi entah kenapa perasaanku jadi tidak enak," jawab Ara dengan raut wajah yang terlihat cemas.


" Kamu tenang saja, mereka pasti baik-baik saja. Karena kemarin aku dapat menghubungi Ibu, dan aku juga sudah mencari pembantu rumah tangga agar ada yang membantu Ibu." Sahut Bian.


Akan tetapi Ara malah melamun.


"Sayang , kamu kenapa ?Β  Kamu juga belum cerita mengenai masalah kemarin,"kata Bian


Akan tetapi Ara tidak mendengar ucapannya, pikiran gadis itu seperti berada di tempat lain.


" Sayang , kamu sebenarnya kenapa ? " tanya Bian sambil menyentuh bahu Ara.


"Maaf ,tadi kamu bicara apa ? " tanya Ara menatap Bian


" Sayang, ada masalah apa ? Aku berkali-kali mengajakmu bicara ,tapi kamu hanya diam saja." Ucap Bian sambil menatap Ara .


Air mata Ara langsung tumpah begitu saja.


" Maafkan aku Bian, sepertinya kita tidak berjodoh. " Sahut Ara sambil menangis


" Kenapa bicara begitu ? " tanya Bian pura-pura tidak tahu.


" Ibu meminta agar aku menikah dengan Kak Aris. Aku sudah menolak , tetapi dia mengancam ingin melukai dirinya sendiri." Ara bicara sambil menangis


" Sayang, tenangkan dirimu dulu. Nanti setelah sampai di Villa kita cari solusinya sama-sama.Masak mau bertemu si kembar malah menangis. Mereka pasti sangat sedih jika tahu Ibunya menangis. Walaupun mereka hanya seorang bayi tapi mereka bisa merasakan kesedihan Ibunya, dan itu karena kalian memiliki ikatan batin," hibur Bian sambil memberikan tisu kepada Ara.


Ara akhirnya berhenti menangis, dan langsung tersenyum ke arah Bian.

__ADS_1


Setelah sampai di Villa ,Β  Ara dan Bian langsung masuk ke dalam.


" Sayang , kok sepertinya sepi sekali." Ucap Ara yang langsung menuju ke kamarnya.


" Iya kamu benar, di kamar juga mereka tidak ada.Β  Apa mungkin mereka sedang keluar ? " tanya Bian dengan alis mata terangkat .


" Coba hubungi nomer Ibu," kata Ara memberi saran.


Bian lalu menghubungi nomer Ibunya, akan tetapi yang menjawab malah seorang laki-laki.


πŸ“ž" Halo, ini siapa ? Kenapa kamu membawa ponsel Ibuku ? " tanya Bian dengan wajah yang begitu cemas.


πŸ“ž" Bian, tolong Ibu nak ! Ibu di culik oleh Aris," teriakΒ  Ibunya dari seberang telepon


πŸ“ž" Apa yang kamu lakukan dengan Ibuku ? Lepaskan dia ! " hardik Bian


πŸ“ž" Aku akan melepaskan Ibumu, tapi dengan satu syarat kamu harus menyuruh Ara untuk pulang ke rumahnya,karena orang tuanya meminta kami untuk segera menikah, dan setelah kami menikah kamu tidak muncul di hadapan Ara." Ancam Aris dari seberang telepon


πŸ“ž" Berani kamu menyakiti Ibuku,maka aku akan hancurkan hidupmu," ancam Bian dengan wajah merah padam.


Mata Ara langsung terbelalak lebar mendengar ucapan Aris, dan dia langsung mengambil ponsel Bian.


πŸ“ž"Kenapa Kakak jadi berubah ? Dulu Kakak selalu mengerti aku, tapi sekarang sifat Kakak malah berubah jadi orang yang sangat jahat. Kalaupun kita menikah ,maka Kakak hanya memiliki ragaku ,karena hati dan jiwaku sepenuhnya sudah menjadi milik Bian." Kata Ara sambil meneteskan air mata.


πŸ“ž"Aku seperti ini karena begitu mencintaimu ,setelah kita menikah aku akan membuatmu jatuh cinta lagi kepadaku. Sekarang pulanglah, karena Om ,dan Tante sudah menunggu kita. Lagi 4 jam kita akan menikah,dan kalau kamu tidak pulang maka aku tidak akan melepaskan Ibu Nining ,"ancam Aris yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Air mata Ara langsung mengalir deras di pipi mulusnya.


"Bian, maaf karena aku harus pulang . Mungkin kita memang tidak berjodoh, tolong biarkan aku pergi. " Ucap Ara yang terus menangis tanpa henti.


" Tapi aku tidak mau kamu menikah dengan Aris , aku mohon jangan tinggalkan aku! " balas Bian memeluk Ara sambil mengeluarkan air mata.


" Tapi kita tidak bisa jadi orang egois yang hanya mementingkan kebahagian kita saja. Ibumu,dan kedua anakku sekarang ini bersama dengan Kak Aris. Tolong biarkan aku pergi ! " jawab Ara sambil menangis terisak-isak.


" Kamu memang benar, kalau begitu pulanglah dulu. Aku janji ,setelah menyelamatkan Ibuku, maka aku akan langsung menjemputmu ." Sahut Bian yang langsung mengecup kening Ara.

__ADS_1


Ara langsung pergi ke rumah orang tuanya di antar oleh sopir pribadi Bian. Setelah sampai di sana ,Ara langsung memencet bel rumah itu berkali-kali


" Ting...tong...ting...tong..."


Tidak menunggu begitu lama Ibunya langsung membuka pintu.


"Ara , akhirnya kamu pulang juga. Ibu sudah menunggumu dari kemarin, tapi kamu tidak kunjung pulang." Kata Ibunya yang langsung memeluk Ara.


" Jadi karena aku tidak pulang , makanya Ibu menyuruh Kak Aris untuk menculik Ibu Nining ? " tanya Ara dengan wajah berapi-api


" Kami terpaksa melakukannya ,jika kami tidak melakukan itu ,maka kamu pasti mengingkari janjimu kepada Ibu." Jawab Ibunya.


"Kenapa kalian tidak bertanya dengan Ibu Nining ? " tanya Ara dengan wajah merah padam


"Aris sudah bertanya dengan Ibu Nining , dan dia bilang kalau kamu ada di rumah sakit, akan tetapi kami tidak percaya dengan ucapannya, karena waktu itu Ibu baru saja melihatmu dalam keadaan sehat , jadi mana mungkin ada di rumah sakit. Buktinya sekarang kamu terlihat sehat-sehat saja." Jawab Ibunya


"Kalian memang keterlaluan , kalau aku terus berada disini,mungkin lama-lama aku bisa mati. Aku sangat benci dengan kalian. Aku kemarin berada di rumah sakit, tapi Ibu malah tidak percaya dengan ucapan Ibu Nining. Harusnya kalian memastikan kebenarannya, bukan malah menculik Ibu Nining dan anakku," teriak Ara.


" Ara , maafkan Ibu nak ! " ucap Ibunya


" Dimana anak-anakku ? " teriak Ara


" Kamu tenang saja,mereka ada di tempat yang aman. Ibu akan mengizinkanmu bertemu dengan mereka asalkan kamu dan Aris menikah dulu.Kami sudah menyiapkan semuanya, dan sekarang kamu tinggal di rias saja," balas Ibunya


"Tapi aku adalah Ibunya, kenapa Ibu tega melakukan ini kepadaku. Padahal Ibu sendiri juga seorang Ibu, " kata Ara


"Karena aku seorang Ibu ,makanya Ibu berusaha membuatmu agar kembali ke rumah ini. "


Ara langsung masuk ke dalam rumahnya, namun dia begitu terkejut karena di dalam sana sudah ada keluarga besarnya, dan rumahnya juga sudah di hias begitu indah.


" Ara, kamu dari mana saja ? Sebentar lagi kamu dan Aris akan menikah ,ayo ikut Tante ." Ucap Tante Anggi yang langsung membawa Ara ke kamarnya.


" Tante, tolong lepaskan aku ! Aku tidak ingin menikah dengan Kak Aris ," balas Ara yang sudah meneteskan air mata.


" Ara,jangan bodoh jadi perempuan. Kalau kamu bersama dengan kekasihmu itu,maka hidupmu akan menderita lagi, karena dia cuma laki-laki miskin. Tante tidak ingin melihatmu menderita lagi seperti dulu. Ayo cepat pakai baju ini,karena sebentar lagi para tamu akan datang," ucap Tantenya

__ADS_1


__ADS_2