
Ara melihat kalau keluarganya tidak percaya dengan ucapannya. Dia kemudian masuk ke kamarnya bersama si kembar.
"Dulu suami dan mertuaku yang menyakiti hatiku, sekarang datang lagi orang yang ingin menyakitiku. Padahal aku tidak pernah ikut campur dengan urusan orang lain,tetapi mereka selalu ikut campur dengan urusanku. Bahkan semenjak aku menjadi seorang janda, banyak sekali orang yang menghina status jandaku ini. Rasanya aku capek seperti ini.Bahkan sekarang orang tuaku, dan calon suamiku juga percaya dengan wanita itu, " gumam Ara sambil meneteskan air mata.
Setelah orang tuanya, dan Aris pergi bekerja ,dia juga pergi ke butiknya. Sekarang ini Ara sudah memiliki 2 butik, dan satu villa yang lokasinya dekat dengan pantai. Akan tetapi keluarganya belum tahu kalau dia memiliki sebuah butik. Dia belum sempat memberitahu keluarganya , karena orang tuanya, dan calon suaminya begitu sibuk akhir-akhir ini. Dan semenjak si kembar lahir,dia juga begitu sibuk.
Hanya baby sister si kembar saja yang tahu kalau Ara punya sebuah butik, karena dia sering diajak kesana.
Dia pergi ke butik di jemput oleh Bayu. Dari dulu hanya sahabatnya ini yang selalu dijadikan tempat curhat .
"Wah...si kembar semakin gendut sekali ya Ra ? " tanya Bayu sambil menggendong salah satu bayi Ara.
" Iya kamu memang benar, dia setiap hari banyak sekali mimik susu," ucap Ara tersenyum
Mereka kemudian masuk ke dalam butik.
Jam 14:00
Ara bersiap untuk pulang, namun sebelum pulang dia ingin mampir ke Bank untuk menarik uang yang Arya berikan untuk si kembar. Tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi,dan dia langsung mengangkatnya.
📞"Ara, kamu sekarang lagi dimana ? " tanya Aris dari sebrang telepon.
📞" Aku sekarang mau pergi untuk menarik uang di antar sama Bayu . Memangnya ada apa Kak ? " tanya Ara yang masih marah dengan kejadian tadi.
📞" Kenapa kamu pergi dengan temanmu itu ? Kan aku sudah melarangmu agar tidak bertemu dengan laki-laki itu. " kata Aris dengan suara marah ,karena merasa cemburu.
📞" Kakak tidak mengizinkan aku bertemu dengan sahabatku ,tetapi Kakak sendiri juga bertemu dengan sahabat Kakak. Dan bahkan sampai datang ke rumah." ucap Ara dengan raut wajah kesal.
📞" Ara ? Viona datang ke rumah karena dia ingin bekerja di kantor Kakak."
📞"Sama aku juga, aku hari ini bertemu dengan Bayu karena membicarakan masalah pekerjaan. "
📞"Apa kamu ingin bekerja ? Lebih baik tidak usah bekerja. Kalau kamu bekerja kasihan si kembar. Jika kamu perlu uang , kamu bisa minta sama Kakak. "
__ADS_1
📞"Maaf Kak , aku tidak bisa menerima uang Kakak,karena kita belum menikah. Nanti aku malah dikira ingin morotin uang Kakak.Lagian aku juga masih memiliki tabungan," sahut Ara
📞" Ya sudah ,kalau begitu kamu cepat pulang kerumah ya ? Soalnya Viona ingin minta maaf denganmu ."
Ara menutup sambungan telepon itu begitu saja.
" Berarti Kak Aris sedang berdua dengan Viona di rumah ? Kenapa wanita itu ingin minta maaf denganku ? Bukannya dia sudah berhasil menuduhku ? " tanya Ara berpikir dengan dirinya sendiri.
1 jam kemudian ...
Ara telah sampai didepan rumahnya, dan Bayu langsung membantu Ara menggendong si kembar.
" Ra, aku langsung pulang ya ? " pamit Bayu .
" Ya Bay hati-hati dijalan,dan terimakasih karena sudah mengantarku," balas Ara tersenyum.
Ara celingak-celinguk mencari keberadaan Aris dan Viona.
Tiba-tiba muncul Ibunya dari dapur.
"Ara ? Kapan kamu pulang ? " tanya Ibunya menatap Ara
" Aku baru saja sampai Bu, kok tumben Ibu sudah ada di rumah ? " tanya Ara dengan alis mata terangkat.
" Hari ini Ibu pulang cepat ,karena Ibu merasa kasihan melihat kamu mengurus si kembar sendirian,tetapi setelah sampai rumah kamu malah tidak ada dirumah. Sebenarnya kamu habis dari mana ? Aris dan Viona juga menunggumu begitu lama. Dan sekarang mereka lagi duduk sambil mengobrol di taman belakang."ucap Ibunya
"Maaf Bu, tadi aku ada urusan sedikit, dan sekalian mengambil uang di Bank." jawab Ara menunduk.
"Ara , lain kali kamu tidak boleh seperti itu dengan Viona. Ibu ngerti kalau kamu sangat mencintai Aris , tetapi perbuatanmu yang tadi pagi itu sudah sangat keterlaluan. Ibu dan Bapak selama ini tidak pernah mengajarimu seperti itu. Jadi bersikaplah dengan baik dengannya. Aris dan Viona sudah berteman dari kecil, jadi kamu tidak perlu cemburu dengannya." kata Ibunya menasehati Ara.
"Apa Ibu lebih percaya dia dari pada putri Ibu sendiri ? " tanya Ara dengan tatapan yang begitu sedih. Dia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.
" Kami percaya dengan Viona,karena Ibu sendiri yang melihat kalau kamu tidak menyapa Viona sedikitpun saat Ibu menyuruhnya duduk. Wajahmu juga terlihat marah saat Viona datang. Dan gelas minuman itu juga ada didepanmu. " ujar Ibunya
__ADS_1
" Terkadang apa yang dilihat benar , belum tentu itu kebenaran. Janganlah terjebak dalam kesalahan hanya karena penglihatan mata." balas Ara yang langsung pergi meninggalkan Ibunya.
"Rasanya sakit sekali saat orang yang kita sayangi lebih mempercayai orang lain." gumam Ara di hatinya.
Di kamar Ara memijat tubuh si kembar sebelum di mandikan . Biasanya dia dibantu oleh Aris atau Baby sisternya, akan tetapi Aris lagi mengobrol dengan Viona, sedangkan Baby sister si kembar juga lagi sakit, jadi hari ini dia melakukannya sendiri. Dan beruntung si kembar tidak pernah rewel.
Setelah selesai memijat kedua bayinya, dia langsung memandikan bayinya itu.
Tidak begitu lama kedua bayi itu sudah selesai mandi ,dan berpakaian yang rapi.
Jam 17 : 25 si kembar telah tidur, namun tiba-tiba Aris dan Ibunya masuk ke kamarnya. Viona juga ikut di belakang mereka.
"Ara, apa si kembar sudah mandi ? Tadi aku terlalu asik mengobrol hingga lupa membantumu memandikan si kembar, " ucap Aris merasa bersalah .
"Maaf ya nak, tadi Ibu lagi memasak di dapur. Jadi Ibu kira kalau Aris sudah membantumu ." balas Ibunya sambil menatap Ara
"Si kembar baru saja selesai mandi ,dan sekarang lagi tidur. Lagian aku juga bisa melakukannya sendiri. "sahut Ara .
" Kamu pasti sangat kerepotan sekali, harusnya tadi kamu memanggil Kakak." kata Aris .
"Masak aku mengganggu Kakak yang lagi menerima tamu penting. Nanti aku malah dibilang terlalu posesif dengan pasanganku lagi," sindir Ara.
"Ya sudah,kalau begitu Ibu mau melanjutkan memasak dulu ya ! " kata Ibunya yang langsung meninggalkan mereka.
" Ara, Viona ingin bicara denganmu," ucap Aris sambil melirik Viona.
Viona lalu menghampiri Ara.
" Ara, aku ingin minta maaf sama kamu. Mungkin kamu membenciku karena sakit hati dengan ucapanku waktu di pesta kemarin. Aku mohon maafkan aku,dan aku bahkan sampai tidak bisa tidur karena merasa tidak enak denganmu. Aku juga ingin berteman denganmu, maukah kamu menjadi temanku ? " tanya Viona sambil pura-pura memasang wajah sedih.
Ara terdiam begitu lama.
"Kenapa dia mendadak minta maaf ? Apa dia tulus atau hanya pura-pura saja ? "pikir Ara sambil menatap wajah Viona.
__ADS_1