
Sudah 20 menit Ibu Intan menunggu kedatangan Ara,tetapi dia belum datang juga.Didepan juga ada beberapa tetangga yang berkumpul karena di panggil oleh Ibu Intan.
"Arya ? Kenapa mereka belum datang juga ? " kata Ibu Intan yang sudah tidak sabar bertemu dengan cucunya
"Sabar dong Ma, mungkin mereka terkena macet." Arya bicara sambil masuk ke kamarnya.
Mika juga begitu senang karena mendengar kalau Ara dan Kakaknya akan mampir kerumahnya . Dia langsung pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya menggunakan pakaian yang sangat seksi. Dia juga menggunakan make up yang begitu tebal
"Sebenarnya ngapain sih Ibu Intan menyuruh kita kemari ? " tanya Ibu Ina kepada yang lainnya.
"Tadi Ibu Intan bilang ke aku ,katanya dia mau memperkenalkan cucunya yang kembar kepada para tetangga disini." ucap Ibu Yuyun
"Terus sekarang dimana cucunya ? Kok tidak ada ? " tanya Ibu Ina lagi dengan raut wajah penasaran karena dari kemarin dia tidak mendengar suara tangisan seorang bayi di rumah itu.
"Ibu Ina kan baru datang dari kampung jadi sudah pasti dia ketinggalan berita " balas Ibu Susi
"Memangnya ada berita apa ? " tanya Ibu Ina dengan alis mata terangkat.
"Ara dan Arya kan sudah bercerai karena Arya selingkuh dan dia juga diam-diam menikah lagi dibelakang Ara. Sudah begitu yang aku dengar dari menantu barunya ,waktu Ara lahiran mereka juga tidak peduli dengan Ara, bahkan disaat menantunya akan melahirkan mereka malah jalan-jalan. Mungkin karena mereka tidak peduli dengan Ara ,makanya hak asuh cucunya didapatkan oleh Ara."jawab Ibu Yuyun berbisik
"Untung Ara sudah cerai dari Arya. Aku juga kasihan dengan Ara,seriap hari selalu di suruh mengerjakan semua pekerjaan rumah oleh Ibu Intan,sedangkan dia tidak mau mengerjakan apapun. Dulu juga aku sering melihat Ara ke pasar dengan jalan kaki sendirian,ditambah perutnya sangat besar hingga membuat dia agak lambat jalannya. Padahal menantunya sudah rajin begitu , tetapi dia tetap menjelek-jelekkan Ara."kata Ibu Ina yang juga ikut berbisik.
20 menit kemudian mobil Aris sampai didepan rumah Ibu Intan ,dan Ibu Intan menyambut mereka dengan tersenyum bahagia.
Ara menggendong Radinka ,sedangkan Raditya digendong oleh seorang baby sister. Ara mencari seorang baby sister agar ada yang membantunya mengurus si kembar.
"Kenapa para tetangga kesini ya Kak ? Apa disini lagi ada acara ? "Ara bertanya kepada Aris dengan alis mengerut dalam fokus.
"Aku juga tidak tahu Ra," jawab Aris yang juga merasa bingung.
"Ayo silahkan duduk, " kata Arya sambil melihat ke arah Ara.
Arya terus menatap mantan istrinya itu.
__ADS_1
"Ara ? Ponselku tertinggal di rumah Tante Jingga." ucap Aris berbisik
"Kalau begitu ambillah dulu kesana, lagian rumahnya juga tidak jauh dari sini " balas Ara yang ikut berbisik.
" Apa tidak apa-apa kalau aku tinggal sebentar ?" Aris bertanya dengan wajah khawatir
"Tidak apa -apa , lagian aku juga bersama Bu Nining "Ara bicara sambil melihat ke arah baby sisternya.
"Baiklah kalau begitu"ucap Aris yang langsung berdiri.
"Maaf Arya, aku mau keluar sebentar untuk mengambil ponselku yang tertinggal di rumah Tante Jingga " Aris bicara sambil menatap ke arah Ibu Intan dan Arya.
"Ya Kak ,silahkan " balas Arya mempersilahkan
Mobil Aris kemudian meninggalkan rumah Arya.
"Wah ,cucuku ganteng sekali !" ucap Ibu Intan sambil menatap si kembar yang digendong oleh Ara dan Bu Nining.
Walaupun Ibu Intan selalu jahat kepadanya dan sekarang bukan mertuanya lagi ,tetepi dia tetap berperilaku sopan kepadanya.
"Terimakasih ya Ara,kamu memang baik sekali ."jawab Ibu Intan pura-pura tersenyum
"Arya? Kenapa malah bengong ? Ayo buatkan minuman, dan sekalian juga buatkan untuk para tetangga kita yang bertamu kesini" kata Ibu Intan berbisik sambil menatap putranya.
"Iya Ma " balas Arya dan langsung bangkit dari tempat duduknya
2 menit kemudian Mika keluar dari kamarnya menggunakan mini dress yang sangat seksi. Ibu Intan begitu terkejut melihat penampilan Mika.
"Mika ? Ngapain kamu berpenampilan seperti itu ? Seperti tidak memiliki baju saja. Make up mu juga tebal sekali. Kamu ini malu-maluin aku saja." kata Ibu Intan berkacak pinggang.
"Terserah aku dong mau memakai baju apa, kenapa Mama yang melarang." Mika bicara sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Aris.
"Kenapa Kak Aris tidak ada ? Apa dia tidak ikut,dan diluar juga tidak ada mobilnya." gumam Mika di hatinya.
__ADS_1
"Mika? Lebih baik kamu bantu suamimu membuat mimuman di dapur." ucap Ibu Intan dengan tatapan marah.
"Iya..iya ,sekarang aku kedapur ." ujar Mika sambil bersungut kesal .
Mika kemudian pergi menuju dapur.
"Eh Mika , kamu ngapain berpakaian seperti itu ? Seperti wanita panggilan saja " kata Ibu Yuyun menatap Mika
"Terserah aku dong ,kalau kalian tidak suka melihatku berpakaian seperti ini ya tidak usah di lihat. Begitu saja repot ." balas Mika yang langsung meninggalkan mereka.
"Mika setiap bicara kata-katanya selalu membuatku sakit hati. Masak sama orang tua bicaranya seperti itu." jawab Ibu Yuyun dengan wajah yang kesal.
"Ya Bu, tidak sopan sekali"ucap Ibu Nining.
"Ibu Intan ? Kok lama sekali sih ? Kita di rumah ada kerjaan nih ." kata Ibu Nining dan Ibu Yuyun
"Sabar dong, apa kalian tidak mau mendapatkan uang ? Aku memanggil kalian karena ingin mengenalkan cucu-cucuku kepada kalian. Nanti aku akan kasih amplop yang di dalamnya sudah aku isi uang sejumlah 500.000 /amplop. Jadi sabar dong.Aku membagi-bagikan uangku kepada kalian karena aku merasa beryukur karena telah di berikan dua orang cucu sekaligus. Apa kalian tahu , cucu-cucuku kesini karena merindukan Neneknya ini. Di rumah Ara dia menangis terus ,karena merindukan Neneknya yang cantik ini" ucap Ibu Intan berbohong.
"Aku memang sudah menyediakan amplop berisi uang , akan tetapi jumlah uangnya bukan 500 ribu ,melainkan jumlahnya cuma 10.000.Aku menaruh uang kertas 1000 rupiah yang berjumlah 10.000 agar amplop itu terlihat tebal. Kalau tidak seperti itu maka mereka pasti tidak akan mau lama-lama disini. Dulu mereka selalu menjelek-jelekkan aku karena tidak memiliki cucu ,sekarang mereka harus melihat kalau aku memiliki 2 orang cucu sekaligus ." Ibu Intan bicara di dalam hatinya sambil tersenyum licik.
"Beneran Ibu Intan ? " tanya Ibu Ina dengan raut wajah penasaran.
"Bener dong ,kan tadi Ibu Yuyun sendiri yang melihat aku membeli amplop di warung depan." kata Ibu Intan sambil melirik ke Ibu Yuyun
"Iya benar Bu ,tadi Ibu Intan memang membeli amplop di warung depan." jawab Ibu Yuyun tersenyum senang karena akan mendapatkan uang.
"Kalau begitu ,tunggu sebentar ya !" balas Ibu Intan. Setelah itu Ibu Intan menghampiri Ara lagi.
"Ara ? Tetangga disini ingin melihat si kembar. Apa kamu mengizinkan mereka melihat si kembar ? " sambil menunjuk ke arah Ibu-Ibu yang lagi berkumpul sambil minum kopi.
"Boleh Bu, "sambil menganggukkan kepalanya.
Ibu Intan kemudian masuk ke kamarnya untuk mengambil tasnya. Di dalam tas itu dia sudah menyediakan amplop yang sudah berisi uang.
__ADS_1