
Besoknya...
Keluarga Ara saat ini seperti sedang berduka, mereka sudah mencari Ara kemana-mana. Akan tetapi mereka tidak menemukan Ara juga.
" Di mana lagi kita harus mencari Ara ?" ucap Om nya merasa bingung
" Dia seperti di telan bumi, "balas Aris sambil menjambak rambutnya secara kasar.
"Atau jangan-jangan Ara ada di rumah Arya lagi, " jawab Tantenya
" Tante benar juga, cuma itu tempat yang belum kita temui ,"kata Aris .
Mereka lalu pergi menuju ke rumah Arya.
Setelah sampai di rumah Arya, mereka memencet bel rumah itu. Dan tidak menunggu begitu lama, pintu rumah itu di buka oleh Arya sendiri.
" Ibu,Bapak, dan Kak Aris ,tumben kalian datang kesini. Ayo silahkan masuk dulu."ucap Arya
" Wah... keluarganya Ara berkunjung kemari. Ayo silahkan duduk . " jawab Ibu Intan.
"Iya Bu, terimakasih . " balas Aris
" Bagaimana keadaannya Ara ,dan si kembar ? Sudah lama saya tidak bertemu dengan cucu saya itu, soalnya Arya akhir-akhir ini sibuk terus." kata Ibu Intan.
Mereka begitu terkejut dengan pertanyaan Ibu Intan.
" Aris , sepertinya Ara tidak ada disini." bisik Omnya
" Kita tanyakan dulu Om, siapa tahu Arya menyembunyikan Ara di sebuah kontrakan," balas Aris yang ikut berbisik.
" Maaf Arya, aku kesini karena ingin bertanya sesuatu denganmu. " ucap Aris
" Kok seperti serius sekali , memangnya mau bertanya apa ? " tanya Arya dengan alis mata terangkat.
"Apa Ara saat ini bersamamu ? " tanya Aris sambil menatap Arya
" Apa maksudmu bertanya seperti itu? Terakhir kali aku bertemu Ara sekitar 2 minggu yang lalu, dan itupun di rumahmu. Setelah itu aku tidak bertemu dengannya lagi. " ucap Arya
"Pasti kamu menyembunyikan Ara dan si kembar di suatu tempat. " tuduh Aris
__ADS_1
"Aku bersumpah kalau aku tidak menyembunyikan Ara, dan kalau aku berbohong, maka aku rela restoranku bangkrut. Tapi kenapa kalian mencari Ara kesini ? Memangnya ada masalah apa ? " tanya Arya penasaran.
Aris lalu menceritan semua yang terjadi.
" Kenapa kamu lebih percaya sahabatmu dari pada Ara ? Selama aku menikah dengan Ara, aku tidak pernah memukulnya ." ungkap Arya
" Iya benar, dulu Ibu selalu menghasut Arya agar membenci Ara. Tetapi Arya tidak pernah memukulnya ." terang Ibu Intan
" Kasihan sekali Ara, bahkan setelah bercerai denganku dia juga menderita." pikir Arya
" Nanti aku akan coba membantumu mencari Ara. Aku juga khawatir dengan mereka."ucap Arya sedih .
" Iya terimakasih, kalau begitu kami permisi dulu.Kami ingin melanjutkan mencari Ara dulu," kata Aris dan orang tua Ara.
"Ara ,kamu sebenarnya dimana ? Aku begitu merindukan kalian."gumam Aris di hatinya.
5 bulan kemudian...
Sudah 5 bulan Ara hanya berada di Villa saja. Dia tidak pernah keluar ,karena merasa takut kalau keluarganya menemukan mereka.
" Non Ara, badan si kembar panas . " kata Ibu Nining tampak khawatir.
" Ibu punya solusi non, Ibu akan coba untuk menghubungi anak Ibu. Kan anak Ibu seorang dokter , dan kebetulan dia juga seorang dokter spesialis anak." terang Ibu Nining
" Baiklah, kalau begitu coba Ibu hubungi anak Ibu," ucap Ara
Ibu Nining lalu pergi untuk menghubungi anaknya.
" Non,Ibu sudah menghubungi Bian,dan dia sudah menuju ke sini." kata Ibu Nining
1 jam kemudian ...
"Ting tong ting tong ,"bunyi bel pintu utama berkali-kali berbunyi.
Ibu Nining lalu pergi untuk membuka pintu.
" Bian, ayo masuk nak . Ibu kasihan melihat si kembar. " ucap Ibu Nining yang tampak khawatir.
" Sepertinya Ibu sayang sekali dengan bayi itu, dan bahkan Ibu tidak pernah menghubungiku lagi" kata Bian cemberut
__ADS_1
" Ibu sudah menganggap bayi itu seperti cucu Ibu sendiri. Ini semua karena kamu yang tidak mau menikah, dan bahkan pacar saja tidak punya." gerutu Ibu Nining sambil menuju ke kamar Ara.
"Non Ara , ini anak Ibu yang namanya Bian. " ucap Ibu Nining
Ara lalu menoleh ke arah Bian .
" Salam kenal ,aku Ara . " kata Ara tersenyum
" Kamu ? " jawab Bian dengan suara keras dan sambil melihat Ara.
" Apa kamu mengenalnya ? " tanya Ibunya yang merasa bingung dengan putranya
Sedangkan Ara begitu bingung melihat Bian yang tampak kaget melihatnya.
Bian mendekati Ara ,dan setelah itu memeluk gadis itu sambil menangis.
Ibu Nining merasa malu dengan sikap putranya yang tiba-tiba seperti itu. Sedangkan mata Ara terbelalak lebar melihat putra Ibu Nining yang tiba-tiba memeluknya.
" Apa yang sebenarnya terjadi ? "pikir Ara sambil mengedipkan matanya berkali-kali.
Ibu Nining lalu menarik Bian hingga dia melepas pelukannya.
" Bian, apa yang kamu lakukan. Kamu ini bikin malu Ibu saja. Ibu menyuruhmu untuk memeriksa si kembar ,tetapi malah memeluk Ibunya.Lebih baik kamu periksa dulu si kembar." suruh Ibunya sambil berbisik di telinga Bian.
"Maaf Bu, aku hampir lupa dengan tujuanku kesini."kata Bian sambil menepuk jidatnya sendiri.
Dia lalu memeriksa si kembar.
" Dia hanya demam biasa Bu, Ibu berikan saja obat ini."ucap Bian.
Bian lalu menatap Ara lagi.
"Kenapa kamu menatap Non Ara terus ? Kamu ini bikin malu Ibu saja," kata Ibu Nining dengan marah.
" Ibu, dia adalah gadis yang aku cari selama ini. Dulu saat aku kelas 3 SMA, aku tidak bisa membayar uang SPP, sedangkan Ibu saat itu sakit keras. Waktu itu aku tidak di izinkan mengikuti ujian, karena tidak bisa membayar uang SPP. Aku menangis di depan ruang guru ,karena tidak di izinkan untuk mengikuti ujian.Tetapi saat aku akan pulang tiba-tiba guruku memanggil ,dan mengatakan kalau ada yang membantu membayar uang SPPku , serta memberi aku uang untuk membawa Ibu berobat. Aku berkali-kali bertanya dengan guruku mengenai orang yang telah membayar uang SPPku, tetapi guruku bilang kalau orang itu tidak ingin aku tahu mengenai dirinya. Dia hanya memberitahu kalau orang yang membantuku adalah adik kelasku yang tidak sengaja mendengarkan pembicaraanku dengan guruku. Orang itu hanya menitipkan sebuah pesan yang isinya adalah 'Semoga Kakak menjadi orang yang sukses '. Saat aku akan berangkat ke luar negeri, aku mampir ke sekolah lagi ,dan bertanya mengenai orang yang telah membantuku. Aku bersujud di kaki guruku ,agar dia memberi tahu mengenai orang yang telah membantuku. Dan akhirnya guruku memberi tahu siapa orangnya, akan tetapi aku tidak bisa mengucapkan terima kasih kepadanya. Karena dia keburu pulang di jemput oleh Ayahnya. Aku hanya melihat wajahnya yang begitu cantik. Aku mau mengejarnya , tetapi pesawatku akan berangkat 1 jam lagi, jadi aku tidak bisa mengejarnya . Aku berjanji dengan diriku sendiri kalau aku pasti bisa sukses , dan mencarinya. Kalau bukan karena dia, mungkin aku tidak akan bisa sukses seperti sekarang ini.Semenjak itu aku terus memimpikan dia, dan bahkan mimpiku itu jadi berkelanjutan hingga sekarang ini. Dan orang yang membantu kita waktu itu adalah majikan Ibu ."terang Bian sambil menatap Ara.
" Jadi non Ara adalah orang yang membantu kita dulu ? " tanya Ibunya dengan alis mata terangkat.
" Iya Bu,dia orangnya." sambil terus menatap Ara.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu," ucap Bian sambil meneteskan air mata.