
Mata Aris membulat lebar karena terkejut mendengar ucapan Mika. Apa dia kira aku pria pelacur.
"Simpan saja uangmu itu untuk dirimu sendiri. Aku tidak tertarik dengan uangmu itu , dan aku juga tidak tertarik dengan wanita murahan seperti dirimu."Aris bicara dengan wajah berapi-api.
"Apa dia kira aku tertarik dengan dadanya itu.Walaupun aku tidak pernah pacaran,dan tidak pernah tidur dengan seorang wanita,tetapi aku tidak tertarik sama sekali dengan wanita seperti Mika. Rasanya mau muntah melihat wajahnya itu."gumam Aris di hatinya dengan alis mata pada saat yang sama tersimpul dan melengkung membuat garis di dahi.
"Sombong sekali kamu jadi orang . Jadi pengangguran saja sombong. Palingan setiap hari hidupmu cuma mengemis sama orang tua Ara."cibir Mika dengan pandangan mata menuduh dari bawah sebuah kerutan.
"Terserah kamu mau bilang aku apa. Tapi asal kamu tahu saja, kalau orang yang kamu sebut pengangguran ini bisa membeli 5 restoran sekaligus yang seperti suamimu miliki sekarang ini. " ucap Aris berkacak pinggang dan setelah itu dia langsung meninggalkan Mika yang masih berdiri seperti patung.
"Baru punya uang segitu saja sudah bangga. Lagaknya sudah seperti bos besar saja, padahal dia saja banyak punya uang dari hasil menjual warisan orang tuanya. "gerutu Aris dengan raut wajah marah dan kesal.
"Mama mertua bilang kalau Kakaknya Ara pengangguran ,tapi kok bicaranya seperti itu.Membuatku bingung saja, tapi aku akan terus mengejar Kak Aris. Aku begitu tergoda dengan tubuhnya. Tapi amplop ini isinya apa ya? Kalau aku buka sekarang, nanti Kak Arya marah lagi sama aku. Lebih baik aku ke restoran mencari Kak Arya sekalian minta di layani. " batin Mika sambil masuk ke kamarnya untukvmengambil tas. Setelah itu dia menuju ke kamar Mama mertuanya ,karena ingin minta izin pergi ke restoran.
Saat berada didepan pintu kamar mertuanya,dia terdiam begitu lama.
"Kok seperti ******* suara Mama mertua,dan aku juga mendengar suara ranjang Mama mertua bergoyang. Mama sedang berhubungan dengan siapa? Bukannya jam segini Papa mertua di kebun."Mika bicara di dalam hatinya sambil mendekatkan telinganya ke pintu kamar mertuanya.
Mika ingin membuka pintu kamar itu, tetapi pintu kamarnya di kunci dari dalam.Dia kemudian memanggil Mama mertuanya dari luar.
Sedangkan Ibu Intan yang belum selesai menuntaskan nafsunya langsung memasang wajah berapi-api saat mendengar suara Mika.
"Sial....sial..siallll ,padahal lagi enak-enaknya,tapi wanita murahan itu malah mengetuk pintu." Ibu Intan lalu menyuruh brondong simpanannya itu bersembunyi di dalam kamar mandi.
Ibu Intan lalu membuka pintu kamarnya itu dengan raut wajah marah.
"Ada apa ? " tanya Ibu Intan dengan nada ketus.
__ADS_1
"Mama lagi ngapain? Kok tadi aku dengar Mama mertua mendesah begitu keras ? Memangnya Mama lagi sama siapa di dalam ? " Mika melontarkan begitu banyak pertanyaan ke Ibu Intan sambil menengok ke dalam kamar itu.
"Jangan asal ngomong kamu, Mama dari tadi hanya tidur sendiri disini."Ibu Intan bicara dengan raut wajah yang pucat pasi karena merasa takut ketahuan.
"Kalau begitu biarkan aku masuk kedalam,aku ingin memastikan sendiri ucapan Mama" Mika langsung memaksa ingin masuk kedalam.
"Mika ,apa seperti ini sifatmu dengan Mama mertuamu sendiri." Ibu Intan bicara sambil berusaha dengan sekuat tenaganya mendorong tubuh Mika keluar dari kamarnya
Tetapi Ibu Intan tidak bisa melawan tenaga Mika yang begitu kuat.
"Tempat tidur Mama terlihat berantakan sekali, sepertinya tadi ada sepasang singa lagi bertempur hebat ditempat tidur ini " Mika menyindir Mama mertuanya sambil mencari laki-laki tersebut.
Dia langsung menuju ke kamar mandi.
" Mika ,hentikan. Yang ada di dalam kamar mandi adalah Papa mertuamu.Apa kamu akan tetap membuka pintunya ? " Ibu Intan bertanya dengan alis mata terangkat. Dia berdiri didepan pintu kamar mandi, karena ingin menghalangi Mika yang ingin membuka pintu kamar mandi tersebut.
"Hmmm baiklah, tapi kamu harus berjanji kepada Mama bahwa kamu akan tetap merahasiakan semua ini kepada siapapun." Ibu Intan bicara dengan jantung berdebar karena merasa takut.
"Ya aku tidak akan memberi tahu kepada siapapun ,asal Mama mau berkerja sama denganku.Bagaimana? " Mika bicara sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Berkerja sama mengenai apa ? " Ibu Intan bertanya dengan alis mengerut dalam fokus karena merasa bingung.
"Kalau di rumah hanya ada kita berdua, dan kalau aku membawa laki-laki masuk ke dalam rumah ini ,maka Mama tidak boleh melarangku. Dan begitu juga dengan sebaliknya. Bagaimana ,apa Mama setuju? "tanya Mika sambil menatap Mama mertuanya.
"Ok Mama setuju,"ucap Ibu Intan
Setelah itu Ibu Intan menyuruh laki-laki itu keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Wahh, selera Mama ternyata seorang brondong. Ya sudah,kalau begitu Mama lanjutkan kegiatan Mama yang tertunda tadi. Aku ingin menontonnya sekalian aku ingin bertanya dengan brondong Mama ini " jawab Mika sambil duduk di sebuah kursi
"Apa kamu gila, masak kamu mau menonton Mama . " Ibu Intan bicara dengan muka masam .
"Memangnya kenapa sih Ma, lagian kita juga memiliki hobi yang sama." kata Mika sambil menatap mertuanya yang sudah membuka bajunya lagi.
"Oh iya,namamu siapa ? " tanya Mika pada berondong Mama mertuanya.
"Namaku Roby mbak ," balas Roby yang lagi membuka baju dengan malu-malu.
"Roby, aku ingin mencari laki-laki yang bisa melayaniku seperti Mama mertuaku ini,tapi dia harus kuat . Apa kamu mempunyai teman seperti itu ? Kalau kamu punya aku ingin mencari dua orang. Dan kalau bisa suruh dia datang sekarang juga."Mika bicara sambil memandang wajah Roby.
"Punya Mbak ,kalau begitu aku akan menghubunginya sekarang juga." kata Roby yang langsung mengambil ponselnya.
Ibu Intan yang melihat hal itu menghembuskan nafasnya secara kasar.
" Mika, kamu ini kan sudah memiliki Arya. Buat apa mencari laki-laki lain ? Kalau kamu ingin di layani ,kan bisa minta langsung dengan Arya. " ucap Ibu Intan dengan kesal.
"Lalu bagaimana dengan Mama ? Bukannya Mama sudah memiliki Papa mertua juga .Lalu kenapa mesti mencari brondong lagi? " Mika bertanya sambil memainkan rambutnya.
"Papa mertuamu tidak pernah mau melayani Mama, dengan alasan sangat capek. Jadi wajar kalau Mama mencari kesenangan seperti ini." kata Ibu Intan menjelaskan
"Aku juga melakukan ini karena Kak Arya bekerja " ucap Mika sambil menatap Roby yang sudah selesai menelpon temannya.
"Mbak, dua temanku sudah menuju kesini. Mungkin lagi 10 menit dia akan sampai." kata Roby sambil menatap tubuh Mika.
"Ok ,terimakasih . Kalau begitu silahkan lanjutkan kegiatan kalian."balas Mika yang langsung keluar dari kamar itu.
__ADS_1