
7 hari kemudian...
Sudah 5 hari Arya tidak datang ke restorannya.5 hari yang lalu Arya mendapatkan kabar kalau Papanya jatuh di kebun dan mengalami kelumpuhan.
Arya sekarang sibuk mengurus kebun Papanya,dan mengajak Papanya terapi.Malamnya dia menemui Mika, kalau sehari saja dia tidak datang menemui Mika,maka wanita itu pasti akan mengancamnya. Sedangkan istrinya menggantikan dirinya mengurus restorannya,Arya tidak tau lagi harus minta tolong dengan siapa agar ada yang mengurus restorannya karena dia begitu sibuk mengurus semuanya.
Setiap hari Papanya berteriak dan menangis karena merasakan kakinya yang begitu teramat sakit. Mau pergi ke kamar mandi saja dia harus di gendong oleh Arya.
Di restoran..
"Ra..mau sampai kapan kamu akan menggantikan suamimu itu ? Kamu ini sedang hamil , nanti malah terjadi sesuatu dengan anak yang ada di dalam kandunganmu." Aris bicara dengan kepala dan alis mengarah ke bawah,dan menunjukkan muka masam.
" Hmm, waktu itu aku sudah menolaknya Kak, tetapi Kak Arya memaksaku terus. Ya terpaksa aku setuju saja, aku juga merasa kasihan kepadanya " ungkap Ara sambil menatap wajah Kakaknya.
"Oh iya Ra,kemarin Om dan Tante dapat menjenguk Papa mertuamu itu. Apa kamu tahu ? " tanya Aris dengan alis mata terangkat.
"Ya aku tahu kok, Bapak dan Ibu juga dapat kesini mampir.Memangnya kenapa Kak ? " Ara bertanya sambil mengambil minuman yang ada di meja.
"Kemarin Om dan Tante mendapatkan informasi kalau selama ini Papa Arya tidak memiliki sebuah toko apapun. Yang memiliki toko itu adalah Omnya Arya yang namanya Pak Budi. Kemarin Pak Budi menjelaskan semuanya, dan Pak Budi juga tidak tahu kalau Papanya Arya melakukan hal itu. Katanya dia melakukan itu semua karena kasihan pada Arya yang begitu mencintaimu, sedangkan kamu selalu menolak cintanya. Papa Arya kemudian berbohong kepada Om dengan mengatakan kalau perusahan PT Abadi Sentosa perusahan penipu , padahal itu semua tidaklah benar. Dia juga sengaja mengakui perusahaan Pak Budi . Dia melakukan itu semua agar Om merasa berhutang budi kepadanya , dan setelah itu agar bersedia menjodohkanmu dengan anaknya. " terang Aris sambil mengecek pesan WA yang masuk di ponselnya.
"Berarti selama ini mereka sudah menipu Bapak dong! " Ara bicara dengan alis mata banyak terangkat,dan mata pada posisi terlebar,tanpa iris.
"Ya Ra ,tapi Arya tidak tahu semua rencana Papanya itu. Kalau dipikir-pikir mereka itu sangat jahat ya Ra! Anggap saja apa yang di alami oleh Papanya Arya sekarang adalah buah karma dari perbuatannya sendiri. Orang jahat seperti mereka pasti akan mendapatkan hukuman dari Tuhan." umpat Aris yang begitu geram dengan mereka.
" Pasti Bapak semakin merasa bersalah setelah mendengar semuanya. Aku jadi semakin membenci mertuaku" kata Ara yang bicara sambil melamun.
"Ya Ra, Kakak juga semakin membenci mereka. Padahal mereka sendiri yang memaksa agar kamu jadi menantunya , tetapi mereka juga yang ingin memisahkan anak dan menantunya. Kakak begitu bingung dengan jalan pikiran mereka. Dan setelah kamu mengetahui semua ini , apakah kamu akan terus mempertahankan rumah tanggamu ini ? " tanya Aris menatap Ara dengan tatapan yang begitu serius.
"Tergantung juga sih Kak ,kalau Kak Arya menyakiti perasaanku lagi ya sudah pasti aku bakal cerai,apalagi orang tuanya tidak menyukaiku. Tetapi beberapa hari ini Kak Arya selalu bersikap baik denganku ,jadi tidak mungkin aku minta cerai tanpa ada satu masalahpun ." balas Ara sambil membalas tatapan kakaknya.
"Ya sudah, kalau begitu Kakak pergi dulu ya. Hubungi Kakak kalau sudah mau pulang." kata Aris sambil bangkit dari tempat duduknya.
Aris selalu mengantar jemput Ara, dia juga yang menemani Ara di kontrakannya .Aris hampir setiap hari bersama Ara,dia selalu ada untuk Ara. Dikontrakannya, semua mengira kalau Ara dan Aris sepasang suami istri, hanya sahabatnya Arya saja yang mengetahui kalau mereka adalah Adik Kakak.
Setelah kepergian Kakaknya ,Ara bangun dari tempat duduknya, dan dia ingin masuk ke dapur. Di depan dapur
__ADS_1
dia tiba-tiba mendengar pelayannya yang ada didapur sedang membicarakan dirinya.
"Istrinya Pak Arya baik sekali ya! Suka bercanda dan tidak membedakan siapapun. Dia juga selalu mengingatkan kita untuk makan. Berbeda dengan suaminya yang selalu marah-marah. Kalau boleh memilih aku ingin Bu Ara yang terus mengurus restoran ini." kata Tari sambil membersihkan sayuran.
" Oh iya, Apa Pak Arya masih berhubungan dengan Mika ? " tanya Ayu menatap Tari
"Aku juga tidak tahu, tapi 2 minggu yang lalu aku lihat Mika kesini. Mudah-mudahan Pak Arya sudah tidak berhubungan dengan Mika lagi,soalnya kasihan Bu Ara. Dia sudah cantik,baik, dan ramah pula." balas Fitri
Ara yang mau kedapur langsung berbalik arah menuju ke ruangannya.
Dia lalu melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.
Sedangkan di Warung Bu Harum...
"Pak, kasihan juga suaminya Bu Intan ya! Sudah berobat kemana-mana tetapi katanya tidak ada penyakit apa-apa . " kata Bu Harum dengan suaminya
"Iya Bu,mudah-mudahan saja dia cepat sembuh. Bapak juga merasa kasihan kepadanya, teriakannya juga terdengar sampai kerumah para tetangga ." balas suaminya sambil membantu Ibu Harum merapikan barang dagangan.
" Oh iya Pak,semenjak mereka jahat dengan menantunya sendiri. Mereka selalu saja terkena masalah. Jangan-jangan mereka di hukum oleh Tuhan karena sudah jahat pada menantu mereka sendiri." ucap Ibu Harum sambil duduk disebelah suaminya.
Di Restoran ..
Ara yang ada di ruangannya sedang menghubungi seseorang.
"Hallo Bayu! Aku ingin minta tolong denganmu untuk mencarikan aku seorang detektif swasta."kata Ara dari seberang telepon
Bayu yang mendengar permintaan sahabatnya itu alis matanya banyak terangkat dan matanya melebar.
" Untuk apa mencari seorang detektif Ra ? Apa kamu mendapatkan masalah lagi ? " tanya Bayu yang begitu cemas dengan Ara sambil menggigit bibirnya.
" Aku hanya ingin menyelidiki suamiku saja " ungkap Ara
" Kalau begitu biar aku saja yang melakukannya " balas Bayu yang merasa kasihan dengan sahabatnya .
" Apa kamu bisa melakukannya ? " tanya Ara dengan alis mata terangkat.
__ADS_1
" Tentu saja aku bisa, bagiku itu adalah pekerjaan yang sangat gampang " Bayu menjawab dengan enteng.
"Baiklah jika itu maumu ,kalau begitu aku tutup dulu ya! " kata Ara dan langsung menutup sambungan teleponnya
Ara tidak tahu kalau Aris sudah datang dari tadi. Aris mendengar semua pembicaraan Ara.
"Ara, tadi kamu menghubungi siapa? " tanya Aris dengan raut wajah yang begitu penasaran.
"Kakak, sejak kapan Kakak berdiri disitu ? Apa Kakak mendengar pembicaraanku ? " tanya Ara dengan alis mata terangkat dan mulut sedikit terbuka.
" Ya Kakak sudah mendengar semuanya . Sekarang Kakak ingin mendengar penjelasanmu . " Aris bicara sambil duduk disamping gadis itu.
"Jadi begitu Kak, aku curiga dengan suamiku . Aku curiga kalau dia masih berhubungan dengan wanita yang aku temui di mall. Jadi aku menyuruh Bayu agar mencarikan aku seorang detektif, tetapi Bayu menawarkan dirinya . Dia bilang padaku kalau dia yang akan melakukannya" Ara bicara sambil memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.
" Apa dia adalah Bayu sahabatmu?" tanya Aris menatap Ara
"Tentu saja Kak, dia adalah Bayu sahabatku." kata Ara tersenyum.
"Lebih baik tidak usah terlalu dekat dengan dia, kamu harusnya minta tolong dengan Kakak ,tetapi kenapa malah minta tolong dengannya sih ! " balas Aris dengan wajah menggelap karena cemburu.
"Dia pasti mau menolong Ara karena menyukai gadis itu. Tidak akan aku biarkan dia mendekati Ara."gerutu Aris di hatinya.
" Ara ,tidak usah menyuruh si Bayu itu untuk menyelidiki suamimu. Nanti biar anak buah Kakak yang melakukannya." ungkap Aris dengan dada naik turun karena menahan emosi yang menguasai dirinya.
"Tapi Kak,a_ _"
Belum selesai Ara bicara tetapi ucapannya sudah dipotong oleh Aris.
" Tidak ada tapi-tapian." kata Aris yang sudah begitu cemburu.
"Aku akan menyuruh anak buahku mengurus semuanya . Dan aku pastikan Arya akan segera bercerai dengan Ara" gumam Aris dihatinya.
"Baiklah" jawab Ara sambil membuang napasnya secara kasar.
"Ayo kita pulang,Kakak sudah masak makanan kesukaanmu" ucap Aris sambil menggandeng tangan Ara
__ADS_1