Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Sahabat Aris


__ADS_3

Setelah menempuh hampir satu jam perjalanan,akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah mewah. Sebuah rumah yang berdiri kokoh pada tanah yang begitu luas . Suasana rumah itu terlihat sangat asri dengan pepohonan yang berdiri di sekitar rumah itu.


" Disini sepertinya jauh dari keramaian,"kata Ara ketika memandang ke sekeliling rumah itu. Karena jarak antara rumah satu dan yang lainnya sangat cukup jauh.


"Ya , temanku itu memang sangat suka tinggal di tempat yang jauh dari hiruk pikuk kesibukan di kota."terang Aris


"Pasti menyenangkan kalau tinggal di rumah yang seperti ini " gumam Ara sambil menatap ke sekeliling rumah itu.


"Kalau kamu mau, kita bisa membeli rumah yang seperti ini. Nanti aku akan coba mencarinya."tawar Aris


"Sebaiknya tidak usah," tolak Ara dengan cepat. Ibu dan Bapak pasti tidak akan mau ikut pindah, karena di rumah kita yang sekarang ini begitu banyak menyimpan kenangan.


"Kalau mereka tidak mau ikut pindah, maka kita tinggal disana berdua dengan si kembar. Bagaimana menurutmu ? "


" Aku tidak setuju, mereka pasti merasa kesepian. Tinggal bersama dengan orang tua kita itu adalah hal yang lebih baik . Lagian Ibu dan Bapak juga tidak pernah ikut campur dengan masalah pribadi kita."sahut Ara menjelaskan.


" Kamu memang benar, mereka selama ini tidak pernah ikut campur dengan masalah pribadi kita. Mereka juga selalu mendukung kita. Kalau begitu ayo keluar, semua orang pasti sudah berkumpul," ajak Aris. Pria itu turun terlebih dahulu, lalu membukakan pintu untuk sang kekasih.


Ara mengamati bagian depan rumah itu yang terlihat sangat meriah. Ara kemudian melangkahkan kakinya. Namun tiba-tiba ,Aris menghentikan langkah kakinya.


" Kenapa berhenti ? " tanya Ara sambil menoleh ke belakang.


"Apakah kamu tidak ingin menggandeng tanganku ? Apakah kamu ingin terus berjalan berjauhan seperti ini ? " tanya Aris sambil mengangkat tangannya.


Sebagai sepasang kekasih dia ingin seperti pasangan lainnya.


Ara tersenyum lalu mundur beberapa langkah,dan melingkarkan tangan kanannya di lengan Aris. Sontak semua orang yang tadinya sibuk mengobrol langsung melihat ke arah mereka. Sebagian orang disana yang mengenal Aris ,cukup terkejut karena Aris datang dengan seorang wanita.


"Bersiaplah, karena kita akan menjadi pusat perhatian," bisik Aris


Dari dulu Aris memang sangat populer di antara para sahabatnya.


Baru saja berjalan di halaman ,tapi semua temannya sudah memperhatikan mereka.


Ara menegakkan kepalanya dengan pandangan yang terarah ke depan. Tidak perlu melihat orang-orang yang memperhatikan mereka agar rasa gugupnya tidak terlalu berlebihan.

__ADS_1


"Selamat malam semuanya,"sapa Aris saat masuk melewati pintu utama.


Orang-orang yang sedang mengobrol sontak memandang ke arah Aris dan Ara. Beberapa dari mereka saling berpandangan dengan pertanyaan yang memenuhi pikiran mereka. Siapakah wanita yang bersama dengan Aris ?


Pasalnya ini adalah pertama kalinya Aris membawa seorang wanita.


Malam ini wajah Aris juga terlihat begitu cerah.Tiba-tiba Ara menghentikan langkahnya.


"Ada apa ? "tanya Aris berbisik


"Kak ? Apakah itu teman Kakak yang lagi ulang tahun ? " tanya Ara yang ikut berbisik.


"Iya ,memangnya kenapa ? " tanya Aris lagi


"Teman Kakak itu adalah sepupunya Kak Arya. Dari dulu sepupunya itu tidak pernah menyukaiku."bisik Ara menunduk.


"Tenang saja,ada aku disini. Kalau mereka melakukan sesuatu maka aku yang akan membelamu" jawab Aris


"Aris ? " kata seorang gadis berambut keriting dan dengan kulit berwana sawo mateng.


"Bagaimana kabarmu ? Aku pikir kamu sudah melupakanku" kata Tika sambil tersenyum ke arah Aris.


Mereka kemudian asik mengobrol.


Ara hanya diam saja ditempatnya sambil membawa sebuah hadiah yang sudah di persiapkan.


"Tika , perkenalkan ini Aranika. Dia sepupuku sekaligus calon istriku."ujar Aris sambil merengkuh pinggang Ara tanpa sungkan.


"Hai Kak, ini hadiah untukmu."ucap Ara lalu memberikan kado ditangannya pada Tika.


"Kamu bukannya mantan istrinya Arya?" tanya Tika memandang sinis Ara


Ara hanya tersenyum simpul,suaranya seperti tercekat di tenggorokannya saat hendak berucap.


"Iya ,dia memang mantan istri sepupumu. Memangnya kenapa ? " tanya Aris merasa tidak suka karena temannya mengungkit masa lalu Ara.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sih,aku cuma ingin memastikan saja . Oh iya Ris,apa kamu sudah tahu kalau Viona baru saja pulang dari luar negeri ? Dan katanya sekarang dia mau kesini. Nah itu dia Viona . " kata Tika sambil menunjuk ke arah seorang wanita yang baru saja datang .


Viona dulu adalah seorang primadona di kampusnya,semua laki-laki mengejarnya,akan tetapi gadis itu tidak pernah mau menerima cinta mereka, karena dia dari dulu hanya mengejar cintanya Aris. Walaupun dia tidak pernah pacaran ,akan tetapi dia sering tidur dengan banyak laki-laki. Viona sendiri memiliki sifat yang sangat kejam, kalau dia marah maka dia tidak akan memandang siapapun.


Ara dan Aris langsung menoleh kebelakang.


"Maaf ya , aku datang sedikit terlambat."terang Viona sambil memeluk Tika.


"Santai saja ,acaranya juga belum dimulai kok. Oh iya Vi, kamu sekarang makin cantik saja."kata Tika menatap Viona.


"Kamu juga sekarang tambah cantik ," balas Viona sambil melirik ke arah Aris.


"Oh iya Vi, kenapa kamu datang sendiri ? Ajak dong pacarmu , Aris saja kesini dengan calon istrinya " terang Tika melirik Aris.


"Haahh ..memang siapa calon istrinya Aris ? " tanya Viona dengan mata membulat lebar,dan mulut sedikit terbuka.


"Itu yang di sebelahnya." tunjuk Tika


"Kamu jangan bercanda dong, itu kan sepupunya Aris." jawab Viona cemberut


"Siapa yang bercanda , dia itu sepupu sekaligus calon istrinya. Dan calon istrinya itu sudah janda, dia pernah menikah dengan sepupuku." ucap Tika yang sengaja bicara seperti itu.


Viona langsung terkujut mendengar hal itu. Dia langsung menoleh ke arah Aris.


"Aris ? Kenapa kamu ingin menikah dengan sepupumu yang sudah janda ? Pasti Om dan Tantemu yang memaksa ya ? Seperti tidak ada seorang wanita saja. Kamu itu kan ganteng , seharusnya cari wanita yang belum pernah menikah dong." cibir Viona sambil melihat ke arah Ara.


Dada Aris mulai memanas,dia tidak suka mendengar temannya berbicara seperti itu


Aris juga mulai menyadari raut wajah Ara yang merah padam.


" Jaga ucapan kalian,aku ingin menikah dengan sepupuku karena aku sangat mencintainya. Dan tidak ada yang memaksaku untuk menikah dengan sepupuku . Kalau kalian terus berbicara seperti itu ,maka lebih baik kalau kita tidak usah berteman."bela Aris sambil meraih tangan Ara lalu meremasnya pelan.


" Jangan marah dong, kami janji tidak akan bicara seperti itu lagi" kata Viona sambil bergelayut manja di lengan Aris.


Akan tetapi Aris langsung melepas tangan Viona.

__ADS_1


"Sayang,tidak usah dipikirkan kata-kata mereka."bisik Aris kepada Ara


Ara memejamkan mata beberapa saat. Perlahan remasan tangan Aris yang lembut mampu mendinginkan perasaannya.


__ADS_2