Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Permintaan Ibu Ara


__ADS_3

Besoknya...


Drrttt...drrtt...suara getaran ponsel Ara yang di simpan di meja rias berkali-kali berbunyi.


Ara langsung mengambil hpnya , dan ternyata Aris yang ingin mengajaknya video call.


📱" Ada apa Kak ? " tanya Ara


📱" Ara , Tante sedang sakit. Sudah beberapa hari ini dia terbaring lemah di tempat tidur. Dia menangis dan memikirkanmu terus," jawab Aris


📱" Aku tidak percaya dengan ucapan Kakak. Pasti Kakak sengaja bicara seperti ini, agar aku pulang ke rumah dan setelah itu mengurungku."


📱" Aku bicara sungguh-sungguh ,kalau tidak percaya kamu bisa melihatnya sendiri. " sambil mengarahkan ponselnya ke arah Ibunya Ara.


Wajah Ara langsung terbelalak lebar karena terkejut melihat Ibunya terbaring lemah di tempat tidur.


📱" Sejak kapan Ibu sakit ? " tanya Ara dengan wajah yang terlihat cemas.


📱" Sejak 2 hari yang lalu, " jawab Aris


📱" Kenapa Kakak baru bilang sekarang kalau Ibu sedang sakit ? "


📱" Tadinya Tante tidak ingin kamu tahu kalau dia sedang sakit. Tapi aku yang memaksanya, hingga akhirnya dia setuju."


📱" Apa sudah di bawa ke rumah sakit ?" Tanya Ara yang masih terlihat cemas.


📱" Sudah kok, tapi tetap saja keadaannya seperti itu. Mungkin Tante merindukanmu."


📱"Baiklah, kalau begitu aku akan kesana melihat Ibu,"balas Ara.


Setelah itu dia mencari Ibu Nining .


" Bu, aku ingin keluar sebentar. Apa Ibu bisa menjaga si kembar ? " tanya Ara menatap Ibu Nining.


"Pergilah nak, si kembar juga tidak pernah rewel kalau sama Ibu. Memangnya mau pergi kemana ? " tanya Ibu Nining dengan alis mata terangkat.


" Aku mau ke rumah orang tuaku, soalnya Ibuku sedang sakit ," jawab Ara


" Kalau begitu pergilah kesana,dia pasti sangat sedih memikiran nak Ara, dan jangan pernah membenci seorang Ibu, karena pengorbannya begitu besar saat melahirkan kita, " terang Ibu Nining menasehati Ara.


"Iya Bu, terimakasih karena sudah menasehatiku," balas Ara sambil memeluk Ibu Nining.


Setelah itu dia menghubungi Bian , untuk minta izin dengannya.


📞"Halo Sayang, tumben menghubungiku jam segini? Apa kamu merindukanku ? " tanya Bian dari seberang telepon

__ADS_1


📞" Halo Sayang, apa kamu sibuk ? Aku ingin meminta izin denganmu." Jawab Ara


📞"Minta izin untuk apa ? " tanya Bian dengan alis mata terangkat.


📞" Sudah dua hari Ibuku sakit, dan aku baru mengetahuinya tadi. Aku ingin minta izin denganmu untuk pergi kesana,"


📞" Pergilah, aku tidak akan pernah melarangmu untuk menemui kedua orang tuamu.Tapi maaf ,aku tidak bisa mengantarmu,karena aku hari ini ada meeting di kantor .Nanti biar sopir pribadiku yang mengantarmu kesana,"terang Bian.


📞" Tidak usah , aku bisa naik taksi kok."


📞" Mana mungkin aku membiarkanmu pergi naik taksi, biar sopir pribadiku yang mengantarmu ke sana. Kalau ada masalah hubungi saja aku," ucap Bian


📞"Baiklah kalau begitu, terimakasih sayang." Balas Ara sambil tersenyum.


📞" Jaga hatimu, i love you sayang,"


📞" Iya sayang, I love you too,"


Setelah sopirnya datang , Ara langsung pergi menuju ke rumah orang tuanya.


1 jam kemudian dia telah sampai di depan rumah orang tuanya.


Ting..tong...


Ting..tong..


"Ara , akhirnya kamu datang. Aku kangen banget sama kamu." Ucap Aris yang langsung menarik Ara ke dalam pelukannya. Tangannya membelai rambut Ara seraya mendekapnya dengan erat.


"Kak Aris , tolong lepaskan aku ! Aku ingin melihat Ibu. " Kata Ara yang langsung meninggalkan Aris.


Dia lalu menuju ke kamar orang tuanya.


Walaupun orang tuanya selalu membuatnya sedih dan kecewa, tetapi mereka tetaplah orang tua yang telah melahirkan dan membesarkannya.


" Ibu , bagaimana keadaan Ibu ? Maaf karena aku baru datang kemari. Aku tidak tahu kalau Ibu sedang sakit." Ujar Ara sambil duduk di pinggir tempat tidur Ibunya.


Ibunya tidak menjawab atau memandangnya ,dia memunggungi Ara.


" Ibu, terimakasih karena selama ini kamu sudah memberikan segalanya untukku. Ibu beri aku cinta ,jiwamu , dan Ibu beri aku seluruh waktumu untukku. Ibu ,aku menyayangimu hingga akhir hidupku, meski aku tahu kalau aku selalu mengecewakanmu. Maafkan aku yang belum bisa membuatmu bahagia. Tolong, jangan marah padaku Bu !" Ucap Ara yang terus menatap Ibunya


Akan tetapi Ibunya tetap diam saja.


" Kalau Ibu tidak mau bicara denganku, maka aku akan pergi dari sini."kata Ara dengan mulut yang melengkung ke bawah.


" Tante, tolong jangan seperti ini dengan Ara ." Balas Aris

__ADS_1


" Kalau kamu benar-benar menyayangi Ibu, maka kamu harus mengabulkan permintaan Ibu ," jawabnya sambil menatap Ara


" Ibu,aku rela melakukan apa saja untukmu walaupun nyawaku taruhannya. Tolong beritahu aku apa permintaanmu itu ? " tanya Ara sambil menggenggap tangan Ibunya.


" Jangan menikah dengan anak Ibu Nining, dan menikahlah dengan Aris ," pinta Ibunya


Bagaikan di sambar petir Ara langsung membeku, membatu dengan tatapan mata yang begitu sedih.


" Bagaimana ,apa kamu setuju ? " tanya Ibunya


Ara hanya diam saja.


" Ara, kenapa malah diam ? " tanya Aris sambil menyentuh bahunya


"Ibu , aku tidak mencintai Kak Aris. Aku hanya mencintai Bian, tolong biarkan aku bersama dengannya Bu,"Ucap Ara sambil menumpahkan air matanya yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


Dari balik pintu, sopir pribadi Bian merekam kejadian itu atas perintah Bian.


" Apa yang kamu lihat dari pria seperti dia ? Laki-laki itu tidak akan bisa membahagiakanmu . Karena dia cuma seorang laki-laki miskin." Balas Ibunya dengan alis mata rendah mendekati mata.


" Ibu ,dia itu sangat baik ,dan selalu membuatku tersenyum . Aku begitu nyaman berada didekatnya, dan Ibunya juga sangat baik ke padaku. Dia juga bukan pria miskin yang seperti kalian kira.Tolong ,jangan memandang seseorang dari segi materi Bu," sahut Ara yang sudah menangis.


Wajah Aris langsung berapi-api mendengar ucapan Ara itu.


" Aku akan membuat pelajaran dengan laki-laki itu ," gumam Aris di dalam hatinya. Tangannya mengepal dengan sangat kuat dan dengan gigi yang bergemeretak menahan amarah.


" Kalau dia kaya ,mana mungkin Ibunya menjadi seorang baby sister. Sekarang ini dia memang baik denganmu, tapi setelah menikah sifat mereka pasti akan langsung berubah seperti keluarga Arya." Ucap Ibunya


" Hentikan Bu, mereka tidak seperti itu. Tolong maafkan aku Bu, aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu Itu," teriak Ara yang langsung berbalik dan ingin keluar dari kamar Ibunya.


Akan tetapi Ibunya menghentikannya.


" Kalau kamu tidak mau menuruti permintaan Ibu, maka lebih baik Ibu mati saja ," katanya yang langsung mengambil pisau buah yang ada di sampingnya.


Ibunya langsung mengarahkan pisau itu ke pergelangan tangannya.


Aris dan Ara langsung terbelalak lebar karena begitu terkejut melihat hal itu.


"Tante, apa yang Tante lakukan ? Tolong taruh pisau itu Tante," pinta Aris dengan raut wajah cemas


"Iya Bu, tolong bawa kemari pisau itu." Ucap Ara yang juga begitu cemas melihat Ibunya.


" Kalau kamu tidak mau menuruti ucapan Ibu ,maka biarkan Ibu mati saja."teriak Ibunya


"Baiklah ,aku akan menikah dengan Kak Aris ,tapi tolong taruh pisau itu," balas Ara dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


__ADS_2