Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Pernikahan


__ADS_3

Besok paginya Ara dan Aris mengecek kamera CCTV di rumah mertuanya. Sudah lama dia tidak mengecek kamera CCTV itu ,karena dia terlalu sibuk.


Mereka akan mengecek lewat laptopnya.


"Aku jadi tidak sabar ingin melihatnya . Cepat dong Kak, lama sekali sih. Aku ingin melihat Kak Arya menikah dengan Mika." kata Ara sambil duduk disamping Kakaknya . Dia sudah tidak sabar ingin melihat suaminya menikah.


"Sabar dong ! " Aris bicara sambil mengerutkan alisnya karena kesal.


"Belum di mulai kok Ra, pengantinnya saja belum di rias. Dan sekarang Mika dan Arya lagi masuk ke kamar.Lebih baik kita cek dulu rekaman yang sebelumnya. " tawar Aris sambil melihat ke arah Ara.


"Hmm baiklah, kalau begitu aku kedapur dulu." kata Ara yang langsung menuju ke arah dapur.


Di rekaman itu,Aris melihat Ibu Intan lagi kedatangan seorang cowok yang seumuran dengan Ara.


"Pasti laki-laki ini adalah keponakan dari Papanya Arya, karena yang aku dengar kalau saudaranya dia itu mandul."guman Aris di hatinya sambil melihat laptopnya. Dia ingin melihat apa yang akan mereka lakukan setelah itu.


"Lho mereka kenapa saling membuka baju? " gumam Aris  di dalam hatinya sambil menggosok dagunya.


 


Mata Aris membulat lebar karena begitu terkejut melihat kalau Ibu Intan lagi berhubungan seksual dengan laki-laki itu.


" Wah parah ini orang. Karena tidak puas dengan suaminya, dia sampai mencari brondong untuk memuaskan nafsunya. Ibu dan Anak sama saja. " gerutu Aris di hatinya.


"Kak, ini di mimum dulu tehnya ." kata Ara sambil duduk disamping  Aris.


"Hmm Ra ,apa kamu pernah lihat rumah mertuamu di datangi oleh seorang laki-laki yang seumuran denganmu ? " tanya Aris dengan alis mata terangkat .


" Tidak pernah Kak,tapi pernah sih Ibu Harum bilang ke aku kalau keponakkannya Mama selalu datang ke rumah saat dirumah hanya ada Mama mertua saja. Memangnya kenapa kak?  " Ara bertanya sambil menatap Kakaknya dengan mulut mungilnya yang sedikit terbuka.


"Itu bukan keponakannya Ra." Aris bicara sambil meminum teh yang dibuatkan oleh Ara.


"Lalu dia siapa Kak? " Alis Ara sedikit terangkat karena penasaran dengan ucapan Kakaknya.

__ADS_1


"Mama mertuamu punya simpanan brondong, dan tadi aku lihat dia lagi berhubungan seksual dengan brondong itu."kata Aris sambil menggenggam tangan Ara


Ara langsung melongo karena terkejut mendengar itu.


"Kok laki-laki itu bisa mau ya sama Mama mertua?"Ara bicara sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung.


"Namanya saja dia lagi nyari uang Ra, kalau ada uang apapun pasti bisa dilakukan. Banyak kok sekarang yang seperti itu." terang Aris


"Berarti Mama mertua banyak memiliki uang dong! Buktinya dia bisa nyari brondong! " ucap Ara menatap Aris.


"Sepertinya begitu."balas Aris sambil menatap layar laptopnya


"Hebat juga ya. Nanti kalau aku sudah bercerai dengan Kak Arya,aku akan membuat dia cemburu ,karena telah menyakitiku. Dengan cara menyewa seorang pria agar mau berpura-pura menjadi pacarku." kata Ara yang lagi bercanda.


Aris menatap Ara dengan rahang mengeras ,dia marah karena tidak suka mendengar ucapan Ara.


"Apakah harus mencari laki-laki lain? Tidak bisakah kamu melihatku sedikitpun? "Aris bertanya dengan alis mata rendah mendekati mata,dan tersimpul jeles,yang membuat lebih banyak kerutan.


Ara melihat kalau Kakaknya menganggap serius ucapannya.


"Kamu tahu tidak,aku begitu mecintaimu. Hatiku begitu sakit saat kamu bersama orang lain,tapi aku akan terus menunggumu,karena aku yakin kita nanti pasti bisa bersama. Dan aku ingin sekali menjadi Papanya si kembar"ucap Aris yang membalas tatapan wajah Ara.


Wajah Ara langsung tersipu malu,dan hatinya berbunga-bunga mendengar ungkapan perasaan Aris.


"Maaf Kak,untuk saat ini aku belum bisa membalas perasaan Kakak. Karena aku belum bercerai dengn Kak Arya."


"Tenang saja, Kakak akan selalu menunggumu." kata Aris yang langsung mencium kening Ara.


Wajah Ara masih memerah karena merasa malu.


"Oh iya Kak ,kita harus menyimpan rekaman tadi dengan sebaik-baiknya ." balas Ara


"Iya kamu memang benar"jawab Aris sambil melihat ke layar laptop.

__ADS_1


"Ra,pernihakannya sudah mulai,dan disini tidak ada banyak orang . Cuma ada 10 orang yang menyaksikan pernikahan mereka, dan  sepertinya pernikahan mereka sangat dirahasiakan dari orang lain. Dan Kakak lihat sepertinya Arya tidak bahagia dengan pernikahannya itu , dia melamun terus. Apa kamu tidak sedih melihat suamimu menikah dengan wanita lain? Karena biasanya kalau wanita lain melihat ini pasti menangis histeris. "terang Aris sambil melirik Ara.


"Ngapain juga mengeluarkan air mata untuk laki-laki seperti itu. Orang seperti itu tidak pantas ditangisi. Aku malah merasa bersyukur karena dia melakukan pernikahan ini. Karena dengan dia menikah aku jadi bisa lepas dari keluarga mereka."ucap Ara dengan alis mata berada di posisi terendah, membayangi mata.


1 jam kemudian pernikahan itu akhirnya telah selesai.


"Kak , yuk sekarang kita ke sana. Kita jalankan rencana kita yang pertama." kata Ara mengajak Kakaknya dengan senyum menyeringai.


"Kalau hegitu sekarang kamu hubungi Arya ."suruh Aris sambil bangkit dari tempat duduknya


Ara lalu mengikuti Aris menuju ke mobilnya sambil menghubungi suaminya,tetapi Arya tidak mengangkat telepon darinya.


3 menit kemudian ada pesan Wa masuk dari Arya .


[Maaf Ra, aku tadi dijalan habis mengantar Papa terapi . Dan sekarang aku baru sampai rumah.]


" Pembohong sekali ini orang." gumam Ara di dalam hatinya. Dan Ara langsung membalas pesan Wa tersebut.


[ Aku hanya mau bilang sama Kakak, kalau sekarang aku dan Kak Aris lagi di jalan menuju ke rumah Mama dan Papa. Kami kesana karena ingin menjenguk Papa.]


Setelah itu Ara langsung menonaktifkan ponselnya .


"Gimana Ra? " tanya Aris dengan alis mata terangkat dan mata yang fokus menatap gadis itu. Dia begitu penasaran dengan pesan Wa Arya.


"Kak Arya bilang kalau tadi dia di jalan dan sekarang baru sampai di rumah. Tapi aku langsung bilang ke dia kalau kita mau kesana menjenguk Papa mertua.Setelah itu aku langsung menonaktifkan ponselku biar dia tidak bisa menghubungiku. Sekarang lebih baik nonaktifkan ponsel Kakak untuk sementara waktu. Kalau ponsel Kakak aktif, nanti Kak Arya malah menghubungi nomer Kak Aris dan kalau dia menghubungi kita ,pasti dia akan menyuruh kita agar jangan kesana dulu." kata Ara menjelaskan


Aris lalu menonaktifkan ponselnya.


"Pasti sekarang dia begitu panik, karena kamu akan ke sana."Aris bicara sambil tersenyum. Sudut-sudut pada kurva mulutnya melengkung ke atas, yang membuat keseluruhan garis mulur bergerak sedikit ke atas pada wajah.


"Oh iya Kak, nanti aku akan masuk ke kamar Kak Arya secara diam-diam . Jadi tolong bantu aku agar aku bisa masuk ke dalam kamar Kak Arya secara diam-diam." ucap Ara sambil menatap Aris.


"Ok,tapi hati-hati ya! Soalnya kamu sekarang lagi hamil."

__ADS_1


"Ya Kak, aku akan hati-hati." balas Ara sambil melihat Kakaknya.


__ADS_2