Menderita Setelah Menikah

Menderita Setelah Menikah
Penyesalan


__ADS_3

Setelah kepergian Ara dan Bian , keluarga Ara mendekati Arya karena ingin bertanya mengenai Bian.


" Arya , apa kamu mengenal Bian ? " tanya Aris sambil menatap Arya.


" Tentu aku mengenalnya, memangnya kamu tidak tahu dia siapa ? " tanya Arya balik


" Tidak, yang aku tahu hanya Ibunya seorang baby sister. " Terang Aris


" Ya nak Arya, kami hanya tahu kalau dia seorang anak baby sister." Ucap Bapak Ara.


" Kalian ini bagaimana sih ? Dia itu orang paling kaya di kota ini. Usahanya saja ada di mana-mana , dan dia juga memiliki rumah sakit. " Tutur Arya. Arya merasa heran dengan keluarga Ara karena mengira kalau Bian adalah anak seorang baby sister.


Mata keluarga Ara langsung terbelalak lebar karena terkejut mendengar ucapan Arya.


" Jadi dia itu bukan seorang anak baby sister ? " tanya Tante Jingga tampak terkejut.


"Bukan Tante, dia memang tidak suka memamerkan kekayaannya. Kalau begitu aku permisi dulu,karena aku harus ke restoran," balas Arya berpamitan


" Kalian ini bagaimana sih ? Mantu kalian sangat kaya begitu ,tetapi kalian tidak merestui. Memangnya kalian mau mencari menantu yang seperti apa ? " tanya Om Bram sambil menatap orang tua Ara.


" Kami kira dia pria miskin,"jawab Bapak Ara menunduk


" Kalian terlalu matre jadi orang, seharusnya kalian tidak boleh seperti itu. Sekarang ini Ara pasti membenci keluarganya sendiri,"ucap sepupu Ara


" Kamu memang benar, kita selama ini terlalu egois dengannya. Padahal Ara sudah berkali-kali memberitahu kita kalau Bian itu bukanlah orang miskin , tapi kita terlalu sombong jadi orang. Jujur aku bangga dengan Ara ,karena hatinya begitu baik. Selama ini dia tidak pernah membedakan orang, berbeda dengan kita yang selalu membedakan orang lain, " sahut Aris dengan wajah yang sendu


" Dulu kami juga sering memarahi Ara, karena dia sering sekali membantu temannya di Sekolah , dan kadang juga dia sering menolong pengemis. Walau kita sudah memarahinya, tapi dia tidak pernah mendengarkan ucapan kami. " Ucap Bapaknya


" Iya Bapak memang benar, kita memiliki putri yang hatinya begitu baik, justru kita yang selalu jahat kepadanya." Jawab Ibunya


Tiba-tiba ada seseorang datang ke rumah mereka.


" Om ,Tante , di depan ada orang yang mencari Ara." Kata sepupu Ara dengan wajah tergesa-gesa


" Siapa yang mencari Ara ? " tanya orang tua Ara dengan wajah penasaran

__ADS_1


" Aku juga tidak tahu Tante, lebih baik kalian temui mereka."jawabnya


Keluarga Ara lalu menghampiri orang itu. Setelah sampai di depan rumahnya, mereka melihat ada seorang Nenek bersama cucunya sedang duduk di teras.


" Selamat malam,kami kesini ingin bertemu dengan Mbak Ara . Apakah dia ada ? " tanya seorang anak perempuan


"Kalian siapa ?" tanya Bapak Ara sambil menatap mereka.


" Nama saya Arin ,dan ini adalah Nenek saya. Kami kesini ingin bertemu dengan Mbak Ara." Ucap seorang gadis yang bernama Arin.


" Anak saya sudah pergi bersama suaminya, memangnya ada perlu apa mencarinya ? " tanya Ibu Ara sambil menatap gadis itu.


" Kami kesini ingin mengucapkan terima kasih kepadanya," balas Neneknya sambil menunduk


" Terima kasih untuk apa ? " tanya Tante Jingga dengan alis mata terangkat


" 1 tahun yang lalu cucu saya kecelakaan , dan kondisinya sangat kritis. Sedangkan kedua orang tuanya sudah lama meninggal. Waktu itu saya sangat bingung sekali memikirkan biaya kuliah cucu saya, dan juga biaya rumah sakitnya. Lalu Non Ara datang membantu kami, dia yang membayar biaya rumah sakit cucu saya ,dan membantu membiayai uang kuliah cucu saya. Waktu itu saya merasa tidak enak dengannya, karena saya tidak mengenalnya , tapi dia bilang kalau dia ikhlas membantu kami. Dia seperti seorang dewi yang di utus oleh Tuhan untuk kami. Kami tidak sempat berterima kasih kepadanya , karena waktu itu saya hanya memikirkan keadaan cucu saya. Dan sudah beberapa bulan ini kami mencari Non Ara, tapi kami baru tahu alamatnya kemarin, " tutur Nenek itu sambil menangis .


Keluarga Ara begitu terharu mendengar cerita Nenek itu, dan bahkan sepupu Ara sampai meneteskan air mata mendengarnya.


" Ada seorang anak yang pernah tinggal di Panti Asuhan menyuruh kami untuk datang ke Panti Asuhan Kasih Bunda . Kemudian kami pergi ke Panti Asuhan tersebut. Setelah sampai di sana , seorang Ibu Panti memperlihatkan foto Non Ara , lalu dia bilang kalau Non Ara sering ke Panti Asuhan itu setiap bulan, kalau dia tidak bisa datang ,maka ada orang lain yang di suruh ke sana. Kami lalu di berikan alamat rumah ini oleh Ibu Panti." Jawab Nenek itu


"Maaf Nek, kami belum tahu alamat suami Ara. Tapi kalian bisa menghubungi nomer suaminya dan nomernya Ara sendiri. " Terang Aris sambil memberikan nomer Ara dan Bian


Nenek itu lalu mengambil nomer ponsel itu.


" Silahkan di minum dulu minumannya ," ucap Tante Jingga


" Ya terima kasih ,"jawab mereka


"Apa cucu Nenek masih kuliah ? " tanya Tante Jingga sambil menatap Arin


" Iya Bu, cucu saya masih kuliah ,tapi sambil bekerja." Sahut Neneknya


" Semoga cucunya jadi orang yang sukses ya Nek," jawab Tante Jingga sambil tersenyum.

__ADS_1


8 menit kemudian Arin dan Neneknya sudah pulang, sedangkan keluarga Ara saling terdiam.


" Selama ini kita begitu egois , hanya memikirkan diri sendiri saja. Aku seperti tidak pantas menjadi Ibunya. Anakku begitu baik hati ,sedangkan aku seperti orang jahat." Ucap Ibunya sambil meneteskan air mata karena merasa menyesal.


" Ibu memang benar, padahal semua yang kita miliki hanya titipan Tuhan , dan kalau kita mati juga tidak akan bisa membawa semua kekayaan ini ,tapi kita hanya memikirkan materi saja." Balas Suaminya


" Sepertinya kita harus minta maaf dengan Ara, "jawab Aris


" Kak Aris benar , kita harus minta maaf dengan Ara . " Jawab sepupu Ara.


Tiba - tiba ponsel Aris berbunyi ,dan ternyata yang menghubungi adalah Arya.


📞" Halo Arya ,ada apa ? " tanya Aris dengan alis mata terangkat.


📞"Halo Aris , aku ingin memberitahumu kalau Ara dan Bian mengalami kecelakaan, tadi di jalan ada mobil truk mengalami rem blong, dan setelah itu menabrak mobil Bian. Lebih baik kalian datang ke rumah sakit sekarang juga, nanti aku kirimkan alamatnya, "balas Arya yang langsung mengakhiri sambungan telepon itu.


Bagaikan tersambar petir di siang bolong,ponsel Aris langsung terjatuh setelah mendengar semuanya.


Air matanya langsung keluar begitu saja. Dan keluarganya begitu heran melihat Aris yang tiba-tiba menangis seperti itu.


"Aris ada apa nak ? " tanya Om dan Tantenya


Sedangkan Aris hanya menangis , mulutnya terasa berat untuk membalas pertanyaan mereka.


"Aris ada apa ? Kenapa kamu menangis ? " tanya Ibu Ara


"Tante, A_Ara Tan ," ucap Aris bicara tergagap sambil menangis


" Ada apa dengan Ara ? " tanya Tantenya dengan cemas


" Ara ,dan Bian mengalami kecelakaan." Kata Aris sambil menangis


Mata mereka langsung membulat ,dan bibirnya terbuka lebar karena begitu terkejut.


Ibu Ara yang mendengar itu langsung menangis meraung-raung ,setelah itu dia pingsan.

__ADS_1


__ADS_2