Menikah Dengan Pacar Sahabatku

Menikah Dengan Pacar Sahabatku
135. Tamat


__ADS_3

Enam bulan kemudian.


Bugh!


"Lagi!" seru Zidan yang sedang melawan Zia.


Zia kembali melayangkan pukulannya pada Zidan, gerakannya masih bisa terbaca oleh suaminya itu karena ia juga masih berpikir saat akan menyerang.


"Jangan kebanyakan mikir! langsung serang," kata Zidan lagi.


Zia mengangguk, melayangkan tendangan dengan cepat yang naasnya malah mengenai benda pusaka milik Zidan.


"Auww!" Zidan mengaduh sambil memegangi punyanya.


"Maaf maaf! nggak sengaja," sesal Zia mendekati Zidan.


Zidan mengangguk lalu duduk di kursi taman, diikuti Zia.


"Masa depan kamu ini, malah ditendang," ujar Zidan yang masih merasa ngilu.


Zia memberikan tatapan menyesalnya. "Nggak sengaja. Sakit banget ya?"


Zidan mengangguk, lalu menoleh pada sang istri yang matanya sudah berkaca-kaca. "Nggapapa. Dini peluk biar sembuh."


Zia langsung berhambur memeluk Zidan, membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami. Zia merasa bersalah karena tanpa sengaja sudah menyakiti Zidan.


"Udah mulai pinter nyerangnya. Kalo udah mepet boleh kok tendang itunya, asal bukan punyaku," kata Zidan yang diangguki Zia.


Zidan mengusap rambut berkeringat Zia, istrinya ini begitu bekerja keras untuk bisa bela diri dan perkembangannya juga bagus.


"Kalo punya kamu kenapa?" tanya Zia iseng, kepalanya mendongak menghadap dagu Zidan.


"Nanti nggak bisa buat adiknya Vian," jawab Zidan menunduk, tepat saat Zia tersenyum. Kan Zidan jadinya ingin bibir itu, tanpa menunggu lama Zidan ******* bibir sang istri.


Zia memejamkan matanya menikmati gerakan bibir Zidan. Begitu pula Zidan yang menyukai bibir manis Zia, sepertinya Zia memakai liptint yang terasa manis.


"Woy!"


Zidan dan Zia terkejut dengan teriakan dari arah pintu belakang. Bibir mereka otomatis terlepas karena reflek menoleh.

__ADS_1


"Salah waktu kita Guys," ucap Sherena yang terbengong melihat adegan lumayan panas suami istri itu.


Mereka mengangguk, tapi bukanya pergi malah mereka menghampiri Zidan dan Zia. Sepertinya niatnya ingin piknik karena barang bawaan mereka banyak, ada karpet juga.


"Mau pindahan kalian?" tanya Zidan yang merasa kegiatannya dengan Zia terganggu.


"Piknik gratis di sini, eh malah ngeliat adegan langsung. Untung belum lebih-lebih," jawab Dyu yang sedang menggelar tikar.


"Lebih apaan. Lebih ya di kamar," ucap Zidan yang masih duduk. Tangannya malah sekarang bersedekap seraya memandangi mereka yang sibuk dengan barang-barang piknik.


"Sini Zi, kita piknik. Ambil dulu deh Zavian, biar main sama Vina Varo," kata Ayra yang sedang menggendong Varo, putra pertamanya, sedangkan kembarannya, Vina bersama Sus Ria, pengasuh anak kembar Ayra.


Zia yang awalnya masih terbengong pun mengangguk, berjalan masuk ke dalam rumah untuk mengambil Zavian yang sedang bersama neneknya.


Tidak sampai hitungan menit, Zia sudah kembali bersama Vian.


"Sini," kata Ayra agar Zia duduk di sebelahnya. Agar anak-anak mereka bisa saling mengenal wajah, karena usianya yang berbeda setengah tahun, membuat Zavian yang sudah bisa duduk itu melihat bayi-bayi berumur dua bulan itu dengan tatapan polos.


"Itu temen kamu, Vian. Temen loh, nanti dijadiin pacar juga boleh," celetuk Dyu saat melihat Vian begitu tertarik dengan bayi perempuan Ayra.


"Dari Vina lahir, Vian liatinnya gitu banget ke Vina. Nggak pernah kedip," ujar Keyna. Mengingat Vian pernah menangis karena sedang menatap Vina tapi ditutup matanya oleh Zidan.


Piknik dadakan ini diadakan untuk mengisi waktu libur mereka. Tanpa izin si pemilik rumah, untungnya diizinkan.


"Udah lah. Mana ada anak kecil tau naksir naksiran," kata Zidan yang sedang memberikan biskuit pada Vian.


"Siapa tau Lo sama Ayra putus di tengah jalan, tapi anak kalian yang bakal lanjutin," kata Langit.


"Kejauhan mikirnya," kata Zidan.


"Ya dideketin, biar nggak kejauhan," timpal Dyu.


Pagi menuju siang hari ini, mereka menikmati waktu untuk bercanda. lebih banyaknya sih menggoda Zavian dan Vina.


Zia melihat tingkah anaknya yang sudah bisa merangkak ke sana kemari. Nemplok sana sini sama uncle-Aunty-nya, dan tertawa lepas saat digelitik Zidan.


Zia tidak menyangka kalau ia bisa sampai di tahap bahagia ini. Yang awalnya tampak begitu hancur, kini sudah tertata lagi, hubungannya dengan orang tua, juga dengan teman-temannya.


Dari awal kejadian di ulang tahun Sherena, menikah dengan Zidan, hamil, dan masalah-masalah yang menimpanya setelah itu sudah Zia lewati dengan senyum dan kadang air mata.

__ADS_1


Roda itu berputar. Kehidupannya juga berputar dengan begitu cepat. Di usianya yang baru tujuh belas tahun ia sudah hamil, dan sekarang di usia delapan belas tahun, Zia sudah punya anak yang bahkan sudah pintar merangkak dan duduk sendiri.


Senyum dan tawa Zavian adalah kebahagiaan Zia yang tidak pernah Zia sangka. Janin yang dulu sempat ia benci walau sesaat, kini sudah menjadi putra kesayangannya, kesayangan semua orang juga.


Dan, Ayra. Zia sudah berhubungan dengan sangat baik dengan mantan pacar suaminya itu. Sudah saling mengerti keadaan yang memaksa mereka memutus rasa yang sudah ada dan memulai dengan yang baru. Ayra adalah pihak paling tersakiti saat ia dan Zidan terpaksa menikah, tapi sekarang Ayra juga sudah bahagia dengan pengganti Zidan yang bahkan menyayangi Ayra melebihi Zidan.


Dan akhirnya, Zia bahagia dengan takdirnya bersama Zidan. Sebuah jebakan yang sempat membuatnya hancur tapi itu lah jalan menuju kebahagiaan yang lebih sempurna.


Menikah Dengan Pacar Sahabatku, sempat menjadi penyesalan terbesar Zia karena mengkhianati sahabatnya sendiri.


Akhirnya, semua sudah kembali pada kebahagiaan masing-masing, dengan takdir yang lebih indah dari yang direncanakan.




TAMAT.



Terima kasih sudah mengikuti perjalanan Zidan dan Zia, sudah menjadi saksi bagaimana mereka menjalani takdir yang tidak biasa.



Maaf, karena novel ini terlalu lama update. Dan sekarang, semuanya sudah berakhir. Walaupun kehidupan Zidan dan Zia akan terus berjalan.



Cerita ini cukup sampai di sini. Terima kasig banyak sudah sabar menunggu dan membaca cerita pertamaku ini.



Sampai jumpa di sisi kehidupan yang berbeda.


Sampai jumpa lagi di novel-novelku yang lain...



\--Miamandaaa

__ADS_1


__ADS_2