
"Abis pulang ke Jakarta lagi ya?" tanya Sherena mewakili semua cewek.
M a m p u s.
Semua cowok hanya bisa nyengir saja dan sudah bisa kalian tebak apa yang terjadi selanjutnya.
Hampir satu jam dua kubu itu berdebat. Dan pemenangnya sudah pasti tim cewek.
"Sebagai hukuman, kalian yang siapin buat acara bakar bakar nanti malem," kata Sherena yang diangguki para cewek.
Dengan pasrah mereka pun mengangguk. Mau bagaimana lagi, daripada cewek kesayangan mereka ngambek berkelanjutan lebih baik mengalah, hanya menyiapkan acara bakar bakar juga bukan hal yang sulit.
Para cewek pun kini tengah bersantai di depan televisi bersama Arin. Sedangkan para cowok tengah ribut di halaman samping Villa.
"Belanjanya beli apa aja nih?" tanya Dyu yang memang kebagian berbelanja.
"Yang bisa dibakar," jawab Zidan seadanya. Suami Zia itu kini tengah memegang kipas angin yang akan digunakan nanti.
" Set dah! Yang spesifik dong. Yang bisa dibakar mah banyak, motor, mobil, rumah juga bisa dibakar," cerocos Dyu.
"Jagung, sosis, daging, kentang, bakso, seafood," jawab Zidan yang baru saja mencoba menyalakan kipas angin kecil untuk mengipasi makanan yang dipanggang nanti. Galen tengah menyiapkan grill atau alat panggang, Langit dan Pak Ervan menggelar tikar dan menyiapkan tempat yang nyaman untuk para cewek, sedangkan Zio tengah menyiapkan printilan alat lainnya seperti kuas kecil, penjepit makanan, piring, garpu, dan lain-lain.
"Oke lah. Kalo gue inget, kalo kaga ya seadanya. Lo temenin gue," kata Dyu menarik Zidan keluar dari halaman samping villa.
Setengah jam kemudian.
"Udah siap?" tanya Keyna yang baru keluar dari pintu samping.
Mereka pun mengangguk dan memperlihatkan semua yang sudah tertata rapi.
"Okey. Girls ayo kita bakar-bakar," teriak Keyna ke arah dalam Villa. Tidak sampai satu menit remaja perempuan dan seorang gadis kecil keluar dari dalam villa.
Di sana mereka ikut memanggang, kecuali Zia dan Arin yang sudah duduk nyaman dan tengah sibuk mengobrol. Sama sama polos membuat obrolan mereka kedengaranya asik padahal hanya obrolan anak kecil.
Keyna tengah menusuk nusuk sosis, bakso, dan udang menggunakan tusuk sate. Ayra tengah meracik bumbu barbeque dibantu sang suami, sedangkan Sherena tengah mengarahkan Zio untuk memotong jagung dan daging.
Galen dan Zidan tengah menyalakan arang, sisanya Langit dan Dyu yang kini tengah duduk bersama Arin dan Zia karena lelah baru saja pulang berbelanja.
"Mau yang mana?" tawar Zidan sembari menunjukkan semua bahan yang siap dipanggang pada Zia.
Zia meletakan telunjuknya di dagu seperti tengah berpikir. "Sosis, bakso, sama jagung," tunjuknya.
Zidan mengangguk lalu mengambil beberapa tusuk makanan yang diinginkan Zia, "Tunggu lima menit Ya," ucapnya sembari mengusap kepala Zia yang tengah mengangguk.
Zia sebenarnya masih bisa bergerak dan ikut memanggang bersama mereka, tapi karena Zidan yang melarangnya, Zia pun hanya bisa menurut. Lagian jika ia kecapean kan tidak baik juga, ia masih memikirkan acara tujuh bulanan hari selasa nanti.
__ADS_1
Saat tengah asik melihat teman-temannya yang sibuk memanggang, tiba-tiba ponsel Zidan yang dititipkan pada Zia berdering. Zia segera melihatnya dan itu adalah panggilan video call dari bunda.
"Haii Bunda," sapa Zia saat wajah bundanya terpampang di layar ponsel Zidan.
"Haii, cantik," sapa Bunda balik. "Gimana keadaan kamu? ngga kecapean kan?"
Zia menggelengkan kepalanya, "Engga Bunda, liat tuh Zia aja duduk waktu mereka lagi sibuk kaya gitu," kata Zia sembari mengarahkan layar ponsel Zidan ke arah mereka yang sibuk.
"Bagus kalo kaya gitu. Bunda mau ngasih tau kalo mama Zia udah lahiran tadi malem, tapi karena Bunda jadwalnya penuh dengan operasi dan baru selesai tadi bunda baru bisa kasih tau," beritahu bunda Dian yang membuat ia senang.
"Alhamdulillah, mama sama adek aku sehat kan Bun? cewek apa cowok?" tanya Zia yang penasaran.
"Mama sama adek kamu sehat, adik kamu cewek," jawab Bunda bertepatan dengan Zidan yang menghampiri Zia.
"Zidan, Adik aku udah lahir," kata ida dengan antusias saat Zidan duduk di sebelahnya.
Zidan mengucapkan hamdalah dan terseyum, "Iya, kamu makan nih."
Zia menyerahkan ponsel pada pemiliknya lalu menerima piring yang berisi makanan yang tampaknya sangat enak. Dari baunya saja sudah menggugah selera.
"Makan Bunda," kata Zia pada sang mertua di seberang sana. Bunda tersenyum sembari mengangguk membuat Zia memulai makannya.
"Udah dulu ya, itu ada pasien lagi," kata Bunda Dian yang diangguki Zidan dan Zia. Zidan melihat jam tangannya dan sekarang sudah pukul sembilan malam, tapi Bundanya masih saja bekerja, resiko seorang dokter memang.
"Enak?" tanya Zidan menoleh ke arah Zia yang makan dengan lahap, bahkan bumbunya sampai mbeleber kemana mana, di pipi, hidung, bahkan sampai dagu.
Zidan terkekeh melihat betapa menggemaskannya istrinya ini, Zidan juga mengambil tissue dan mengelap wajah Zia yang belepotan.
"Kaya anak kecil," gumam Zidan.
"Langiitt itu sosis guee." Teriakan Dyu membuat mereka semua melihat ke arah Dyu yang tengah mengejar Langit yang mengambil sosis miliknya.
"Sosis lo masih ada itu di bawah," balas Langit sembari menghindari kejaran Dyu.
"Itu mah sosis yang lain Langit..." kesal Dyu merebut sosia yang tinggal separuh itu dari Langit.
"Perkara sosis aja rebutan, udah punya masing masing juga, lengkap dengan dua telor," canda Zio membuat mereka semua tertawa.
Yang memiliki pasangan juga tengah bermesraan dengan pasangan masing-masing. Zio yang menyuapi Sherena, Galen dan Keyna yang disuapi oleh Arin secara beegantian, dan Pak Ervan yang tengah memotongkan daging untuk Ayra dengan saling tertawa ngakak, sepertinya asik sekali obrolan Ayra dan Pak Ervan sampai keduanya ngakak brutal seperti itu.
"Jangan ngakak berdua doang dong, sini bagi-bagi," kata Zio membuat Ayra mengangguk lalu menarik suaminya untuk bergabung dengan mereka. Akhirnya mereka semua bergabung dan membentuk lingkaran di atas karpet.
"Shttt... jangan berisik," kata Ayra tiba-tiba dengan berbisik.
"Kenapa?" tanya Zio memperhatikan sekitar, takutnya ada bahaya.
__ADS_1
"Ada baju tidur sama kamar tidur," kata Ayra lagi menunjuk baju tidur yang digunakan para cewek dan kamar tidur di samping halaman. Mereka pun ada yang tertawa ada yang hanya tersenyum saja, contohnya Pak Ervan, karena itu adalah jokes yang pernah dia lontarkan waktu di mall.
"Ngejokes ceritanya," kata Sherena setelah terkekeh. Padahal baju tidur mereka dilapisi jaket karena memang suasana puncak yang dingin, apalagi ini di luar ruangan.
"Saya mau nanya ke Zio, apa panggilan paling romantis kamu ke cewek kamu?" tanya Pak Ervan yang tidak begitu ingat nama Sherena.
"Panggilan ke Sherena? Sayang?" jawab Zio dengan ragu.
"Pacaran kok panggil sayang, panggil penghulu dong biar pro," sambar Ayra sebelum Pak Ervan mengucapkannya. Itu jokesnya yang pernah ia lontarkan di kantor Ervan, ia masih sangat ingat itu.
"Weessss mantap Ra," respon heboh Dyu.
"Jleb bener ya Zi," ledek Langit pada Zio.
Pa Ervan mendengus, tadi saja jokesnya dicuri, giliran dia mau nyuri malah direbut dulu.
"Bentar bentar, kok Ayra bisa ngelanjutin jokesnya Pak Ervan?" heran Keyna.
Ayra tertawa renyah, "Ya bisalah, orang itu jokes gue dia curi," jawabnya.
"Yang pertama juga jokes saya yang kamu curi," bantah Pak Ervan.
"Loh loh loh... Aneh! kok curi curian jokes," celetuk Dyu yang mengundang tawa mereka.
"Asik nih pasti kalian kalo lagi berdua, ngakak terus pasti. Stok jokesnya masih banyak?" tanya Sherena yang diangguki Ayra, masih melimpah.
"Aman," jawab Pak Ervan. Jika sedang bersama Ayra memang selalu saja ada yang bisa ia jadikan candaan.
Mereka baru tau kalau sifat sebenarnya Pak Ervan tidak seseram yang mereka lihat, bahkan sekarang terlihat lucu dan ramah terhadap mereka.
Malam ini mereka isi dengan makan bersama diiringi jokes dari Ayra, Pak Ervan, ditambah Dyu yang semakin memeriahkan malam. Malam ini adalah malam yang dirindukan mereka semua. Karena setelah malam truth or dare waktu itu suasana berubah kacau dan mereka baru bisa menikmati malam yang sama hari ini, setelah tujuh bulan lamanya.
Setelah ini mereka akan segera mengajukan kasus Tuan Willy ke kepolisian.
¤¤¤¤¤¤
Hai hai haiiiii👋
Gimana sama bab ini? ♥
Siapa yang udah baca cerita Pak Ervan & Ayra? Udah ngakak sampe bengek belum? 🤣🤣
Seperti biasa, jangan lupa like, komen, vote, kasih hadiah, dan follow. ♥♥
Aku ngga pernah maksa Lakuin salah satu aja udah bikin aku seneng kok. ♥♥♥
__ADS_1
Sampai ketemu di bab selanjutnya.. Bye Bye👋👋