MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Mengenang Masa Lalu


__ADS_3

Tok tok tok


"Dinda, kenapa ditutup sih pintunya?" ucap Dandi sambil terus mengetuk-ngetuk pintu.


Dengan cepat Dinda memutar kunci dan membukakan pintu. Dia juga bingung kenapa pintunya dikunci.


"Kenapa dikunci? kamu ngapain sih?" tanya Dandi heran.


Ini pasti kak Dave yang ngunci pintunya. Pantas saja dia langsung membawaku kekamar


"Nggak ngapa-ngapain koq Dan," balas Dinda sedikit gugup.


"Kamu kenapa? kenapa leher kamu merah? kamu alergi?" tanya Dandi khawatir.


Dinda yang sadar buru-buru menutup lehernya bekas cupangan. "Ah ini... nggak kenapa-napa koq Dan. Ini cuma... " menggantungkan ucapannya saat Dave tiba-tiba keluar dari kamar.


Dandi menatap Dinda dan Dave secara bergantian. Kini dia sudah tau penyebab leher Dinda sampai merah. Pantas saja dia malu-malu mengatakannya. Apa Dave begituu tidak bisa menahannya?


"Maaf Dandi, aku tidak memberitahumu membawa Dave kerumah," ucap Dinda.


"Tidak apa-apa. Apa kalian sudah makan?" tanya Dandi basa-basi. Melangkahkan kaki menuju kamarnya. Mandi dan mengganti pakaian.


Hah, apa dia bekerja dikantor? lalu kenapa masih tinggal ditempat yang kumuh ini? sama sekali tidak pantas dengan pekerjaannya.


"Kami sudah makan." balas Dinda cepat. Rasanya dia begitu malu dengan kondisinya saat ini. Ini semua gara-gara Dave.


Malam itu mereka makan malam bertiga. Duduk lesehan dengan menu yang sudah dihidangkan Dinda. Tidak ada suara antara ketiganya. Hanya suara piring dan sendok yang saling beradu.


"Dandi, aku dan Dave akan kembali ke apartemen besok." ucap Dinda ragu-ragu. Takut jika Dandi tersinggung.


Dandi menghentikan aktivitas mengunyahnya. Kata-kata Dinda membuatnya sedikit sedih. Apakah Dinda akan meninggalkannya lagi?


"Tidak bisa kah kalian tetap disini untuk beberapa hari? aku masih... "


Dinda yang paham maksud Dandi langsung menyenggol tangan Dave. Memberi kode agar Dave mengiyakan suruhan Dandi.


"Kak, bisa kan kita tinggal disini untuk beberapa hari dulu? aku kasihan dengan Dandi," ucap Dinda bisik-bisik.


Ahhh, kenapa aku harus tinggal dirumah ini lagi? aku sudah muak dan sama sekali tidak bisa tinggal dirumah seperti ini.

__ADS_1


"Kak, ayolah!" mohon Dinda kepada Dave.


"Aku tidak bisa! Aku tidak betah tinggal ditempat yang seperti ini," tolak Dave.


"Kak, Dinda mohon! untuk beberapa hari saja," pinta Dinda lagi.


Dengan sedikit terpaksa, Dave menganggukkan kepalanya. Apapun ini semua demi istri tercintanya.


Dandi bangkit dari duduknya saat selesai menghabiskan makan malamnya. Dia lalu menuju teras rumah dan duduk disana seperti biasa.


Dinda pun membereskan tempat mereka makan tadi dan mencuci piring kotor.


"Lihat kan? bagaimana aku bisa berlama-lama tinggal disini. Ayo kita pulang ke apartemen besok,"bujuk Dave saat Dandi sudah tidak berada disana.


Memegang kedua tangan Dave. "Kak, Dinda tau kalian tidak saling bicara. Tapi Dinda mohon, cobalah untuk berbaikan." ucap Dinda. Dia tidak ingin Dave dan Dandi masih bermusuhan. Bagaimanapun dia sangat menyayangi dua laki-laki ini dan tidak ingin mereka terus-terusan musuhan.


"Tapi Din,"


"Dinda tau, itu semua hanya masa lalu Dandi. Semua orang pasti punya masa lalu yang kelam. Jangan diingat-ingat lagi dan dia juga sudah melupakannya." sambung Dinda.


"Kakak mau kan berbaikan lagi dan memaafkan Dandi?" tanya Dinda.


Aku tau kau anak yang baik. Tapi kejadian itu sampai sekarang tidak bisa aku lupakan. Aku hanya kecewa dengan perlakuan mu waktu itu.


"Aku akan menemuinya," ucap Dave. Dia pun lalu meninggalkan Dinda di dapur dan berjalan menghampiri dimana Dandi duduk.


"Boleh aku duduk?" tanya Dave sesikit ragu-ragu saat melihat Dandi duduk di bangku teras.


Dandi mendongak dan melihat siapa yang berbicara dengannya. "Sila kan!" suruh Dandi.


Dave pun duduk dibangku tersebut. Duduk bersebelahan dengan Dandi. Selanjutnya mereka saling diam dan tidak ada percakapan.


Suasana apa ini? kenapa aku menjadi canggung seperti ini? bathin Dave.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Dandi tiba-tiba.


Dia bertanya denganku?


Menoleh kiri kanan, melihat apakah Dandi bertanya dengan orang lain atau dirinya. "Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" tanya Dave kembali setelah yakin jika Dandi sedang berbicara dengannya.

__ADS_1


"Seperti yang kau lihat." balas Dandi singkat.


Yang aku lihat kau sehat dan bahagia.


"Baguslah kalau begitu," ucap Dave setelah yakin dengan kondisi Dandi saat ini.


"Dimana Naomi?" tanya Dandi tiba-tiba.


Dave membulatkan matanya mendengar pertanyaan Dandi. Kenapa tiba-tiba menanyakan Naomi setelah apa yang dilakukan Dandi pada Naomi dimasa lalu.


"Kenapa kau bisa putus dengannya dan malah menikah dengan Dinda? bukankah kau dulu sangat mencintainya?" tanya Dandi lagi.


Dave dibuat begitu kaget dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan Dandi. Padahal dia sudah melupakan Naomi dan tidak ada lagi rasa cinta terhadapnya. Lalu kenapa Dandi menanyakannya?


"Untuk apa kau mengingatkannya lagi? bukankah kau sudah puas?" ucap Dave dan membuat Dandi kesal.


"Apa maksudmu?" tanya Dandi tidak senang.


"Apa kau memang lupa atau hanya pura-pura lupa?" ucap Dave lagi. Dia kembali mengingatkan bagaimana dia menemukan Naomi dan apa yang sudah dilakukan Dandi pada Naomi pada saat itu. Jelas-jelas peristiwa itu tidak pernah dia lupakan hingga sekarang.


"Aku tidak pernah lupa, dan aku selalu mengingatnya," balas Dandi.


"Lalu?" sambung Dave lagi.


"Tidak apa-apa, lupakan saja," ucap Dandi. Dia mulai bangkit dan akan masuk kedalam rumah.


"Apa kau masih mencintainya?" tanya Dave penasaran dan membuat Dandi menghentikan langkahnya kembali.


Menaikkan alisnya heran dengan pertanyaan yang diberikan Dave. Apa dia pikir seseorang tidak bisa move on akan masa lalunya?


Dandi duduk kembali di bangku. Semenjak kemunculan Nazumi, fikirannya kembali mengingat masa lalu yang sudah hampir dilupakannya. Apalagi wajah Nazumi begitu sangat mirip dengan Naomi. Dia menjadi penasaran dengan keberadaan Naomi setelah Dave putus dengannya. Apalagi dia juga mencurigai jika kepala direktur tempatnya bekerja itu adalah Naomi yang berganti nama menjadi Nazumi. Bahkan dia sampai pura-pura tidak mengenali nya.


"Kenapa kau ingin tau kenapa aku putus dengannya?" tanya Dave menyelidik.


"Aku hanya ingin memastikan jika apa yang kau lihat pada saat itu tidak seperti yang kau duga." balas Dandi.


Dave hanya menyerngitkan dahinya tidak mengerti. "Aku putus dengannya karena dia sudah dijodohkan dan menikah dengan orang lain." ucap Dave dan membuat Dandi sedikit kaget.


Menikah? jadi Naomi sudah menikah? lalu apakah Nazumi yang sekarang sudah menjadi istri orang?

__ADS_1


__ADS_2