MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Makam Naomi


__ADS_3

Pukul setengah lima pagi Dandi bangun. Dia mandi dan solat subuh. Setelah selesai, dia bersiap-siap akan berangkat.


Dandi keluar dari rumah, tidak lupa mengunci pintu agar tidak ada maling yang masuk. Walaupun jika maling masuk tidak ada barang berharga yang bisa mereka ambil.


"Semoga selamat sampai tujuan." ucap Dandi semangat sambil melangkahkan kaki meninggalkan perkarangan rumah menuju halte.


Tepat pukul enam, bus datang dan dia segera naik. Mengantarkannya sampai di depan terminal bus antar provinsi.


Dandi turun dan berlari menghampiri bus yang akan membawanya ke kota xx.


"Ah ini dia busnya." ucap Dandi saat melihat nama bus yang akan ditumpanginya.


Dia masuk dan sesekali melirik mencari seseorang. Ya, dia dan Nazumi sudah janjian akan pergi bersama. Dia menerima tawaran Nazumi untuk pergi bersama ke pemakaman Naomi.


Dandi melambaikan tangan saat Nazumi sudah masuk kedalam bus. Nazumi yang melihat pun tersenyum dan berjalan mendekati Dandi. Dia duduk dibangku sebelah Dandi.


Dandi sedikit heran kenapa Nazumi karena duduk disebelahnya. Bukankah kita harus duduk sesuai nomor bangku yang sudah dipesan. Lalu kenapa Naomi duduk disebelahnya?


Nazumi melihat ekspresi Dandi yang seperti kebingungan. "Aku sudah memesan bangku ini. Aku tidak tau jika kau juga memesan bangku di sebelah ku." ucap Nazumi. Dia sedikit berbohong agar Dandi tidak curiga. Dia sengaja memesan bangku disebelah Dandi. Dia sudah mendapatkan info sebelumnya dari penjual tiket. Apalagi sudah tertera nama Pemesan dan nomor bangku.


Difikirannya mungkin hanya kebetulan saja mereka bisa duduk sersebelahan. "Oh iya, maaf aku juga nggak tau kalau bangku kamu disebelahku." balas Dandi.


Tepat pukul tujuh pagi bus berangkat. Selama perjalanan tidak ada obrolan atau semacamnya. Mereka sama-sama diam menikmati pemandangan yang bus mereka lalui.


"Kenapa kamu nggak ajak Dinda?" tanya Nazumi memulai percakapan.


"Aku kasihan karena dia lagi hamil. Apalagi perjalanannya jauh." balas Dandi sambil tetap menatap keluar jendela.


"Oh gitu." ucap Nazumi.


Setelah itu, tidak ada lagi percakapan hingga akhirnya mereka sampai dikota xx dengan selamat.


Setelah sampai, Nazumi memesan taksi online untuk mereka berdua. Awalnya Dandi menolak dan ingin memesan taksi sendiri. Tapi Nazumi memaksanya agar memesan hanya satu taksi untuk mereka berdua. Dengan sedikit terpaksa Dandi mengiyakan. Lagi pula tujuan mereka berdua sama. Sama-sama akan ke makam Naomi.

__ADS_1


Setelah taksi yang mereka pesan sampai, mereka lalu masuk dan pergi menuju ketempat tujuan yaitu pemakaman Naomi.


Setelah menempuh perjalanan lima belas menit, akhirnya taksi sampai tepat didepan pemakaman kota xx.


"Dandi, disini Naomi dimakamkan," ucap Nazumi.


Dandi menatap sekitar pemakaman dengan perasaan haru. Dia sudah membayangkan disinilah tempat peristirahatan kita jika sudah dipanggil sang ilahi. Terbesit perasaan takut dan ingat akan dosa yang pernah diperbuat dimasa lalu.


"Dandi, kamu kenapa? ayo!" ucap Nazumi. Dia melihat dengan jelas wajah Dandi yang tampak sedang melamun dan juga tampak bersedih. Entah apa yang di fikirkan nya.


Dandi langsung tersadar dari lamunannya dan segera melangkahkan kaki masuk ke area pemakaman.


Dia mengikuti langkah Nazumi menuju makam Naomi. "Ini makam Naomi." ucap Nazumi. Makam yang sudah berkeramik warna hitam dan dibatu nisan bertulis Naomi Natsir binti Rakazo Natsir.


Dandi terduduk dan menatap pusara Naomi. Dielusnya batu nisan yang bertulis nama Naomi disana. "Naomi, aku datang. Maaf karena aku terlambat mengunjungimu." ucap Dandi.


"Aku sudah mendengar ceritamu dari Nazumi. Dulu, kau menolak cintaku demi laki-laki lain. Kau mempermainkan perasaanku dan juga harga diriku. Kau tau betapa terpuruknya aku setelah kejadian itu. Sekarang, kau malah meninggalkanku untuk selama-lamanya. Bahkan aku tidak sempat untuk membalas perbuatanmu."


"Naomi, aku datang hanya ingin menjengukmu. Aku hanya ingin melihat keadaanmu. Aku harap kedatanganku kali ini membuatmu senang."


Nazumi yang mendengar seketika menjadi iba. Dia tau bagaimana perasaan Dandi terhadap Naomi. Begitupun penyesalan Naomi terhadap Dandi yang pernah diceritakan saat Naomi masih hidup kepadanya.


Akhirnya janjinya kepada Naomi untuk menemukan Dandi dan mengatakan penyesalan Naomi kepada Dandi sudah selesai. Kini bebannya sudah berkurang dan berharap Naomi semakin tenang disana.


Nazumi duduk disebelah Dandi. Mengelus-elus pusara Naomi. "Naomi, ini aku Nazumi kembaran mu. Bagaimana kabarmu? Aku sudah menepati janjiku untuk membawa Dandi menemuimu. Aku minta maaf karena aku terlambat menemukan Dandi dan kau pergi sebelum aku menemukannya."


"Anakmu sudah tumbuh besar. Dia sudah menjadi anak yang pintar dan cantik sepertimu. Aku sangat sayang dengannya walau dia bukan darah dagingku. Tapi aku sudah berjanji denganmu untuk menjaganya."


Selama Nazumi berbicara, Dandi hanya menatap kagum terhadap Nazumi. Tampak sebuah senyuman terpancar dari bibirnya. Nazumi memiliki hati yang baik bak malaikat. Masih mau menjaga anak dari kembarannya dengan kasih sayang. Dia juga dapat melihat jika perilaku dan sifat Nazumi malah kebalikan dari Naomi.


Kau sangat baik Nazumi. Aku sangat kagum denganmu. Andai dulu Naomi seperti dirimu.


"Dandi," panggil Nazumi. Dia melambai-lambaikan tangannya ke wajah Dandi yang tampak menatapnya.

__ADS_1


Dandi segera tersadar. "A ada apa Nazumi?" tanya Dandi kaget.


Nazumi tersenyum dengan tingkah Dandi. Dandi yang melihat senyuman Nazumi sedikit tertegun karena senyuman nya begitu persis dengan senyuman Naomi.


"Kau yang kenapa? kenapa kau menatapku?" tanya Nazumi tersenyum.


"Tidak apa-apa. Aku hanya melihat Naomi dari dirimu." balas Dandi.


Nazumi tersenyum. Sebenarnya dia merasa sedikit kecewa dengan yang dikatakan Dandi. Dia tidak ingin Dandi menganggapnya sebagai Naomi karena mereka memang kembar dan sangat mirip. Apalagi Dandi pernah merasakan sakit hati dengan sikap Naomi dimasa lalu. Dia ingin Dandi melihatnya sebagai seorang Nazumi yang memiliki sifat dan kepribadian yang jauh berbeda dengan Naomi.


"Apa kau masih mau disini?" tanya Nazumi karena Dandi masih tetap duduk disaat dia berdiri.


Dandi mendongakkan kepalanya keatas menatap Nazumi. "Apa kau ingin pergi?" tanya Dandi kembali.


"Iya, Sepertinya sekarang sudah waktunya aku pergi." balas Nazumi.


"Kau mau kemana?" tanya Dandi. Dia juga masih bingung akan kemana selepas ini. Apalagi tujuannya hanya kesini dan dia juga tidak pernah datang ke kota ini. Sepertinya sangat sulit jika dia hanya sendirian.


"Aku ingin makan. Aku sudah lapar." balas Nazumi. Perjalanan yang memakan waktu enam jam membuat perutnya kembali lapar. Walaupun tadi bus mereka sempat mampir dirumah makan sebelum sampai dikota xx. Apalagi dia harus pulang hari ini juga karena besok sudah waktunya untuk bekerja.


Apa aku langsung pulang aja ya? tapi bus akan berangkat pukul 6 sore nanti. Kenapa aku merasa kasihan dengan Nazumi? Apalagi jika nanti dia pulang sendirian. Baiklah, aku akan pulang bersamanya nanti.


"Aku ikut denganmu!" ucap Dandi. Dia lalu bangkit dan mengikuti langkah Nazumi untuk mencari makanan yang dijual disekitar pinggir kota xx ini.


"Disana ada jual makanan, ayo kita kesana!" ajak Nazumi saat keluar dari area pemakaman dan melihat ada sekumpulan pedagang yang menjual makanan.


"Ayo!" balas Dandi tersenyum.


Sekitar pukul lima sore mereka kembali memesan taksi online untuk pergi ke terminal bus. Mereka akan kembali lagi ke kota mereka. Sebelumnya mereka sudah memesan tiket pulang saat mereka turun dari bus yang mereka tumpangi pagi tadi.


Taksi pesanan sampai dan mereka segera masuk untuk menuju terminal. Selama perjalanan, Dandi tampak asyik menikmati pemandangan kota xx. Tanpa sengaja matanya melihat sosok yang sangat dikenalinya.


"Adit," ucap Dandi saat tanpa sengaja dia melihat sosok tersebut sedang berjalan bersama seorang wanita hamil.

__ADS_1


__ADS_2