MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Kebenaran


__ADS_3

"Aku sangat mengenal Naomi. Dia kembaran ku!" ucap Nazumi dan membuat mreka semua kaget. Tak terkecuali Dandi yang tampak syok.


"Mana buktinya kalau kalian kembar?" tanya Dandi sedikit kurang percaya.


"Dia memiliki tahi lalat disamping mata kanan. Sedangkan aku tidak memiliki sama sekali." balas Nazumi.


Benar juga kata dia. Setau aku Naomi memiliki tahi lalat disamping matanya. Kenapa aku tidak menyadarinya selama ini. Atau jangan-jangan....


"Tahi lalat bisa saja kan dibuang,"ucap Dandi lagi.


"Percayalah, aku bukan Naomi. Aku Nazumi, kembaran Naomi!" ucap Nazumi meyakinkan Dandi.


"Lalu dimana Naomi sekarang?" tanya Dave menimpal.


Nazumi menghembus nafas panjang. "Dia sudah meninggal 3 tahun lalu." balas Nazumi.


"Apa!" ucap mereka serempak kaget.


"Ke kenapa dia bisa meninggal?" tanya Dandi syok. Dia sedikit iba mendengarkan bahwa Naomi sudah tidak ada lagi didunia ini.


"Saat melahirkan anaknya, dia terserang kanker rahim lalu meninggal. Kalian pasti tau apa penyebabnya," ucap Nazumi.


Pasti! aku sangat tau apa penyebabnya. Apalagi kalau bukan sering melakukan sex dengan para laki-laki.


"Anak?" tanya Dandi.


"Iya, anak yang aku katakan itu adalah anak Naomi. Aku yang merawatnya." balas Nazumi.


"Jadi, kamu tidak sedang berpura-pura selama ini?" tanya Dave.


Nazumi menggeleng. "Aku tidak sedang berpura-pura menjadi orang lain. Aku Nazumi, bukan Naomi." balas Nazumi.


"Boleh aku bertanya lagi?" tanya Dave.


Nazumi mengangguk. " Silahkan!" balas Nazumi.


"Kenapa saat aku dan Naomi berpacaran tidak pernah tau jika kalian kembar? Naomi juga tidak pernah bercerita." ucap Dave.


Nazumi tersenyum. Jadi kamu pernah pacaran dengan pria ini? "Kami tidak pernah tinggal bersama. Dari lahir kami sedah berpisah. Aku diasuh oleh orang tua angkat ku dan Naomi diasuh oleh orang tua kandung kami. Dia tidak pernah tau jika kami kembar. Saat dia akan melahirkan dan mulai sakit-sakitan baru dia tau jika kami kembar." balas Nazumi.


"Saat itu pula dia berpesan agar aku menjaga anaknya sepenuh hati."


"Tapi sebelum meninggal dia pernah berpesan dan mengatakan sesuatu"


"Mengatakan apa?" tanya Dandi penasaran. Dia berharap ada pesan untuknya.

__ADS_1


"Dia pernah bercerita jika dia pernah menyia-nyiakan seorang laki-laki yang sudah susah payah mengejarnya. Dia juga pernah mengatakan jika dia pernah memfitnah pria tersebut. Dia sangat menyesal dan ingin sekali meminta maaf secara langsung. Tapi sebelum dia meminta maaf, namun anaknya sudah menjemput."


"Aku sangat terpukul saat itu. Saat itu juga aku berjanji untuk menemukan laki-laki yang diceritakan oleh Naomi dan ingin menyampaikan permintaan maafnya."


"Dandi, apakah kamu mau memaafkan Naomi? aku hanya ingin permintaan terakhirnya bisa terkabulkan dan dia tenang di alam sana."


Dandi diam, fikiran nya kacau. Memang dia masih sakit hati. Tapi sekarang rasanya tidak ada gunanya lagi. Apalagi orangnya sudah tidak ada lagi didunia ini.


"Dandi, aku tau kamu orangnya pemaaf. Maafkanlah semua kesalahan Naomi dimasa lalu." ucap Dinda lembut.


Sebelum kau meminta maaf, aku sudah memaafkanmu terlebih dahulu.


"Aku sudah memaafkan nya." ucap Dandi dan disambut rasa syukur oleh Nazumi.


"Terima kasih Dandi. Pasti Naomi senang mendengarkan nya." ucap Nazumi.


Lalu apa tujuan Nazumi mengatakan jika dia menyukaiku. Apa dia sedang mempermainkan ku seperti Naomi?


"Dandi, aku tau apa yang kau fikirkan. Aku tidak seperti Naomi dan aku mengatakannya dengan tulus. Itu semua isi hatiku yang sebenarnya. Aku benar-benar tulus mencintaimu!" ucap Nazumi tulus.


"Jadi..." ucap Di da kaget.


"Iya Dinda, aku menyukai Dandi." balas Nazumi.


"Awalnya aku tidak yakin jika Dandi orang yang Naomi ceritakan. Tapi disaat Dandi menyebut nama Naomi baru aku yakin jika Dandi lah orang yang aku cari selama ini."


"Dandi, aku tidak akan memaksamu untuk menyukaiku. Tapi aku akan terus menunggu sampai kau mau menerimakh," ucap Nazumi.


Sepanjang Nazumi menjelaskan, Dandi hanya tetap diam. Dia masih bingung dengan perasaannya. Memang dia masih mencintai Naomi. Tapi wanita didepannya ini bukanlah Naomi melainkan Nazumi. Wajah mereka memang sama. Tapi orangnya berbeda.


Dandi bangkit dari duduknya."Mau kemana Dandi?" tanya Dinda.


"Aku ingin sendirian!" balas Dandi laku pergi meninggalkan mereka yang masih duduk dan menatapnya heran.


"Dandi," panggil Nazumi saat punggung Dandi sudah menjauh.


"Beri dia waktu untuk berfikir." ucap Dinda.


Nazumi hanya membalas dengan senyuman. Apa yang dikatakan Dinda benar juga. Beri dia waktu untuk berfikir. Tunggu saja bagaimana keputusannya nanti.


*****


"Kak, ayo kerumah mama," ajak Dinda setelah pulang dari rumah Dandi.


"Aku hanya takut mereka tidak mau menerima kedatanganku." balas Dave sedih.

__ADS_1


"Tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya. Mereka hanya kesal terhadap kakak. Ayo! berusahalah agar mereka mau memaafkan kakak." Dinda menyemangati.


Mobil pun melaju menuju kediaman Atmawijaya.


Ting tong


"Sebentar," ucap Kikan sembari membuka pintu.


Mata mereka langsung bertemu. Ada rasa rindu terhadap anaknya. Namun mengingat dia masih kesal maka dia langsung menyambut menantu kesayangannya.


"Dinda ayo masuk! kenapa kamu tidak bilang-bilang mau datang," ucap Kikan lalu mengajak Dinda untuk masuk tanpa memperdulikan Dave yang memasang senyum Pepsodent.


Dave masih tetap berdiri didepan pintu. Dia sama sekali tidak diajak untuk masuk oleh mamanya. Beginilah rasanya terkacangkan?


"Ma, siapa yang datang?" tanya Dion yang baru turun dari lantai atas.


"Dinda," ucap Dion saat tau siapa yang sedang mengunjungi rumahnya.


Matanya kembali melihat ke sekitar. Seperti ada yang kurang. "Kak Dave mana?" tanya Dion.


Ah kak Dave, kenapa aku lupa!


Dinda menoleh kebelakang dan melihat suaminya tidak ada disana. Dimana dia?


"Kamu datang sendiri?" tanya Dion lagi.


"Nggak koq kak. Dinda datang sama Kak Dave," balas Dinda dengan ekspresi kebingungan.


Dion segera berlari keluar. Benar saja, Dave duduk diluar sendirian. "Kenapa nggak masuk kak?" tanya Dion.


Dave menoleh dan membalas dengan tersenyum. Sepertinya Dion tau alasan kenapa Dave tidak masuk.


"Ayo masuk kak," ajak Dion.


Dave pun menurut lalu mengikuti langkah Dion dari belakang. "Kenapa mama nggak ngajak kak Dave masuk? kasihan kakak sendirian diluar." tanya Dion dan Kikan hanya diam. Sama sekali tidak menoleh.


Kikan membawa Dinda kelantai atas dan mengajaknya untuk mengobrol. Sudah lama sekali dia tidak mengobrol dan bersantai dengan menantu kesayangannya.


Dilantai bawah, mereka duduk bertiga setelah tadi Roy turun. Suasananya sangat canggung dan mereka saling diam. Sepertinya tugas Dion kali ini menjadi penengah diantara ketegangan anak dan bapak.


"Mau kemana?" tanya Dave saat Dion beranjak dari sofa. Kalau mereka hanya duduk berdua pasti keadaanya semakin canggung. Apalagi Papa nya masih marah dengannya.


"Aku mau keatas. Kalian mengobrol.aja dulu. Nanti aku nyusul," ucap Dion sembari melangkahkan kaki meninggalkannya dan papa yang masih canggung.


"Semoga kalian cepat baikan." ucap Dion.

__ADS_1


__ADS_2