MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Penolakan part 2


__ADS_3

"Kenapa sayang kamu menolak untuk menikah dengan Dave?" tanya Kikan penasaran.


"Maaf tante, sebenarnya Dinda sudah dekat sama kak Adit. Kita juga sama-sama mencintai." balas Dinda yakin. Dihatinya cuma ada Adit. Tidak ada yang lain. Apalagi Dave, sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya.


"Sayang, kamu tau. Dave sangat menginginkan kamu menjadi istrinya." ucap Kikan sedih.


Kikan tidak menyangka, Dinda sudah memiliki tambatan hati. Kini sudah pupus harapannya untuk menjadikan Dinda sebagai menantunya.


Apa? Dave ingin menikah denganku?. Apa ini yang ingin disampaikan kak Dion kemaren. Gumamnya dalam hati.


Bagaimana mungkin seorang Dave menginginkannya untuk dijadikan istri. Tidak cukupkah selama ini ia menyiksa. Apakah kurang siksaan yang pernah dia berikan kepada Dinda?. Tapi kenapa dia menginginkan Dinda untuk menjadi istrinya? bukankah Dave juga tidak ingin melihat wajahnya lagi.


"Tapi bagaimana bisa kak Dave ingin menikahi Dinda?" tanya Dinda penasaran.


Kikan hanya menggeleng kecil. Ia tidak ingin mengatakan bahwa dialah yang sudah merencanakan agar Dave menikahi Dinda.


"Tante nggak tau, hanya saja dia mengatakan ingin menikahimu". balas Kikan.


Cih, ingin menikahi ku? sampai kapanpun aku tidak akan mau menikah dengan manusia bermuka dua itu. Sumpah serapah tak henti ia katakan dalam hati. Takut jika kebablasan, tante Kikan akan marah. Bukankah dimata mereka Dave menjadi sosok anak yang baik.


"Maaf tante, Dinda tidak bermaksud membuat tante kecewa. Tapi Dinda dan kak Adit saling mencintai. Kak Dave pasti akan menemukan pendamping yang benar-benar sempurna nantinya." ucap Dinda lembut.


Pasangan yang sama-sama bermuka dua dan kejam sepertimu Dave. Bukankah itu sangat cocok?. Ia tidak ingin membuat Kikan menjadi kecewa setelah ia menolak untuk menikah dengan Dave.


Kikan hanya diam. Dihatinya hanya menginginkan Dinda untuk menjadi menantunya. Tidak ada yang lain. Setelah ia mengingat Cindy, sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan Dinda. Hanya Dinda lah yang cocok untuk anaknya.


"Jika itu keputusanmu, tante tidak akan memaksa. Bukankah tidak manusiawi jika menikah dengan orang yang tidak kita cintai.Apa lagi jika itu pemaksaan. Tante hanya berharap kamu bahagia nantinya dengan siapapun pilihanmu." ucap Kikan lirih. Ia sebenarnya sangat kecewa. Namun ia berusaha tegar dan menyembunyikan kesedihannya.


Kenapa kamu tidak mau menikah dengan Dave nak? padahal selama ini tante sangat menginginkan kalian berjodoh. Kini keinginan dan harapannya sudah hancur berkeping.

__ADS_1


"Kalau begitu, tante dan oom pamit. Kamu jaga diri baik-baik. Semoga kamu bahagia nak." ucap Kikan sambil memeluk Dinda tanda perpisahan.


Setelah itu, Kikan dan Roy pun pamit pergi meninggalkan kediaman Dinda.


Sepanjang perjalanan pulang, Kikan hanya diam. Air matanya jatuh. Ia sangat sedih karena gagal menjodohkan Dave dan Dinda.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Roy, saat melihat istrinya menangis.


"Mama hanya kecewa pa. Mama sangat menginginkan Dave menikah dengan Dinda. Tapi kenapa semuanya gagal?" kesedihannya semakin menjadi.


" Sudahlah ma, mungkin bukan Dinda jodoh anak kita. Tuhan sudah mengatur semuanya. Kita hanya perlu berdoa agar anak kita mendapatkan pasangan yang terbaik." ucap Roy sembari menenangkan istrinya.


Mendengar nasehat dari suaminya, Kikan lalu menghapus air matanya. Ternyata suaminya masih memiliki jiwa yang kuat dan tegar. Walaupun ia tau suaminya juga sedih. Tidak ada gunanya untuk terus menangis bukan?


Malam itu, Dave tampak sangat gembira. Berbanding terbalik dengan kedua orang tuanya yang tampak memasang wajah cemberut.


Kikan dan Roy menatap heran dengan tingkah anaknya. Bagaimana mungkin ia setenang dan segembira itu saat ia ditolak memtah-mentah oleh Dinda.


"Kenapa kamu bisa setenang ini Dave? bukankah kamu sudah ditolak oleh Dinda. Kamu tidak akan pernah lagi bisa menikahi Dinda." ucap Kikan sedikit emosi.


Ia begitu berharap Dinda menjadi menantunya dan kembali lagi kerumah ini. Bagaimana bisa anaknya hanya senang-tenang saja seperti tidak ada beban.


Dave hanya membalas dengan senyuman. Begitu banyak arti dari senyuman tersebut. Hal itu membuat kedua orang tuanya semakin heran.


"Mama dan papa nggak perlu khawatir. Dave pasti akan menikahi Dinda." ucap Dave yakin. Bukankah ia sudah memiliki rencana.


Kikan hanya tersenyum mengejek. Bagaimana mungkin Dave bisa berkata begitu. Jelas-jelas Dinda mencintai orang lain. Tidak mungkin Dinda bisa memberi hatinya kepada Dave secara cuma-cuma. Bagaimana mungkin juga dia bisa memiliki Dinda seutuhnya. Apa pikirannya sudah tidak waras?


"Pergilah Dave. Lanjutkan saja hayalanmu itu. Mama dan papa sudah rela melepaskan Dinda." ucap Kikan pasrah.

__ADS_1


Tidak! bagaimanapun caranya, aku pasti akan mendapatkan Dinda. Tunggu saja. Kau tidak akan bisa lepas lagi. Aku akan buat hidup kalian semakin menderita.


*****


Apa? apa dia sudah gila." ucap Dandi murka. Ia sangat yakin, ini adalah rencana Dave untuk mengganggu ketenangan hidupnya.


"Tidak cukupkah dia menyiksa Dinda selama ini?" ucap Adit yang juga kesal mendengar keinginan Dave tersebut. Hatinya begitu hancur dan sakit mendengar penderitaan yang pernah dialami Dinda saat ditinggal oleh Dandi.


"Dandi, Dinda takut. Bagaimana jika dia ingin mencelaikai kita lagi. Dinda yakin pasti Dave sudah merencanakan ini semua. Apalagi dia tau Dandi masih hidup." ucap Dinda khawatir.


"Kenapa dia begitu bernapsu? hingga hukum pun bisa ia permainan dengan mudahnya." ucap Dandi lagi saat mengingat kedatangannya dikantor polisi.


Sekarang kau ingin main-main lagi dengan kami? mungkin dulu aku lemah. Tapi sekarang tidak, Aku akan terus melindungi Dinda. Aku tidak rela jika kau menikah dengan Dinda. Tidak akan. Dandi mengepal kedua tangannya.


"Kak Adit, bagaimana jika kita menikah saja?" usul Dinda.


Dandi yang mendengar sangat terkejut dengan usulan Dinda tersebut. Kenapa Dinda begitu gelalapan. Baru kemaren ia menangis setelah mendengar keinginan Adit untuk menikahi Dinda. Kini mereka juga menginginkan keinginan yang sama. Bagaimana dengannya nanti. Ia belum bisa melepaskan Dinda kepada orang lain. Apalagi kepada Dave. Sampai kapanpun tidak akan rela.


Dinda dan Adit saling menatap. Tatapan kebahagiaan. Ternyata mereka sama-sama menginginkan pernikahan. Namun tatapan kebahagiaan tersebut sirna ketika mereka mengalihkan pandangan. Melihat raut wajah Dandi yang seperti bersedih.


"Dandi, kamu kenapa?" tanya Dinda penasaran.


"Iya Dan. Kenapa kamu juga sedih dan marah saat aku ingin menikahi Dinda?" tanya Adit yang juga penasaran. Ia tidak tau kenapa Dandi sangat sedih saat ia menyampaikan keinginannya itu kemaren.


Dandi terus diam dan terus memasang raut sedih. Ia sudah tak kuasa menahannya lagi. Ia lalu berjalan meninggalkan Adit dan Dinda yang tampak kebingungan.


Dinda dan Adit terus memanggilnya. Namun sama sekali ia tidak menoleh. Air matanya kini jatuh.


Dandi berhenti, dan membalikkan badannya kembali. Menatap Adit dan Dinda dengan air mata yang berjatuhan.Hal itu membuat Adit dan Dinda heran. Kini ia sudah memikirkan bagaimana rencananya kedepan. Bukankah ia ingin melindungi Dinda agar tidak disakiti Dave lagi.

__ADS_1


"Aku mengizinkan kalian untuk menikah."


__ADS_2