MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Kembali Bebas


__ADS_3

Saat ini Dave masih berada diruang introgasi. Jang hanya melihatnya dari luar kaca dan memantau dari rekaman cctv. Saat para polisi keluar dari ruangan tersebut, Jang pun masuk. Saat ia akan duduk, ia mematikan semua kamera cctv agar pembicaraannya tidak didengar.


Jang duduk sambil tersenyum kepada Dave namun Dave hanya memandang sinis terhadap Jang.


"Ayolah, jangan perlihatkan wajahmu seperti itu kepadaku." ucap Jang sambil tertawa.


"Apa kau senang melihatku seperti ini? bagaimana bisa aku ditangkap seperti ini?" balas Dave kesal.


Ia tidak habis pikir Jang temannya membiarkan para pihak kepolisian menangkapnya walau dengan tuduhan yang sama sekali tidak ia buat dan sama sekali tidak pernah terfikirkan olehnya.


Di satu sisi ia juga membutuhkan Jang. Jika bukan karena Jang, pasti dia sudah membusuk dipenjara atas laporan Dandi. Setidaknya ia bisa bernafas lega karena laporan tersebut sudah dicabut atas perintah Jang.


Disisi lain juga ia sangat kesal kepada Jang. Begitu pun yang terjadi saat ini. Bagaimana bisa dia membiarkan bawahannya untuk menangkapnya atas tuduhan yang tak masuk akal tersebut. Apa dia tidak menelitinya dulu.


"Seharusnya kau bersyukur." jawab Jang mengejek.


"Maksudnya?" Dave bingung dengan jawaban Jang tersebut.


"Aku ketahuan oleh atasanku atas laporan Dandi yang ditujukan kepadamu. Namun syukurlah dia tidak mengetahui apa isi laporan tersebut. makanya dengan cepat aku ganti isi laporan itu." balas Jang lagi.


"Apa? tapi kenapa harus korupsi? kau sendiri juga tau aku paling membenci hal itu dan bahkan tidak akan pernah aku lakukan." ucap Dave dengan penuh teka-teki.


"Karena aku tau itu. Makanya aku melakukannya. Jika kau dituduhkan seperti itu maka kau akan cepat bebas." nalas Jang dengan jawaban teka-teki tersebut.


Dave semula terdiam, dan kemudian tiba-tiba senyumannya merekah dengan sendirinya. Ternyata Jang memiliki pikiran yang sangat bagus.


Setelah selesai, Jang keluar dari ruangan tempat Dave berada. Namun sebelum itu ia sudah mengaktifkan kembali kamera cctv diruangan itu lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk masuk keruangan kantornya.


Dave yang tadinya masih duduk diruang tersebut memutuskan untuk keluar dengan sendirinya tanpa diperintah oleh siapa-siapa. Ia sudah muak berada cukup lama diruang tersebut hanya untuk menginterogasi hal yang sama sekali tidak ia perbuat.


"Ah membosankan sekali berada ditempat ini." ucap Dave sambil menghela napas.


Saat ini ia sedang duduk di ruang pertemuan karena diruangan tersebut sepertinya sangat nyaman.


Diruang tunggu


Kikan tampak gelisah sedari tadi ia ingin sekali menemui anaknya.


"Silahkan jika kalian ingin bertemu Dave." ucap pegawai kepolisian tersebut kepada keluarga Dave.

__ADS_1


Kikan dengan cepat bangun dari duduknya dan mengikuti langkah pegawai tersebut diikuti oleh Dave, Roy dan Cindy.


"Dave." ucap Kikan lalu memeluk anaknya.


Dave yang kaget atas kedatangan keluarganya juga menyambut hangat. Namun matanya tertuju pada Cindy yang tampak tersenyum kepadanya.


Ngapain juga dia datang kesini?


"Dave, mama yakin kamu pasti tidak bersalah." ucap Kikan meyakinkan.


Dave hanya tersenyum. Ia juga tau jika nantinya ia tidak bersalah dan akan segera dibebaskan. Namun sebelum itu ia akan membiarkan para penyidik untuk menyelidiki tuduhan tersebut.


"Dave, aku yakin kamu pasti akan bebas. Aku akan selalu berada disampingmu." ucap Cindy disela-sela kesedihan Kikan.


Dasar. Pintar sekali kau menggunakan momen ini untuk mendekatiku dan kedua orangtuaku.


Hampir seminggu Dave ditahan dikantor polisi sebelum pihak penyidik menyelidiki kasus tersebut. Dan setiap hari itu pula ia dijenguk oleh keluarganya dan Cindy.


Hingga tibalah pada saat sidang dan ia diputuskan tidak bersalah atas tuduhan tersebut. Ucap syukur dan kebahagiaan keluarga nya sangat tampak saat mereka menghadiri sidang tersebut. Begitu pun Cindy yang setia menunggunya bebas.


Dirumah atmawijaya


Sudah sejak seminggu terakhir ia sangat jarang bertemu dan berkomunikasi dengan Kikan dan Dion. Mereka sibuk bolak balik hanya untuk menemui Dave dikantor polisi. Dinda pun sangat memakluminya.


Ah tidak-tidak, jika aku keluar pasti anak buah Dave yang jahat itu akan menangkapku.


Sebenarnya ia juga khawatir namun ia juga ingin bertemu anak tertua Kikan tersebut.


"Aku harus pergi menemui mereka." ucap Dinda yakin.


Dinda akhirnya pergi meninggalkan rumah dan memesan taksi untuk menuju kantor polisi dengan menggunakan masker dan topi agar tidak dikenali dan dicurigai oleh anak buah Dave.


Taksi pesanannya sampai dan ia bergegas masuk kedalam. Selama diperjalanan ia hanya sibuk melihat pemandangan kota yang sudah lama tidak ia lihat. Gedung-gedung pencakar langit dan juga kendaraan yang berlalu lalang. Selama ini ia sangat takut untuk bepergian kemanapun sendirian.


Dikantor polisi


Dinda akhirnya sampai ke tujuan nya. Dinda segera turun dan mempercepat kan langkahnya memasuki kantor tersebut.


"Mbak, maaf bisa saya bertemu Dave?" ucap Dinda kepada pegawai yang berjaga dibagian depan.

__ADS_1


Pegawai itu lalu mencari nama yang disebutkan Dinda di layar komputer .


"Maaf mbak, tahanan atas nama Dave sudah bebas." balas pegawai tersebut.


"Sudah bebas?" tanya Dinda bingung


"Iya mbak, atas nama Dave sudah bebas hari ini dan sudah dibawa kembali oleh keluarganya." jawab pegawai tersebut.


"Oh gitu ya mbak, maaf soalnya saya tidak tau." ucap Dinda dan kemudian pergi meninggalkan pegawai tersebut.


Saat hendak keluar dan menuruni tangga tanpa sengaja Dinda menabrak seorang polisi.


"Maaf pak saya nggak sengaja." ucap Dinda


"Nggak apa-apa". Balas polisi tersebut dengan wajah penuh senyuman.


Dinda yang melihat pun membalas senyuman tersebut dan mengingat -ingat sepertinya mereka sudah pernah bertemu sebelumnya.


"Kamu yang pernah datang kesini waktu itu kan?" tanya Jang ramah.


"Ah iya pak. Bapak yang waktu itu." ucap Dinda setelah mengingat wajah Jang.


"Saya Jang. Panggil saya Jang atau kak Jang saja. Jangan panggil saya bapak." suruh Jang sambil mengulurkan tangan dan disambut oleh Dinda.


"Ada keperluan apa kamu kemari?" tanya Jang penasaran.


"Tadinya Dinda mau ketemu kak Dave, tapi kata mbak itu kak Dave nya udah bebas." jawab Dinda polos.


Apa? bagaimana bisa dia tau itu Dave? apa Dave sudah memaafkan nya? tapi bagaimana bisa Dave bisa melakukannya?


Jang terkejut dengan apa yang barusan Dinda katakan.


"Apa kamu kenal dengannya?" tanya Jang penasaran.


"Ah, Dinda belum pernah bertemu dengannya. Dinda hanya penasaran seperti apa orangnya. Soalnya Dinda tinggal dirumahnya kak." jawab Dinda mencoba menjelaskan.


Jadi dia tinggal dirumah Dave dan dia belum pernah bertemu dengan Dave? Bagaimana bisa gadis polos ini bisa masuk ke kandang harimau


"Kalau gitu Dinda pamit kak." ucap Dinda dan kemudian meninggalkan Jang yang mematung karena sebenarnya Jang sedikit khawatir dengannya.

__ADS_1


__ADS_2