
Mereka akhirnya sampai kerumah pukul 2 dini hari. Dinda dan Dave memutuskan untuk menginap dikediaman Dandi. Begitupun Nazumi yang terpaksa harus bermalam dikediaman Dandi.
Untuk malam ini, Dave tidak bisa tidur ditemani oleh Dinda. Melainkan oleh Dandi karena Dinda akan ditemani Nazumi di kamar nya.
Keesokan harinya, mereka bangun sangat pagi sekali. Terlebih lagi Nazumi dan Dinda. Mereka memasak untuk menyiapkan sarapan pagi.
Setelah mereka semua selesai mandi secara bergiliran dan berpakaian rapi, mereka pun duduk lesehan untuk menikmati sarapan pagi yang sudah dimasak oleh Dinda dan Nazjmi tadi.
"Kalian langsung kerja kan?" tanya Dave kepada Nazumi dan Dandi.
"Iya, kenapa?" tanya Dandi kembali.
"Apa kalian akan berangkat bareng?" tanya Dave kembali.
Dandi dan Nazumi saling menoleh. Kemaren saat akan berangkat ke kota xx, Nazumi dijemput memakai mobil Dave. Hingga untuk pergi kerja sekarang dia tidak memiliki kendaraan.
Bagaimana ini? mobilku dirumah. Lalu bagaimana aku.bisa berangkat kerja? Nazumi.
Nazumi gimana berangkat kerja? apa dia mau berangkat bareng aku naik bus? tapi nanti kalau diliat karyawan kantor gimana? Dandi.
"Aku tau apa yang kalian fikirkan. Yaudah, untuk hari ini biar aku yang antar kalian kerja. Lagi pula arah kantor kita sejalan." ucap Dave.
"Tapi nanti kalau karyawan lain tau aku berangkat bareng Nazumi gimana? " tanya Dandi khawatir.
Nazumi yang mendengar sedikit sedih. Padahal dia ingin sekali berangkat kerja bareng Dandi. Emang kenapa jika para karyawan lain melihatnya? bukan kah mereka tidak lama lagi akan menikah? lalu untuk apa Dandi masih menutup-nutupi hubungannya.
"Lah, seharusnya bagus dong. Kalian harus mempublikasi hubungan kalian di khalayak ramai." saran Dave.
Dandi menatap Nazumi yang tampak sedikit sedih. "Apa kamu ingin pergi kerja bareng aku?" tanya Dandi kepada Nazumi.
Nazumi mnggangguk, "Iya, aku mau! aku juga mau hubungan kita dipublish." balas Nazumi semangat.
Dandi sebenarnya juga ma jika hubungan mereka dipublish. Tapi apa nanti kata karyawan lain jika dia yang hanya berstatus karyawan biasa menjalin hubungan dengan Direktur. Dia hanya belum siap jika digosipin dan direndahkan oleh teman-temannya. Apalagi jika ada yang mengatakan jika dia mendekati Nazumi hanya ingin dinaikkan jabatan.
"Dandi, jangan khawatir. Aku tau apa yang lagi kamu fikirkan. Ayo kita berangkat bareng." ajak Nazumi.
Dandi akhirnya mengangguk. Kapan lagi dia bisa berangkat bareng dengan Nazumi.
"Jadi gimana? aku antar?" tanya Dave lagi.
__ADS_1
Dandi melirik Nazumi dan dilihatnya Nazumi.memberi kode untuk menolak. "Nggak usah deh. Kita naik bus aja." tolak Dandi.
"Emang kamu mau naik bus?" tanya Dave sedikit kaget kepada Nazumi.
"Aku mau koq. Aku juga ingin merasakan bagaimana kehidupan calon suamiku. Yang penting kami bisa berangkat bareng." balas Nazumi tersenyum.
Dave hanya mengangkat kedua bahunya pasrah. Tawarannya ditolak dan mereka malah memilih naik bus. Kalau dia jadi Nazumi, nggak bakalan mau naik bus berdesak-desakan. Selagi punya mobil ngapain repot-repot naik bus. Belum lagi nunggunya lama. Ah, membosankan.
Setalh selesai sarapan dan memberes sisa makan mereka, Dave dan Dinda pamit terlebih dahulu untuk pulang. Sedangkan Dandi dan Nazumi pamit akan berangkat kerja sembari berjalan keluar dari gang kediamannya.
Setelah tadi mereka menunggu bus dan kini sudah masuk kedalam bus untuk mengantarkan mereka sesuai tujuan.
Dandi dan Nazumi turun tepat didepan Bank. Tampak banyak sekali pasang mata yang melihat kedatangan mereka berdua.
Sebelumnya sudah ada gosip tidak sedap jika Nazumi adalah pelakor an sang penggoda. Tapi kali mereka dikejutkan atas kedatangan mereka yang datang secara bersama menggunakan bus.
Sedikit merasa aneh sekaligus kagum. Sejak kapan direktur mereka turun level?
Saat mereka memasuki kantor, para karyawan lain tampak diam. Tidak ada yang berani menegur. Hanya menatap dan sesekali berbisik satu sama lain. Apalagi kali ini Nazumi menggandeng tangan Dandi.
"Wah, gila direktur kita. Emang dasar kegatelan."
"Aku semakin muak melihat Direktur baru kita itu."
"Semenjak pak Adit pergi, kantor kiya semakin amburadul."
"Wah apa ini? mereka berselingkuh secara terang-terangan."
Sepanjang Nazumi menggandeng Dandi, Dandi hanya tertunduk. Dia sedikit risi dengan tatapan para karyawan lain kepadanya. Terlebih lagi tatapan karyawan wanita. Tampak seperti seekor harimau yanga akan menerkam mangsanya.
Nazumi merasa ada yang tidak beres dari tatapan orang-orang terhadap mereka. "Kenapa kalian menatap kami seperti itu? apa ada yang aneh?" tanya Nazumi heran. Apalagi tatapan para wanita-wanita itu tampak marah.
Tidak ada yangenjawab dan mereka hanya diam. Lalu, satu persatu dari mereka meninggalkan tempat tersebut dan masuk.kedalam ruangan kerjanya masing-masing.
Setelah kepergian para karyawan yang lain, Dandi melepaskan tangan Nazumi yang sedari tadi menggandengnya.
Nazumi sedikit kaget dan baru menyadari. Mungkin karena hal itu yang membuat para karyawannya menatap mereka. Tapi yang herannya, kenapa wajah mereka tampak kesal semua?
Nazumi lnagkahkan kaki menuju ruangannya. Begitupun Dandi yang langsung.g memasuki ruang kerjanya.
__ADS_1
Sesampainya Dandi di ruangan nya, para rekan kerja mereka tampak saling berbisik-bisik satu sama lain saat mereka menatapnya. Dandi hanya menghembuskan nafas. Dia sudah yakin jika akan terjadi hal seperti ini. Dia tak ambil pusing dan tetap melangkahkan kaki menuju meja kerjanya. Duduk disana dan memulai mengerjakan tugasnya.
Tepat pukul 12.30 siang waktu istirahat, Nazumi memerintahkan agar para karyawan Bank untuk berkumpul diruangan rapat.
Sebagian dari mereka tampak mengumpat dan kesal. Apalagi ini waktu istirahat, kenapa harus ada acara pertemuan dan rapat? apa sepenting itukah?. Seharusnya sekarang waktunya untuk makan. Apalagi perut mereka sangat lapar.
Mau tidak mau mereka hanya bisa menurut. Mau menolah takut dipecat. Apalagi jabatan mereka sangat rendah jika dibandingkan Nazumi yang seorang direktur.
"Mohon maaf sebelumnya karena sudah mengumpulkan kalian semua diwaktu jam istirahat makan."
"Terima kasih juga karena sudah mau datang tepat waktu."
"Hari ini saya akan mentraktir kalian semua makan." ucap Nazumi sambil memerintahkan bawahannya untuk membagikan kotak nasi kepada mereka semua.
Semuanya tampak senang. Setidaknya hari ini uang mereka tidak berkurang untuk biaya makan siang.
"Ada pun tujuan saya mengumpulkan kalian semua untuk memberi informasi penting." sambung Nazumi.
Semuanya tampak serius mendengarkan sambil memasukkan nasi kedalam mulut mereka. Makan sambil mendengarkan apa yang akan Nazumi sampaikan.
"Hari ini saya akan menyampaikan pada kalian semua jika saya dan Dandi sedang menjalin hubungan dan akan segera menikah." ucap Nazumi.
Tampak dari mereka ada yang langsung tersedak dan menyemburkan air saat sedang minum.
"Apa?!" ucap mereka secara serempak.
"Kenapa? apa kalian terkejut?" tanya Nazumi tersenyum.
Namun senyumannya sama sekali tidak dibalas. Meraka malam menatapnya garang.
Kenapa mereka semua? kenapa mereka marah?
Salah satu dari karyawannya ada yang mengacungkan tangan.
"Iya, silahkan!" ucap Nazumi.
"Maaf jika saya lancang. Saya cuma mengingatkan, sebaiknya mbak tidak boleh merusak hubungan orang lain." ucap salah satu pegawai wanita.
Nazumi langsung mengenyitkan dahinya bingung. Apa maksudnya? hubungan siapa yang dia rusak?
__ADS_1
"Maksud kamu apa?" tanya Nazumi bingung.