
Malam itu, Nazumi datang kerumah Dandi untuk menjemputnya. Dia memaksa agar Dandi mau dijemput. Mau tidak mau Dandi mengiyakan. Walaupun agak aneh jika ingin ketemuan tapi si wanita yang menjemput laki-laki.
"Dandi," panggil Nazumi sambil mngetuk-ngetuk pintu rumah Dandi.
"Ya, sebentar." sahut Dandi dari dalam.
Tidak lama kemudian, pintu terbuka dan disambut senyum sumbringah oleh Dandi.
"Eeh, mau kemana?" tanya Dandi saat Nazumi ingin menerobos masuk.
"Mau masuk lah." balas Nazumi.
"Jangan!" larang Dandi.
"Kenapa?" tanya Nazumi bingung.
"Enggak enak dilihat orang. Kita belum menikah dan tidak baik orang yang belum menikah berduaan didalam rumah." nasehat Dandi.
"Oh, yaudah. Aku minta maaf." ucap Nazumi.
"Yaudah, kamu tunggu disini sebentar. Aku mau ambil tas dulu didalam." kata Dandi sambil menunjuk kursi kecil yang berada di teras.
Nazumi mengangguk Lalu duduk di kursi yang ada di teras.
5 menit kemudian, Dandi keluar sambil menutup dan menggembok pintu dari luar.
"Ayo." ajak Dandi.
Nazumi tersenyum lalu bangkit dan berjalan bergandengan keluar dari gang tempat tinggal Dandi.
"Kamu yang bawa." ucap Nazumi sambil melempar kunci mobilnya.
Dengan sigap Dandi menangkap. "Koq aku? kan mobil kamu," kata Dandi bingung.
"Masa kami tega sih nyuruh aku yang nyetir. Nggak romantis banget sih kamu." cemberut Nazumi.
"Yaudah deh, biar aku aja yang nyetir." balas Dandi.
Mereka pun masuk kedalam mobil lalu memekai sabuk pengaman. Dandi menghidupkan mesin dan perlahan menjalankan mobil.
"Kita mau kemana?" tanya Dandi. Saat Nazumi mengatakan ingin menemuinya, Nazumi sama sekali tidak mengatakan akan pergi kemana.
Nazumi tampak berfikir, "Terserah kamu aja deh." ucap Nazumi. Dia juga tidak tau mau kemana. Tujuannya untuk menemui Dandi hanya untuk bisa berduaan saja.
Dandi mengerutkan dahinya. Dia lbih bingung lagi. "Aku tidak tau kita mau kemana. Gimana kalau kita makan aja?" saran Dandi.
Nazumi menghembuskan nafas. Dia tidak ingin makan dan sudah kenyang. Apa lagi tempat makan ramai orang.
"Aku tidak mau makan. Apa kamu mau makan? biar aku temenin." kata Nazumi.
__ADS_1
Dandi menggeleng, "Aku juga tidak ingin makan. Aku sudah kenyang." balas Dandi.
"Terus, kenapa ngajak ketempat makan?" tanya Nazumi lagi.
Dandi hanya cengengesan saja. Dia tidak pernah ngedate, jadi dia tidak tau dimana tempat bagus untuk orang pacaran.
"Aku juga tidak tau." kata Dandi sambil tertawa.
"Gimana kalau kita kepantai aja?" saran Nazumi.
Dandi tampak berfikir, lalu dia pun menganggukkan kepalanya. "Yaudah, tapi kita beli air sama cemilan dulu." ucap Dandi dan dibalas anggukan oleh Nazumi.
Setelah selesai membeli minuman dan cemilan, Dandi dan Nazumi pun sampai disebuah pantai. Mereka turun dari mobil lalu berjalan kearah pinggir pantai sambil menikmati ombak yang tenang.
"Kamu sering kesini?" tanya Dandi disela-sela berjalan.
Nazumi menoleh, masih tetap berpegangan tangan. "Tidak terlalu. Hanya disaat hati dan fikiran ku sedang tidak baik saja." balas Nazumi.
"Oh gitu."
"Kamu gimana? Apa kamu juga sering ke pantai?" tanya Nazumi.
Dandi menggeleng, "Aku sudah tidak pernah lagi kepantai." balas Dandi.
Nazumi melepaskan tangannya lalu menatap lurus Dandi. "Kenapa? Apa kamu tidak suka ke pantai?" tanya Nazumi.
Padahal dia yang mengajak Dandi ke pantai, lalu akan jadi serbasalah jika nyatanya Dandi tidak suka dengan pantai.
Nazumi mematung lalu mengejar Dandi yang sudah jalan duluan. "Terus yang kamu bilang tadi itu?" tanya Nazumi lagi. Dia masih belum puas dengan jawaban Dandi.
Dandi menghela nafas panjang. "Aku dulu suka ke pantai. Setiap akhir pekan aku dan orang tuaku akan ke pantai. Tapi setelah mereka tidak ada, aku sama sekali belum pernah menginjakkan kaki datang ketempat ini." balas Dandi kala mengenang orang tua nya.
Nazumi tersenyum, sepertinya ini merupakan hari pertama Dandi menginjakkan kai ke pantai setelah sekian lama. "Jadi kamu," ucap Nazumi tersenyum.
Dandi mengangguk, lalu membalas senyum Nazumi. "Iya, ini pertama kalinya aku datang ke pantai setelah kepergian orang tuaku. Dan kali ini aku datang bersama orang yang aku sayang." balas Dandi.
Dengan cepat Nazumi berlari lalu memeluk tubuh Dandi. "Terima kasih Dandi." ucap Nazumi.
Dandi membalas pelukan tersebut dan mengelus-elus punggung Nazumi lembut. " Terima kasih untuk apa?" tanya Dandi bingung.
"Terima kasih karena kamu sudah mau mencintaiku." ucap Nazumi berkaca-kaca.
Dandi melpaskan pelukannya lalu meraih wajah Nazumi dan menghapus air mata Nazumi yang jatuh. "Jangan menangis. Aku juga sangat berterima kasih denganmu. Karena kamu, aku akhirnya menemukan cinta sesungguhnya." ucap Dandi tersenyum.
Kini mata mereka saling menatap. Nazumi kembali tersenyum setelah mendengar kata-kata Dandi. Dengan cepat bibir Dandi langsung menyentuh bibir Nazumi. Dandi mencium dan ******* bibir Nazumi dengan lembut. Nazumi tidak menolak dan membalas ciuman tersebut. Dia juga sangat menginginkannya.
Dandi melepaskan ciumannya saat Nazumi benar-benar menikmati ciumannya. "Kenapa?" tanya Nazumi bingung.
Dandi menggeleng, lalu dia tersenyum. "Tidak ada apa-apa" balas Dandi.
__ADS_1
Ada apa dengannya? Apa dia tidak suka aku membalas ciumannya? Atau dia tidak suka caraku mmlas ciumannya?
"Dandi, maaf." ucap Nazumi. Timbul rasa bersalah karena terlalu bernafsu membalas ciuman Dandi.
"Tidak apa-apa, tidak perlu minta maaf." balas Dandi.
Nazumi menunduk dan menendang nendang pasir. Rasanya begitu malu.
Dandi hanya tersenyum dengan tingkah Nazmui. Dia lalu mengambil sebuah kotak didalam saku celananya dan kemudian berlutut dihadapan Nazumi.
Nazumi membuka mulutnya lebar-lebar karena kaget dengan aksi Dandi.
"Nazumi, aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin kehilanganmu."
"Will You Marry Me?" ucap Dandi sambil menyodorkan kotak cincin yang sudah terbuka.
Nazumi melihat sekitar, apakah ada orang lain ditempat mereka atau apakah Dandi sedang mengerjainya.
"Aku serius." ucap Dandi.
Nazumi tak kuasa menahan air matanya. Dia yang tadi hanya tersenyum dan menyangka Dandi hanya mengerjainya akhirnya menangis juga.
Nazumi menutup mulutnya dan kemudian satu anggukan dari kepalanya. "Aku mau." balas Nazmumi.
Dandi tersenyum lalu bangkit dan memasang kan cincin dijari manis Nazumi.
"Terima kasih karena mau menerima lamaran ku." ucap Dandi sambil memeluk tubuh Nazumi.
Nazumi tidak menjawab, dia masih larut dengan air mata kebahagiaan nya.
"Jangan nangis. Aku nggak suka air mata kamu keluar." ucap Dandi.
"Aku nangis bahagia Dandi. Aku nggak nyangka kamu melamarku disini" ucap Nazumi.
Dandi tersenyum. Sebenarnya dia sudah menyiapkan cincin tersebut jauh-jauh hari dan menunggu moment yang tepat untuk mengatakannya.
Jika tadinya mereka tidak ke pantai, dia akan tetap melamar dan memasang kan cincin dijari Nazumi.
"Ternyata kamu bisa romantis juga ya," ejek Nazumi.
Dandi hanya menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal. Dia bukan cowok yang romantis. Tapi dia berusaha akan menyenangkan Nazumi dengan caranya sendiri.
"Kamu belajar dari mana koq bisa tiba-tiba romantis?" tanya Nazumi sedikit penasaran.
"Anu, aku... "
"Jawab aja, jangan malu gitu." ledek Nazumi.
"Aku liat dari youtube dan google cara melamar orang yang kita cintai." balas Dandi.
__ADS_1
Nazumi tidak bisa menyembunyikan rasa lucunya dengan jawaban Dandi. Kenapa calonnya itu begitu polos dan lugu.
Tapi semua itu tidak penting baginya. Yang terpenting sekarang, cintanya sudah terbalas dan Dandi sudah memasang kan cincin dijari manisnya. Kini dia hanya menunggu mereka saling bertukar memasang kan cincin. Kapan waktunya? tidak lama lagi mereka akan menikah.