MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Kemurkaan Cindy


__ADS_3

Ting tong


Bel apartemen ditekan berkali-kali oleh Cindy. Dia sangat murka dengan apa yang sudah terjadi.


"Dasar wanita tidak tau diri. Berani-beraninya dia merebut Dave dariku. Andai saja waktu itu aku tau jika dia sudah berstatus istri Dave, pasti sudah aku hancurkan." kesal Cindy.


Pintu apartemen Dave sama sekali tidak dibuka. "Hei wanita sialan. Buka pintunya. Aku tau kau didalam. Cepat buka pintunya!" teriak Cindy kencang sambil menggedor-gendor pintu.


Selang beberapa menit Cindy masih berdiri dan terus-terusan menggedor pintu apartemen Dave, seseorang dari apartemen sebelah menghampirinya.


"Ada apa ini? kenapa membuat keributan?" tanya seorang pria berbadan kekar yang merupakan penghuni apartemen sebelah.


"Kau siapa? jangan ikut campur." jawab Cindy ketus.


"Maaf mbak, disini apartemen. Jangan membuat orang-orang sekitar terganggu dengan sikap dan teriakan mbak. Orang-orang butuh ketenangan." ucap pria itu lagi.


"Ah dasar. Aku hanya ingin memberi pelajaran sama wanita sialan didalam ini. Dari tadi pintunya dama sekali tidak dibuka." balas Cindy lagi.


"Apa mbak tidak tau, apartemen ini sudah tidak ada yang tinggal." ucap pria itu dan membuat Cindy semakin terkejut.


"Apa?"


"Apa mbak sudah melapor ke penjaga depan? apartemen ini sudah tidak ada penghuninya lagi. Kami juga sudah tau jika penghuni di apartemen ini lagi dipenjara." balas pria itu lagi.


"Jadi kemana wanita sialan itu?" tanya Cindy bertambah murka.


"Maaf mbak, kalau istrinya kami sama sekali tidak tau dia pergi kemana. Cuma saya pernah lihat dia datang dengan dua pria untuk mengambil koper." balas pria itu menjelaskan apa yang sudah pernah dia lihat.


Dasar wanita murahan. Berani-beraninya dia membawa dua laki-laki sekaligus ke apartemen Dave. Tidak bisa dibiarkan.


"Baik, aku akan pergi. Terima kasih informasinya." ucap Cindy sembari meninggalkan pria yang masih menatapnya dan menggeleng-gelangkan kepala.


Perasaan Cindy masih diselimuti perasaan murka. Ingin sekali dia menjambak-jambak rambut Dinda.


"Adik, haha adik apanya sampai menikah?" ucap Cindy kesal sambil memukul-mukul setir mobil.


Kemana lagi aku harus mencari dia. Aha, aku harus menemui Mama Dave. Pasti mereka akan mendukungmu. Aku akan cerita apa yang sudah dikatakan tetangga Dave tadi. Pasti mereka akan sangat marah mengetahui menantunya berselingkuh. Hahahahaha


Cindy pun akhirnya sampai dikediaman Atmawijaya. Dengan percaya diri dia keluar fan turun dari mobil.

__ADS_1


Melangkahkan kaki menuju pintu lalu menekan bel.


Pintu pun terbuka. "Cindy?" ucap Kikan kaget.


"Tante." balas Cindy sambil memeluk dan cipika-cipiki.


"Ayo masuk!" ajak Kikan. Lalu mereka pun duduk di sofa ruang tamu bersama Roy dan Dion. Kebetulan mereka berada dirumah dihari libur ini.


"Tumben kak Cindy kemari?" ucap Dion membuka pembicaraan.


"Aku hanya datang berkunjung. Sudah lama sekali aku tidak datang kemari." balas Cindy tersenyum.


"Kamu sudah dengarkan tentang Dave?" tanya Kikan dan dibalas anggukan oleh Cindy.


"Cindy sudah tau semuanya tante." balas Cindy.


"Berarti kamu juga tau kan kalau Dave sudah menikah?" tanya Kikan lagi.


Ingin sekali dia memaki nama Dinda. Tapi dia harus menahannya. "Cindy tau tante. Siapa istrinya juga Cindy sudah tau." balas Cindy menahan emosinya.


"Ya, Dinda anak yang baik. Tante sangat kasihan kepadanya." ucap Kikan.


"Tante, Om, Cindy masih mencintai Dave. Cindy akan menunggunya hingga bebas. Kalian masih mau menerima Cindy kan?" tanya Cindy.


"Kak Cindy, kak Dave kan sudah menikah. Kenapa kakak berkata seperti itu?" tanya Dion yang kurang suka mendengar perkataan Cindy.


"Aku rau dia sudah menikah. Tapi, kalian harus tau jika istrinya itu bukanlah wanita baik-baik." ucap Cindy dan mmbuat mereka semua terkejut.


"Apa maksud kamu Cindy? kenapa kamu tega mengatakan Dinda seperti itu?" tanya Kikan tidak terima.


"Cindy tidak sedang mengarang cerita. Cindy mengatakan hal yang sebenarnya. Apa menurut tante dan om Dinda itu mencintai Dave? tidak kan? apalagi dia itu adik angkat Dave. Mana mungkin seorang adik bisa menikah dengan kakaknya." balas Cindy.


"Cindy, tante mengerti. Tapi Dinda hanya anak angkat tante. Mereka tidak ada hubungan darah dan sah-sah saja menikah. Jadi untuk apa kamu mempermasalahkan nya?" tanya Kikan lagi.


"Tante, tapi Dinda bukan wanita yang baik. Dia sama sekali tidak cocok untuk Dave." ucap Cindy berapi-api.


Plaak


Satu tamparan mendarat di wajah Cindy. "Jangan sekali-kali kamu Mengatakan Dinda yang tidak-tidak. Dinda wanita yang baik." ucap Kikan murka setelah mendengar Cindy mengata-ngata Dinda yang tidak-tidak.

__ADS_1


Cindy terkejut dengan reaksi Kikan. Kenapa Kikan menamparnya hanya karena Dinda. Apa Meraka sangat menyayangi dan menerima Dinda sebagai menantu mereka?


"Tante," ucap Cindy kaget. Pipinya masih perih oleh tamparan Kikan barusan.


"Cindy, kamu harus tau. Dave sudah menikah dan kamu pergilah jauh. Jangan ganggu dia lagi." ucap Kikan.


"Apa maksud tante? kenapa Cindy harus pergi? Cindy masih mencintai Dave tan. Cindy akan menunggunya hingga bebas." balas Cindy bersikukuh.


"Sudahlah Cindy, jangan kamu ganggu rumah tangga mereka. Mereka saling mencintai." balas Kikan dan membuat Cindy semakin kaget dan kepanasan.


"Tidak mungkin tante. Cindy sudah tau semuanya. Mungkin Dave mencintainya. Tapi tidak dengan Dinda." ucap Cindy lagi.


Menantumu itu memang masih belum mencintai Dave. Tapi aku sangat yakin pasti suatu saat cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya.


Kikan mencoba mencerna perkataan Cindy. "Apa maksud kamu Cindy?" tanya Kikan lagi.


"Cindy benar kan tante? Dinda tidak mencintai Dave kan? Cindy yakin dengan tertangkapnya Dave dia akan lebih leluasa. Asal tante tau ya, Dinda itu berselingkuh dengan laki-laki lain." ucap Cindy.


Kikan hanya menunduk. Begitupun dengan Roy dan Dion. Mereka sudah mengetahui kebenarannya. Mereka juga tau siapa laki-laki selingkuhan Dinda itu. Dia adalah cinta pertama Dinda. Cinta mereka pun harus hancur dan kandas atas ulah anaknya sendiri.


"Koq kalian diam? Cindy benarkan?" tanya Cindy sambil menatap mereka satu persatu.


"Sudahlah Cindy, kami sudah tau semuanya. Apapun yang kamu katakan tentang Dinda itu tidak penting." ucap Kikan.


"Apa?" ucap Cindy kaget.


"Mungkin kamu mencintai Dave. Tapi jangan kecintaan kamu terhadap anak tante membuat kamu buta dan menghalalkan segala cara." ucap Kikan. "Mungkin kamu tidak tau kejadian sebenarnya. Tapi kami semua disini tau. Lebih baik kamu lupakan saja Dave." sambung Kikan lagi.


Ternyata mereka sama sekali tidak mendukungmu? apa yang aku katakan pada mereka semua itu hanya percuma? apa mereka sudah buta? mereka juga membiarkan menantunya berselingkuh dan mengkhianati anak mereka? aku harus mendapatkan Dave dan menyingkirkan Dinda. Aku tidak ingin posisiku diganti oleh wanita sialan itu.


"Baiklah tante, om, Dion. Cindy pamit. Maaf jika kedatangan Cindy hanya mmbuat kalian tidak suka. Tapi Cindy hanya berpesan. Cindy akan terus berusaha mendapatkan Dave." ucap Cindy berlalu meninggalkan kediaman Atmawijaya.


"Untung sekali anak kita tidak menikahinya. Kalian lihat sendiri kan sikapnya? sama sekali tidak ada sopan santun." ucap Roy kesal saat Cindy sudah tidak terlibat lagi.


"Jadi bagaimana? apa Mama dan Papa sudah mau menjenguk Kak Dave?" tanya Dion membujuk.


Kikan dan Roy sama-sama diam. Mereka sebenarnya sangat menyayangi Dave dan sangat ingin sekali menjenguk . Tapi karena kekecewaan mereka terhadap Dave, mereka sengaja tidak pernah menjenguk Dave. Mereka hanya ingin membuat Dave jera dan menyesal.


"Untuk saat ini Mama belum bisa. Tunggu jika Mama dan Papa sudah bersedia." balas Kikan.

__ADS_1


Yah, gagal lagi deh. Padahal tadi moment yang tepat untuk membujuk mereka.


__ADS_2