
Hari ini merupakan hari libur sekolah. Biasanya setiap hari libur dia akan pergi bersama Dave. Entah itu hanya untuk nongkrong atau menghabiskan waktu dengan bermain game.
Tapi untuk hari ini, Dave mengajaknya untuk bertemu Naomi. Dia sudah berkali-kali menolaknya. Tapi bukan Dave namanya jika tidak bisa membujuk. Apalagi dia orangnya tidak tegaan dan mudah kasihan. Mau tidak mau dia terpaksa menuruti kehendak Dave.
"Ngapain ajak aku sih bang? nyuruh jadi obat nyamuk?" ucap Dandi kesal.
"Nggak sih. Abang cuma mau kamu nemenin abang aja. Takut nanti kalau cuma abang berdua sama Naomi, abang nggak bisa nahan nafsu. Abang nggak mau sampai kebablasan," balas Dave. Dia memang pria yang mudah nafsuan terhadap wanita. takut jika hanya melihat wajah Naomi membuatnya bernafsu. Sebab, dia selalu membayangkan dengan fikiran-fikiran liar saat mengenang Naomi.
"Bang, nggak boleh gitu juga kali. Kita boleh mencintai, tapi jangan sampai karena cinta membuat kita kebablasan. Ingat bang, jangan rusak perempuan sebelum ada ikatan pernikahan." ucap Dandi mengingatkan.
"Ya kalau sama-sama mau kan nggak apa-apa," balas Dave dengan entengnya
"Tapi lebih bagus lagi kalau abang bisa mengontrolnya. Abang juga harus berfikir kedepannya." ucap Dandi lagi.
"Sejak kapan kamu jadi sok bijak begini?" tanya Dave heran. Bisa-bisanya bocah disampingnya ini menceramahinya.
"Aku bukan sok bijak bang, aku hanya mengingatkan saja. Kita masing-masing juga punya seorang ibu." sambung Dandi lagi.
"Iya-iya, bawel banget sih. Udah turun!" suruh Dave saat mereka sudah sampai ditempat tujuan.
"Ngapain ngajak dia kemari sih bang?" tanya Dandi heran. Bukannya tempat ini hotel. Apa mereka akan bertemu dikamar hotel. Kenapa harus disini? tidak ada tempat yang lebih layak lagi kah?
"Emangnya kenapa? ini juga punya Papa Abang. Nggak ada yang salah." balas Dave. "Yaudah ayo! dia udah nunggu didalam." ajak Dave buru-buru.
"Bang kenapa harus dihotel sih? bukannya agak gimana-gimana gitu?" ucap Dandi sedikit khawatir. Agak kurang lazim bertemu seorang wanita ditempat seperti ini. Apalagi harus sampai kekamar.
Plaaaaak
Dengan cepat Dave menjitak dahi Dandi. "Apa kamu pikir dihotel cuma ada kamar tidur?" ucap Dave kesal.
"Jadi bukan dikamar?" tanya Dandi kembali.
"Kalau dikamar ngapain juga abang ngajak kamu. Mending cuma kami berdua aja. Maka itu akan menguntungkan abang." ucap Dave dengan senyum licik nya.
Akhirnya mereka sampai disebuah ruangan yang lumayan agak besar. Tampak Naomi sudah duduk manis disana.
"Sudah lama menunggu?" tanya Dave sambil cipika-cipiki.
__ADS_1
Cih, nggak ada malu-malunya melakukan hal tersebut di depan ku.
"Nggak koq sayang. Kamu ajak Dandi juga ya?" Naomi balik bertanya.
"Iya sayang, kasihan dia dirumah terus," balas Dave.
"Oh gitu." ucap Naomi sambil tersenyum kepada Dandi.
Dandi membalas senyuman tersebut. Tapi entah mengapa sepertinya dia tidak begitu ikhlas membalasnya. Entahlah, mungkin karena dia pernah melihat Naomi masuk ketempat terlarang itu dan sekarang bersikap seolah dia wanita baik-baik.
Pelayan masuk kedalam mengantarkan minuman dan makanan setelah tadi Dave memesannya. "Sayang, gimana kuliah kamu?" tanya Dave.
"Kuliahku lancar aja koq sayang. Hanya saja aku belum membayar uang semester," balasnya sedih.
"Kenapa belum bayar? terus gimana nanti ujian?" tanya Dave khawatir. Memang dia sudah tau jika wanita yang dicintainya ini bukan berasal dari kalangan kaya raya sepertinya. Naomi hanya seorang anak dari pemilik toko bangunan.
"Uangku kurang yang. Ayah juga belum ada uang. Jualannya kali ini menurun dari sebelumnya." balas Naomi.
"Yaudah, kamu bilang aja berapa kurangnya. Biar aku yang bayar," ucap Dave dan membuat Dandi sedikit terkejut.
Seroyal itukah Dave terhadap wanita yang dicintainya. Sampai-sampai mau membayarkan yang merupakan bukan kewajibannya.
"Kamu mau? yaudah, nanti aku belikan." ucap Dave.
"Makasih sayang." ucap Naomi sambil memberi sebuah kecupan di pipi Dave.
Apa? bang Dave mengiyakan begitu saja? tidak ada protes sama sekali? baru kali ini aku melihat ada wanita seperti ini. Fix, Naomi matre.
Setelah pertemuan Dave dan Naomi selesai, akhirnya mereka pulang kerumah. Entah apa peran Dandi disana. Rasanya dia hanya menjadi lalat yang tidak dihiraukan. Menyaksikan dengan nyata kemesraan yang amat menjijikkan.
Sepulang keluar dari gerbang sekolah, dia memutuskan untuk berjalan kaki saja sampai di halte. Hari ini dia ingin pulang naik bus.
Saat melewati jalan yang biasa dilaluinya saat memata-matai Naomi, seketika dia melihat orang yang dimaksud.
Itu Naomi kan? ternyata dia bermuka dua selama ini. Aku sangat berterimakasih karena dia pernah menolak ku. Jika tidak, aku tidak akan tau kebusukannya. Kasihan sekali bang Dave dipermainkan seperti ini.
Dandi mempercepat langkahnya untuk menghampiri Naomi. Emosinya begitu bergejolak. Dia telah salah mengagumi seorang wanita.
__ADS_1
Saat Naomi akan masuk, dengan cepat dia menarik tangan Naomi dan membawanya menjauh dari tempat tersebut.
"Lepaskan! apa-apaan sih kamu Dandi? nggak sopan tau," ucap Naomi kesal.
"Ngapain kamu kesana?" tanya Dandi kesal.
"Apa urusannya sama kamu? kamu nggak perlu sibuk dengan urusanku!" balas Naomi yang juga bertambah kesal.
"Ini jelas menjadi urusanku. Kamu pacaran dengan bang Dave dan kamu berbohong dibelakangnya. Ternyata kamu bukan wanita baik-baik!" ucap Dandi emosi.
Plaaak
Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Dandi."Berani sekali kau mengataiku, tau apa kau tentang ku?" bentak Naomi.
"Aku memang tidak tau banyak tentang dirimu. Tapi tidak seharusnya kamu kesana! apa kamu tidak memikirkan bang Dave? dia pasti marah jika kamu kesana," balas Dandi.
"Dave tidak akan pernah memarahiku. Kau tau kan dia sangat mencintaiku. Aku masih bisa mengendalikannya," ucap Naomi percaya diri.
"Kamu keterlaluan Naomi. Ternyata begini sifat aslimu. Aku menyesal pernah menyukaimu selama ini." ucap Dandi yang merasa menyesal pernah menyukai orang yang salah. "Aku tidak akan tinggal diam. Kamu telah mempermainkan bang Dave. Kamu tidak pantas untuknya!" sambungnya lagi. Emosinya seakan tidak tidak tertahan. Dia begitu benci dngan orang yang tidak setia dan pembohong. Begitulah Naomi yang sebenarnya. Hanya wajah cantik dan polos sudah mampu mengelabuinya selama ini.
Menarik kerah baju Dandi kesal. "Awas ya kalau sampai Dave tau. Aku tidak akan tinggal diam. Ingat itu!!!" ancam Naomi. Dia mendorong tubuh Dandi hingga terjatuh.
Tampak seorang laki-laki menghampiri mereka. " Ada apa ini sayang?" tanya pria tersebut.
"Siapa laki-laki ini?" tanya Dandi meminta penjelasan. Kenapa laki-laki tersebut memanggil Naomi dengan sebutan yang biasa Dave panggil.
"Aku pacarnya!" ucap pria tersebut.
"Keterlaluan kamu Naomi. Berani-beraninya kamu berselingkuh!" ucap Dandi kesal.
"Hey bocah, apa yang sedang kau bicarakan? pacarku ini tidak pernah berselingkuh dariku. Jangan kau mengatai dia yang tidak-tidak." ucap pria tersebut yang seakan tidak terima.
"Yakin? dia juga berpacaran dengan abangku." ucap Dandi emosi. Di kepala nya masih memikirkan nasib Dave yang malang.
"Tutup mulut kau! dia pacarku. Sekarang pergi dari sini!" usir pria tersebut.
Dengan terpaksa, Dandi bangkit dan meninggalkan tempat tersebut dengan emosi yang masih membara.
__ADS_1
"Aku akan memberitahu semuanya. Aku tidak mau bang Dave bersama wanita ular itu!" ucap Dandi.