
Mobil yang dikendarai Dion telah masuk dipekarangan halaman rumah Adit. Mereka dengan rasa senang turun dari mobil lalu menekan bel rumah Adit.
"Nggak ada orang ya pa?" tanya Kikan kepada suaminya.
"mana Papa tau Ma. Kita datang kesini juga mereka nggak tau." balas Roy.
Selang beberapa menit, pintu pun terbuka. Tampak seorang wanita yang seusia dengannya sedang membuka pintu dengan wajah sedikit heran.
"Kalian siapa?" tanya Ibu Adit kepada mereka yang berdiri didepan pintunya.
"Kami keluarga Atmawijaya." balas Kikan sambil mengulurkan tangannya.
Ibu Adit yang mendengar langsung tau siapa itu Atmawijaya. Mereka merupakan orang kaya raya dikota ini.
Kenapa mereka mendatangi rumahku? apa yang sedang mereka cari? Bathin Ibu Adit.
"Kalau gitu silahkan masuk!" ajak Ibu Adit.
Mereka pun menurut lalu Ibu Adit mempersilahkan mereka untuk duduk disofa lalu menghidangkan minuman dan cemilan.
"Kalau boleh tau, ada keperluan apa ya kalian kemari? sepertinya kalian tidak mungkin kemari." ucap Ibu Adit keheranan. Mana mungkin orang terkaya semoga mereka mau mendatangi rumahnya. Apalagi mereka sama sekali belum pernah bertemu dan bertegur sapa.
"Saya beserta keluarga sudah pernah datang kemari. Cuma waktu itu Ibu nya tidak berada dirumah." balas Kikan dan membuat Ibu Adit kaget.
"Maaf jika kedatangan kami kemari membuat anda kurang nyaman." ucap Kikan. " Sebenarnya kedatangan kami kemari hanya ingin menemui Dinda." lanjut Kikan lagi.
Dinda? kenapa mereka mencari Dinda? apa Dinda dan mereka saling kenal? Bathin Ibu Adit.
Ibu Dinda hanya tersenyum. " Dinda sudah tidak tinggal disini lagi." ucap Ibu Adit tegas. Mana mungkin Dinda tinggal disini lagi. Apalagi setelah pengakuannya waktu itu yang mengatakan jika dia sudah menikah.
Kikan, Roy dan Dion tampak kaget mendengar jawaban Ibu Adit tersebut.
Jadi dimana Dinda sebenarnya? Kikan.
Kenapa Dinda tidak ada disini? lalu dimana dia? bukankah disini juga keluarganya? Dion.
"Maksud ibu." tanya Dion yang sama sekali tidak mengerti dengan perkataan Ibu Adit.
__ADS_1
Ibu Adit menghembuskan nafas kasar. "Saya tidak tau dia dimana sekarang." balas Ibu Adit.
"Tapi, bukankah disini rumah keluarganya juga? kenapa dia tidak tinggal disini?" tanya Dion lagi.
"Dia sudah tidak tinggal disini lagi setelah hari penculikannya." balas Ibu Adit. "Cuma, dia pernah datang berkunjung bulan lalu dan mengatakan jika dia sudah menikah." sambung Ibu Adit dengan mngepalkan tangan geram.
Kikan yang mendengar langsung paham. Ternyata Dinda sangat jujur. Walaupun dia menderita, tapi dia tetap jujur mengatakan jika sudah menikah dengan anaknya.
"Tapi, maaf jika pertanyaan saya kurang enak didengar. Kenapa Ibu seperti marah menyebut nama Dinda?" tanya Kikan sedikit heran. Bukankah Dinda anak yang baik Tapi kenapa wanita didepannya ini sangat emosi menyebut nama Dinda menantunya itu.
Ibu Adit kembali menghembuskan nafas kasar. "Dia sudah meninggalkan anak saya demi laki-laki lain. Saya tidak tau jalan gilirannya. Anak saya selalu menunggunya, tapi dia malah menikah dengan orang lain." balas Ibu Adit berapi-api.
Jadi selama ini Dinda tinggal bersama orang yang dicintainya? ternyata anak ibu ini laki-laki yang sudah mencuri hati Dinda. Kasihan sekali nasib kamu Dinda.
"Andai saya tau siapa laki-laki yang menikahi Dinda, akan saya bongkar semuanya. Dinda bukanlah wanita baik. Dia hanya wanita yang gila harta. Dia sanggup meninggalkan anak saya yang mati-matian memperjuangkan dan menunggunya kembali. Tapi balasannya begini." sambung Ibu Adit lagi.
Kamu salah. Dinda bukan wanita seperti itu.
"Maaf buk, saya rasa Dinda bukan perempuan yang seperti ibu katakan." sanggah Dion yang tidak terima dengan kata-kata Ibu Adit yang terdengar seperti memfitnah.
"Saya tau koq buk. Dia pernah tinggal bersama kami. Kami juga tau kejadiannya gimana. Cerita ibu sama sekali tidak bisa kami terima." ucap Dion lagi.
"Kalian tau apa? kalian tidak tau bagaimnaa menderitanya anak saya saat menunggunya. Tapi setelah dia kembali, dia sudah menikah dengan orang lain." sambung Ibu Adit lagi.
"Sudah-sudah. Saya tau Ibu marah. Tapi apakah Ibu tau bagaimana cerita sebenarnya?" tanya Kikan kembali.
Ibu Adit hanya menggeleng. Dia memang tidak mengetahui bagaimana cerita sebenarnya hingga Dinda bisa menikah dengan orang lain. yang di hanya tau, Dinda telah meninggalkan anaknya demi laki-laki lain yang lebih kaya.
Sudah aku duga pasti dia tidak tau cerita sebenarnya. Tapi aku tau bagaimana perasaannya. Anaknya juga menjadi korban disini. Dave, kenapa kamu lakukan ini nak? kenapa kamu merenggut kebahagiaan orang lain demi kesenangan mu sendiri. Andai saja dulu aku tau pasti tidak akan pernah terjadi hal-hal seperti ini. Bathin Kikan.
"Jadi Ibu tidak tau dimana Dinda sekarang?" tanya Kikan kembali.
Ibu Adit menggeleng. " Saya tidak tau dia dimana. Dia dan kembarannya juga sudah saya usir dari rumah ini." balas Ibu Adit.
Dimana kamu sekarang Dinda?
"Maaf bu jika kedatangan kami hanya membuat Ibu marah. Kalau gitu kami pamit dulu." ucap Kikan sembari berdiri diikuti oleh Roy dan Dion.
__ADS_1
Aku tidak boleh mengatakan jika Dave anakku lah suami Dinda sebenarnya.
"Tidak apa-apa. Saya hanya terbawa emosi." balas Ibu Adit sambil mengikuti langkah mereka hingga didepan pintu.
"Kalau gitu kita pamit dulu." ucap Kikan lagi. Akhirnya pun mereka pergi dari perkarangan rumah Adit dan hilang dari pandangan Ibu Adit.
"Sebegitu khawatirnya kalian pada Dinda hanya karena Dinda pernah bekerja dengan kalian." ucap Ibu Adit sambil menutup kembali pintunya.
Sementara itu dirumah kontrakan Dan di dan Dinda.
Hari ini Dandi telah mengambil cuti karena kurang enak badan. Sebarkan dia hanya berada dirumah.
"Dandi, udah enakan?" tanya Dinda sambil mengambil kembali gelas minum yang baru diteguk Dandi.
"Sekarang udah enakan. Mungkin aku hanya kecapean." balas Dandi.
Apa aku tanya lagi aja ya?
"Dandi, aku masih penasaran yang kemaren. Apa aku boleh mengetahuinya?" tanya Dinda penasaran.
Dandi mengernyitkan dahinya. Kenapa juga Dinda ingin tau. "Tidak ada yang perlu kau ketahui. Aku juga tidak pernah menyembunyikan apapun darimu." balas Dandi.
"Dandi, aku hanya penasaran. Sebenarnya kau dan Dave sudah kenal lama kan?" tanya Dinda lagi.
Dandi memijit-mijit pangkal hidungnya. "Dinda, kan sudah aku katakan. Aku tidak pernah akrab dengan Dave." balas Dandi kembali.
"Tapi aku menemukan foto kau da Dave di apartemen nya." ucap Dinda lagi dan membuat Dandi sedikit terkejut.
"Apa?" ucap Dandi terkejut.
"Apa sebenarnya terjadi antara kau dan Dave?" tanya Dinda kembali untuk.meyakinkan rasa penasarannya.
"Ah tidak-tidak, kau pasti salah orang. Aku dan Dave tidak pernah kenal." balas Dandi lagi. Lagi- lagi Dandi pergi meninggalkan Dinda.
"Dandi." panggil Dinda namun orang yang dipanggil sama sekali tidak menoleh.
Sebenarnya ada apa sih? kenapa Dandi seperti enggan untuk mengatakannya.
__ADS_1