MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Isi Hati


__ADS_3

Semenjak mereka saling mengungkapkan isi hati, Dinda lebih sering datang untuk menjenguk Dave dipenjara.


Dinda sudah berkali-kali membujuk orang tua Dave agar mereka mau mengunjungi Dave. Dia sudah mengatakan jika Dave sudah menyesal dengan perbuatannya. Tapi orang tuanya masih enggan. Mungkin mereka masih begitu terpukul dan menyayangkan perilaku anaknya dimasa lalu. Begitu yang di fikirkan Dinda.


Tapi untunglah Dion masih mau mengunjungi kakaknya. Walaupun Dion pernah berkata jika Dave tidak suka terhadapnya. Tapi karena Dion menyayangi kakaknya itu, dia tetap menjenguknya. Dave pun akhirnya mau menerima Dion sebagai adiknya dan akan selalu baik kepada Dion.


"Kak, bagaimana kabarmu?" tanya Dion yang juga mengunjungi Dave bersama Dinda.


"Kenapa kau terus datang bersama istriku?" tanya Dave cemberut.


"Sudahlah kak Dave. Walaupun kak Dion lebih tua dari Dinda, tapi dia ini kan adik ipar Dinda juga. Dinda yang mengajaknya untuk mengunjungi kakak. Jadi kakak nggak perlu cemburu. "balas Dinda.


Memalingkan wajahnya kesamping. "Siapa juga yang cemburu." ucap Dave. Dia sebenarnya tidak cemburu jika istrinya itu dekat dengan Dion. Dia tau bagaimana sifat Dion walaupun dia pernah memberlakukan Dion dengan kurang baik. Tidak mungkin Dion tega merebutkan Dinda darinya. Karena Dion bukanlah pria perebut kebahagiaan orang lain. Walaupun dia tau jika Dion tidak menyukai Dinda menikah dengannya. Tapi itu semua hanya masa lalu. Apalagi Dinda juga pernah mengatakan akan selalu menjaga hati untuknya.


"Terus kenapa kakak cemberut?" tanya Dinda melihat wajah suaminya yang terlihat cemberut.


"Aku hanya kangen sama orang tuaku." balas Dave. Dia memang sangat merindukan kedua orang tuanya itu.


Dinda dan Dion saling menatap. Mereka tau bagaimana perasaan Dave sekarang ini. Tapi mau diapakan, orang tua mereka masih enggan untuk menjenguk Dave.


"Aku tau mereka masih marah denganku. Tidak apa-apa. Aku menerimanya dan itu juga memang salahku." sambung Dave menyesal.


"Sudahlah kak Dave jangan terlalu bersedih. Aku akan membujuk papa dan mama lagi. Aku yakin pasti mereka akan mau memaafkan kakak." balas Dion.


Setelah waktu berkunjung habis, Dion dan Dinda oun pergi meninggalkan lapas. Dion mengantar Dinda pulang setelah itu, Dion pun pulang kembali ke kediamannya.


Malam telah tiba, Dinda dan Dandi seperti.biasa setelah makan malam mereka akan duduk di teras rumah.


"Dan, kamu setuju nggak kalau aku sama kak Dave?" tanya Dinda disela-sela duduk santai diluar rumah.


Dandi yang mendengar tiba-tiba terbatuk. Dia begitu terkejut mendengar yang dikatakan kembaran nya itu. Kenapa tiba-tiba sekali?


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Dandi sedikit kaget.


"Ya kan kamu saudaraku. Aku juga mau tau pendapatmu bagaimana. Soalnya selama ini aku tidak tau apa yang kamu pikirkan tentang kak Dave." balas Dinda. Dia memang tidak pernah mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan Dandi tentang Dave. Setiap dia menanyakan prihal hubungan Dandi dengan Dave, maka Dandi selalu mengalihkan pembicaraan. Itu yang membuatnya semakin penasaran.

__ADS_1


"Emang kamu yakin mau tetap bersama dia?" tanya Dandi balik.


"Aku sih yakin. Malah kak Dave juga mencintai Dinda." balas Dinda bangga dan mmbuat Dandi mnyemburkan air minumnya.


"Apa?" ucap Dandi semakin kaget.


"Kamu kenapa sih?" tanya Dinda dengan tingkah kembarannya itu.


"Tidak ada apa-apa." balas Dandi.


Masa sih Dave cinta sama Dinda? koq bisa ya?


"Kamu percaya apa yang dia katakan sama kamu?" tanya Dandi lagi.


Dinda diam. Dia juga tidak bisa menyangkal dan tidak bisa terlalu percaya. Tapi apa yang dilihatnya, Dave memang benar-benar mencintainya.


"Aku tidak tau Dan. Tapi aku yakin kalau kak Dave tidak mungkin berbohong padaku." balas Dinda yakin.


Dandi menghela nafas. "Jadi bagaimana dengan Adit? apa kau sudah mengatakannya?" tanya Dandi lagi.


Apa karena ini Adit pergi?


Dandi menatap Dinda lekat seakan ingin mendapatkan jawaban dari apa yang difikirkan nya.


"Kalau itu aku kurang tau Dan. Aku tidak tau apakah kak Adit pergi karena aku mengatakan isi hatiku atau pun bukan." balas Dinda yang memang sudah mengerti maksud Dandi.


"Kau tau kan bagaimana rasanya patah hati dan ditinggal? aku juga pernah merasakannya. Itu sangat sakit Din." ucap Dandi kala mengenang masa lalunya.


Dinda hanya diam. Dia tau itu sangat tidak mudah. Butuh waktu untuk move on dari masa lalu. Begitupun yang pernah dirasakannya waktu itu. Dia berupaya untuk move on dari Adit karena waktu itu sudah berstatus istri Dave. Tapi dia lupa jika Adit masih tetap mencintainya. Seharusnya dia tidak terlalu memberi harapan yang terlalu besar kepada Adit jika pada akhirnya akan jadi seperti ini.


"Apa kau sudah menemukan keberadaan Adit?" tanya Dandi.


Dinda meng geleng-geleng kepalanya. Dia belum tau dimana keberadaan Adit saat ini. Apalagi anak buah Dave belum bisa menemukan keberadaannya.


"Apa kau meminta bantuan Dave? " tanya Dandi lagi.

__ADS_1


Dinda mengangguk ragu-ragu. Dia memang meminta bantuan Dave melalui anak buahnya.


"Aneh sekali sampai dia mau membantu. Apalagi yang orang yang akan dicarinya itu saingan nya." ucap Dandi dan membuat Dinda heran.


"Maksud kamu?" tanya Dinda penasaran.


"Tidak ada apa-apa. Maksudku,kenapa juga Dave mau membantumu?" balas Dandi.


Dinda Menaikkan alisnya. Sebenar nya dia masih penasaran kata-kata Dandi tadi.


"Aku sudah menceritakan semuanya pada kak Dave. Awalnya dia memang menolak. Tapi aku berusaha mmbujuknya dan akhirnya dia mau membantuku." sambung Dinda.


Dan, kau masih menganggap ku saudara kan?" tanya Dinda tiba-tiba.


Kenapa juga dia bertanya seperti itu.


"Tentulah. Kita kan kembar. Kamu itu keluargaku satu-satunya yang aku punya. Sampai kapanpun kita akan tetap bersama. Walaupun suatu saat kita dipisahkan dengan kehidupan masing-masing." balas Dandi.


"Kalau begitu, aku bisa kan mendengar tentang masa lalu mu? kamu nggak pernah curhat sama aku. Jadi aku nggak pernah tau tentang masa lalumu." ucap Dinda yang memang sangat penasaran tentang Dandi.


"Sambil menunjuk dirinya sendiri. "Aku? kenapa kau ingin tau?" tanya Dandi heran.


"Dandi, aku serius. Kau tidak pernah curhat denganku semenjak kita pisah sekolah. Selama itu aku menahan rasa penasaranku." ucap Dandi.


Dandi yang mendengar langsung tertawa terbahak-bahak. Dia tidak menyangka kembarannya ini begitu penasaran dengan dirinya. Padahal mereka sudah hidup bersama selama 23 tahun Lalu untuk apa dia bertanya seperti itu.


"Ah sudahlah. Tidak ada yang perlu kau ketahui. Semua hanya masa lalu. Itu sama sekali tidak entimg. Sekarang aku hanya ingin menata masa depan yang cerah." ucap Dandi tersenyum. Dia begitu menyesal dengan kehidupannya dimasa lalu yang suka mabuk-mabukan. Jika dia tidak seperti itu maka sekarang dia sudah menjadi sukses. Namun apa hendak dikata. Nasi sudah menjadi bubur. Sekarang dia hanya bisa menikmati pekerjaannya sebagai cleaning service, bukan CEO atau direktur yang pernah dicita-citakannya dulu.


"Dan, aku hanya ingin tau. Apa kau dan kak Dave dulu dekat?" tanya Dinda lagi.


Dandi mnghela nafas. "Dinda, sudah berapa kali aku mengatakannya. Aku dan Dave sama sekali tidak pernah dekat. Aku baru mengenalnya saat aku berkunjung di club nya." balas Dandi.


"Tapi... " ucap Dinda mau nggantung saat Dandi berdiri dan meninggalkannya.


"Tuh kan. Pasti dia selalu kabur kalau aku menanyakan perihal itu." ucap Dinda kesal.

__ADS_1


Apa aku tanya langsung aja ya sama kak Dave. Aku yakin pasti dia mau memberitahu yang sebenarnya.


__ADS_2