MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Kedatangan Cindy


__ADS_3

"Siapa?" tanya Dave penasaran. Anak buahnya pun memberitahu dengan detail.


"Pantas saja. Ternyata masih ada yang berani denganku" ucap Dave menutup panggilan.


*****


"Dimana Dave? aku ingin menemuinya." ucap Cindy kepada Celine.


"Maaf mbak, Pak Dave nya sedang cuti." balas Celine.


Cuti? apakah dia liburan? tapi kenapa tidak mengajakku. Gumam Cindy menduga-duga.


"Oh ya sudah kalau begitu. Permisi." Cindy pamit.


Cindy berjalan keluar dari gedung kantor Dave menuju mobilnya. Ia melaju untuk pergi ke kediaman Dave.


Saat Cindy sampai ke kediaman Dave, kebetulan orang tua Dave sedang duduk santai di teras rumahnya.


"Permisi tante, om." ucap Cindy lalu mencium punggung tangan kedua orang tua Dave.


Kikan yang mengerti maksud kedatangan Cindy hanya tersenyum. Walau ia tau anaknya sudah tidak mencintai Cindy dan ia juga menginginkan Dinda menjadi istri anaknya kelak.


"Ada apa Cindy?" tanya Kikan sekedar bertanya. Walaupun ia sudah tau tujuan Cindy datang kerumahnya. Apalagi kalau bukan untuk menemui anaknya.


"Dave nya ada tante?" tanya Cindy sambil melihat-lihat kearah dalam rumah.


"Dave nggak ada. Dia udah dua hari nggak pulang kerumah." jawab Kikan. Sebelumnya Dave sudah memberitahu kepadanya bahwa dia tidak akan pulang kerumah dan menginap di apartemen miliknya.


"Apa tante? emang Dave kemana?" tanya Cindy sedikit terkejut.


"Dia tinggal di apartemennya." balas Kikan lagi.


Apartemen? Dave punya apartemen?. Cindy penasaran.


"Kalau boleh tau, dimana apartemen Dave tante?" tanya Cindy lagi kepada Kikan.


Kikan pun memberi alamat apartemen Dave dengan sedikit terpaksa. Ia sebenarnya sudah muak melihat Cindy yang terlalu banyak tanya. Hingga akhirnya Cindy pergi dan ia bisa bersantai dengan tenang bersama suaminya tanpa diganggu lagi.


Cindy sampai di apartemen yang sudah diberikan alamat oleh Kikan. Saat ia akan masuk, para penjaga disana mencegatnya.


"Maaf, Mbak siapa? ada keperluan apa mbak kemari?" tanya satpam tersebut kepada Cindy. Mereka sangat mengenal penghuni apartemen yang mereka jaga dan mereka merasa asing dengan wajah Cindy.


"Saya Cindy, calon istri Dave." balas Cindy sedikit angkuh. Ia risih jika diperlakukan seperti tadi.

__ADS_1


Setelah Cindy menyebut nama Dave, satpam tersebut lalu mempersilahkan Cindy untuk masuk. Tentu saja ia mengenali Dave, apalagi Dave penghuni apartemen yang dijaganya.


"Pak Dave koq mau ya punya calon yang sombong kayak mbak itu." ucap satpam tersebut.


Cindy sampai dilantai lima apartemen tersebut. Lalu ia menekan bell pintu nomor 150.


Dave bingung saat bell apartemennya berbunyi. Siapa yang datang? sedangkan tidak ada satupun yang tau alamat apartemennya kecuali orang tua dan sekretarisnya Celine.


Apa mungkin mama? tapi tidak mungkin. Atau jangan-jangan Celine. Gumamnya masih menduga-duga.


Dave bangun dari duduknya lalu berjalan menuju pintu. Lalu ia dengan segera membuka pintu tersebut.


"Bukankah sudah aku ..." Dave kaget saat melihat Cindy berdiri didepannya dengan tersenyum.


"Hai Dave." sapa Cindy. Ia lalu masuk kedalam tanpa disuruh Dave.


"Tau dari mana aku disini?" tanya Dave penasaran. Apa mungkin Cindy selama ini memata-matainya.


Cindy tersenyum senang melihat ekspresi Dave yang kebingungan. "Dari calon mertuaku." balas Cindy dengan percaya diri.


Apa? bagaimana mungkin mama memberitahu alamat apartemenku sama wanita gila ini. Kesal Dave.


"Jika tidak ada keperluan, silahkan pergi." usir Dave. Ia tidak ingin Cindy berlama-lama di apartemennya.Apalagi diatas ada Dinda. Bisa-bisa Cindy mencurigainya.


"Aku hanya ingin bertemu. Sudah lama aku tidak bertemu sama kamu." balas Cindy sambil memeluk tubuh kekar Dave. Namun buru-buru Dave melepaskan.


Cindy berjalan untuk melihat-lihat dan mengelilingi ruangan tersebut. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju tangga.


"Tunggu ..." cegah Dave. Cindy menoleh dan menatap bingung.


"Kenapa? aku hanya ingin melihat-lihat diatas." balas Cindy.


"Ku bilang jangan. Ini apartemen ku. Tidak ada hak mu untuk mengetahui isi apartemen ku." ucap Dave kesal.


"Kenapa aku tidak boleh kesana?" sambil menunjuk kearah atas. "Apa ada yang kau sembunyikan dariku?" tanya Cindy curiga.


Sial. Bagaimana jika wanita sialan itu berteriak. Bisa ketahuan. Dave panik sambil terus melihat kearah atas.


Cindy tidak memperdulikan ucapan Dave dan terus berjalan menaiki tangga. Dengan cepat Dave manarik paksa tangan Cindy.


"Sudah ku katakan, jangan berani kau kesana!" bentak Dave. Cindy kaget melihat sikap Dave yang tiba-tiba berubah.


Aku hanya ingin naik keatas dan melihat-lihat disana. Tapi kenapa dia begitu marah? apa ada sesuatu disana?. Cindy penasaran.

__ADS_1


Dave kembali tersadar dan buru-buru melepaskan tangan Cindy. Ia tidak boleh bersikap seperti itu ketika panik. Bisa-bisa Cindy akan semakin mencurigainya dan bahkan dia akan ketahuan.


"Maaf, aku hanya tidak ingin kau kesana." ucap Dave.


Saat itu juga suara keras terdengar diatas. Suara seperti mendobrak pintu. Hal tersebut membuat Cindy penasaran dan Dave semakin panik.


"Suara apa itu?" Cindy menatap Dave dengan rasa penasaran.


Dave terdiam, berusaha menutupi kegugupannya. Perasaannya sedang tidak tenang.


Saat Dave tidak menjawab pertanyaan nya, ia lalu mencoba berjalan menaiki tangga. Namun lagi-lagi Dave mencegahnya. Dave menggeleng agar Cindy tidak membantah perintahnya.


"Jangan kesana. Aku mohon." pinta Dave lagi.


"Kenapa Dave? ada siapa disana?" tanya Cindy lagi. Ia merasa diatas sana ada orang lain.


"Ada temanku disana." balas Dave berbohong.


"Teman? siapa?" tanya Cindy penasaran.


"Kau tidak perlu tau. Suasana hatinya sedang tidak baik Aku tidak ingin kau kenapa-napa nantinya. Makanya aku melarangmu keatas." balas Dave lagi.


"Masa kamu mau sih punya teman kayak gitu." Cindy memperlihatkan ekspresi jijik.


"Kalau gitu aku antar kamu kedepan." ajak Dave buru-buru.


Cindy pun mengikut. Lalu mereka keluar dari apartemen tersebut. Tidak mau jika nantinya teman Dave akan mengamuk dan akan menyakitinya.


"Kamu pulang saja. Kumohon jangan kemari lagi." pinta Dave.


Cindy kaget. "Kenapa?" tanya Cindy yang penasaran.


"Aku hanya sendirian disini. Aku tidak ingin diganggu." balas Dave.


Cindy hanya tersenyum memaklumi. Mungkin saja Dave menginginkan tempat yang tenang dan jauh dari keramaian. Apalagi Dave selama ini terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


Cindy pun pamit dan pergi meninggalkan apartemen tersebut. Saat Dave ingin pergi masuk, satpam apartemen tersebut memanggilnya.


"Ada apa pak?" tanya Dave penasaran kepada satpam yang memanggilnya.


"Maaf pak Dave, apa mbak itu ada mengatakan sesuatu kepada bapak?" tanya satpam itu gugup.


"Maksudnya?" tanya Dave kembali. Ia tidak tau apa maksud satpam tersebut.

__ADS_1


"Apa mbak tadi tidak ada mengatakan kepada bapak kalau kita melarangnya masuk?" tanya satpam lagi. Dave hanya menggeleng.


"Maaf, saya tidak tau kalau mbak itu calon pak Dave. Lain kali kami akan memperlakukan mbak itu dengan baik." ucap satpam itu dan membuat Dave terkejut.


__ADS_2