MENIKAH DENGANMU

MENIKAH DENGANMU
Sedikit Penasaran


__ADS_3

Dinda mulai bertempur dengan pekerjaannya. Dia mulai merubah dan menata rumah agar lebih terlihat rapi. Memang rumahnya tidak begitu besar. Tapi dengan ditata sedemikian rupa, maka rumah tersebut bisa menjadi lebih nyaman dan asri.


Hari ini dia mengerjakannya sendiri. Setelah tadi Dandi meninggalkannya untuk pergi bekerja.


"Apa aku cari kerja aja ya. Soalnya kan aku numpang sama Dandi. Nggak enak aja kalau dia yang membiayai semua. Lagian kan gajinya juga nggak besar." ucap Dinda disela-sela membersihkan rumah.


Selama dia mnjadi istri Dave, dia sama sekali tidak diperbolehkan untuk bekerja. Dia selalu mendapat uang dari pemberian Dave. Tapi kali ini Dave sudah masuk penjara. Uang dari mana lagi bisa didapatkannya. Sedangkan selama dia belum menjadi istri Dave, dia mendapatkan uang dari berjualan kue dan menjadi tukang masak dirumah kebesaran Atmawijaya.


"Apa aku berjualan kue aja ya? sepertinya lumayan." mencoba untuk membuat keputusan.


Waktu menunjukkan pukul 5 sore. Dinda sudah selesai menata rumah dan sudah siap mandi. Kini dia duduk di teras rumah sambil menunggu kepulangan Dandi.


"Rumah disini lumayan banyak dan sesak. Kalau ada pencuri, pasti susah mau Kabur." ucapnya sambil melihat sekitaran rumah-rumah yang berdempetan.


"Dandi kemana ya? kog belum pulang?" kata Dinda sedikit khawatir. "Apa dia belum siap? yasudahlah, aku tunggu aja." sambungnya lagi.


Selang beberapa menit, tampak Dandi pulang. Dinda langsung mengembangkan senyuman. "Sepertinya aku bakalan kesepian dirumah. Kamu pulangnya lama." ucap Dinda saat menyalami Dandi pulang kerja.


"Ya kamu keluar aja kalau bosan. Kemana keg gitu." balas Dandi sambil masuk kedalam rumah.


"Aku mau mandi dulu." ucap Dandi. Badannya terasa lengket dan penuh keringat. Dengan mandi pasti badannya akan terasa segar kembali.


Dandi, bagaimana kalau aku bekerja?" tanya Dinda saat mereka duduk santai.


"Mau kerja apa?" tanya Dandi kembali. Dia tau selama ini Dinda tidak pernah bekerja digaji oleh orang lain. Baik itu hanya sebagai penjaga toko atau pelayan cafe. Dinda hanya mengandalkan kepandaiannya dalam memasak dan membuat kue untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.


"Aku juga nggak tau. Gimana kalau kerja jaga toko aja. Aku tadi ada lihat toko buku didepan gang sedang mencari karyawan." ucap Dinda.


"Kamu kan nggak pernah kerja sama orang. Emang bisa?" tanya Dandi mengingatkan.


"Aku pernah koq kerja sama orang." balas Dinda tidak mau kalah.


"Kerja dimana emangnya?" tanya Dandi penasaran.


"Aku kan pernah kerja dirumah orang tua kak Dave. Disana aku disuruh memasak dan digaji." balas Dinda.


"Hah?" ucap Dandi kaget. Selama ini Dinda sama sekali tidak pernah bercerita kalau Dinda pernah bekerja dirumah orang tua Dave.


"Kapan kamu kerja disana?" tanya Dandi menyelidik.


Aku lupa. Aku kan tidak pernah cerita kalau aku pernah tinggal dirumah orang tua kak Dave.

__ADS_1


"Aku pernah tinggal disana Dan." kata Dinda dan membuat Dandi sedikit kaget.


"Apa?" ucap Dandi yang masih terkejut.


"Maaf Dandi, selama ini aku tidak pernah bercerita." ucap Dinda sedikit menyesal. Dia sengaja menutup rapat hingga akhirnya dia lupa untuk mengatakannya.


"Jadi kamu dijadikan pembantu dirumah itu?" tanya Dandi menduga.


"Tidak Dandi. Aku tidak dijadikan pembantu." balas Dinda.


"Tapi tunggu, bagaimana kau bisa bekerja disana? bukannya kau sudah dibawa Dave? apa dia membawamu kerumah orang tuanya?" tanya Dandi meminta penjelasan.


"Sebenarnya... " Dinda mulai menceritakan kejadian sebenarnya. Dikala dia mencoba melarikan diri dari kejaran anak buah Dave dan pada akhirnya ditemukan oleh Kikan yang tak lain adalah mama Dave.


"Jadi orang tuanya tidak tau kalau Dave itu punya Kasino?" tanya Dandi lagi.


Dinda hanya mnggeleng. "Orang tua nya tidak tau smaa sekali. Baru kali ini semua nya terbongkar." balas Dinda.


"Aku juga tidak tau kalau tempat itu miliknya." sambung Dandi.


"Maksudnya?" Dinda sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan Dandi kepadanya.


"Dandi, apa aku boleh bertanya?" tanya Dinda. Dia masih penasaran dengan foto yang ditemukannya waktu itu.


"Apa?" sambil memainkan ponselnya.


"Apa kau dan kak Dave dulu sahabatan?" tanya Dinda sedikit ragu-ragu. Dia takut Dandi marah.


Dandi menghembuskan nafas kasar namun tetap memainkan ponselnya. "Aku tidak pernah akrab dengannya." balas Dandi cepat lalu pergi meninggalkan Dinda yang masih penasaran.


Kenapa Dandi tidak mau bercerita? aku kan penasaran. Apa yang terjadi sebenarnya? batin Dinda masih metonta-ronta karena penasaran.


"Ma, mau kemana?" tanya Dion yang baru keluar dari kamar.


"Mama mau ketempat Dinda. Kasihan dia sendirian." balas Kikan sambil melangkahkan kakinya.


"Ma, Dion ikut." pinta Dion.


"Yaudah ayo. Papa udah nunggu dibawah." balas Kikan. Mereka pun pergi ketempat tujuan yaitu apartemen Dave.


Mereka akhirnya sampai di apartemen Dave. Sesampai didepan pintu, mereka langsung menekan tombol bel. Sekali, dua kali, taoinsmaa sekali pintu tidak terbuka.

__ADS_1


"Koq nggak dibuka-buka sih ma? apa Dinda lagi nggak ada didalam?" ucap Dion.


"Kamu tau sandinya?" tanya Roy kepada istrinya.


"Mama tau pa." ucap Kikan. Dia langsung menekan sandi. Akhirnya pintu tersebut pun terbuka. Mereka pun masuk kedalam.


"Dinda." panggil Kikan. Tapi tidak ada sahutan sama sekali dengan yang punya nama.


"Koq sepi. Sepertinya Dinda lagi tidak berada dirumah." ucap Dion menduga.


Iya ma. Sepertinya Dinda tidak berada disini." balas Roy yakin.


"Sebentar, biar mama liat dikamar. Siapa tau dia ada diatas." melangkahkan kaki menuju atas.


Mengetuk-ngetuk pintu kamar. " Dinda, ini Tante." panggil Kikan.


"Dinda." masih mengetuk-ngetuk pintu kamar.


Karena tidak ada jawaban, Kikan pun memberanikan untuk membuka pintu. Kebetulan pintu itu sama sekali tidak dikunci.


"Tidak ada." ucap Kikan saat membuka pintu dan masuk kedalam.


"Kemana dia?" tanya Kikan penasaran.


Dia mencoba mencari keseluruhan kamar itu. Mulai dari kamar mandi hingga balkon luar kamar. Karena rasa penasarannya, dia membuka lembari pakaian. Sedikit terkejut karena lemnari pakaian itu kosong dengan pakaian Dinda. Hanya ada pakaian anaknya yang masih tergantung rapi.


"Kemana dia sebenarnya?" tanya Kikan lagi. Dia segera keluar dari kamar dan mempercepat langkahnya untuk turun kebawah.


"Pa, Dinda sudah pergi." ucap Kikan dan membuat mereka terkejut.


"Apa?"


"Apa?"


"Kemana Dinda ma?" tanya Dion khawatir dan sedikit syok.


"Entahlah nak. Sepertinya kita juga tau dimana dia sekarang." ucap Kikan menduga.


Mereka serempak tersenyum. Mereka meyakini jika Dinda pergi meninggalkan apartemen dan kembali kerumah lamanya.


Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan apartemen Dave dan menuju kerumah Adit. Tempat tinggal Dinda setelah dia memutuskan untuk tidak lagi tinggal dirumah Atmawijaya.

__ADS_1


__ADS_2